
Yang di kamar setelah tertidur pulas akhirnya terbangun, karena kegerahan, panas terik matahari di musim panas, membuat suasana makin panas karena AC yang tadinya bersuhu panas belum di ganti ke suhu dingin
Mereka sama sama membuka selimut tebal, keringat mulai membasahi tubuh mereka dan Al meraih repot AC Dan memggantinya ke suhu dingin
" Haduh pans banget, mandi yuk" ajak Aliza sembari bangun dan tidak peduli toh yang lihat cuman suaminya saja
Aliza berjalan ke kamar mandi, tanpa menggunakan apapun
Al yang melihat sudah kembali terpesona dan membelalakkan matanya, serta segera bangun dan ikut mengejar Aliza yang ternyata sedang menghidupkan air sower yang dingim untuk merendam tubuhnya yang sumuk
Al dari belakang langsung memeluknya dan meremas pepaya Aliza, membuat Aliza melonjak kaget
" Mas....." Ucap Aliza manja dan membalikkan tubuhnya
" Tanggung jawab, si Otong mau ngandang lagi" ucap Al mepetin otong ke pintu gerbang kandangnya
" Sabar ya otong, kita sambil mainan air mau gak?" ucap Aliza sambil mengelus si otong
" Mau dong.. Ayo lah" ucap Al gak sabar dan akhirnya menggendong Aliza masuk ke bat up
Di dalam bat up Al kembali membuat Aliza melayang di atas awan, dan merengah gak karuan
Kali ini olah raga mereka makin lama, di tambah permainan air yang membuat mereka tetap dingin di situasi panas seperti itu
Hingga tak terasa keduanya sudah 1 jam bermain di air dan lanjut mandi karena perut mereka sudah mulai lapar
Setelah mandi mereka siap siap untuk sarapan pagi, karena Aliza tadi juga sudah membaca Pesan dari Zula yang menyuruhnya untuk sarapan
Wajah cantik Aliza Dan wajah ganteng Al terlihat di pantulan kaca kamar hotel mereka sebelum keluar
Hingga mereka menghampiri semua keluarganya yang ternyata sedang berkumpul dan masih ngobrol di resto hotel
"Nih dia pengantin baru gak ingat waktu" ucap Zula sembari berdiri di hadapan mereka
" Masalah?" tanya Al datar
Membuat Zula terdiam dan mematung, baru kali ini Al berbicara cuek padanya, dan datar seperti itu
Zula merasa cemburu pada Al yang sudah punya istri dan hanya perhatian pada istrinya saja
Al menggandeng Aliza duduk di bangku dan berkumpul dengan keluarganya
__ADS_1
Hati Zula cukup teriris, dan sakit hati atas sikap abangnya yang berubah, ya selama ini Zula selalu mendapat perhatian yang luar biasa dari abang abangnya,
Dan Al, selalu memanjakannya dan selalu berbicara halus padanya, tapi kali ini justru Al tidak menanggapi candaannya dan hanya berkata datar, Dan terus menggandeng Aliza dan malah gak memnyapanya sama sekali,
Aliza tadi tersenyum padanya tapintidak dengan Al yang begitu datar
Pandangan Zula masih luruh ke depan, dan dia hampir saja meneteskan air mata , Zula enggan menghadap kembali ke kakaknya, dan lanjut berjalan lurus kedepan untuk mencari tempat yang lebih indah lagi untuk menyendiri dengan meninggalkan ponsesl dan juga dompetnya yang di tinggal di meja sana
" Woy mau kemana La" panggil El pada Zula
" Toilet" jawab Zula sama sekali gak menghadapnya
Kepekaan El langsung menyalur ke Zula, dan sempet Melihat kalau Zula langsung berubah setelah jawaban datar Al barusan
" Loe cari mati sama Abah Bang" ucap El tiba tiba dan meraih ponsel dan juga dompet Zula dan segera mengejar Zula
" Maksud loe?" tanya Al bingung dan El susah berlari
Kira kira dari readers ada yang seperti Zula gak, belum bisa menerima perubahan abangnya yang sudah mempunyai keluarga sendiri, dan tak sengaja bersikap cuek kepadanya
" Kenapa?" tanya Jihan yang tidak tau apa yang terjadi sebenarnya karena sibuk ngobrol dengan Ibunya
" Entah tuh El, katanya Al cari mati sama Abah" jawab Al sembari duduk dan Aliza sudah mendekat pada sepupu iparnya anaknya Rizqy dan Luna untuk mengajaknya bermain
Dan kini Jihan Zain dan Al ngobrol di meja yang terpisah dari yang lain
" Kenapa sih?" heran Zain yang gak tau juga apa sebenarnya
" Kalau kata El kamu cari mati sama Abah berarti kamu ngapa ngapain Zula, El peka lho orangnya " ucap Jihan langsung faham
" Kamu apakan Zula Al?" tanya Zain langsung sigap paling anti anak perempuannya di sakiti
" Bah.. Pela pelan ih.... Gak usah ngegas gitu" ucap Jihan meredupkan Zain yang sudah mulai marah
" Apa Orang Al gak apa apakan Ula kok, emang kenapa dengan Zula" ucap Al yang malah seperti orang ling lung
" Udah udah, susul mereka, Susul El dan Zula, " Ucap Jihan menengahi dan meminta Al segera menyusul
" Abah.. tenang Lho, orang gak tau apa yang sebenarnya, jangan emosi dulu, " tanbah Jihan giliran pada Zain
" Ya makanya itu, El udah bilang gitu kan Abah tau ada yang gak beres Mi" bantah Zain paling anti kalau anak perempuannya di aru aru
__ADS_1
" Cepet Al" Ucap Jihan pada Al
" Al laper Mi" jawab Al lagi
" Mau mu apa Al?" tantang Zain sambil berdiri
" Abah Ih... Duduk gak? Apa Umi ikut berdiri dan pergi?" ucap Jihan mengancam balik
Untung Aliza dan yang lain gak faham apa yang sebenarnya terjadi
Dan akhirnya Al berdiri dan berjalan untuk mencari Zula dan El
Di sisi lain, Zula memang tidak ke toilet, dan untung El langsung mengikuti sehingga gak susah cari Zula di hotel yang besar ini
Zula duduk di salah satu bangku di roof top belakang, dengan air mata yang masih menetes di pipinya
" Katanya ke Toilet" ucap El membuat Zula seketika mengusap air matanya
" Hem.... Nangis" ucap El memcibir dan menyenggol Zula lagi
Zula memvenahkan wajahnya dan mengusap air matanya dengan tissu yang di minta dari dompet nya sendiri yang di bawa El
" Gitu aja cengeng" ucap El kembali mencibir
" Wajar gak sih, rasa cemburu pada abang sendiri? Apa terlalu berlebihan?" tanya Zula tiba tiba
" Gue takut besok kalau kalian sudah sama sama punya istri, hidup Zula kembali seperti itu lagi" ucap Zula lirih dan pas dengan Al yang baru datang dan berada di belakang mereka
" Sakit Bang, sikap Bang Al yang berubah total, gue cuman mau aja bercanda, dia jawabannya seperti itu kaget dong, sakit hati Zula bang, Zula baru bertemu dan mengenal serta bersama kalian belum lama, dan Zula baru merasakan hidup baru ya bersama kalian, masak iya nanti Zula akan kehilangan kalian lagi, dengan sikap sikap kalian yang berubah seperti bang Al tadi?" ucap Zula mengeluarkan uneg unegnya
" Gue gak mau terus di manja, Gue gak minta terus di sayang sayang, tapi plis, jangan hilangkan kebiasaan kalian saat bertemu dengan ku, aku gak mau, aku belum siap bang" tambah Zula kembali menangis
Al yang berada di belakangnya tentu tertegun dan seperti mendapat tamparan saat mendengar pengakuan adek satu satunya
" Zula sakit hati banget, kenapa bang Al bersikap seperti itu, apa salahnya sih? apa beratnya, apa Zula salah untuk bergurau seperti itu, Zula gak minta lebih bang, cuman dengan tersenyum dan mengusap kepala Zula tanpa memberi kecupan seperti biasanya Zula gak masalah, Zula sudah seneng artinya Abang tetap sayang pada Zula walaupun abang punya pendamping hidup selamanya" ucap Zula makin menjadi tangisannya
" Apa bang El nanti akan seperti itu juga kalau sudah menikah sama kak Ailza?" tanya Zula menghadap pada El dengan serius..
Gimana Lur ada yang pernah merasakan hal seperti itu??
Komen di bawah,
__ADS_1
Dan kira kira apa yang Al dan El lakukan pada Zula setelahnya