
Kondisi dalam pesawat cukup gelap, bahkan sangat gelap, apa lagi ini pesawat sudah terbang lebih dari 3 jam, dan semua penumpang sudah tertidur pulas, apa lagi Si Zula dan Jihan yang sama sama tukang molor
Al dan Aliza yang lagi nagih nagihnya merasakan kenikmatan surga dunia mereka malah justru Asyik sendiri di balik selimutnya
Saling memberi kenikmatan yang tidak di lihat oleh mata, karena di dalam selimut
Hingga keduanya sama sama capek dan tertidur juga
Setelah ber jam jam di pesawat, kini mereka sudah menarat di bandar udara internasional di Jerman,
Di jam 6 pagi waktu Jerman, Semua anggota keluarga sudah di tunggu oleh mobil yang menjemput mereka
Zain membantu Jihan untuk turun karena perutnya yang semakin membesar membuat dirinya kesusahan
Pasangan pengantin baru sama sekali tidak terlepas dari genggemannya membuat El dan Zula manyun melihatnya
" Ger ra minggir tabrak"ucap El berjalan menerobos keduanya
" Gak lagi nyeberang bang" tambah Zula
" Sirik aja kalian" ucap Al lagi
Sesaat kemudian Ponsel El berdering dan panggilan dari Ailza
" Assakamualaikum sayang" ucap El saat sambungan terhubung
" Waalaikumsalam... Udah mendarat sayang?" tanya Ailza di seberang sana
" Barusan mendarat ini udah mau masuk ke mobil, kenapa udah kangen gak sabar nunggu nanti malah kita jumpa " ucap El bergombal dengan menggunakan bahasa inggris
" Kangen banget, nanti boleh peluk gak sih?" ucap Ailza manja
" Benernya pangen peluk " ucap El langsung di senggol Zula
" Nanti gue yang mewakili pelukan elo kak" ucap Zula membuat Ailza tertawa
" Gue udah bosen peluk loe tiap hari La, maunya langsung peluk Ailza, biar sama seperti abang gak jauh jaug dari istrinya" Ucap El ngiri dengan Al yang pacaran setelah menikah
" Bang Al udah nikah ya?" tanya Ailza yang mendengarnya
" Udah dong.." jawab El sambil masuk ke mobil
" Wah... Serunya pengantin baru" ucap Ailza dan mereka lanjut ngobrol
__ADS_1
Jarak bandara ke Hotel pengiapan tidak jauh, hingga akhirnya mereka sampai di hotel yang sudah di booking sebelumnya,
Itu hal yang Al dan Aliza tunggu tunggu selama perjalanan jauh tadi,
Bener kata Al, 3 sampai 4 kali melakukan, akan hilang rasa sakitnya, dan sekarang Aliza justru merasakan keniknatan tersendiri dan membuatnya ketagihan
Al dan Aliza masuk kamar dan mata mereka di kejutkan dengan hiasan kasurnya yang begitu indah
" Wow....." ucap Aliza saat hendak masuk ke kamarnya,
Mereka melihat begitu indah kasur kamarnya yang sudah di hiasi,
Ting... Pesan masuk dari ponsel Al
Azmy El
Sorry bang, cuman itu kadonya, selamat menikmati
Pesan dari El yang ternyata sudah memesan kamar hany moon untuk Al dan Aliza
Azmy El
Syukron baby
Jawab Al singkat dan kemudian mematikan ponselnya, karena gak mau di ganggu
" Dari El, special pengantin baru" ucap Al sambil merangkul pinggang Aliza
" Masih sakit gak ininya?" tanya Al sambil mengelus tempat favoritnya
" Alhamdulillah sudah enggak, " jawab Aliza apa adanya
" Bener kan kata abang, ke 3 ke 4 hilang rasa sakitnya, " ucap Al membuat Aliza makin mendekat kepadanya
Aliza sudah mendapat wejangan banyak dari Al, apa lagi soal malu malu, Al meminta pada Aliza agar tidak malu malu lagi ke padanya, apa lagi hal yang membuatnya bahagia sepertk tempat istimewa
Aliza memang agresif saat melakukan hal itu, tapi justru membuat Al makin senang dan bahagia
Cup.... Satu kecupan mendarat di kepala Aliza
Aliza mulai mendengar nafas Al yabg sudah tidak menentu, dan Aliza tau apa keinginan Al
" Mas Mau?" tanya Aliza menawarkan
__ADS_1
" Mau terus sayang kalau soal itu" jawab Al sudah kepingin banget
Bukan soal gengsi atau tidak tau malu, seorang perempuan menawarkan pada suaminya terlebih dahulu, itu adalah suatu jembatan yang menghubungkan datangnya pahala kepada seorang istri
Aliza berjalan menuju pintu, dan kembali memastikan pintu tertutup rapat, setelah semuanya pasti
Aliza kembali mendekat pada Al dan melepas kancing kemeja dan semua yang Al kenakan
Al sudah semakin merinding dan bergejolak,
Tapi sebelum sampai tuntas, dalam arti boxer mini Al masih melekat, Aliza membuka pakaian miliknya sendiri, tanpa minta bantuan Al
Lalu mereka lanjut ke bagian inti ya Bulan madu pertama kalian hadiah pernikahan dari adek kesayangan Azmi El
Pengantin baru yang gak pernah mau lepas semuanya membuat suasana mereka menjadi benar benar pengantin baru
Aliza dan Al sama sama pendiam pada waktu itu, berbeda dengan El dan Zula yang memang bar bar
Apa lagi kisah El yang saat di pesantren sama sekali tidak mencerminkan seorang santri, tekatnya sangat kuat membawa Heny kabur dari pondok hanya untuk ngedate berdua
Yang sekarang hanya tinggal kenangan saja, karena saat ini dia sudah punya pilihan sendiri Ailza
Al dan Aliza yang sama sama polos te tang hak itu justru sangat berbeda saat berdua di kamarnya
Setelah itu mereka tertidur pulas dan pindah ke mimpi indah
Di kamar lain, Zula sedang telfon Maulana, dan juga ngobrol sana sini
Sebenarnya maulana pengen menyusul, cuman Zula yang gak mau karena gak lama di sana, dan ada banyak tugas juga sekalian Zula pengen Q-time sama keluarganya
" Ayo lah sayang... Abang pengen ketemu" rayu Maulana lagi
Saat ini Maulana masih di Swiss masih lanjutkan studinya S3,
Dan jarak Swiss ke Jerman cukup dekat apa lagi Jermannya Ailza perbatasan dan 1.5 jam sampai
" Abang sayang gak sama Ula?" tanya Zula lembut
" Sayang dong, kok gitu nanyanya" jawab Maulana haran
" Sayang gak sama keluarga?" tambah Zula masih bertanya
" Ya sayang banget sayang... Kenapa kok tanya gitu?" jawab Maulana masih belum faham
__ADS_1
" Ula juga, Ula sangat sayang sama kalian semua, tapi di saat kita sudah menikah nanti kan kita akanterus bersama, jadi untuk saat ini Ula yang sudah di sibukkan denga pekerjaan Ula mau menikmati dulu masa masa bersama mereka, jadi plis beri ula waktu, nanti lain waktu kita bisa ketemu" jawab Ula memint waktu dan hanya pengen bersama kedua orang tuanya dan keluarganya dulu
" Abang Al sudah nikah, Abang El juga mau nikah, Umi udah mau punya anak punya adek , kita juga akan menikah, jadi setelah itu kita semua akan berpisah, terus kapan moment bersamanya kalau mulai sekarang Abang juga minta kira selalu bersama?" tanya Zula lagi dan Maulana bisa mengerti hal itu