Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ganti Rugi


__ADS_3

keesokan harinya Soni sudah sampai di Jerman, dan sudah berada di rumah Ailza, dengan di temani Papinya yang akan tanggung jawab semuanya


Saat pertama datang Papi Ailza sudah marah banget dengan Soni, karepa kelakuan Soni pada Ailza anaknya


Tapi di bantah juga dengan Papi Soni, yang mana Ailza juga mau untuk melakukannya juga


Adanya kejadian seperti ini juga karena saling mau, dan saling menginginkan,


Setelah saling menjelaskan saling menerima dan keluarga Sonj juga siap tanggung jawab, sore ini Keluarga Ailza langsung di bawa pulang ke Indonesia


Untuk segera melakukan ijab kobul di Indonesia, karena sesuai surat imigrans Ailza sudah di nyatakan pindah dari Jerman


Setelah keluarga satu dan yang lain saling mengerti saling tau, Ailza sangat lega, tapi dia juga takut nanti gimana akan menghadapi El


Apa lagi dari kemaren El terus menghubunginya dan sama sekali tidak di jawab olehnya,


Secara Ailza sendiri juga takut kalau mau ngomong sama El, dia tau dia salah, makanya dia sangat ketakutan seperti ini


Setelah 16 jam penerbangan, kini Ailza dan keluarga sampai di Indonesia tepat di jam 5 sore,


Rencana hari ini akan langsung ke rumah keluarga Zain sebelum ke rumah Keluarga Soni


Setelah pengambilan bagasi dan yang lain, mereka lanjut makan dan kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah Zain


Papi Soni tentu tau siapa Zain, orang terkenal di daerah KDS, apa lagi dengan pesantrennya yang megah di dekan jalan raya, membuat semua orang tau akan dirinya


Awalnya Papi Soni sempat ragu, karena yang do biat saingan anaknya adalah anak dari orang ternama, tapi mau gimana lagi, mau ternama atau enggak itu urusan belakang karena nasi sudah menjadi bubur dan tak bisa kembali menjadi beras


Setelah perjalanan 1 jam dari bandara kini mobil yang menjemput mereka tiba di pekarangan rumah Zain


Dari dalam mobil Ailza sudah kagum dengan kemegahan rumah El, yang saat ini mungkin pertama dan terakhir kali dia menginjakkan kakinya di sini


Rumah bergaya eropa klasik yang sangat megah itu, sudah menggambarkan siapa yang memilikinya


Mereka turun di saat mobik sudar terparkir di parkiran, dan ada santri yang mendekat untuk bertanya hendak berjumpa dengan siapa

__ADS_1


" Assalamualaikum" ucap santri tersebut sambil bersalaman dengan para lelaki karena kebetulan dia santri putra


" Waalaikumsalam.." jawab Mereka menerima salaman dari santri tersebut


" Maaf bapak ibuk, mau bertemu dengan siapa?" tanya santri tersebut sopan


" Mau bertemu dengan Romo Kyai, sama gus El" jawab Papinya Soni yang sudah mengetahui bahasa Indonesia


" Baik sebentar ya bapak, saya panggilkan dulu" jawab Santri dan mereka mengangguk


" Silahkan masuk dulu" ucap kang santri tersebut mempersilahkan masuk


Ailza dan Yang lain kemudian masuk kerumah , dan di persilhkan duduk karpet yang ada shofanya,


Mami Ailza sedari tadi perasaannya sangat takut, bagaimana dengan keputusann ini nanti apa yang terjadi selanjutnya dan bagaimana tanggapan keluarga Zain nanti


Sesaat kemdian Zain dan Jihan keluar untuk menemui calon besannya itu


" Assalamualaikum.." ucap Jihan dan Zain saat keluar


" Waalaikumsalam..." jawab mereka sambil menoleh ke arah Zain dan Jihan yang belum tau apa apa


" Masyaallah..... Udah sampai, kok El gak cerita ya" ucap Jihan saat bersalaman dengan Mami Ailza dan dengan Ailza


" Umi..." Ucap Ailza sambil menangis dan memeluk Jihan,


Begitu juga dengan Mami Ailza yang gak lepas dari pelukan Jihan dan terus mengucapkan kata maaf ya g sebanyak banyaknya


Jihan makin bingung dengan tingkah calon mantu dan calon besan mereka yang mendadak seperti ini, dan enggan untuk bertanya agar lebih tenang dulu


Tapi perasaan Jihan sudah bisa menebak kalau ini ada yang tidak beres


" Kang... Tolong panggilkan Gus El, ya di kamarnya, suruh ke sini" pinta Jihan pada santri yang mengantar minum dan suguhan untuk keluarga Ailza


" Baik Umi" jawab kang santri kemudian melaksanakan apa yang Jihan perintahkan

__ADS_1


Kini Jihan dan Zain saling ngobrol dengan tamu nya dan berbasa basi pada mereka, hingga akhirnya El datang menghampiri mereka


Saat El datang Ailza semakin menangis dan bahkan tangisannya semakin menjadi


El bersalaman dulu pada tamunya, dan kemudian mendekat pada Ailza yang makin sesenggukan


" Kok Nangis? Kenapa? " tanya El yang belum tau ke pastiannya


Ailza tidak menjawab sama sekali dan bahkan tidak sanggup ngomong lagi


" Bagini El, pak Zain dan Bu Jihan, kami ke sini, pertama silaturrahmi, yang kedua sebelumnya saya minta maaf, sebagai orang tua tidak bisa menjaga putri kami sendiri, untuk keamanannya, dan tujuan utama kami ke sini, untuk mengembalikan tali ikatan tunangan El yang di berikan pada Ailza dulu, karena kami tidak bisa melanjutkan perjodohan ataupun pernikahan El dan Ailza" ucap Papi Ailza dengan getaran hati yang mendalam


" Maksudnya?" tanya Semuanya kaget


Kemudian Papi Soni menjelaskan dan begitu juga dengan Soni yang ikut angkat bicara dan menjelaskan


El otomatis sangat syok dan seolah jantungnya udah berhenti berdetak, dan gak jalan lagi


" Astagfirullahal adzim....." ucap Jihan dan Zain kompak


Jihan sudah menutup mulutnya rapat dan gak tau apa yang di pikirnya saat ini, benar benar syok dan sangat kaget


Ternyata calon mantunya tak jauh jadi sosok wanita yang gak pantas lagi


El sudah diam membisu tanpa berkata apapun, ini adalah jawaban dari kegelisahan hatinya selama 3 hari ini, yang mana ternyata calon istrinya tega sudah menyelingkuhi dirinya


" El.... Aku minta maaf El.... Minta maaf bangeet..." ucap Ailza pada El yang ada di sebelahnya


El sama sekali gak menjawab karena dia sangat syok dengan kenyataan yang ada


Tangisan semakin menjadi pada Ailza dan juga maminya, sehingga membuat Zula dan Al ikut turun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi


Sesampainya di sana mereka ikut nimbrung dan akhirnya tau permasalahannya


Zula semakin memanans dan jiwa bisnisnya mulai muncul, secara dia yang ikut mengurusi juga gak mau rugi, dengan DP yang sudah di bayarkan untuk mempersiapkan pernikahan El dan Ailza

__ADS_1


" Saya gak bisa terima pak, kami tetap meminta ganti rugi juga, karena persiapan sudah mencapai 60%, semua bokingan dan yang lain juga sudah kami bayarkan, kalau hanya membatalkan itu hal mudah, tapi apa anda semua gak mikir dengan kerugian yang sudah kami keluarkan?" ucap Zula yang mengetahui semuanya


" Aku mau ngomong berdua sama kamu" ucap El lirih dan datar pada Ailza yang ada di sampingnya


__ADS_2