
Hingga akhirnya malam harinya El membawa mobil besar milik abah Uminya, mobil aplukat yang bisa muat siapa aja
Kini El sudah setay di bandara, sejak sebelum magrib, karena infonya landingnya sekitar magrib
Dan Saat adzam magrib El sholat terlebih dahulu hingga akhirnya tak sadar ternyata kakek dan omnya ikut sholat berjamaah dengannya
Cuman mereka ketinggalan 2 rokaat dari El, sampai El menoleh hendak berdiri dan
" Lho udah di sini?" kaget El saat melihat mereka
" Iya kami baru aja landing" jawab Rizqy santai
El bersalaman dan mencium tangan Rizqy dan juga kakeknya
" Gimana kung perjalanan lancar?" tanya El sama kakungnya
" Alhamdulillah.. Cuman agak rewel anak anak" jawab Kakungnya lagi
" Denger tuh Om, itu cuman beberapa jam, om pikir gimana nasibnya kalau beberapa hari" Ucap El menyalahkan Rizqy yang hanya nyengir
" Udah mana Uti sama Tante?" tanya El
" Ada di luar kami gantian tadi" jawab Rizqy dan El mengangguk kemudian keluar
El kini berjalan berdampingan dengan kakung dan juga omnya, untuk menghpiri neneknya dan juga tantenya
" Assalamualaikum..." Ucap El saat berjumpa dengan Uti dan juga tante serta sepupunya
" Waalaikumsalam..." Jawab Ulfa dan El bersalaman serta mencium neneknya, dan lanjut bergilir Pda tantenya
Anak pertama dan kedua Rizqy sedang asik bermain dan menunjuk nunjuk ke arah toko burger di sana
" Hallo boy...." ucap El mendekat ke arah mereka
" Babang..." Ucap salah satu dari mereka mengenal El
" Tos dulu dong..." Ucap El menadahkan tangannya dan kedua anak itu langsung bertos ria
" Boleh sana?" tanya bocah 3 tahun itu
" Boleh dong..." jawab El menggandeng merek berdua
" Bilang bunda dulu" Ucap El dan mereka mengangguk
El menuntun keduanya ke arah bundanya yang siap siap mau sholat
" Ini babynya Om?" Tanya Rizqy saat melihat baby Boy yang ada di gendongan Rizqy
Sedangkan kakak perempuannya alias anak ke 3 dari Rizqy di pangku kakungnya
__ADS_1
" Iya bang... Baby Boy ini bang, sama kayak abang Bibi" jawab Rizqy mewakili anaknya
" Haduh Bibi dah jadi boneka sama si Ula" jawab El sambil tepuk Jidat
" Unda Abang Sama kakak Boleh ke sana?" tanya anak kedua Rizqy
" Kemana?" tanya Luna lembut
" Sana, E tim" Jawabnya belum jelas
" Sama Aban El" tambahnya lagi karena masih di gandeng sama El
" Ya udah, baik baik ya sama Abang El" Ucap Bundanya lembut
" Okey.. " Ucap El kompak bareng kedua ponakan lucunya
" Kita tunggu sana Aja Om ,sama kakung, nanti ke sana aja ya Tan, Uti, biar enak duduknya" ajak El dan mereka menyetujui
Sampai akhirnya mereka semua kini berada di salah satu toko yang berada di sana, seperti yang anak Rizqy tunjuk tadi
Ke tuga lelaki itu momong sendiri sendiri, dan terlihat seperti sugar daddy yang menjadi idaman para wanita
Secara mereka memegang bocil sendiri sendiri, tanpa di dampingi sosok wanita di sana
" Tadi barang kami belum di mabil lho El" Ucap Rizqy bingung
" Udah aman, udah ada di mobil mungkin sekarang, El tadi udah bilang sama petugasnya" jawab El santai dan mulai mengajak ngobrol kedua sepupu kecilnya itu
Kedekatan El saat ini cukup membiatnya terhibur denga hatinya yang berantakan mungkin ke jombloannya akan terasa heppy lalau hari harinya dia seperti itu
Kini Neneknya ikut gabung juga setelah sholat magrib, sekalian El memesankan makanan untuk mereka sekalian
Awalnya menolak, tapi karena El yang sudah terlanjur dan akhirnya mereka semua makan, yang kedua kalinya setelah di pesawat tadi
Setelah makan, mengajak mereka ke mobil, dengan kedua bocil masih membawa burger king yang di belinya tadi
Beberapa kali Jihan sudah menelfon El saat di perjalanan mempertanyakan sudah sampai mana, karena sudah gak sabar ingin berkumpul dengan keluarganya apa lagi sama keponakannya yang seumuran dengan Baby Bibi
Sampai akhirnya mobil alpukat itu parkir kembali di lokasi biasanya, dan melewati beberapa kendaraan yang terparkir di sana
Karena tamu yang kembali berdatangan , silih berganti apa lagi kalau habis isya'
Biasanya kalau di jawa begitu, tamu lebaran gak habis habis
Zula dan Aliza langsung keluar saat mendengar mobil Abahnya masuk, secara paling besar sendiri dan terlihat gagah sendiri
" Lagi banyak tamu Abah El" Ucap Ulfa yang berada di belakang
" Ya begitu" jawab El sambil turun
__ADS_1
Beberapa santri yang masih di sana kemudian mendekat untuk mengambil barang barang mereka,
Dan El pun membantu menurunkannya
Mereka datang Jihan dan Zain pamit sebentar sama tamu tamunya untuk menemui Bapak Ibuk
" Assalamualaikum..." Ucap Hamdan dengan menggendong salah satu cucunya yang semuanya sudah tertidur
Bahkan ke empat nya semua gendong, karena pada tidur semuanya
" Waalaikumsalam..." Jawab mereka yang menyambut
" Wah... Gendong satu satu nih ceritanya" Ucap Zula sambil menunggu mereka yang makin dekat
" Mbah Kakung" Ucap Zula salaman dan di cium kakungnya dan bergantian dengan uti dan saudara lainnya
" Bapak" Ucap Jihan salaman dan juga memeluk dan mencium bapaknya, gak malu walaupun di hadapan para tamunya
" Ya Allah.. Bobok, bantuin kak, bawa ke kamar aja langsung" Ucap Jihan pada Zula
" Masuk masuk.... " Ucap Zain setelah salaman semuanya
Kalau Zain hanya bapak mertuanya saja yang di peluk, kalau Jihan semuanya apa lagi sama adek satu satunya
Dia gak kebayang betapa sedihnya dia kalau merasakan apa seperti yang suaminya rasakan beberapa saat lalu
" Adekku.. Sampe sini lagi" Ucap Jihan sambil memeluk dan menciumi adeknya beberapa kali, karena itu saudara satu satunya
Tahu pahit manisnya kehidupan mereka jadi kasih sayangnya sudah gak terukur lagi
" Bawa naik langsung, istirahat dulu, pasti capek, perjalanan jauh, " Ucap Jihan sangat perhatina dan mereka di bantu mbak santri dan kang santri untuk di anter ke atas
" Ini babynya... Masyaallah.... Kembaran Abang Bibi ini nanti, besok pake baju kembar kayak kembar pasti" gemas Jihan saat melihat anak terkecil dari adeknya itu
" Abang Bibi gemuk putih, kayak bule ke arab araban, lha ini wajah sumatra bude, kontras" jawab Luna bercanda
" Enggak ya nak, gak apa apa yang penting sehat, Udah bawa naik dulu ya, istirahat, " Ucap Jihan pada Luna yang mengangguk
Terkhir ada Ibunya tercinta yang setia hari selalu di telfon dan di hubungi, tiada hari tanpa memberi sapaan pada Ibu tercintanya
Walaupun begitu ketemu ibunya di hari lebaram Jihan kembali memeluk dan menangis, haduh memeng LDR darj orang tua tuh sesuatu banget, hanya melihat orang berpelukan dengan ibunya saja, spontanitas air mata langsung meleleh seketika
Itu lah, ikatan batin seoranh ibu dengan anaknya, saat lama tak berjumpa rindu melanda, saat jumpa, air mata seperti aliran sungai penuh haru
Begitu juga saat berpisah tanpa basa basi air mata mengalir dengan pelukan hangat yang seolah enggan untuk di lepas
Jadi semangat ya untuk para perantau, yang berjuang menjadi istri sholehah dan mengikut kemana suami kerja, yang rela jauh dari orang tua, kita senasib seperjuangan
#salam_perantau_Indonesia
__ADS_1