Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Beres


__ADS_3

Semua yang ada di sana tentu kaget dengan tindakan Ryan yang tiba tiba, masalahnya mereka sama sekali tidak ada masalah apa apa dalam pekerjaan


Tapi Maul dan Abinya tentu sudah faham dengan kesalahannya, dan hal ini juga membuat mereka syok walaupun sudah berbulan bulan menghantui


" Gak bisa begitu pak, kita gak pernah ada masalah, dan gak bisa di lepas begitu saja kontrak kerja kita" Protes salah satu staf


" Maaf ini bukan urusan saya dengan anda, " jawab Ryan menolak keras


Seketika bungkam, kalau staf terus protes makin panjang urusannya, dan Maul mulai frustasi, apa lagi Abinya dan semua gara gara kakeknya


" Dan saya sekarang memberi ketegasan dan bertanya dengan PT. Khair, masalah kerja sama, masih lanjut apa sudah? " tanya Ryan tegas


" Lanjut" jawab mereka tegas, karena PT. Musthofa bagi merrka memang memberi keuntungan begitu besar


" Okey saya terima dan nanti saya ke kantor bapak, untuk membahas selanjutnya" Ucap Ryan dan mereka langsung tahu diri dan langsung pamit


Mereka sadar kalau ini sedang ada masalah dan gak urusan mereka untuk ikut campur kalau memang masih mau bekerja sama dengan perusahaan Zain


Setelah mereka pergi Ryan masih menghadap ke Maul Abinya dan beserta staf lainnya


Mereka masih menunggu alasan dari Ryan kenapa tiba tiba memutus kontrak kerjanya


" Saya rasa Atasan kalian sudah faham apa maksud saya, dan nanti kalian lanjut bahas dengan atasan kalian, kali tinggalkan kami untuk menyelesaikan masalah ini" Ucap Ryan pada mereka dengan penuh ketegasan


Sampai akhirnya Maul meminta semua staf stafnya untuk segera meninggalkan ruang meetingnya


Seperginya mereka Ryan mulai mengeluarkan surat pemutusan kerja sama, dan Ryan juga sudah menyiapkan untuk uang pinaltynya


Dia sudah bilang sama Irfan sebelumnya, secara mereka tetanggaan dan Ryan sering berbagi cerita dengan Irfan , apa lagi soal pekerjaan


Ryan bersedia meminjamkan uang perusahaan karena bagian keuangan di pegang oleh Irfan,


Ini rencana lama yang sudah pernah Ryan bicarakan, apa lagi Irfan juga tau sendiri kalau zula sedang galau di kantor bagaimana repotnya mereka


Dan semua sudah di persiapkan dengan jaminan rumah dan beberapa aset Ryan nanti akan di jual untuk bayar pinaltynya


Irfan bisa saja bilang ke Ryan dan pak Zain gak butuh itu, dan bisa bilang kalau Zula adalah pemilik perusahaan, cuman itu bukan kewenangannya, dan biar jadi urusan Zula sendiri

__ADS_1


" Pak Ryan ini gak bisa di bicarakan baik baik lagi?" tanya Abinya Maul saat Ryan menyodorkan berkas pengunduran diri dan juga cek yang sudah di sepakati


Ryan tahu hitungan hitungannya, sudah berjalan berapa lama, dan sudah berapa keuntungan yang di dapat dan verapa pinalty yang harus di bayar


" Mohon maaf pak, bapak sendiri melihat gimana keadaan Zula tadi, dan gimana kondisi Zula dari awal meeting sampai menyerah tadi? Itu berawal dari keluarga bapak sendiri, dan saya sebagai patnerkerjanya sekaligus rekan kerja samanya gak bisa untuk terus terusan seperti ini" Jawab Ryan apa adanya


" Iya tapi semua bukan berawal dari salah kita pak" Ucap Abinya lagi


Maul terdiam seribu bahasa, dia justru kepikiran dengan Zula yang gak tau gimana keadaannya selama pisah dengannya


" Itu bukan urusan kami pak, yang intinya dampaknya sudah di rasakan rekan kita sendiri, dan kami gak mau tau soal ini, perusahaan tidak bisa berjalan kalau staf dan karyawannya tidak baik baik saja pak, benar ini masalah pribadi, tapi cukup merugikan bila di teruskan, perusahaan kami gak mau egois tentang keprofesionalan karyawan, tanpa karyawan perusahaan gak jalan" jawab Ryan makin tegas


Ryan gak mau basa basi lagi, di sini titip tertekannya perusahaan Maul dan keluarganya, dan harus kehilangan aset yang sangat besar walaupun dapat pinalty


Ryan gak ada ampun lagi, dan langsung menjelaskan dan menyodorkan surat yang sudah dia pikirkan lama lama


Sampai akhirnya Maulpun bertanda tangan, dan Ryan memberikan cek pinalty yang bernilai ratusan Milyar


" Terimakasih atas kerjasamanya selama ini, maaf bila ada kesalahan, " Ucap Ryan pamit pada mereka


" Boleh saya bicara dengan bapak?" ucap Maul sebelum Ryan pergi


Ryan kemudian pergi menjemput Zula dan langsung membawanya pulang ke hotel


Di dalam mobil Zula masih sangat merasa bersalah banget karena keputusan Ryan yang cukup nekat itu


" Pak Ryan saya ikut andil ya, dalam masalah ini, biar sebagian uang pinalty saya yang ikut bayar" Ucap Zula sangat merasa gak enak


" Apaan Sih La, gue lepas dari ini dan Elo gak kambuh kambuh lagi, gue udah syukur, ini keputusan gue, dan biar jadi urusan gue juga, udah lah, loe santai aja kali" jawab Ryan masih tetap santai padahal pikirannya sangat mumet, mikir apa nanti yang akan di jual lagi


Secara eatusan milyat lho, awalnya justru trilyunan tapi kali ini karena sudah berjalan makanya tinggal milyaran dan malah masih dalam nomilan besar


" Tapi semua karena gue pak" Bantah Zula


" Udah gak usah di bahas, kita fokus dan loe harus happy, harus bisa move on" ucap Ryan dan Akhirnya Zula kambali semangat


Mungkin dengan dia lebih semangat membuat Ryan makin semangat juga, dia gak mau mengecewakan Ryan

__ADS_1


Makanya Zula juga gak mau terus terang takut kalau Ryan justru makin kecewa, semua akan di ungkap kalau sudah tiba waktunya


Sesampainya di hotel Zula mulai bebersih dan siap ber istirahat, dan Ryan mulai sibuk sana sini dan mulai menghubungi Irfan menyampaikan serta merancang gimana potongan dia setiap bulannya, dan soal penjualan rumah bahkan sampai mobil dan beberapa uang tabungan dan beberapa saham harus di jual kembali


Dan Irfan juga sudah di beri kode oleh Zain tentang masalah yang pernah di minta oleh Zula, untuk membeli semua aset Ryan kalau memang benar terjadi seperti ini


" Loe udah bilang pak Zain belum tentang masalah ini?" tanya Irfan pura pura karena Irfan juga tau kalau Zain pasti setuju


" Udah sebelum gue telfon bapak, udah gue sampaikan semuanya, ya gue sebenarnya gak enak, cuman gue bilang siap tanggung jawab, gue merasa bersalah ambil keputusan sepihak, cuman ya gimana lagi, pak Zain akhirnya menyetujui, asal masih tetap bisa lanjut kerja sama dengan perusahaan lain" jawab Ryan lagi


" Jadi selanjutnya? loe harus cari perusahaan lain yang menggantikan PT. Lana?" tanya Irfan lagi dan di iyakan oleh Ryan


Ya karena Zain juga gak bisa mempermudah tih konsepnya memang harus begitu, kalau dengan mudah itu bukan masalah bisnis tapi keluarga


Ya sesekali ngetes Ryan mana tau jadi anggota keluarga benerankan sudah bisa bertanggung jawab


" Ya udah loe lanjut kerja aja, hati hati di sana, di jaga Zulanya, dan semangat cari pengganti PT. Lana, nanti kalau udah ada yang nawar gue kabari elo" Ucap Irfan padahal sudah siap bayar, cuman ya kalau langsung nanti Ryan curiga


Setelah semua beres Ryan bermaksud ke kamar Zula untuk menyampaikan sesuatu


tok tok tok...


Pintu di ketuk dan Zula langsung membukanya


" Masuk pak" ucap Zula dan Ryan masuk


" gimana udah okey?" tanya Ryan santai tanpa menunjukkan dirinya yang sesang mumet kepalanya


" Lumayan, jadi gimana tanggapan pak Zain?" tanya Zula padahal dia sudah menghubungi abahnya juga


" Gak masalah sih, tapi gue ada PR, untuk mencari pengganti PT, Lana" jawab Ryan terus terang


" Gue siap bantu, gue bikinkan proposal sekarang, untuk mencari PT lain" jawab Zula sangat semangat


Dan akhirnya Ryan setuju dan mereka harus lanjut dengan pencarian perusahaan lain,


" Ya udah loe di sini dulu, tadi Maul ngajak gue ketemu, " Ucap Ryan terus terang

__ADS_1


" Mau ngomong apa?" tanya Zula kepo


" Ya Apa lagi kalau bukan Elo, tapi Udah jangan di pikir, itu urusan gue, yang penting leo kerjakan proposalnya sekarang" ucap Ryan dan Zula semangar banget


__ADS_2