
Hati Yasmin sekarang penuh kebimbangan, dia gak tau harus gimana, mengajar di salah satu insitut Ilmu Al -Qur'an adalah impiannya, walaupun Abahnya sendiri juga sudah punya sekolah pendidikan Al -Qur'an
Al cukup kesal di buat Yasmin, gimana tidak, Menurutnya Yasmin tidak pernah mikir gimana dirinya dulu, yang tiba minta putus darinya, tanpa alasan apapun
Dan sekarang dia sudah bahagia justru malah mengoloknya kembali dengan alasan dia sakit hati, Konyol memang alasan dan ungkapan yang Yasmin berikan tadi
Seharian penuh sudah Al El Il, lewati dengan aktifitas masing masing,
El kini sudah bersiap untuk pulang, karena tugasnya juga sudah selesai, dan tidak ada jadwal malam, karena El memang tidak mengambil jadwal malam
Dan Heny kali ini juga akan pulang ke rumahnya, karena selama ini Heny tinggal di kosan dekat rumah sakit, biar gak jauh jauh
Karena besok hari minggu dan free dia memutuskan untuk pulang saja kerumahnya yang ada di CL KDS , Searah dengan El
Heny sedang menunggu bus trans SRG yang biasanya lewat dan berhenti di halte rumah sakit yang dia tumpangi
Bus tersebut berhenti di salah satu terminal di KDS, yang mana nanti Heny akan di jemput oleh ayahnya di sana
El kini mengendarai mobilnya keluar dari arena rumah sakit dan akan menyeberang, untuk menuju ke kantor Zula, karena mereka selalu bebarengan
El yang nunggu penyebrangan tak sengaja melihat Heny yang masih menunggu di halte
El yang katanya sekarang jadi bestienya ia pun berhenti dan menyapa Heny
" Mau pulang?" sapa El dari dalam mobil
" Iya, " jawab Heny singkat dengan nada lembut
Gak enak dong pake gas kayak Yasmin, sekarang El kan atasannya, bisa di depak nanti dari rumah sakit
" Ke KDS kan?" tanya El lagi dan Heny mengangguk
Dan El gak tau kalau selama ini Heny berangkat dari kos kosan, dan El juga mengira kalau Heny selalu berangkat dari rumah toh suaminya juga pasti di rumah
" Mau bareng sekalian yuk, biar tak anter" tawar El mengajak bareng
Heny terdiam dan tidak berani menjawab, antara iya dan tidak, soalnya jam setengah 5 sore biasanya bus juga sudah gak ada lewat lagi
" Hem... Gimana ya" ucap Heny bimbang
" Ayo gak apa apa, sekalian searah kok, kamu nunggu bus trans kan? " tanya El lagi
__ADS_1
" Jam segini gak ada yang lewat dong, udah setengah 5, terakhir kan 15 menit yang lalu" ucap El lagi dan akhirnya Heny menyetujui itu
Heny mengangguk dan El pun turun untuk membukakan pintu untuk Heny
Heny berharap El bisa kembali seperti dulu, yang selalu memulyakannya dan memanjakannya
Itu satu hal yang Heny kangen dari El dulu, dan mungkin kali ini kesempatan tidak akan datang dua kali
El membuka pintu belakang untuk Heny, dan bukan di pintu depan karena ada Zula nanti
" Hem... Di belakang gak apa apa ya, depan nanti udah ada orangnya" ucap El cukup membuat Heny kecewa
Tapi gak apa apa pikir Heny, dari pada dia kemalaman dan harus naxi atau ojol yang cukup menguras kantong karena cukup jauh jaraknya dari rumah, dan lenih dari 400 ribu kalau harus pake taxi online maupun taxi biasa
Karena Heny merasa di cuman anak petani biasa, bukan seperti El yang anak sultan
Setelah Heny masuk El Pun kembali ke kursi kemudianya, dan kembali melajukan mobilnya untuk ke arah bagian kiri
" Gak apa apa ya kita jemput seseorang dulu " ucap El tiba tiba
" Ya gak apa apa, gue malah ngerepotin elo" ucap Heny lembut
" Kan searah gak repot kok" jawab El santai
Karena sebelum pulang, anak anak Zain di biasakan sholat asar dulu, jadi kalau ke sorean mereka gam buru buru
" Ini kerjakan di rumah dan lembur nanti ya" ucap Ryan sambil menaruh berkas berkas di mejanya
" Enak aja, loe mau gaji gue berapa emangnya, lembar lembur PR terus, loe pikir gue anak sekolah, tiap kali di kasih PR untuk kerjakan di rumah" jawab Zula kesal sambil ngomel
" Di sini gue kerja, bukan sekolah ya kalau kasih kerjaan harus kira kira juga, kalau ada lemburan juga ada uang lemburnya" tambah Zula makin ngomel
" Iya nanti gue kasih loe bonus untuk beli cireng sama lolipop dan boba" jawab Ryan santai seolah mengejeknya
" Gue bukan bocil yang loe iming imingi lolipop sama pop ice terus nurut ya" jawab Zula ngegas
" Emang masih bocil kok, umurmu berapa coba? 19 tahun toh, anak masih segini aja gak mau di bilang bocil" jawab Ryan sambil mengukur tinggi Zula setara dengan lututnya
Zula semakin kesal dan emosi di kala di kira anak kecil oleh Ryan
Zula pun mengambil berkas berkas di mejanya yang dari Ryan tadi dan
__ADS_1
Bruk....
Zula memberikan kembali berkas tersebut pada Ryan, dengan sangat kesal dan menabrakkannya di dada Ryan
" Kerjakan sendiri, anak bocil cuman bisa ngedot saja, gak bisa lembut " ucap Zula balik badan
" Bay.. Kakek tuek" ucap Zula langsung ngacir keluar dari ruangannya meninggalkan Ryan sendirian
Bodo amat pikir Zula yang setiap kali di bikin kesal oleh Ryan,
Saat di lift ponsel Zula berdeting, tanda pesan masuk dari El yang sudah menunggunya di bawah, dan bahkan El juga memberi kode kalau dia sama dengan mantannya dulu yang pernah di ceritakan
Ting..
Pintu Lift terbuka, dan Zula dengan girang turun karena dapat hiburan baru
" Saatnya berdrama" ucapnya berjalan santai keluar dari Lift menuju pi tu urama
Ya keturunan tukang drama dari Umi Jihan nurun ke anak anaknya, apa lagi kalau soal memberi pelajaran dan mendis teman ataupun mantan biar makin panas, itu paling Zula sukai, walaupun di jadikan bahan oleh abang abangnya sendiri
Dan dia gak masalah itu, karena bikin happy dirinya setelah seharian di buat kesal oleh Ryan,
El masih di dalam mobil karena El jarang dan Zula melarang kalau menjemkutnya harus agak jauh dari kantor dan tidak keluar mobil takut yang lain curiga dengan dramanya sebagai karyawan di kantor sana
El sudah tersenyum melihat Zula yang sepertinya sudah riang gembira karena mendapat tugas jahilnya
Heny pun melihat Zula yang melambaikan tangan tentu sudah tau, dan wanita itu sudah Heny tag, sebagai pasangan El, setelah putus darinya, dan Heny tanda banget muka Zula yang sekarang semakin glow up
" Assalamualaikum Abang" ucap Zula saat naik dan langsung mencium tangan El dan juga pipi El
Heny sempat membelalakan matanya karena dengan santai Zula melakukannya tanpa menyadari orang di belakangnya
" Waalaikumsalam sayang" jawab El santai sambil mengecup pucuk kepalanya
" Haduh bang capek banget adek, mana si Ryan itu nyebelin banget" ucap Zula masih pura pura tidak menyadari Heny di belakangnya
" Kenapa? masih ribut terus? masak sama atasan ribut mulu" ucap El sambil melajukan mobilnya
" Seat belt sayang" ucap El kembali mengingatkan Zula
" Eh iya, " jawab Zula kembali merapikan seat beltnya
__ADS_1
Zula melihat di kaca spion dan menamatkan wajah Heny mantan abangnya