
Jihan masih menangis, dan memegang pipinya karena seolah masih berdrama
Zain sudah dag dug dug duweeer dan rasanya takut, tapi demi istri yang ingin membalas Prank anaknya
" Abah" Ucap Al dan El kompak saat masuk
Zain seketika menoleh pada kedua anaknya yang masuk dengan sangat
" Umi......" Teriak Zula dan luar dan berlari menghampiri Jihan
Mereka mendengar semua ucapan kasar Abahnya, dan itu cukup menyakitkan bagi mereka
Dan terakhir mendengar tamparan dari Zain yang makin menyakitkan
" Apa yang Abah lakukan pada Umi?" tanya El dengan tatapan sangar pada Zain
Zain sudah pengen ketawa cuman ini masih drama, biar Jihan yang mengakhiri semuanya
" Tanya Sendiri sama Umimu, di halusin gak faham, makin kemana mana, semua di bahas semua di ungkit, kayak orang paling teraniaya dan tersakiti aja sendiri, " jawab Zain seolah masih emosi
" Yang sudah ya sudah jangan di perpanjang lagi, semua di ungkit, semua di ucapkan, " tambah Zain makin emosi
" Nangis aja terus, sok cari perhatian sekarang sama anak anak" tambah Zain lagi sambil menunjuk pada Jihan
" Enggak.... Jihan gak butuh perhatian sama siapapun, " bantah Jihan kasar dan masih menangis, seolah Prank ini nyata
Zain juga gak habis pikir se totalitas itu istrinya membuat prank pada anaknya dan dalam hati sebenarnya takut kalau ini di buat baper sama Jihan lagi
" Umi...." ucap Zula dengan tangisannya
" Semua udah percuma, Abah kembali seperti dulu lagi, pemvelaan kesabaran dan usahaku seolah sirna" tambah Jihan perlahan sambil menatap Zain sangar dengan Zula yang masih memeluk Jihan
" Anak dan suami sama Aja, gak ada yang peduli kan sama Umi, Umi hanya wanita rendahan dan murahan, seperti yang Abah kalian katakan, " tambah Jihan seolah makin tersakiti
" Sepertinya gak ada gunanya lagi Umi di sini, kalian sudah besar besar kalian sudah bisa bekerja dan mandiri, sudah bisa cari uang sendiri, sudah hebat, yang pastinya malu punya Umi yang rendahan seperti ini" tambah Jihan sambil memukul dadanya pelan
Al El dan Il sangat kaget dengan ucapan Jihan barusan, mereka gak mau dong kalau kehilangan sosok Umi
Walaupun suka ngomel, tapi Umi pahlawan dan super hiro mereka
" Umi nitip adek kalian, nitip ya mbak Liza, di jaga anaknya, dan juga adek adeknya, serta suaminya" tambah Jihan pada Aliza yang gak berani masuk dan masih di luar sambil menggendong Baby Bibi
" Umi..." Ucap Al El dan Il kompak
" Lagu lama, kalau ada masalah pergi pergi dan pergi, basi" ucap Zain lagi
" Sudah faham kan, okey kali ini Jihan akan pergi, sendiri, " jawab Jihan langsung melepas tangan Zula yang mendekapnya dan berlari keluar
" Umi...." Teriak Zula yang gak di anggap sama Uminya
__ADS_1
" Biarin, mau pergi kemana? Di tengah laut gak bisa kemana mana" ucap Zain yang faham dengan drama Jihan
" Abah udah keterlaluan" ucap Zula yang mengejar Jihan
Di luar Jihan berhenti pada Baby Bibi, dan pamitan serta berkali kali mencium baby Bibi
" Sayangnya Umi, baik baik ya sama kakak, Umi minta maaf gak bisa besarin kamu lagi, gak bisa bahagiakan kamu lagi" ucap Jihan pada baby Bibi
" Enggak Umi, Umi gak boleh ngomong gitu, Umi gak boleh tinggalin kami, Umi gak mau lihat cucunya nanti, Mi.... Baby Cucu pasti pengen di gendong sama mbah Uminya juga, Mi..." ucap Aliza yang menggenggam tangan Jihan sembari menangis
Jihan cukup menahan tawa karena Aliza juga terbawa dan kena Prank olehnya
" Kalian orang tua hebat, orang tua luar biasa, pasti bisa merawat dan membesarkan anak kalian sama sama, Jangan pernah kenalkan anak kalian tentang Umi, Umi bukan siapa siapa, Umi bukan wanita hebat, Umi hanyalah manusia sampah yang rendah" Jawab Jihan sambil tersenyum dan pelan pelan melepas tangan Aliza yang menggenggmanya
Semua sudah panik dan perasaan takut dan merasa bersalah
Mereka gak menyangka kalau sampai hal ini terjadi, Prank untuk Abahnya justru menjadi tombak dalam keluarganya
Zula sudah tangisan, melihat kedua orang tuanya, yang belum lama dia kumpul, bari babarapa tahun sudah bertengkar seperti ini
Dan Aliza apa lagi, dia sebagai menantu juga serba salah, gak bisa membela salah satunya, yang pasti ikut sedih dan takut karena kejadian seperti ini
" Umi... Umi mau kemana?" tanya El yang sudah mencekal Jihan yang berdiri di depan baby Bibi
" Ini di tengah laut Mi" ucap Al ikut menahan Umi
Zain yang di belakang sebenarnya makin bingung apa yang nanti akan di lakukan istrinya,
" Sekalian, kalian sudah gak butuh Umi kan, Abah kalian juga, yang hanya janji doang, untuk apa Umi bertahan, puluhan tahun Umi bertahan dan berjuang, kalau akhirnya sia sia" jawab Jihan membantah Al dan El
" Mau kemana bukan urusan kalian, kalian senang nanti kalau Umi pergi untuk selamanya" tambah Jihan lagi dengan tangisan yang di usap kasar olehnya
" Abah..." Panggil Zula pada Zain
Zula kembali mendekat pada Zain dan langsung menunduk dan berjongkok sujud pada Zain
" Abah... Plis..., Tahan Umi, jangan rendahkan Umi Bah..." ucap Zula menangis memelas dan memohon pada Abahnya
Zain paling gak bisa sama Zula dan dia ikut jongkok dan memeluk Zula.
" Umi kalian egois, selalu begitu, dia egois memisahkan Abah sama Kamu, biarkan dia memilih jalan nya sendiri lagi" jawab Zain sama sekali tidak membela Jihan
" Abah..... Dia Umi Zula bah, istri Abah" teriak Zula makin gek terima
Sedangkan di luar Jihan masih di peluk erat oleh Al dan El serta di genggam tangannya lagi oleh Aliza
" Dengar sendiri kan, udah, kalian baik baik, Umi pamit" ucap Jihan lagi
Sekarang bukan Hanya Zula dan Aliza yang nangis, Al sangat merasa bersalah, begitu juga dengan El, pranknya berhujung mengerikan seperti ini
__ADS_1
Dan mereka makin menyesal, sudah meninggalkan Abah dan Uminya sendirian dan malah di tinggal di pulau komodo dengan waktu yang begitu lama
" Kami kecewa dan menyesal sudah Percayakan Umi sama Abah" ucap Al yang menatap tajam Abahnya
" Udah gak perlu di perpanjang, semua karena keegoisan Umi, sudah, dulu kalian jauh dari Abah karena keegoisan Umi, umi lebay, umi seolah paling terhianati, dan sudah semua selesai kalau Umi pergi" jawab Jihan melepas semuanya
Jihan berlari ke arah tangga dan menaikinya,
Zain justru makin panik, dan seolah kena Prank juga oleh istrinya, takut nekat dan kebawa perasaan dengan ucapannya sedari tadi
" Umi..... " Teriak semuanya dan ikut mengejar Jihan yang tujuan Utamanya ke lantai 4, roof top kapal
Jihan masih berlari ke lantai 4, dan di ikuti oleh Zain dan anak anaknya, perasaan Zain sudah campur aduk, ikut deg deg seer dan takut Jihan nyemplung ke laut
Sesampainya di atas, Jihan sudah berlari ke ujung kapal, dan langsung du kejar dan anak anaknya ikut kearahnya
" Umi.... Gak usah nekat Umi" ucap El sudah tangisan
Zain gak tau harus ngapain dulu, dia bingung juga mau ikut drama takutnya beneran
Al dan Zula serta El sudah ketakutan dan tangisan penyesalan karena sudah ngeprank Abahnya tadi
Mereka terus berteriak menahan Jihan, yang seolah mau bunuh diri, Zain sudah gak snaggup lagi
" Udah Mi... Udah.. Plis, Mi Abah gak bisa" ucap Zain sambil angkat tangan
Jihan masih manahan tawa , karena suaminya akhirnya nyerah
" Apaan Abah, semua gara gara Abah, yang membiarkan Umi" jawab Zula marah besar pada Zain
" Mi... Udah" ucap Zain lagi
" Umi pamit, dan Umi minta maaf" ucap Jihan lagi
" Enggak boleh Umi..." teriak mereka semua makin heboh
" Maafin Umi.. Kalau semua ini Prank...." ucap Jihan sangat Happy kalay ternyata pranknya berhasil
Anak anaknya gak tau dan masih terbengong dengan ucapan Uminya
" Abah kena Juga" jawab Jihan dan mendekat pada Zain
" Abah udha deg degan Mi.." Ucap Zain merangkul Jihan den mencium kepalanya
" Udah lah, makan yuk, capek Umi, pegel emosi menguras tenaga" jawab Jihan dan Zain menggendengnya ke arah meja yang sudah di siapkan makanan di roof top
Karena sesuai riques untuk menunggu sunset di atas kapal
" Jadi?" ucap El peka
__ADS_1
" Tadi semua prank, dan prank balik kami berhasil, ya kan Bah" jawab Jihan bertos ria dengan Zain