Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Mau apa?


__ADS_3

El segera mengendalikan setir Zula dan memindah giginya


Zula pun kaget karena hampir saja di manabrak dan naik ke trotoar


" Haduh Ula Ula meleng sih" ucap El menghembuskan nafasnya


" Untung selamat" jawab Zula lagi yang mengelus dadanya yang masih berdebar


" Ya selamat, orang abang sigap" jawab El


" Lagian abang sih, udah tau Zula baru belajar masak di kasih tauin mobil" jawab Zula tanpa sadar segera melajukan mobilnya lagi dan fokus pada jalanan


El terdiam dan belum sepenuhnya sadar, kalau mobil ini udah kembali berjalan


" La... Loe jalanin lagi nih mobil" ucap El sambil matanya melirik kiri kanan


" Ha... Iya ya bang,.. Wow... " ucap Zula saat tersadar dengan santai dan lincah mengendarai mobil


El pun menyemangati Zula hingga terus melajukan dan mengemudikan mobilnya sampai di halaman pondok pesantren Al Musthofa


Tin tin tin tiiiinn......


Klakson Zula bunyikan sekeras mungkin saat berhasil parkir di halaman pesantrennya


Al yang kebisingan pun keluar karena dan menghampiri mobil El


" Apaan sih? isya' isya' brisik tau gak" ucap Al sambil ngomel


" Abang... Ula udah bisa nyetir" ucap Zula kembali menekan klaksonnya


" Tapo boong.. paling juga barusan pindah" cibir Al


" Gak percaya, " ucap Zula kembali menghidupkan masinnya


Dan membuktikan pada Al kalau dia memang bisa


Setelah pembuktiannya Zula pun turun dan di sambut oleh Zain dan Jihan yang tadi sempet dengar klakson mobil yang keras


" Assalamualaikum abah Umi" ucap Zula bersalaman


" Waalaikumsalam..." jawab mereka kompak


" Udah latihan?" tanya Zain merangkul Zula


" Udah, udah jago" jawab Zula bangga


" Tapi mau nabrak trotoar tadi" jawab El yang juga salaman dengan abah Uminya


" Apa?" kaget Zain dan Jihan bersamaan


" Yang penting kami selamat dan gak ala apa kan mi bah" jawab Zula cengengesan sambil berjalan masuk kedalam rumah


Mereka semua pun ikut masuk dan Zula serta El kembali ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan lanjut makan malam

__ADS_1


" Mulai besok Ula bawa mobik sendiri ya Mi" ucap Zula sok jago


" Emang udah beneran bisa?" tanya Jihan kurang Yakin


" Bisa dong, tadi aja Zula yang bawa" jawab Zula bangga


" Belum punya SIM sayang jangan dulu" ucap Zain dan Zula nyengir


Setelah makan malam, Zula mendekat pada El yang bersebrangan dengannya


" Bang, coba lihat tadi mobil yang abang rekomendasikan" ucap Zula santai sambil ngelendot pada El


Ya biasa anak perempuan satu satunya dan adek perempuan paling akhir sukanya ngelendot pada kedua abangnya, dan manja juga


Awalnya dulu sering bertengkar, dan Al serta El juga merasa perhatian abah dan uminya selalu pada Zula,


Tapi mereka sadar, bahwa Zula memang pantas dapat itu, Zula di temukan setelah tumbuh dewasa, dan setelah belasan tahun tanpa mendapat perhatian dari siapapun dan justru malah sebaliknya sering mendapat cacian


" Nih... Yang honda tadi, ini versi barunya" ucap El sambil memperlihatkan gambar mobilnya


" Sama dengan mobil abang?" tanya Zula polos yang sama sekali tidak faham masalah permobilan


" Beda dong, punya Abang BMW, kalau ini Honda" jawab El


" Bagusan mana?" tanya Zula.lagi


" Bagus semua, cuman loe cocok pake yang honda aja " jawab El lagi


" Tapi sama metiknya kan?" tanya Zula terus


" Mau yang ini?" tanya Al nimbrung


" Hehehe Enggak lah nanti dulu, " ucap Zula cengengesan


" Yang mana sayang?" tanya Zain sigap


" Enggak bah, Zula mau nabung dulu, kan Zula udah bekerja, " jawab Zula gak berani meminta


Dan jawaban itu sempet membuat syok keluarganya, apa lagi abang abangnya yang sedari kecil cuman bisa bilang bah abah mau ini mau itu


Dan Zula yang anak kesayangan justru tidak memanfaatkan hal ini, untuk minta ini itu pada abahnya


Dia tau abahnya pasti mampu untuk membelikan mobil itu dalam sekejap, tapi masak iya, udah habis milyaran dia sekolah dan hidup di Swiss, Zula yang sekarang udah bekerja harus merepotkan Abahnya lagi


" Emang berapa harganya bang?" tanya Zula lirih


" Hem..." ucap El yang kurang dengar


" Berapa harganya?" tanya Zula lag


" Sekitar sekian M" jawab El santai


" Okey deh, kalau Ula udah punya SIM Ula mau pake mobil Umi dulu, baru kalau udah kumpul tabungannya baru Ula mau beli itu" jawab Zula lagi dan membuat yang lain menatapnya aneh

__ADS_1


Apa lagi Al dan El yang sejatinya sangat malu mendengar hal itu dari Zula


" Abah belikan aja sayang" ucap Zain lagi


" Jangan dong Bah, Ula aja udah kerja sekarang, Abah lho justru udah gak kerja," jawab Zula sambil berdiri


" Mau kemana?" tanya Jihan melihat Zula yang hendak pergi


" Kekamar, buka endors mayan bisa untuk tambahan beli mobil itu" jawab Zula sambil berjalan dan menaiki tangga


Tatapan Zain beralih pada Jihan yang sedang minum


" Uhuk.... Apaan sih" ucap Jihan salah tingkah sampai tersedak


" Titisan Umi tuh" ucap Zain dengan raut wajah yang kesal


" Kalau mau beli belikan aja kali, kenala harus bawa bawa Umi" jawab Jihan santai dan Zain yang gantian salah tingkah


" Betul tuh bah, bentar lagi kan Ulang tahun si Zula, belikan aja sebagai kado ulang tahunnya" jawab El memberi ide


"Tepat" saut Al


" Abah gak enak, nanti di anggap tidak menghargai kerja kerasnya, " ucap Zain masih ragu


" Bisa membeli sesuatu dengan hasil kerjanya itu berkesan lho El, Abah gak enak" ucap Zain lagi


" Bilang aja gak mau belikan" saut Jihan meledek Zain


" Coba Ulang lagi Mi" ucap Zain lagi


" Hem.... Kalau Zula gak mau buat Umi aja" jawab Zula mengalihkan bahasanya


" Coba duduk sini" ucap Zain meminta Jihan agar duduk kembali


Pasalnya Jihan tadi berdiri untuk membereskan piring anak anaknya, untuk membantu meringankan mbaknya


" Iya abah sayang" jawab Jihan kembali duduk


" Hem..... Hemm.... Bahaya El bahaya, ayo naik " ucap Al sudah tau apa yang akan selanjutnya terjadi pada Abah dan uminya


El pun ikut mencep dan berdiri meninggalkan abah Uminya untuk kembali ke kamar mereka


" Umi mau apa tadi?" tanya Zain lembut


" Katanya mau belikan anak gadisnya mobil, gak perlu banyak alasan, tinggal belikan aja, kalau Zula gak mau untuk Umi aja" jawab Jihan sambil mengelus pipi berewok Zain


" Emang Umi mau kemana?" tanya Zain tak kalah menatap dan mengelus kepala Jihan lembut


" Jalan jalan lah, shoping shoping, ngaji kesana kemari cari pahala, kan banyak kegunaannya" jawab Jihan santai dan seolah menggoda Zain


" Mau yang apa?" tanya Zain sudah gak bisa nahan sebenarnya


" Entah ya ... Umi beberapa hari ini rasanya pengen...." ucap Jihan terpotong karena rasa mulek mual tiba tiba menghampirinya

__ADS_1


" Huuuuueeek..... "


__ADS_2