Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Tuduhan


__ADS_3

Ryan menunggu ucapan Ucup yang menggantung, hampir saja Ucup tadi keceplosan karena gak sadar kalau Zula sedang dalam penyamaran


" Hehe.. Iya kenal, saya tuh karyawan pak Zain juga, saya kerja sebagai manager resto yang ada di Tegal Mas" jawab Ryan menjelaskan


" Oh.... Kirain, terus kenal dengan Zula sedekati itu gimana? Sampai jadi tukang konsultannya orang yang mau deketin Zula juga" jawab Ryan masih penasaran


" Gue mah dari dulu suka muncak, dan dia ikut ke grub muncak Indonesia di sosial media, pertama kami aja, dan setiap sekolah libur dia selalu ngajak untuk muncak dan liburan, dia anak sultan mas, dia yang ngajak, kami di larang modal, dan cuman gue sama kedua temen gue doang, tapi mereka tadi mau berangkat gagal, karena ada halangan, dan tinggal gue sama Zula saja," jawab Ucup dengan ceritanya


" Awalnya kami mau muncak beneran daki gunung seperti biasa, cuman kalau cuman berdua saya gak enak, dan kasian dia juga masih tidur bangun bangun harus daki, makanya saya alihkan kemari yang tanpa harus daki sama sama di puncak sejuk" jawab Ucup lagi dan Ryan mengangguk


" Ya udah mas, nanti jangan lupa di ping ya, saya mau nyamperin Zula dulu, kasian tado sendirian" jawab Ucup sambil berdiri dan pamit pergi


Ryan masih di tempat dan memikirkan tentang Zula yang katanya anak sultan, tapi kalau di lihat lihat memang benar sih, secara kalau bukan sultan gak mungkin bisa semudah itu dapat mobil mewah , beda dengan dirinya ya walaupun anak orang berada tapi tetap harus berusaha, di tambah Zula yang lulusan Swiss makin membuat Ryan percaya sih dengan kesultanan Zula


Setelah mengabaikan pikirannya dari Zula, Ryan langsung beranjak dan hendak menyusul temannya tadi


Sedangkan Ucup Kini sudah menghampiri Zula yang masih menyendiri


" Wah gak di kawani mak mak Il?" tanya Ucup sambil duduk di sebelah Zula


" Mak mak Apanya? Mak lampir" ucap Zula dan Ucup tertawa


" Tapi tadi ada cowok cowok iseng sih, jadi gue isengin balik" jawab Zula hendak bercerita


" Maksudnya?" tanya Ucup belum faham, kemudian Zula bercerita dan justru makin membuat Ucup makin ngakak dibuatnya


Kini Ryan juga sudah bergabung juga dengan teman tamannya, dan baru saja


" Tuh orangnya" ucap Zula sambil menoleh ke arah orang tersebut yang Ryan ternyata sudah kumpul juga


" Lho kok ada Ryan 99 Sih, " kaget Zula saat melihat keberadaan Ryan di sana

__ADS_1


" Oh.. Itu temannya jangan jangan ini ulahnya juga" ucap Zula makin geram dan kesal pada Ryan


" Apaan sih?" tanya Ucup lagi


Zula tidak menjawab dan berdiri untuk menghampiri Ryan DKK


" Mau kemana?" tanya Ucup lagi dan Zula masih tidak menjawab


Zula terus berjalan mendekat pada mereka dan juga musuh bebuyutannya


" Oh... Jadi Elo ketua gengnya?" ucap Zula tepat di belakang Ryan


Ryan kaget san spontan menoleh ke belakang


" Jum " Ucap Kenzy dengan nama yang dia kenal


" Neng Sumarni" sapa Adit


" Dek Sadi" lanjut Akbar


Zula sama sekali tidak menjwab sapaan mereka, karena sudah fokus sama Ryan yang menurut Zula teman temannua dekatin dia tadi karena Ryan juga


" Ada Apa Lagi Cil?" ucap Ryan sudah capek


" Il il... Udah gak usah gadoh" ucap Ucupenahan Zula


" Udah diem Cup, orang nih mau cari perkara lagi rau gak" jawab Zula sudah kesal sangat kesal pada Ryan


" Heh.. Bocil Aneh, Gue aja gak tau apa yang loe maksud, " bantah Ryan karena gak tau apa apa


" Gak usah Sok lugu deh Loe" bantah Zula cepat

__ADS_1


" Gue aja gak tau kenapa mereka manggil Elo, jumsaryem gitu, apan sih" jawab Ryan malin serius dan makin bingung


Sedangkan ke empat temannya menahan tawa karena Ryan kembali menyebut nama tersebut, bahkan tepat dengan singkatan yang Zula buat


" Alah.... Loe tuh sok polos pura pura gak tau kan, loe kenal sama mereka kan?" ucap Zula sudah makin murka


" Ya kenal mereka teman gue, kenapa emang?" jawab Ryan gak kalah nyolot


" Gue heran deh sama Elo, pak Ryan yang terhormat, " ucap Zula dengan cara bicara yang berbeda


" Gak di kantor gak di tempat Umum kenapa sih, Anda selalu cari gara gara, gak seru kalau gak bikin tensi gue naik, gak heboh, apa cuman mau pencitraan aja, dan mau mengenalkan gue sebagai orang dramastis? Gue capek kalau tiap hati marah marah terus tau gak, tapi gue juga ogah diem kalau loe terus terusan bikin Ulah seperti ini, karena Loe tuh udah keterlaluan, tapi pekok gak tau diri, gak ada perubahan sama sekali, selalu aja cari gara gara" omel Zula dengan bahasanya sendiri


Ucup sudah pasrah, kalau Zula sudah ngomelin seseorang, apa lagu musuh bebuyutannya rem mulutnya seolah blong dan gak bisa di hentikan,


Kalau di hentikan, justru omelannya nanti pindah ke dia sendiri, saat ini cukup sabar dengan jongkok dan menutup mukanya di belakang Zula


Sedangkan Ryan masih terus mengerutkan keningnya karena itu udah jadi hal biasa bagi Ryan, dan Siap untuk ngomelin balik Zula


Kalau ke empat teman Ryan, justru melongo mendengarkan serta memerhatikan wajah dan bibir Tipis Zula yang ngomelnya gak pake jeda, kapan lagi bisa melihat cewek secantik Zula ngomel sepanjang ini, apa lagi dari jarak lebih dekat


Ryan rasanya ingin menarik Zula dan menutup mulutnya, kalau ada kancingnya sekalian mau di kancing dan di kunci biar gak ngomel lagi


" Eh Bocil aneh, gue tuh ya.... Habis sholat berjamaah dengan tuh teman loe sendiri, tanya dia, dan gue gak tau apa apa tentang teman teman gue, gue baru datang, loe gak perlu ngomel sepanjang rel kereta api dari Jakarta sampe ke Surabaya, gue juga ogah meladeni elo yang kalau gak marah marah ngomel aja terus kayak mak mak komplek" jawab Ryan gak kalah ngomelnya dengan Zula


Dan kemungkinan Ryan udah ketularan Zula yang kalau lagi debat dan berantem adu mulut dengan Zula itu sama sama gak ada Remnya


Bahkan teman teman mereka sempat kaget dengan omelan Ryan barusan yang jauh dari besik asli seorang Teuku Ryan, karena dia asli Aceh jadi ada nama Khasnya


" Enak aja elo sama sama kan gue sama emak komplek" jawab Zula gak terima


" Komplek gue berkelas gak seperti yang loe maksud" jawab Zula lagi

__ADS_1


" Kalau berkelas mulutnya juga berkelas dong" jawab Ryan cepat dan nyolot membuat Zula semakin geram dan memajukan tangannya untuk mendorong Ryan


Ryan yang gek terima justru menggemggamnya dan membuat Zula hilang ke seimbanvan dan tertarik oleh Ryan yang maish tetap kokoh, Hingga Zula terjatuh di pelukan Ryan musuhnya


__ADS_2