Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Prank Berhasil


__ADS_3

Jihan masih menangis, dan memegang pipinya karena seolah masih berdrama


Zain sudah dag dug dug duweeer dan rasanya takut, tapi demi istri yang ingin membalas Prank anaknya


" Abah" Ucap Al dan El kompak saat masuk


Zain seketika menoleh pada kedua anaknya yang masuk dengan sangat


" Umi......" Teriak Zula dan luar dan berlari menghampiri Jihan


Mereka mendengar semua ucapan kasar Abahnya, dan itu cukup menyakitkan bagi mereka


Dan terakhir mendengar tamparan dari Zain yang makin menyakitkan


" Apa yang Abah lakukan pada Umi?" tanya El dengan tatapan sangar pada Zain


Zain sudah pengen ketawa cuman ini masih drama, biar Jihan yang mengakhiri semuanya


" Tanya Sendiri sama Umimu, di halusin gak faham, makin kemana mana, semua di bahas semua di ungkit, kayak orang paling teraniaya dan tersakiti aja sendiri, " jawab Zain seolah masih emosi


" Yang sudah ya sudah jangan di perpanjang lagi, semua di ungkit, semua di ucapkan, " tambah Zain makin emosi


" Nangis aja terus, sok cari perhatian sekarang sama anak anak" tambah Zain lagi sambil menunjuk pada Jihan


" Enggak.... Jihan gak butuh perhatian sama siapapun, " bantah Jihan kasar dan masih menangis, seolah Prank ini nyata


Zain juga gak habis pikir se totalitas itu istrinya membuat prank pada anaknya dan dalam hati sebenarnya takut kalau ini di buat baper sama Jihan lagi


" Umi...." ucap Zula dengan tangisannya


" Semua udah percuma, Abah kembali seperti dulu lagi, pemvelaan kesabaran dan usahaku seolah sirna" tambah Jihan perlahan sambil menatap Zain sangar dengan Zula yang masih memeluk Jihan


" Anak dan suami sama Aja, gak ada yang peduli kan sama Umi, Umi hanya wanita rendahan dan murahan, seperti yang Abah kalian katakan, " tambah Jihan seolah makin tersakiti


" Sepertinya gak ada gunanya lagi Umi di sini, kalian sudah besar besar kalian sudah bisa bekerja dan mandiri, sudah bisa cari uang sendiri, sudah hebat, yang pastinya malu punya Umi yang rendahan seperti ini" tambah Jihan sambil memukul dadanya pelan


Al El dan Il sangat kaget dengan ucapan Jihan barusan, mereka gak mau dong kalau kehilangan sosok Umi


Walaupun suka ngomel, tapi Umi pahlawan dan super hiro mereka


" Umi nitip adek kalian, nitip ya mbak Liza, di jaga anaknya, dan juga adek adeknya, serta suaminya" tambah Jihan pada Aliza yang gak berani masuk dan masih di luar sambil menggendong Baby Bibi


" Umi..." Ucap Al El dan Il kompak


" Lagu lama, kalau ada masalah pergi pergi dan pergi, basi" ucap Zain lagi


" Sudah faham kan, okey kali ini Jihan akan pergi, sendiri, " jawab Jihan langsung melepas tangan Zula yang mendekapnya dan berlari keluar


" Umi...." Teriak Zula yang gak di anggap sama Uminya

__ADS_1


" Biarin, mau pergi kemana? Di tengah laut gak bisa kemana mana" ucap Zain yang faham dengan drama Jihan


" Abah udah keterlaluan" ucap Zula yang mengejar Jihan


Di luar Jihan berhenti pada Baby Bibi, dan pamitan serta berkali kali mencium baby Bibi


" Sayangnya Umi, baik baik ya sama kakak, Umi minta maaf gak bisa besarin kamu lagi, gak bisa bahagiakan kamu lagi" ucap Jihan pada baby Bibi


" Enggak Umi, Umi gak boleh ngomong gitu, Umi gak boleh tinggalin kami, Umi gak mau lihat cucunya nanti, Mi.... Baby Cucu pasti pengen di gendong sama mbah Uminya juga, Mi..." ucap Aliza yang menggenggam tangan Jihan sembari menangis


Jihan cukup menahan tawa karena Aliza juga terbawa dan kena Prank olehnya


" Kalian orang tua hebat, orang tua luar biasa, pasti bisa merawat dan membesarkan anak kalian sama sama, Jangan pernah kenalkan anak kalian tentang Umi, Umi bukan siapa siapa, Umi bukan wanita hebat, Umi hanyalah manusia sampah yang rendah" Jawab Jihan sambil tersenyum dan pelan pelan melepas tangan Aliza yang menggenggmanya


Semua sudah panik dan perasaan takut dan merasa bersalah


Mereka gak menyangka kalau sampai hal ini terjadi, Prank untuk Abahnya justru menjadi tombak dalam keluarganya


Zula sudah tangisan, melihat kedua orang tuanya, yang belum lama dia kumpul, bari babarapa tahun sudah bertengkar seperti ini


Dan Aliza apa lagi, dia sebagai menantu juga serba salah, gak bisa membela salah satunya, yang pasti ikut sedih dan takut karena kejadian seperti ini


" Umi... Umi mau kemana?" tanya El yang sudah mencekal Jihan yang berdiri di depan baby Bibi


" Ini di tengah laut Mi" ucap Al ikut menahan Umi


Zain yang di belakang sebenarnya makin bingung apa yang nanti akan di lakukan istrinya,


" Sekalian, kalian sudah gak butuh Umi kan, Abah kalian juga, yang hanya janji doang, untuk apa Umi bertahan, puluhan tahun Umi bertahan dan berjuang, kalau akhirnya sia sia" jawab Jihan membantah Al dan El


" Mau kemana bukan urusan kalian, kalian senang nanti kalau Umi pergi untuk selamanya" tambah Jihan lagi dengan tangisan yang di usap kasar olehnya


" Abah..." Panggil Zula pada Zain


Zula kembali mendekat pada Zain dan langsung menunduk dan berjongkok sujud pada Zain


" Abah... Plis..., Tahan Umi, jangan rendahkan Umi Bah..." ucap Zula menangis memelas dan memohon pada Abahnya


Zain paling gak bisa sama Zula dan dia ikut jongkok dan memeluk Zula.


" Umi kalian egois, selalu begitu, dia egois memisahkan Abah sama Kamu, biarkan dia memilih jalan nya sendiri lagi" jawab Zain sama sekali tidak membela Jihan


" Abah..... Dia Umi Zula bah, istri Abah" teriak Zula makin gek terima


Sedangkan di luar Jihan masih di peluk erat oleh Al dan El serta di genggam tangannya lagi oleh Aliza


" Dengar sendiri kan, udah, kalian baik baik, Umi pamit" ucap Jihan lagi


Sekarang bukan Hanya Zula dan Aliza yang nangis, Al sangat merasa bersalah, begitu juga dengan El, pranknya berhujung mengerikan seperti ini

__ADS_1


Dan mereka makin menyesal, sudah meninggalkan Abah dan Uminya sendirian dan malah di tinggal di pulau komodo dengan waktu yang begitu lama


" Kami kecewa dan menyesal sudah Percayakan Umi sama Abah" ucap Al yang menatap tajam Abahnya


" Udah gak perlu di perpanjang, semua karena keegoisan Umi, sudah, dulu kalian jauh dari Abah karena keegoisan Umi, umi lebay, umi seolah paling terhianati, dan sudah semua selesai kalau Umi pergi" jawab Jihan melepas semuanya


Jihan berlari ke arah tangga dan menaikinya,


Zain justru makin panik, dan seolah kena Prank juga oleh istrinya, takut nekat dan kebawa perasaan dengan ucapannya sedari tadi


" Umi..... " Teriak semuanya dan ikut mengejar Jihan yang tujuan Utamanya ke lantai 4, roof top kapal


Jihan masih berlari ke lantai 4, dan di ikuti oleh Zain dan anak anaknya, perasaan Zain sudah campur aduk, ikut deg deg seer dan takut Jihan nyemplung ke laut


Sesampainya di atas, Jihan sudah berlari ke ujung kapal, dan langsung du kejar dan anak anaknya ikut kearahnya


" Umi.... Gak usah nekat Umi" ucap El sudah tangisan


Zain gak tau harus ngapain dulu, dia bingung juga mau ikut drama takutnya beneran


Al dan Zula serta El sudah ketakutan dan tangisan penyesalan karena sudah ngeprank Abahnya tadi


Mereka terus berteriak menahan Jihan, yang seolah mau bunuh diri, Zain sudah gak snaggup lagi


" Udah Mi... Udah.. Plis, Mi Abah gak bisa" ucap Zain sambil angkat tangan


Jihan masih manahan tawa , karena suaminya akhirnya nyerah


" Apaan Abah, semua gara gara Abah, yang membiarkan Umi" jawab Zula marah besar pada Zain


" Mi... Udah" ucap Zain lagi


" Umi pamit, dan Umi minta maaf" ucap Jihan lagi


" Enggak boleh Umi..." teriak mereka semua makin heboh


" Maafin Umi.. Kalau semua ini Prank...." ucap Jihan sangat Happy kalay ternyata pranknya berhasil


Anak anaknya gak tau dan masih terbengong dengan ucapan Uminya


" Abah kena Juga" jawab Jihan dan mendekat pada Zain


" Abah udha deg degan Mi.." Ucap Zain merangkul Jihan den mencium kepalanya


" Udah lah, makan yuk, capek Umi, pegel emosi menguras tenaga" jawab Jihan dan Zain menggendengnya ke arah meja yang sudah di siapkan makanan di roof top


Karena sesuai riques untuk menunggu sunset di atas kapal


" Jadi?" ucap El peka

__ADS_1


" Tadi semua prank, dan prank balik kami berhasil, ya kan Bah" jawab Jihan bertos ria dengan Zain


__ADS_2