Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Kebanggaan


__ADS_3

Ucup terdiam dan hanya tersenyum


" Mungkin kalau mereka tau tentang keberhasilanku sekarang, mereka baru bilang ini anakku" ucap Ucp mempraktekkannya


" Elo bisa aja, tapi beneran mereka gak tau tentang keberhasilanmu saat ini?" tanya Zula lagi dan Ucup menggeleng


" Gue tuh gimana ya Il, di pandangan mereka gue tuh seperti orang miskin gak gak punya apa apa yang gak dapat apa apa, " ucap Ucup lagi


" Gue tuh korban, tau korban kan yang hanya menerima kekalahan dan ketidak adanya hal yang menyenangkan" tambahnya lagi Zula masih mendengarkan dengan seksama


" Gue dulu ada dan di lahirkan salah satunya dari korban ke bahagiaan mereka, tapi gue di biarkan begitu aja karena gue korban dari Keegoisan keduanya, jawab Ucup lagi dan Zula hanya tersenyum serta mengelus pundak Ucup


" Bahkan saking gak pedulinya mereka, gue gak pernah di hubungi, kalau di hubungi sok sibuk, kalau mereka sibuk karena mau melupakan gue, juga juga bisa sok sibuk untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan gue dan juga nenek gue Il" tambah Ucup lagi


" Sabar ya cup, loe cowok loe pasti bisa, Elo juga sudah menemukan wanita terbaik yang siap menjadi pendamping hidupmu" ucap Zula menenangkan Ucup


" Dan Elo cerita gak kalau Elo udah mau merrid?" tanya Zula lagi


" Enggak.... Gue akan kabari mereka Sehari sebelum hari H, kalau mereka benar benar sayang dan peduli sama gue, semepet apapun mereka akan hadir do acara gue, tapi kalau enggak ya.. Sudah, " jawab Ucup menahan rasa dongkol


Lagian pikiran Ucup dia adalah anak cowok dan gek perlu wali, kalau sekiranya orang tuanya gak peduli sama dia, dia bisa apa lagi, ucup diam dan menanti kepastian yang gak pasti


" Ya mudah mudahan sesuai yang loe harapkan ya Beb, gue gak tau harus bantu gimana?" ucap Zula lagi dan takut bila ikut campur


" Mungkin kalau gue nikahnya sama Elo, putri dari pengusaha kaya raya, Kh Zain Musthofa, paling mereka sekali tak kabari langsung bilang Masyaallah anakku, putriku besanku" jawab Ucup sambil fokus kejalan dan sambil memeraktekkan cara bicara orang tuanya


" Gue juga males punya modelan meetua kayak gitu Cup, pencitraan" jawab Zula asal nyeplos


" Itu lah orang tua gue Il, gimanapun juga orang tua gue" jawab Ucup seolah pasrah


" Ini ceweknya kenapa gak di bawa sekalian sih, gue juga mau kenalan kali" ucap Zula mengalihkan pembicaraan


" Elo Il, gue tuh mau berduaan sama Elo, meetime sama Elo, sebelum gue punya istri takut kalau elo nanti cemburu dan sakit hati, setelah gue menikah nanti" jawab Ucup gombal

__ADS_1


" Mulai deh, sejak kapan gue cemburu sama Elo?" tanya Zula lagi


" Jangan ngelak deh, Gue tau, Elo kemaren di Jerman nangis gara gara cemburu sama Bang Al" jawab Ucup yang sudah tai ceritanya


" Elo kata siapa?" tanya Zula kaget


" Ah.... Serep Gue kan ada, dia selalu bilang kalau kami gak bisa menemani, temani, karena selain kami abangnya Elo juga Abangnya" ucap Ucup menirukan pesan dari El


" Mereka semua sayang sama Elo Il, bahkan mereka punya kekhawatiran tersendiri dan takut membuat Elo menangis dan takut tidak akan Elo yang kecewa dan sakit hati" Tambah Ucup lagi


" Bahagianya hidup Elo Il, ada keluarga yang sepenuhnya menyayangi dan menghargai elo" ucap Ucup lagi


" Alhamdulillah Cup, gue bertemu dengan Abah yang langsung menerima dan menyayangi gue, percaya tanpa adanya bukti, dan kedua abang gue yang sangat menyayangi gue, walaupun pahitnya sudah tak rasakan dulu saat susah senang bersamamu" jawab Zula dan Il tau itu


Mereka lanjut ngobrol di sepanjang perjalanan, dan tiba tiba ponsel Ucup berdering


" Hallo Assalamualaikum.." ucap Ucup saat sambungan terhubung


" Gimana Sya?" tanya Ucup lagi


Tasya dan Azam sudah menikah setahun yang lalu, saat Zula masih kuliah di Swiss


Dan Zula tidak bisa hadir ke acara mereka berdua, dan hanya bisa kirim kdo dan doa


Pasalnya Zula mau pulang itu gak bisa karena ada tugas kuliah bahkan pada jadwal sidang Magisternya


" Gue sepertinya putar balik deh sama Mas Azam" jawab Tasya di seberang sana


" Emang kenapa kok putar balik Sya, loe gak kenapa napa kan? " tanya balik Ucup agak panik


" Gue tadi muntah parah, gue kira masuk angin sampe di jalan gue masih aja tetap muntah, gue mampir dong di klinik, gue di tes gue lagi isi Cup, gue gak bisa temenin kalian untuk muncak hari ini" jawab Tasya bercerita


" Yah jadi cuman kami berdua saja muncak nih?" ucap Ucup lagi dan di iyakan sama Tasya

__ADS_1


" Kenapa sama Tasya?" tanya Zula yang langsung faham siapa yang nelfon


" Dia lagi isi, kembali pulang, udah jalan tapi kalau muncak kayaknya gak bisa, " jawab Ucup sambil mematikan panggilan Tasya


" Lha terus gimana? cuman kita berdua dong" tanya Zula lagi dan Ucup menaik turunkan alisnya


" Bahagia banget kayaknya loe ya cup pergi berdua saja sama gue, kayak orang pacaran aja ini nanti" ucap Zula melihat ekspresi Ucup


" Iya dong... Gue mau fokus senengin Elo, gue kan dulu gak jadi pacar elo, makanya sebelum gue nikah gue mau pacaran sama Elo" jawab Ucup bercanda dan Zula terawa


" Nanti tunangan Elo marah Cup" ucap Zula yanh sebenarnya mereka sama sama punya tunangan


" Tenang gue telfonkan dia ya, izin dulu sama dia" jawab Ucup kembali mengambil ponselnya


" Jangan dulu, nanti aja kalau kita di res area aja, loe lagi nyetir bahaya" jawab Zula gak mau ganggu kemudinya Ucup


" Apa Elo yang mau gantiin gue nyetir" ucap Ucup lagi


" Ogah " jawab Zula datar


" Mobil gue gak sama kayak mobil Elo ya Il?" ucap Ucup merendah


" Bukan gitu juga kali Cup, katamu tadi mau memanjakan gue, jadikan gue raru dong, sebelum loe memanjakan istri Elo" jawab Zula dan Kini gantian Ucup yang tertawa ngakak


" Tapi Loe pergi gini sama gue ayang loe ngamuk gak nanti?" tanya Ucup balik


" Hem... Di tuh luar biasa banget, gak pernah yang namanya marah sama gue, walaupun gue salah, dia tetap lembut memperlakukan gue sebaik mungkin, gak pernah marah sama sekali" jawab Zula memamerkan calon suaminya


" Gue beruntung dapat calon seperti dia, yang siap menunggu gue, sabar menghadapi gue , memanjakan gue, " jawab Zula lanjut cerita


" Bahkan loe tau cup, yang loe gue telfon setelah gue di lamar sama dia, gue tuh gak kasih jawaban kapan siap di nikahi, gue jawabnya justru sebaliknya, gue tanya balik dia mau gak nunggu gue sampai gue siap, jauh jauh lho cup, dari Swiss ke Turky, terus ke sini gak gue kasih kepastian kapan siapnya, gue udah 3 tahun lebih pacaran sama dia" jawab Zula cerita dan terharu dengan sikap Maulana


Maaf lur kemaren ceritanya mah kejar target, sesuai anggaran dari novel, kan mayan biar untuk ganti kouta, lha pas udah nulis cepet cepet ngejar target, sebelum jam 12 malam, jadi banyak yang typo, maaf ya, walaupun typo semoga kalian tetap faham apa maksudnya , karena author padet banget jadwalnya, ini juga di sempet sempetin, banget 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2