Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Permintaan terakhir


__ADS_3

Entah apa yang Jihan rasakan saat ini, dadanya sangat sesak di kala Abah Hasan dan Umi Zahra bilang pengen manikmati hidupnya


Di gak tau apa yang selanjutnya terjadi nanti, apa yang akan Abah Hadan dan Umi Zahra alami nantinya


Jihan sudah gak tahan dan akhirnya pamit untuk keluar dengan alasan baby Bibi yang belum minum ASI


" Abah Umi, istirahat dulu ya, Jihan mau kasih ASI Bibi dulu, " ucap Jihan lembit dengan hati bergetar


" Iya, Nak.. Jangan larang Abah sama Umi ya nak" Ucap Umi Zahra dan Jihan mengangguk


Jihan pun keluar dari kamar Abah Hasan dan Umi Zahra, serta di ikuti oleh El yang kaget dengan Uminya yang meng iyakan Apa kemauan kakek dan neneknya


Padahal banyak pantangan makanan untuk kedua mbahnya itu,


Jihan langsung berjalan dan berlari ke pantai 2 menuju kamarnya, untung saja para saudaranya pada tidak ada dan tidak mengetahui Jihan yang sudah meneteskan air mata


Melihat ekapresi Uminya saat keluar Zula langsung mengikutinya setelah Wl keluar cukup lama


Sampai di kamar Jihan langsung menangis sesenggukan, menumpahkan air matanya,


Zain yang baru keluar dari kamar mandi sangat kaget dengan keberadaan Jihan yang menangis sesenggukan


Dadanya semakin sesak, dan gak tau harus gimana? dia takut berbicara apa apa, dia takut apa yang dia takutkan saat ini tak lama akan terjadi


" Kenapa sayang?" tanya Zain memeluk Jihan


Jihan sama sekali tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya


" Pokoknya Bah, bilang sama anggota keluarga jangan ada yang pulang dulu, Umi minta itu aja" jawab Jihan mengghentikan tangisnya


Jihan hanya berpesan itu, takutnya apa yang akan terjadi nanti semua anggora keluarga sudah pada pulang


Dan Zain semakin bengung dengan ucapan Umi dari anak anaknya itu


" Kenapa? Mereka lho mulai besok udah pada mau pulang, kan punya kepentingan masing masing, lusa udah puasa sayang, " jawab Zain lagi bingung dengan ucapan Jihan

__ADS_1


" Sesekali puasa bareng bah, sauhur dan buka puasa di sini semua, kita gak kurang kurang kan, kita gak masih sanggup kasih makan mereka semua kan Bah" jawab Jihan mulai meredakan dan mencari alasan lain agar suaminya tidak khawatir lagi


Pasalnya dia tau gimana perasaan anak saat di tinggal orang tuanya nanti


" Iya bisa, tapo santrinya? Mereka punya titipan anak orang lho Mi" jawab Zain lagi dan Jihan kembali mengis dan menggelengkan kepalanya


" Plis bah, kali ini, udah ikuti kata Umi ya, biar Abah sama Umi semangat sembuh" jawab Jihan masih dalam keadaan menangis, dan belum siap mengatakan yang sebenarnya


Tak lama El dan Zula masuk kamar kedua orang tuanya


" Assalamualaikum..." Ucap El saat masuk


" Waalaikumsalam..." jawab Zain menoleh ke asal suara


" Gimana El?" tanya Zain saat melihat anak anaknya


" Gak ada apa apa, El mau ngomong sama Umi" jawab El santai


" Masuk lah, Temani Umi, Abah mau keluar dulu, " jawab Zain bangkit dan El mengangguk


Muka Jihan masih sembab, dan Mereka tau Uminya sedang menangis


" Umi kenapa?" tanya Zula pelan


Jihan menggelengkan kepalanya, dan gak tau harus ngomong apa, takut mendahului takdir


" Mi... Kenapa Mbah Abah sama mbah Umi minta kok malah di turuti?" tanya el to the poin


" El... Kamu sebagai petugas medis kamu pasti tau gimana kondisi mbah Abah sama mbah Umi, ini udah ke berapa kali lho El, kemampuan organnya apa masih mampu?" tanya Jihan balik pada El yang gilirannya diam tanpa menjawab apa apa


" Okey kita tidak tau takdir yang Allah berikan El, tapi kita tau kondisi yang sebenarnya, tau kan kamu El" ucap Umi Jihan dan El mengangguk


" Kita gak pernah berharap itu teejadi El, tapi gimana kalau itu permintaan terakhir Mbah Abah sama Mbah Umi, memang gak baik untuk kondisi mereka, tapi kalau akhirnya jadi penyesalan kita gimana?" tambah Jihan yang makin menangis Zula langsung memeluk Uminya dan El termenung dengan ucapan Uminya


El gak tau, dan gak bisa jawab apapun, memang mbah Abahnya dan mbah Uminya, sebenarnya sama sama keadaannya,

__ADS_1


Jauh dari kata sehat, apa lagi mbah Abah, yang mana seharusnya kemaren itu harus di oprasi besar, El dan Jihan hanya memperbaiki apa yang perlu di perbaiki saja, dan seharusnya kalau kondisi normal, mbah Abah itu harus lebih dari 2 bulan berada dan di rawat di rumah sakit


Tapi permintaan mbah Abah hanya ingin pulang, di mana 2 hari setelah bangun dari komanya


Kini mereka sudah berada di rumah dan harus di rawat semaksimal mungkin, walaupun Abah Hasan terlihat begiti sehat


" Udah kita aja yang tau, jangan bikin yang lain down, semangati gimana kalian bisa ngomong agar mereka semua tetap di sini, " ucap Jihan menarik nafas sebentar


Jihan kini balik menoleh pada Zula yang menggenggam tangannya


" Ula, temani dan ikuti serta turuti apa yang mbah Abah dan mbah Umi minta, baliau sepertinya pengen banget dekat dengan kamu, gak mau di tinggal kamu" ucap Jihan dan Zula mengangguk


" Jadi Ula gak kerja dulu Mi?" tanya Zula lagi


" Gak usah, di rumah dulu, ikuti apa yang pernah Mbah Umi minta sama kamu" jawab Jihan lagi


Yang mana sebelumnya Zula pernah cerita kalau mbah Uminya pengen dirinya selalu menemani selama seminggu belakangan, dan itu permintaan cukup diminta


" Ulq aja udah di minta kerja sama Ryan" jawab Zula lagi


" Di sampe bilang Zula banyak alasan, pemalas, makan gaji buta lagi" ucap Zula lagi


" Ya kan karena dia belum tau siapa sebenarnya elo, kalau udah tau kan gak mungkin sampe ngatain sama Elo kayak gitu" bantah El yang faham arah bicaranya Zula


" Bilang aja, biar dia ngomongnya gak sebarangan" jawab Jihan menasehati Zula.


" Enggak, dia takut nanti sama Ula" jawab Zula masih tidak mau mengatakan yang sebenarnya


" Lha dari pada baper dan di katai seperti itu?" tanya Jihan lagi


" Bodo amat, Ula sih gak baper Mi, cuman kesal aja, apa lagi ngungkit gaji, " jawab Zula menjelaskan


" Gajinya lhoe cuman berapa juta, di bilang makan gaji buta lagi, masih banyakan uang yang Abah berikan" jawab Zula paling gak senang kalau di ungkit masalah uang


" terus loe apakan si Ryan, gak mungkin kan Elo diam aja sama Ryan, secara kalau ketemu aja seperti kucing sama tikus" Ucap El bertanya

__ADS_1


" Gue datangi ke kantor, dengan membawa uang jadi sebulan gue, gue lempar ke muka dia, biar gak di bilang makan gaji buta, perusahaan abah gue di katai gaji buta, biar sesekali merakan di hujani uang tuh orang, terakhir gue sumper mulutnya pake uang, biar gak ngomong seenaknya" jawab Zula bercerita dan membuat El sama Jihan tertawa, gak bisa kebayang musuh bebuyutan Zula itu di sumpel mulutnya


__ADS_2