
Kini mereka tiba di rumah Ailza, dengan nuansa oud door, karena lain di daerah Indonesia yang biasanya pasang tarup atau trakat tenda, di Jerman tanpa tenda dan apa apa
Cuman ada dekorasi atau pelaminan yang ada di area paling depan dari kursi kuris yang ber jejeran
Suasane tidak begitu terik karena banyak pepohonan yang menutupi rindangnya tempat acara
Keluarga Ailza sudah menyambut kedatangan keluarga El
El di gandeng oleh Abah dan Uminya, dengan perut yang sudah membesar, dan mbah serta lainnya mengikutinya di belakang
Sambutan meriah dari mereka dan seserahan juga di bantu oleh para pekerja yang kerja di perusahaan Zain yang ada juga di jerman yang ikut menghadiri pertunangan El dan Ailza
Jihan dan mama Ailza saling bersalaman dan cipika cipiki, mereka saling ngobrol dan berkenalan, sambil menunggu acara di mulai,
Dan sesaat kemudian acara di mulai dengan sangat sakral, El dan Aliza sudah saling pasang cincin, dengan El dan Aliza yang saling memasangkan satu sama Lian
Hingga tepuk tangan meriah meramaikan suasana di acara tersebut
Simpel dan sederhana tapo syakral, dengan Ailza yang begitu cantik dengan balutan kebaya berwarna hijau mint,
Untuk Rizqy dan yang lain cuman sama sama ngobrol sendiri dengan bahasa mereka sendiri, dan obrolan mereka sendiri
Selanjutnya sesi foto bersama dengan kebersamaan mereka yang luar biasa di tambah Aliza yang melengkapi kebersamaan mereka
" Ini calon istri Bang Al?" tanya Ailza saat bersalaman dengan Aliza
" Kok calon istri gimana sih Za, ini udah jadi istri gue" jawab Al gak terima
" Lho... Nikahnya aja gak kabar kabar, Ail gak tau dong Bang" jawab Ailza santai
" Ini karena gue gak terima di langkahi mereka, makanya sebelum kalian tunangan gue gas dulu" jawab Al santai
" Oh... Abang sih, buru buru, orang Abangnya belum punya tunangan udah mau tunangan duluan, untung Bang Al sudah punya pengganti, langsung gerak cepat sat set" ucap Ailza menggunakan bahasa inggris
" Sat set .. Kayak tau aja" Sindir Zula bergurau
" Kata Abang El gitu La" jawab Ailza
" Kenalkan saya Ailza mbak, " ucap Ailza mengenalkan dirinya sendiri
" Saya Aliza" jawab Aliza lembut
" Hampir sama namanya" jawab Ailza sambil tersenyum
__ADS_1
" Suaminya aja hampir sama, Al , El, jadi melengkapi" jawab Aliza yang ikut bergurau
Jihan ikut gabung juga di sana, dan menarik tangan Ailza dan Aliza
" Sini menantu umi, foto dulu sama Umi" ucap Jihan narsis
" Fotoin La" ucap Jihan meminta pada Zula
" Ula gak di aja Mi?" gurau Zula
" Nanti aja, " jawab Jihan datar
" Nangis nangis.. Ayo nangis" sindir El lagi
" Apaan sih.. Bah " panggil Jihan pada Zain yang jauh dari mereka
" Duh duh duh... Anak Abah" ucap Al seolah menjadi pengganti Abah Zain dan membuat semuanya tertawa
Setelah sesi foto foto, mereka semua kembali ngobrol sambil menikmati hidangan yang di sediakan,
El dan Ailza masih di tempat yang sama, membahas hari yang cocok untuk mereka nikah nanti
Karena setelah ini akan ada sesi pembahasan itu yang sudah di rancanh dari beberapa minggu lalu
Ailza adalah sosok wanita yang sangat polos di mata El dan semua orang,
" Istri Bang Al cantik ya, kalem lagi" ucap Ailza pada El dan El menanggapi dengan anggukan kepala saja
" Si Helend sebenarnya ke sini bang, ada juga di sini dia" jawab Ailza mengaku
" Kan dari Awal Abang udah bilang sayang jang undang dia, Aku gak mau kalau acara kita kacau gara gara masalah pribadi Bang Al dengan Helend" ucap El sudah langsung ambyar
" Dia yang maksa lho Bang, Datang sendiri kemari, aq gak ngajak, gak tau apa tujuan dia" jawab Ailza yang gak mau ikut campur juga
" Terus dia bisa kesini gimana? Sekarang dia dimana?" tanya El sudah was was
" Ada di kamar Ail, udah tak larang keluar kalau hanya untuk ganggu acara aja" jawab Ailza dan El agak tenang
" Mudah mudahan gak bikin masalah mereka, biar Bang Al bahagia sama istri pilihannya" jawab El dan Ailza mengangguk
Setelah acara break selesai, Acara kembali di lanjut dengan perencanaan acara pernikahan,
Semua mulai berbincang bincang, dan acara tersebut akan di laksanakan pada bulan Syawal, atau habis lebaran sekitar 4 bulan lagi, atau 2.5 bulan setelah Jihan melahirkan
__ADS_1
" Siap siap bawa bayi keluar negri" ucap Jihan setelah di tentukan
" Iya ya, Aku gak ikut lah kalau masih bayi mbak" jawab Luna gak tega
" Gak apa apa, nanti naik pesawat pribadi kan aman" jawab Jihan santi
" Belum boleh keluar gak sih mbak, iya kalau udah 40 hari kalau belum kan repot" jawab Luna dan membuat Jihan pikir pikir kembali
" Kalau gek gitu biar adeknya di rumah, kita pergi 3 hari PP, aman gak ya" ucap Jihan masih bimbang
" Acaranya di Indonesia aja biar gak jauh jauh, Ibu udah tua" ucap Ulfa dan ada benarnya juga
Setelah perencanaan matang dan selesai serta usulan Jihan yang di terima tentang resepsi dan ijab qobul di Indonesia selanjutnya adalah doa,
Setelah doa mereka berpamitan pada keluarga Ailza
Kini semuanya berjalan ke mobil masing masing, dengan menikmati pemandangan pohon buah buhan liyar yang tumbuh di pinggir jalan
Seperti apel, pir , cerry, plum, dll
" Enak ya kalau tinggal di luar negri semua buah nganggur gak ada yang punya, kalau di Indonesia udah habis ini di akui orang lain" jawab Luna sambil berjalan menuju mobilnya
Saat Al udah mulai bukakan pintu mobil untuk Aliza, tiba tiba
" Al..... Al..... Al.. Tunggu" Ada suara yang memanggilnya dan menoleh pada asal suara
" Al,... " teriaknya lagi yaitu Suaran Helend yang kabur dari kamar Ailza
Al yang melihatnya segera meminta Aliza masuk agar tidak melihat dan mengenal siapa Helend
" Masuk sayang, Ayo semua masuk" ujar Al sudah sangat kepikiran
Mobil Al Belum sampe jalan, Helend udah sampai di dekatnya dan mengetuk pintu kaca mobil yang di tumpangi Al.
" Al buka Al,.. Turun Al, gue minta maaf" ucap Helend sambil menangis
" Siapa bang?" tanya Aliza yang ada di sebelahnya
" Orang gila biarin aja" jawab Al jutek
" Al Al... Gue minta maaf, ayo turun Al, selesaikan masalah kita" ucap Helend terus memukul kaca mobil yang Al tumpangi
" Jalan Mas" ucap Al pada draivernya
__ADS_1
" Mas.. Itu siapa?" tanya Aliza datar
Al langsung menatap Aliza yang beda dari ucapan biasanya