
Di ruangan makin riuh dengan kebingungan dan merasa bersalah semua karyawan, dan bahkan mereka semua merasa ketakutan
Heny tau gimana sifat El, dan ternyata masih sama dengan yang dulu, dia gak mau di sanjung dan gak mau di buat kalahan
Entah keberanian dari mana, Heny langsung nyusul keluar dan menyusul El,
Semuanya bahkan tidak sadar kalau Heny keluar, karena mereka masih sibuk berbincang mengenahi mereka yang cukup teledor
Di luar Heny segera mengejar El untuk meminta maaf, Hany tau itu bukan kemauan El juga, karena El sebenanrya tidak bisa marah lebih lama lagi
" Dokter" panggil Heny Reflek
El berhenti dan menoleh kebelakang
" Ada apa?" tanya Al datar
" Saya mau minta maaf atas ketidak profesionalan saya, yang kemaren sempar meninggalkan pekerjaan saya" ucap Heny langsung peka dan sadar diri
" Oh Iya, itu kalau bukan kemauan istriku juga gak ..." ucap El terhenti karena Heny yang sudah mesem duluan
" Kenapa?" tanya El bingung karena merasa ada yang aneh
" Saya sudah tau tentang mbak Zula dokter, beliau adek dokter, dan saya gak masalah tentang itu, semoga dokter dan calon istrinya di beri kelanggengan dan kelancaran sampai hari H" jawab Heny sangat bijak
" Amin terimakasih" jawab Al santai dan masih datar
" Sekali lagi saya minta maaf sebanyak banyaknya, insyaallah selanjutnya saya akan tentukan jadwal yang bisa menyesuaikan dengan jadwal praktek saya" ucap Heny dan Al mengangguk
" Terimakasih dokter saya permisi" ucap Heny dan pamit
Heny membalikkan badannya dan terus berusahan tersenyum dengan apa yang menjadi jalan hidupnya nanti,
Mengikuti arus yang terus berjalan dan mengalir di sepanjang aluran sungai kehidupan, hingga bertemu di luasnya samudra jodoh dan akhir hayat
" Loe bahagia gue juga ikut bahagia Bang... " Batin Heny dengan terus berjalan lurus kedepan,
Padahal sampai detik ini Heny sudah mulai belajar move on, tapi belum bisa membuka hati untuk siapapun sebelum benar benar melupan El
El justru memandang langkah Heny yang semakin jauh meninggalkan dirinya
" Kamu sekarang sudah mulai dewasa Hen... Sudah bisa mengambil sikap dengan baik, dan tidak baperan dan manja seperti anak kecil dulu lagi" batin El dan membalikkan badannya untuk kembali ke parkiran dan lanjut pulang,
Dia sudah capek pengen istirahat dan pengen banget telfon Ailza yang sedari kemaren sama sekali tidak ia kabari, karena kesibukannya
Tapi sebelum keluar dari lobi rumah sakit, El menemui bagian resepsionis terlebih dahulu, karena mereka tidak mungkin meninggalkan tempatnya dan harus tetap berjaga di depan, karena mereka bertugas menerima tamu yang datang
" Kosongkan jadwal praktek saya selama 2 hari, " ucap El tidak ramah sama sekali, dan tidak seperti biasanya
" Baik dokter" jawab Resepsionis tersebut dan tidak bertanya apa apa
__ADS_1
Setelah itu Al langsung keluar dan berjalan menuju mobilnya
Setelah di parkiran, Rasa kantuk El kembali melanda, dan bahkan dia sangat males untuk mengendarai mobilnya apa lagi sampe kerumahnya
Dan pada akhirnya dia terpaksa mengendarainya hanya sampai ke kantor Abahnya saja,
El sudah gak kuat lagi kalau sampe rumah, dan memilih ke kantor Zula saja, sebenarnya da hotel tapi kalau di hotel El merasa kurang nyaman karena sendirian dan cukup horor entah kalau nanti sama istrinya
Sesampainya di sana, El langsung naik ke lantai atas setelah melewati beberapa karywanndan nasabah yang ada di bawah tadi
Dengan masih menggunakan jas dokter El sampai di ruangan Zula, dan langsung membaringkan tidurnya di sofa ruangan Zula yang sedang kosong ini, karena Zula dan Penghuni ruangan di lantainpaling atas itu sedang meeting semuanya, dan sedang berada di luar kantor
Padahal sama sama sendirian, entah kenapa El lebih seneng tidur di sofa kantor dari pada di kamar hotel, ya karena kesederhanaan El yang masih memikat dalam jiwanya
3 jam berlalu.... El masih tidur nyenyak sedangkan Zula dan Ryan baru saja datang di kantor dan masih berdebat di sepanjang jalan,
Irfan yang ada di antara keduanya sudah menjadi radio aktif yang sudah eror, alias gak bisa di hentikan, muter terus, karena di sepanjang perjalanan mereka berdua terus berdebat tak berhenti dan saling menyalahkan
" Ya gak gitu lah La, coba loe pilirkan, kalau kita ambil ide Elo, okey dengan cepat keningkatan perusahaan akan makin melejit, tapi resikonya juga besar La, pelan pelan tapi pasti" ucap Ryan masih lanjut debatnya mengikuti langkah Zula sampe ke ruangannya
" Ya kita punya otak pak Ryan, gunanya untik berfikir, gimana caranya agar resiko tersebut tidak terjadi dalam kerja sama ini, bapak sih pasif menggunakan ilmu kuno, sebagai pembisnis itu harus berani beresiko, dan berfikir gimana caranya kita bisa menanggulangi resiko tersebut agar tidak terjadi" jawab Zula langsung das des das des
" Kalau ini perusahaan gue La, dan gue sendiri yang pegang okey, Fine, gue sanggup tanggung resiko tersebut, lha ini kita kwrja di sini untuk di percayai, dan gue gak mampu nanggung resiko tersebut" jawab Ryan lagi dan perdebatan mereka cukup mengganggu tidur nyenyak El yang tidak mereka sadari
El mengerjap ngerjapkan matanya, dan merasa snagat brisik dengan perdebatan keduanya
" Bilang aja cupu" jawab Zula singkat
" Cupu sayang keluar modal untuk tanggung jawab" jawab Zula makin jelas, dan Ryan makin murka dan lanjut suara burung walet yang berebut masuk kekandangnya
Bruk bruk.... Kedua bantal sofa bergantian mengenai keduanya, karena El merasa kebisingan
Keduanya terdiam dan menoleh ke atah El yang ada di belakngnya
" Brisik...." ucap El kesal
" Ganggu orang tidur aja" tambahnya lagi masih jengkel
Zula dan Ryan saling menatap dan heran sejak kapan El berada di sini
" Loe ngapain di sini?" tanya Zula dan Ryan serempak
" Heh.. Elo gak usah ikut ikut ya" ucap Zula pada Ryan yang merasa mengikutinya
" Siapa yang ikut ikut, elo yang ngikutin gue" batah Ryan gak terima
" Elo.."
" Elo,"
__ADS_1
" Elo bocil"
" Elo 99" batah Zula dan Ryan bergantian
" Woy..... Bisa diem gak, gue masukin TK lagi kalau kayak gitu" sentak El makin kesal
" Elo keluar" ucap Zula pada Ryan dan meminta agar Ryan keluar dari ruangannya
" Okey" jawab Ryan dan keluar dari ruangan Zula
" El, Elo gak keluar, ada grandong loe di terkam nanti" ucap Ryan menoleh sebelum kekuar beneran
" KELUAR" teriak Zula dan Ryan meninggalkan El
Zula berjalan ke arah El, dan heran kenapa Abang kesayangannya tiba tiba ada di ruangannya
" Akhirnya gue ketemu sama abang kesayangan gue, yang dua hari gak tau entah kemana" ucap Zula duduk di sebelah El yang masih lesu
Karena Zula terakhir ketemu El adalah lusa, itupun El pulang habis isya' sepulang Zula dari jamaah isya' di aula pesantren, lanjut makan malam dan kembali menghilang di pagi hari
" Elo gak kangen sama gue?" tanya El yang gak bisa kasar sama Zula
" Peluk" jawab Zula manja dan El memeluknya serta Zula membalas pelukannya
El yang mengingat dirinya tinggal beberapa bulan menikah dan punya kehidupan baru dengan Ailza, tak bisa berkata kasar ataupun memarahi Zula, semarah apapun Dia akan luluh jika sama Zula, makanya apapun yang Zula minta El selalu turuti.
El gak tau nanti masih bisa sedekat ini dengan adeknya yang baru di kenal beberpaa tahun lalu, setelah dia berkeluarga nanti
" Kemana aja sih bang? Sibuk banget, sampe gak nyapa telfon maupun Chat gue aja gak di bales, ketuk pintu kamar kek, " tanya Zula ngomel pelan dengan masih memeluk El
" Sorry.... Abang memang sibuk banget" jawab El dan lanjut bercerita tentang kejadian yang terjadi di rumah sakit tadi
Mulai dari kelelahan El, sampai kemarahan El, dan menceritakan sampai ke Heny yang sudah mengetahui semuanya
" Ah masak?" tanya Zula melepas pelukan El
" Bener, gue juga heran dia entah tau dari mana?" tanya El bingung
" Dari Yasmin lah paling, mungkin Yasmin kompor juga tuh sama Heny" jawab Zula langsung bisa menebak
" Yasmin jadi model juga?" tanya El dan Zula mengangguk
" Kenapa mantan Abang Abangmu sih yang loe jadikan model?" tanya El sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya
" Ya kenapa? Kan cuman mantan, kasian juga kali, lagi mereka menarik kok kalau di jadikan model, udah cantik lagi" jawab Zula gak memungkiri kalau Yasmin dan Heny memang cantik
" Terserah lah..." jawab EL pasrah
" kak Ailza gak loe hubungi juga bang?" tanya Ailza
__ADS_1
" Gue baru teringat dia lagi reunian sama teman sekolah SMA nya, lagi heking bareng bareng jadi gue gak berani ganggu, kasian biar bebas dulu" jawab El santai