
Seperginya Jihan, El bukan langsung berdiri ikut Jihan kembali ke kamarnya sendiri
Tapi El justru merenungi apa yang di katakan Uminya tadi
" Oh ya ya kenapa dulu gak gue istikharohi dulu ya pas mau dekat sama Ailza, kenapa gak gue cari petunjuk dulu pas mau melamarnya, tau gitu kan gue gak sakit hati seperti ini" batin El yang menyesali dirinya dulu
Ya mungkin karena sudah menjalin hubungan lama dan sudah saling percaya saling mengerti sehingga gak perlu petunjuk lagi
El bangun dari duduknya dan berjalan ke tempat wudhu yang tersedia di sebekah musholla keluarga
El mengambil air wudhu dan memakai sarung serta baju kokonya yang di taruh di sana setelah sholat isya' tadi
El mulai melaksanakan sholat khajat dan sholat witir dan lanjut sholat istikharoh
Di dalam sujut terakhir dari masing masing sholat El selalu meminta perlindugan dan putunjuk hidup masa depannya
Setelah dzikir dan berdoa, El kembali ke kamarnya yang kebetulan di lantai dua, yang berdampingan dengan kamar Al dan juga Zula
Dan parahnya, El melewati kamar Al mendengar ucapan dari Aliza yang mengganggu telinganya
" Masyaallah.... Tuh orang, gak bisa di filter apa, atau di sensor suaranya" batin El kesal
Udah jomblo denger suara begituan lagi dari abang dan kakak iparnya
Karena di kamar Al saat ini, Aliza sedang menyajikan bagian istimewanya untuk Al, yang sebagai pangeran pelanggan malam jum'at
Al sengaja membawa Alat penyangga kaki yang di belinya dan di pakai saat ini agar Aliza tidak pegal pegal memeganginya
Dan al sendiri makin leluasa menikmati ke istimewaannya
Aliza yang sangat agresif justru makin ketagihan, dan bahkan terkadang di mana waktu mereka berdua di situlah Al selalu menyanbangi atau menengok calon babynya
Karena gerakan Al sedikit aja pada Aliza langsung membuat Aliza mulai bereaksi
" Makin ke sini Makin agresif ya" ucap Al pada Aliza dengan berbisik di telinganya
Karena tangannya Al yang satu mainan kacang, yang satu mainan pucuk pepaya milik Aliza
__ADS_1
" Mas gak suka kalau Adek Agresif?" tanya Aliza balik
" Justru itu yang Mas Mau, makin agresif makin menantang" jawab Al sambil mengemut telinga Aliza
" Aakkhh......" Aliza makin menjerit karena telinganya di gigit oleh Al
Di kamar El justru makin kehausan da kegerahan, dia membuka jendela kamarnya dan memindah sofa di kamarnya ke depan jendela serta merebahkan tubuhnya
Angin spoy spoy dari pinggir pantai membuat dirinya makin kantuk dan tanpa menunggu aba aba 1 2 3, El langsung terpejam dan mulai berlayar ke alam mimpi
Di dalam Mimpi El sedang berada di rumah sakit tempat dia bekerja, dan dia bertemu dengan salah satu patner kerjanya yang manis lembut dan rajin di tambah kalem lagi
Mereka sedang sama sama bekerja dan menjalankan oprasi di ruang oprasi tentunya
El beberapa kali menatap gadis tersebut yang sangat kalem dan manis itu, Gadis itu tidak merasa di tatap oleh El dan masih fokus dengan kerjaannya
Kondisi pasien makin parah, dan bisa di katakan kritis, El mulai panik begitu juga dengan tenaga medis lainnya
" Gimana ini, ambil alat itu, dan pasangkan alatnya sekarang" ucap El langsung mengambil tindakan
Suasana di ruang oprasi makin menegangkan, dan dokter pendamping El sangat tenang menanganinya
" Maaf dokter, sembari kita menangani sembari kita ber ikhtiar minta bantuan pada Allah" ucap gadis tersebut sopan
" Baik... Siapa yang masih belum btal di sini?" tanya El yang langsung menyetujui
" Biar saya bisa menangani ada yang langsung mengaji" tambahnya lagi
Semua yang ada di sana terdiam karena semuanya sudah batal
" Maaf dokter, Alhamdulillah saya masih punya wudhu" jawab gadis tersebut
" Cepet Ambil Al Qur'an dan mengaji" ucap El lagi
" Alhamdulillah saya seorang penghafal Al Qur'an dokter" jawabnya dan El makin terkagum kagum, dengan sosok gadis tersebut
EL kemudian mempersilahkan Gadis tersebut untuk segera melantunkan ayat ayat suci Al Qur'an dan El serta yang lainnya kembali fokus dengan tindakannya
__ADS_1
Sampai Alhamdulillah semua di lancarkan dan pasien melewati masa kritisnya
El makin terkagum dan selepas dari ruang oprasi El segera menemui gadis tersebut dan mengucapkan terimakasih
Hari hari dalam mimpi semalam El lalui, El mulai pendekatan pada gadis tersebut bahkan sering jalan berdua dengannya di hari libur
El dan gadis tersebut mendapati dua burung merpati yang tiba tiba datang di pangkuannya, dan El serta gadis tersebut merawat kedua burung merpati tersebut
Bukan hanya itu saja, mereka dalam mimpi pergi mancing bersama, tapi mereka tidak mendapatkan ikan sama sekali, dan di saat pancingannya akan di tarik dengan ikan ada harimau besar yang berlari dan mengincar Gadis tersebut
Sehingga sang gadis lari dan naik ke atas bukit di temani oleh El
Lama kelamaan mereka bersama dan saling mencintai hingga mereka akhirnya menikah secara sederhana
Dan malamnya malam pertama langsung di lanjutkan dengan El yang setiap hari sudah mendengar Al dan Aliza, sudah gak tahan lagi
El mendekat dan mencium istrinya, kemudian dia mengelus lembut, ..
" Sayang... Gimana perasaanmu saat ini?" tanya El lembut pada istrinya
" Sangat bahagia, Mempunya laki laki idaman semua wanita yang sekarang sudah SAH jadi suamiku, milikku satu satunya" jawab hadis tersebut bersandar di dada bidang El
Sama seperti pengantin pada Umumnya, mereka sama sama memberi kehangatan tertentu saling romantis menikmati kebahagiaan yang baru mereka ciptakan akhir akhir ini, hingga ke jenjeng pernikahan
Tapi boong karena itu hanya mimpi
" Twrimakasih, sudah memilihku, sudah menantiku, dan suda setia padaku untuk menjadi pasangan hidupmu" Ucap El lagi sembari mencium kening Gadis dalam mimpinya tersebut
" Sama sama, terimakasih sudah menjadikanku seorang ratu dalam hidupmu, semoga Allah menjadikan keluarga kita sebagai keluarga yang penuh barokah dan istiqomah" jawab gadis tersebut masih bersandar di dada bidang El
Selanjutnya El mulai menyapu bibir Gadis tersebut dengan jempol tangannya
Karena cukup aneh kalau pake jempol kaki, lagian kaki pak dokter lagi cantengan dan gak mungkin untuk ngelap bibir takutnya nular
Eh maaf sorry author lagi pengen ngelantur...
Dengan lembut di usapnya lalu di dekatkan bibirnya ke arah Gadis tersebut dan menempelkan Bibir keduanya dan menjadikan permen rasa durian
__ADS_1
Lama lama kelamaan, keduanya makin menikmati hal itu dan terus terusan samlai ke titik sunah rosul, bahkan sampai tanpa mereka sadari keduanya siap main kuda kudaan dan saat kuda hendak naik ke atas ...
" Astagfirullahal adzim.. " Ucap El dan ternyata cuman mimpi