
Jihan sudah berlari ke wastafer terdekat, dan sudah memuntahkan semua isi perutnya, Zain membantunya memijat tekuknya dengan lembut, lagi lagi Jihan semakin banyak
Badan Jihan langsung lemas dan bersandar di badan Zain yang ada di belakangnya
" Umi Habis makan apa ya bah, kok mual gini" ucap Jihan di dekapan Zain
" Udah nanti aja di bahasnya, ayo abah gendong ya ke Atas" ucap Zain sambil membawa Jihan untuk ke kamar
" Emang kuat?" tanya Jihan meragukan
" Meremehkan" jawab Zain sambil mengangkut Jihan cepat
Kamar Jihan dan Zain masih sama, di kamar mereka dulu waktu masih bujang cuman sekarang makin luas karena sudah di renovasi, untuk letak tentu masih sama di Lantai dua
Dengan mudah Zain menggendong Jihan, apa lagi Jihan, Zula yang jauh lebih besar dari pada Zula aja masih kuat apa lagi istrinya
Sesampainya di kamar Zain membaringkan Jihan dengan lembut
" Hem.... beneran kuat ternyata" ucap Jihan sambil tersenyum seringai
" Genjot Umi sampai pagi aja masih kuat, apa lagi cuman gendong Umi" jawab Zain sembari duduk di sebelah Jihan
" Kenapa ? Apa yang di rasakan?" tanya Zain lagi
" Entah rasanya mual banget bah" jawab Jihan sambil menutup mulutnya dan memegang perutnya karena masih terasa enek
" Masuk angin paling ya bah" ucap Jihan lagi
" Umi kan dokter, kalau menurut Umi, keluhan seperti itu karena apa?" tanya Zain balik karena dia sendiri jauh tidak tau
" Masuk angin bisa, keracunan makanan juga bisa, asam lambung naik juga bisa, apa jangan jangan...Ha..." ucap Jihan lagi terhenti
" Kenapa sayang?" tanya Zain ikut panik karena Jihan juga sangat panik
" Ponsel Umi mana?" tanya Jihan makin panik
" Kenapa sih? kok malah cari ponsel, " ucap Zain menenangkam Jihan yang masih panik
" Tenang dulu, tenang, Umi kenapa ? kalau masuk angin emang umi habis ngapain? kalau asam lambubng naik, kan Umi gak pernah punya riwayat kurang makan, terus kalau keracunan, abah seharusnya juga kan, alergi juga gak punya kan?" tanya Zain sambari menenangkan Jihan dan mencari titik terangnya
" Makanya itu bah, Apa jangan jangan Umi Hamil? makanya Umi cari ponsel Umi mau tau kapan hari terakhir Umi haid" jawab Jihan menjelaskan
" Haa.... Yang bener aja? " Kaget Zain dan langsung heboh
" Bentar Biar Abah yang cari ponsel Umi" ucap Zain langsung sibuk mencari
__ADS_1
Zain mencari di laci seperti biasa Jihan menyimpan ponselnya
" Ini ponsel Umi" ucap Zain memberikan ponselnya dan kembali berbalik arah
" Abah mau kemana?" tanya Jihan melihat Zain yang akan pergi lagi
" Mau ambil tespeck, masih ada kan?" tanya Zain dan Jihan mengangguk
Zain sangat antusias sekali kalau dengar tentanh Jihan yang hamil,
Dulu saat tau Jihan sudah gak KB, Zain sering heboh kalau tau Jihan telat haid walaupun 2 hari, yang ujung ujungnya sibuk cari tes peck,
Tapi Akhir akhir ini Zain sudah bosen karena penantian yang begitu panjang tak kunjung datang, terakhir 1 lebih tahun yang lalu di sampe beli test peck 1 pac besar untuk persediaan, hingga akhirnya putus asa dan tes pecknya masih tersisa hingga saat ini, dan masa kadaluarsanya masih lama
Jihan mengotak ngatik ponselnya dan melihat hari terakhir dia haid dan ternyata terakhir dia haid saat masih di Swiss 1 bulan lebih, dan hampir 2 bulan yang lalu
Jihan lama tak haid dia fikir kalau udah menopause, karena usianya saat ini yang menginjak 45 tahun,
Dan di kira juga sudah gak ada halangan lagi, tapi walaupun usia Jihan 45 tahun, Jiwanya dan penampilannya masih sangat muda, bahkan 15 tahun lebih muda
" Gimana Mi?" tanya Zain mendekat sambil membawa test peck yang sudah 1 tahun di cueki bahkan males memegangnya
" Umi terakhir haid saat masih diSwiss bah, kalau gak salah, pas kita mau berangkat Umroh, itu lah Umi udah selesai, 2 hari kemudian berangkat Umroh kita" jawab Jihan sambil memperlihatkan tanggalan yang sudah ia tandai
" Wah.. Keren, ini produk mana kamu dek, produk arab apa bule ini" ucap Zain sambil mengelus perut Jihan yang masih rata
" Iya kalau beneran hamil kalau enggak?" jawab Jihan lagi
" Ya makanya yuk di tes dulu yuk, mudah mudahan iya " jawab Zain semangat
" Gak nunggu nanti bangun tidur?" tanya Jihan lembut
" Ah... Kelamaan, nanti kala gak kelihatan, pas bangun tidur lagi" ucap Zain gak sabar
Hingga akhirnya Zain membantu Jihan yang sebenarnya masih terasa mual dan lemes, untuk ke toilet
Zain bukannya keluar tapi justru malah tetap menunggu Jihan, dan masuk ke kamar mandi juga
" Keluar dong bah, masak iya nungguin di dalam" ucap Jihan gak enak
" Enggak.... Abah mau tau, dan ambil mement ini," jawab Zain menolak
Karena kalau memang Jihan hamil dia akan memenuhi semua janjinya pada Jihan, yang sudah berapa kali dia biarkan Jihan saat hamil dan melahirkan
Dulu waktu Hamil Al, pertama kalinya justru mereka cekcok besar gara gara Jihan yang di tembak Veri di tengah lapangan basket kampus tempat Jihan kuliah,
__ADS_1
Kalau mau tau ceritanya ada di season 1 ya, Jodoh dalam Istikharoh
Dan Bahkan Zain tidak menyadari kalau Jihan hamil dan malah memaki maki dia sampe mulutnya berbusa,
Begitu saat hamil El, sudah hamil besar mulut kasarnya juga terus memakinya, tanpa rasa kasian sama sekali, dan itu ada di season 2 DERAI AIR MATA ,
Apa lagi Zula, sampe besar dan tumbuh dewasa Justru Zain baru tau kalu Jiha mempunyai putri secantik Zula
" Enggak ah... Malu bah" ucap Jihan menolak
" Apanya yang malu, Abah udah tau semuanya, apa mau sini biar abah yang nampung" ucap Zain bergurau
" Enggak ah.... aneh aneh aja, jorok tau" jawab Jihan merebut tempat untuk menampung urinnya
Jihan membawanya masuk ke dalam sekat kaca dan tak lupa menutup kordennya juga
" Ck... Kayak sama siapa aja sih sayang, tau abah, apal sampe per milinya, udah 29 tahun lho, ngapain ngumpet ngumpet" ucap Zain sambil tertawa
" Nyah, abah sendiri yang ngetest" ucap Jihan sambari membirkan tempat yang sudah terisi
" Untung gak habis makan jengkol atau pete jadi gak bauk" ucap Zain saat menerima
" Mulutmu lho bah, katanya apal, segitunya sama Umi" kesal Jihan sambil melanjutkan aktifitasnya untuk membersihkan area prifasinya dan Zain
Zain menghidupkan kameranya dan menyelupkan alat yang bisa mendeteksi secara perlahan dan sedikit demi sedikit alat itu naik
Dan awalnya muncul garis merah satu, sampai mentok di garis atas, perlhana muncul garis satu lagi di atasnya
Dan, spontan serta refleks
" Alhamdulillahirobbil alamin" Zain mengucap syukur tanpa tersadar dia ada di kamar mandi
Jihan kaget dan setelah selesai membersihkan Jihan langsung menyusul pada Zain yang sudah ber DERAI AIR MATA kebagaiaan.
Zain mencium Jihan bertubi tubi, dan memeluk Jihan lembut kemudian mengelus perut Jihan yang masih rata
" Sehat ya sayang ya,.. Sehat semangat semangati Umi juga, beri kesempatan Abah untuk bisa selalu ada di sampingmu, dan juga Umimu" ucap zainsangat bahagia
Zain kemudian memfoto hasilnya dan di kirim di grub keluarganya yang beriri dia Jihan dan anak anaknya
Pas dengan ketiga anaknya yang tentunya belum tertidur dan maish asyik dengan ponselnya masing masing hingga
Ting....
Bunyi kompak ponsel mereka di kamar masing masing dan langsung mereka buka, dengan foto hasil tes peck yang abah mereka kirim 1 detik yang lalu
__ADS_1