Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Putus


__ADS_3

Al sangat kaget mendengar ucapan Helend barusan, yang terdengar mengerikan di telinganya, Al sengaja tidak berbicara lagi dan masih mendengarkan


Helend Sudah hilang kendali dengan pria lain di sana, hingga terlupa dengan sambungan telfon yang masih terhubung dengan Al


Al tidak membiarkan begitu saja, dan justru dia merekamnya untuk sebagai bukti dan cara untuk melepas Helend


Al merasa sudah tertipu dengan Helend yang begitu manis dan kalem, tapi aslinya busuk dan tak berharga lagi


Karena sudah saking lamanya, Al tidak tahan dan merasa cukup rekamannya untuk bukti, sehingga dengan mudah dia akan memutuskan Helend secara sepihak tanpa harus jauh jauh untuk membuktikan sendiri ke Swiss


Sambungan telfon sudah Al matikan, Al kemudian mengirim bukti rekaman suara ke Helend, di tambah dengan bukti foto dan Video yang Al minta dari Maulana tadi


" Cukup gue aja yang loe tipu, cukup gue aja yang loe permainakan, dan cukup sampai sini hubungan kita, bay..." sekiranya begitu pesan singkat yang Al kirim ke Helend


Untung Al tidak menganggap serius setiap hubungan pada semua orang, bahkan mungkin dulu dengan Yasmin juga Al tidak begitu serius, karen sikap Al yang begitu kaku membuat dirinya sendiri kadang susah untuk memaknai perasaannya


Dan yang membuat dia serius ya cuman Zula, waktu Al jatuh cinta pada Zula, dan hanya ingin memiliki Zula, itu saja yang sempat membuatnya serius dan ingin segera menikah, selebihnya dia merasa semua belum tepat


Apa lagi sama Helend, yang baru beberapa bulan menjalin hubungan, yang sama Yasmin bahkan sudah sampai meminta restu dengan orang tua Yasmin saja bisa kandas, apa lagi sama si Helend


Dan mungkin ini menjadi kisah PERJALANAN CINTA nya yang cukup B aja menurutnya


Al tentu termenung dengan renungan malamnya untuk menghadapi masa depannya, apa lagi habis putus cinta untuk ke 2 kalinya,


Di saat sedang menandang mandang anak didiknya di BNT, agar bisa melanjutkan jejak abahnya tiba tiba


Tok tok tok....


Ketukan pintu terdengar keras dan membuyarkan lamunannya


Ceklek.....


Pintu terbuka dan terlihatlah cengiran manis dari adek tercintanya siapa lagi kalau bukan Nazula Lailal Musthofa


" Assalamualaikum...." ucap Zula lirih karena sudah tengah malam


" Waalaikumsalam.. Belum tidur?" tanya Al lagi


" Tadinya udah merem mau tidur, " jawab Zula sambil berjalan masuk dan duduk di tepian ranjang kamar Al

__ADS_1


" Lha terus?"


" Maul telfon, dia baru sampe hotel, dan katanya abang habis putus sama kak Helend" jawab Zula bercerita


" Terus?"


" Kok terus terus sih.. Nabrak dong, ya Sebagai adek yang baik hati dan tidak sombong, cantik dan pengertian" ucap Zula narsis dan membanggakan dirinya sendiri


" Hem.... Tengah malam narsis" ucap Al dan Zula tertawa


" Ula siap dengerin curhatan Abang" jawab Zula santai dan Al duduk di sebelahnya


Al tidak langsung bercerita dan terdiam sesaat sambil memandang lurus kedepan


" Gue gak tau harus bagaimana? gue sadar usia gue bukan muda lagi, dan lagi lagi harus kandas soal percintaan" jawab Al mulai bercerita


" Tapi bener apa yang di katakan Maul soal kak Helend?" tanya Zula kembali memastikan


" Ya Bener, " jawab Al santai


" Abang gak mau membuktikan dulu, ?" tanya Zula lagi agar biar venar benar tau kebenaran tentang itu


" Abang denger sendiri lho La, barusan Abang telfon, ada orang yang datang dan Abang denger sendiri suara mereka seperti apa, gila apa abang di kasih sisa kayak gitu" jawab Al lagi dan seolah gak sudi lagi dengan Helend


" Abang paling ilfil dengan orang seperti itu La, itu baru jadi pacar abang, dan baru LDR berapa bulan, coba kalau udah jadi istri abang sering abang tinggal ke luar negri,LDR lagi, punya anak jadi anak siapa La" ucap Al mengungkapkan isi hatinya


Zula mengerti gimana perasaan Al saat ini, lagi lagi dia gagal dalam perasaan cinta, dan Zula sebagai adek hanya bisa mensuprot yang terbaik


" Udah udah... Udah putus udah selesai, mantan udah mau kawin, segera cari yang lain oke" ucap Zula menghibur Al


" Jangan nyesel, mantan kawin lho" ucap Zula meledek


" Enggak... dia banyak juga kok mantannya, gue cari yang sederhana aja, tapi nurut, gak baperan" jawab Al santai


" Weh.... Gitu ya jadi cowok lepas cepet kali cari yang lainnya" ucap Zula lagi


" Lho tidak baik berlarut larut dalam kesedihan " jawab Al santai


" Haduh... Haduh... Kasian jomblo" ucap Zula santaj tepi meledek

__ADS_1


" Bebas donk" jawab Al gak mau kalah


" Butuh teman untuk hadir di pernikahan mantan?" tanya Zula lagi


" Pasti dong" jawab Al dan Zula tertawa


" Udah ah... Gue balik kamar dulu, seneng kali jadi jomblo, gak ada beban perasaan" ucap Zula saat keluar


" Ya harus happy dong, jomblo fi sabilillah" jawab Al semakin santai


" Serah lah... selamat mimpi ketemu mantan" jawab Zula dan Al justru tertawa


Ke esokan harinya karena ini hari jum'at BNT dan Kampus tentu libur dong, Al yang bangunnya siang apa lagi semalam masih ngelist daftar santri yang siap di jadikan istri kwkwkw tapi boong


Dia juga punya wibawa kali gak ngasal gabruk milih santri jadi istri, satu gak mau yang lainnya, haduh terlalu murah hargadirinya sebagai pemilik yayasan nanti kalau begitu


Zula dan El sudah berangkat ke kantor masing masing, dengan El yang bareng dengan Zula kali ini, sebelum nanti agak siang Zula dan El siap mengantar Maulana yang hendak kembali ke Turki


Ponsel Al terus berdering panggilan masuk dari Helend yang baru sadar dari tidur indahnya setiap malam


Al mengangkatnya tapi tanpa banyak bicara.


" Sayang sayang.... Kamu salah kirim kan? " ucap Helend di sana yang sudah berdrama nangis nangis


" Enggak... udah, cukup gak perlu drama, gue udah tau semuanya, dan udah sampai sini saja" jawab Al lagi lagi mengakhiri semuanya


Helend terus menangis dan memelas, karena udah hilang harapannya menjadi nyonya Al Musthofa yang awalnya akan menjadi aset kehidupannya


Sampai akhirnya Helend verteriak minta ganti rugi modal penampilan selama saat berhubungan dengan Al, terkesan lucu, karena semua baju panjang dan baju muslimah itu semua di mintai ganti rugi pada Al


Al pengen tertawa sebenarnya, tapi dari pada jadi masalah besar ya sudah, Al transfer begitu aja dan langsung blokir nomer Helend, itung itung shodaqoh pada orang yang merasa kurang terus


Di kantor Zula cukup telat berangkatnya hari ini, karena habis subuhan tadi tidur lagi, dan pastinya sudah di tunggu oleh Ryan yang kebetulan Zula dan Ryan ada tugas untuk meeting di luar


Zula keluar dari mobil barunya, dan membuar Ryan makin panas dan melongo di buat oleh Zula


" Oh... Gitu mobil baru ternyata yang membuat semua terlambat" ucap Ryan saat Zula sudah ada di dekatnya


" Oh... Bukan hanya mobil baru lho pak, Nih... Cincin baru, dan tunangan baru" jawab Zula sengaja pamer jari manis indahnya yang di pasangi cincin cantik dari Maulana semalam

__ADS_1


__ADS_2