
Al tentu kaget dengan ucapan Zula yang do bayar makannya oleh musuhnya sendiri,
Rasanya pengen tertawa tapi takut dosa, dan ingin mendengar cerita dari Zula dulu
" Kok bisa.? cie janjian makan bareng nih?" goda Al makin membuat Zula merengut
" Bukan.... Enak aja janjian, ponsel Ula aja ketinggalan di ruangan abang" jawab Zula gak terima
" Terus? kok bisa paa gitu?" tanya Al Kepo
Kemudian Zula cerita panjang kali lebar kali tinggi, mulai pertama menabrak Ryan sampe dia akhirnya ngemis minta bantuan ke Ryan
" Wkwkwkwkwkw... Abis besok loe di ledek dan di ungkit sama dia La" ucap Al menakut nakuti Zula
Padahal Ryan orangnya bukan seperti itu, dan bahkan Ryan juga royal seperti keluarga Al Musthofa
" Gue kalau gak kepaksa juga ogah kali minjem ke dia bang, besok tak ganti 2 kali lipat" ucap Zula dengan muka merengut
Sesaat kemudian mereka sampai di halaman rumah keluarga Al Musthofa, dan suasana pagi menjelang siang ini sudah lumayan sepi
Kini Zula turun sendirian, sedangkan Al langsung putar balik ke kampus untuk kembali bekerja
" Assalamualaikum.... " ucap Zula saat masuk rumahnya
" Waalaikumsalam.." jawab Umi Zahra yang sedang mengaji di sofa ruang tengah
" Mbah Umi,.." ucap Zula menghampiri nenekny dan langsung memeluknya
" Iya sayang," jawab Umi Zahra lembut dan membalas pelukan Zula
El sedang membantu Abah Hasan yang hendak menghampiri Umi Zahra
Di usia beliau yang sangat tua, membuat beliau kini sudah tidak sanggup berjalan sendiri, kalau berdiri harus di bantu seseorang, dan sudah memakai teken atau tonggat untuk berjalan
Dan terkadang Anak anak Zain dan Jihan yang membantu mereka untuk berjalan atau di dorong dengan kursi roda
" Weh... Nyonya Al sudah pulang" gurau El saat melihat Zula
" Oh sudah dong, tugas selesai" jawab Zula padahal cuman sebentar
El mendekat dan membantu kakeknya duduk di sebelah neneknya
" Terus terus gimana ceritanya?" tanya El kepo dan duduk di sebelah Zula
" Elo mau nambah dosa mbah Umi sama mbah Abah ya bang, " ucap Zula gak enak kalau ngomong di sebelah nenek kakeknya
" hehehe.. Ya udah naik yuk, ghibah kita" ucap El mengajak Zula naik
" Gak apa apa kami tinggal mbah?" tanya Zula pada neneknya
__ADS_1
" Udah gak apa apa, kamu juga paling udah pada capek, hari libur ini sana istirahat" ujar Umi Zahra lembut
Akhirnya mereka pamit dan kembali ke lantai atas untuk ngobrol
Seperginya El dan Zula, Umi Zahra mengelap air matanya yang menitik tipis di pipinya
" Anak yang sholeh sholehah ya bah, walaupun abahnya dulu pernah membangkang" ucap Umi Zahra pada Abah Hasan
" Kita sama sekali gak pernah ikut mwrawat dan menggendongny semasa kecil, tapi di masa mereke sudah dewasa, mereka yang membantu kita Umi" jawab Abah Hasan penuh penyesalan
Karena apa, ke 3 anak Zaib dan Jihan, semasa kecil memang hanya hidup dengan Jihan saja, dan berakhir di pesantren, akhibat dari peristjwa menyakitkan dalam keluarga Jihan dulu
Sesampainya di atas Zula cerita semua tentang Yasmin, dan menceritakan tentang penilaiannya kepada Yasmin juga
__________
Mobil Al kini sudah memasuki parkiran kampus tempat dia mengahar,
Di kampus kini sudah rame dengan segerombolan anak anak kampus
Ya tak kalah dengan yang muda, Ilyas salah satu dosen menggegerkan se isi kampus karena dia menyatakan cintanya kepada Yasmin di depan kampus
Karena pendekatannya yang selama ini pada Yasmin tak terbalas, kini dia nekat mengajukan demo perasaan pada Yasmin dengan anak anaknya
Konyol dan Lebay memang, tapi Ilyas sudah siap memutus urat malunya kalau memang Yasmin menolaknya
Al keluar dari mobil, dan melihat ke ramaian di kampusnya
Penasaran enggak, paling juga anak anak yang sedang melakukan tindakan konyol dan juga lebay
Sudah menjadi hal biasaz dan dia sebagai dosen sekaligus dekan dan pemilik kampus, tak melarang hal itu, itu hak anak anak muda dan bukan urusannya, asal tidak mengganggu prosel belajar mengajar, dan di luar jam kerja dan belajar
" Terima terima... " ucap anak anak dan Al lanjut berjalan ke lift menuju ruangannya
Dan Yasmin yang melihat Al, dia langsung berkata
" Bismillahirrohmanirrohim.. Pak Ilyas, saya Yasmin bersedia menjadi pendamping pak Ilyas" ucap Yasmin membuat kuping Al terusik dan menoleh sejenak
Sedetik kemudian Al kembali melanjutkan langkahnya masuk ke Lift
" Lebay" ucap Al sambil tersenyum kecut
Dan Yasmin justru kecewa, karena Al sama sekali tidak peduli dengannya bila jadi milik orang lain
Sorakan demi sorakan berteriak memenuhi lapangan, dan Yasmib kini resmi menjadi kekasih pak Ilyas,
" Lusa saya akan segera sowan ke Abah bu Yasmin" ucap Ilyas gercep, dan membuat Yasmin kaget juga
Keesokan harinya, Aktifitas kembali Al El Il lanjutkan dengan tugas masing masing
__ADS_1
" Bang Ajarin Ula bawa kendaraan ngapa, masak iya, Ula udah sebesar ini gak bisa nyetir sendiri" ucap Zula sebenarnya jengkel karena gak bisa kemana mana sendiri
" Malah enak kemana mana ada pengawalnya" jawab Jihan santai
Mereka kini sedang berada di meja makan untuk sarapan sebelum berangkat kerja
" Enak apanya, gak enak lah, kurang bebas, harus nuggu abang lah, harus nunggu taxi juga, abang ojol juga, Umi dulu bisa masa Ula gak bisa" ucap Zula protes
" Nanti pulang kerja abang ajari" ucap El santai
" Beneran ya..." jawab Zula menagih
" Iya ya.." jawab El sambil melahap nasinya
" Terus kalau udah bisa mau mobil apa nak?" tanya Zain menawarkan
" Ini nih, pertanyaan yang Zula tunggu tunggu dari dulu kecil sampai saat ini, di tawarkan mau beli apa mobil yang mana" ucap Zula girang sendiri membuat yang lain terdiam
" Enaknya yang di tawarin" saut Jihan,
" Emang Umi gak pernah di tawarin abah?" tanya Zula kepo
" Bukannya gak pernah, Umimu tuh kalau di tawarin dulu, kan tuh masih ada yang ini, yang itu, udah gak usah beli, itu masih bisa di pake, abah mau beli mobil aja di tahan tahan" jawab Zain bernostalgia membuat Jihan menahan tawa
" Itu namanya pengiritan Mi, kasian yang punya showrum mobil, kalau gak ada yang beli tetap harus bayar pekerjanya yang melamun sambil nungguin custemer" ucap Zula lagi sok bijak
" Tapi dulu Umi jadi pegawai showrum mobil rame terus kok" jawab Jihan lagi
" Ya gimana gak rame, orang pegawai merketingnya aja cantik, bosnya aja sampe naksir" jawab Zain yang dulu tau tentang Azka yang naksir pada Jihan
" Hahahaha udah udah itu masa lalu, mau apa Zula" ucap Jihan tertawa dan mengalihkan pembicaraan
" Apa yang bagus bang?" tanya Zula pada El
" Belajar dulu baru mikirin itu, udah ah... Ayo., udah siang macet" jawab El sambil berdiri dan tak lupa mencium pipi abah uminya dan pamit di ikuti dengan Zula yang langsung buru buru
Karena El kadang suka ngambek dan menyalahkan dirinya kalau kejevak macet
Perjalan hampir 1 jam telah mereka tempuh, dan kini Zula sudah berjalan menuju gedung kantor yang menjulang tinggi,
Zula langsung masuk dan menuju ke ruangannya, tapi sebelumnya di permisi masuk menemui Ryan untuk menbayar utang
Salam dan permisi udah Zula sampaikan, begitu juga dengan Ryan yang menjawabnya sopan
" Ini saya mau kembalikan uang bapak kemaren" ucap Zula sopan karena dia sudah di tolong oleh Ryan
Ryan terdiam dan menatap wajah Zula yang tiba tiba anggun dan sopan
" Tumben amat loe lembut kayak gini? " ucap Ryan meledek Zula yang jauh dari sikap biasanya
__ADS_1