
Kini Zula sudah selesai siap siap dan sudah memakai celana cullot berbahan jeas, dan juga kaos panjang serta tas dan juga topi di atas hijabnya
Penampilan Zula kali ini cukup berbeda, dan Ryan baru mengetahui penampilan Zula saat ini, yang mana sebelumnya belum sama sekali
Zula terlihat begitu cantik dan manis di hadapan Ryan, entah Ryan yang terpesona apa memang pesona Zula yang menggoda matanya
" Ayo" ujar Zula santai
" Bentar mobilnya baru gue panasin" jawab Ryan gelagapan
" Okey... " Jawab Zula duduk di kursi teras rumahnya
Tak lama pemanasan mobil selesai dan Ryan membawa Zula ke suatu tempat yang penuh adrenalin
Ya Zula mengajak Ryan ke suatu tempat yang menjadi hobinya,
Di sana Ryan tentunya berganti mobil yang di sewakan, pasalnya dia kalau ketahuan Abahnya pasti jadi khotbah
" Loe mau ngajak gue main mobil kayak gitu lagi Pak?" tanya Zula karena sudah pernah waktu gak sengaja ketemu du Jakarta
" Katamu pengen teriak teriak, ya ayo" jawab Ryan santai
" Enggak... Gue memang lagi patah hati, tapi gue gak bodoh yang mau bunuh diri" jawab Zula malam nenolak
" Lha jadimu maumua gimana Ula?" tanya Ryan lagi
" Nelen Maul" jawab Zula singkat dan kesal
Zula langsung memunggungi Ryan dan gak bisa nahan air matanya sama sekali
Ryan kemudian mendekat padanya dan mengusap punggung Zula lagi
" Loe kan kuat, ngapain loe tangisin orang yang gak tau perasaan elo, dia gak mau tau gimana perasaan elo La, dia egois, tanpa kasih kabar apapun sama Elo, Kering lama lama air mata Elo kalau hanya untuk menangisi laki laki yang menyakiti hati elo" ucap Ryan dan menyemangati Zula
Benar kata Ryan, Zula semakin bangkit dan mengusap air matanya kemudian lanjut jalan jalan ke tempat yang selalu dia minta
Hari hari dia lewati di Aceh, Zula sudah di ajak berjelajah sama Ryan, dan terkadang sama Adeknya , di masa yang menyakitkan keterpetukan Zula, Ryan selalu ada untuknya selalu mengikuti dan menuruti apa kemauan Zula
Hingga akhirnya Zula sadar, Ryan sosok yang baik, dan sedikit demi sedikit dia merubah sikapnya terhadap Ryan
Kini Zula sudah kembali ke rumahnya, sama sekali dia tidak memperlihatkan wajah galaunya apa pagi sedihnya seolah biasa biasa saja
Tapi dia jadi sering di kamar dan tidak keluar kamar setelah pulang kerja
Secara sesantai apapun masih membekas banget goresan yang pernah Maulana torehkan kepadanya
2 minggu sakit hati, 2 minggu jalan jalan tidak menggilangkan rasa sakit dalam hatinya untuk 50 % hilang
__ADS_1
Tok tok tok...
Pintu di ketuk dari luar
El kangen banget dengan adek peremouannya itu, dia memaklumi kalau capek di sela kerjanya, cuman namanya hampir 3 minggu gak ketemu,
Apa lagi nanti sama Abah Zain ya, yang kemaren saat Zula pulang ternyata Abah Zain dan Umi Jihan sedang di Jakarta, karena harus membahas ada pertemuan triwulan begitu juga dengan Al dan Aliza juga ikut, jadi hanya El yang menyambut gitu pun Udah 2 hari El gak pulang karena ada pelatihan di runah sakitnya
Ceklek... Pintu di buka olah Zula.
" Assalamualaikum.." Ucap El sambil bersandar di pintu kamar Zula
" Waalaikumsalam.." jawab Zulq tersenyum dan ikut bersandar di bagian pintu di seberang El
" Apa kabar bestie.. Taneg sekali kerjanya? Kerja apa jalan jalan sih? " Ucap El pada Zula
Zula hanya senyam senyum menahan DERAI AIR MATA nya, ingin rasanya dia ambruk di pelukan El tapi, El sedang galau juga tentang Heny
" Shopping jalan jalan nambah berat badan" Jawab Zula santai dan sambil berjalan masuk ke kamarnya
El pun mengikutinya dari belakang dan ikut masuk ke kamar Zula
" Terus mana oleh olehnya?" tanya El duduk di ranjang tempat tidur Zula
" Males, rempong bawanya, gue pulang aja gak ada yang nyambut babar blas" jawab Zula sedikit kesal
" Lha Elo pun kenapa gak nyusul abah ke Jakarta aja kalau gitu?" tanya El lagi
" Ya Elo tau kan bang, gimana patner kerja gue, baik oke, dia selalu nenin gue kemanapun gue pergi tapi loe tau sendiri dia ngomel aja gimana kerjaan di sini, segen lah gue, ya udah pulang" jawab Zula karena memang Ryan sangat kompeten banget
" Namanya tanggung jawab La, gak kayak Elo liburan traveling aja di pikiran elo" Jawab El berbalik
Mereka kemudian lanjut ngobrol dan beberapa kali El menanyakan tentang Maulana tapi Zula menjawab sekilas dan langsung mengalihkan pembicaraannya
Ke esokan harinya Abahnya dan Uminya datang karena sudah selesai acaranya di Jakarta dan pas Zula hendak mau ke kantor mereka sampai
Kehebohan kembali terciptakan dan Zula memeluk erat Uminya, dan begini rasanya dia di sakiti dan dulu dia jadi korban karena memang sangat menyakitkan dan gak mau kalau anaknya tau dan dengar kata kata yang menyakitkan dari Abahnya , atau gak mau mendengar untuk kesekian kalinya
Zula menahan tangisnya, dan seolah happy banget dan mengalihkan pada sosok adek bayinya
" Baby.... Baby Bibi kangen kakak Ula gak?" ucap Zula langsung mengambil Baby Bibi dari gendongan mbak santri yang Jihan bawa juga
Baby Bibi tersenyum dan mengocah seolah memberi jawaban pada Zula
" Ih... hampir sebulan gak jumpa kakak makin criwis ya, haduh kakak jadi males berangkat kerja deh kali ini" Ucap Zula sambil membawa baby Bibi ke arah mobilnya yang masih di panasi
Zula ngirim pesan singkat ke Ryan agak telat dan kemungkinan akan gagal berangkat kerja karena merasa ada teman curhat yaitu baby Bibi
__ADS_1
" Gak usah kerja dulu, Abah Lho kangen banget sama Putri Abah, " ucap Zain lembut dan mengelus pundak Zula
Zula sangat manahan air matanya, ingin dia menangis dan meluapkan isi hatinya di hadapan Abah kesayangannya, tapi dia belum siap untuk menghadapi masalah yang mungkin sangat besar nantinya
Zula harus pikir pikir juga, karena Zula tau nanti bagai mana reaksi Abahnya kalau tau masalahnya, dia masih kasian sama para pekerja di perusahaan Maulana kalau sampai Abahnya tau mereka akan kehilangan pekerjaan juga
______________
Sebulan sudah Zula melewati hari hari yang mana menyibukkan diri untuk kerja, pas libur tetap kerja ke Butik, dan pas sampai rumah dia hanya menemui baby Bibi dan di ajaknya masuk ke kamar
Lama kelamaan Semua anggota keluarga merasakan ke anehan dan kejanggalan terutama El dan Al
Hari ini di hari libur pas hari sabtu, El dan Al sebenarnya gak libur cuman karena ada perlu mereka memilih mengajak ketemu Ryan di salah satu Cafe dekat rumah sakit El
Al sudah berangkat bareng El saat berangkat kerumah sakit, karena dia sekalian ada agenda ke Kampus untuk cek kembali beberapa persiapan untuk di ajukan ke Universitas luar negri itu
Kini mereka sudah berkumpul di Cafe tersebut, dan Ryan juga baru datang, mereka basa basi hanya pesan minum doang dan langsung mau menanyakan tentang Zula yang berubah setelah pergi
" Yan.. Kami langsung aja, dan Loe harus jawab jujur sama kami" Ucap Al tegas
" Ada apa?" tanya Ryan sambil mengerutkan keningnya
" Sebenarnya ada apa dengan Zula? Dia ada masalah apa? soalnya selama sebulan di Rumah, dia gak seperti biasanya, sering kali ngurung diri di kamar, gak kayak dulu lagi, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya El pada Ryan
Ryan yang lagi menyedot minumannya langsung tersedak dan batuk batuk
" Elo gak apa apain Zula kan Yan?" tanya Al mendekatkan Tubuhnya ke arah Ryan
" Astagfirullah... Ya enggak lah mas, ngapain, " jawab Ryan cepat
" Jadi ada apa? Apa ada yang di tutupi dari dia pada kami?" tanya El lagi mendesak
Ryan menarik nafasnya pelan, memang mereka orang terdekat Zula harus tau, mana tau mereka bisa memberi suprot untuk Zula dan menjadi penyemangat untuk Zula juga
" Maulana Tunangan Zula, sudah menikah dengan gadis sana, tepat di hari ulang tahunnya, dan tepat Zula mau kasih kejutan sama Maulana" jawab Ryan akhirnya buka suara
Brak......
Amarah El langsung memuncak dan langsung memukul meja tersebut
" Kurang ajar" tambahnya sambil menatap amarah besar pada Maulana
Al seketika langsung menelfon Maulana, yang mana Al bahkan jarang banget menghubunginya
Sesaat kemudian Sambungan terhubung dan Al berkata
" Maul, Loe yang ke Indonesia apa Kami yang Ke Turki?" ucap Al tanpa basa basi
__ADS_1