
Rasanya Zula sudah pengen emosi aja, dia halus ke Ryan ini sudah nurunin harga dirinya, eh malah di ledeki
Zula tarik nafas lebih dalam lagi, untuk memperpanjang ususnya agar lebih sabar
" Karena bapak sudah berbaik hati menolong saya, di saat saya udah mau pindah kerja sebagai tukang cuci piring, jadi saya baik baikin lah, mana tau kalau saya baik bapak gak mau nerima uang dari saya, kan lumayan" jawab Zula dengan ending yang tentunya bikin Ryan mengerutkan jidatnya
" Gue gak minta ganti" jawab Ryan datar
" Haa... Yang bener aja" ucap Zula menggoda Ryan
" Gue gak butuh uang yang cuman segitu" jawab Ryan lagi
" Oh... Okey, terimakasih pak Ryan yang terhormat, sering sering ya... nanti kita janjian makan biar gratis teruss..." ucap Zula sambil melenggang pergi dan hilang kesopanannya lagi
Ryan rasanya pengen murka lagi, baru aja melihat Zula yang sopan santun anggun, lembut lah.. di kasih gratisan malah makin songong,
" Ck.... Anak jaman sekarang ya" kesal Ryan sambil berdiri
" Loe tuh kalau kalem sopan makin cantik lho, ini bar bar keluar lagi keluar lagi" umpat Ryan makin kesal
Seharian Penuh Zula bekerja, bersama dengan Ryan, kekesalan dan sifat menjengkelkan dari keduanya pasti terjadi di jam jam atau ada kerjaan yang rumit, tapi pendapat mereka tidak bisa singkron dan saling bertolak belakang
Seperti saat ini, Zula dan Ryan berdebat masalah ide, padahal sebagai sekertaris Zula hanya melayani dan membantu Ryan, bukan mengajak debat
Ya Zula yang merasa sebagai pemilik perusahaan tentu gak terima, walaupun notabenya dia sebagai sekertatis, tapi untuk mengembangan kan harus ada ide yang cemerlang juga
" Tugas loe cuman sebagai sekertaris, bukan sebagai peneliti, ribet amat sih" ucap Ryan memprotes Zula
" Kalau gue, memberi contoh dan masukan yang lebih baik untuk perkembangan bisnis di perusahaan ini seharusnya elo juge bisa nempung, kalau perkembangan bagus kan yang untung elo juga, bonus banyak juga untuk elo juga, " jawab Zula gak mau kalah
" Eh dari dulu, otak loe tarok mana sih? dedel amat, pake metode yang saat ini berkembang, bukan yang jadul seperti loe buat, persaingan bisnis semakin ketat, kalau pemikiran elo cuman gini gini aja, yang ada perusahaan ini ketinggalan dengan perusahaan yang lain" tambah Zula mengeluarkan kemampuannya
" Jadi loe gak menghargai kinerja gue seharian?" ucap Ryan sudah mulai emosi
" Tau ah, susah berkerja sama dengan orang tua yang dedel dan kolot otaknya " ucap Zula jengkel
" Heh... Meeting tinggal besok, gak usah nambah kata kata yang bikin emosi ya" ucap Ryan menarik lengan Zula yang hendak pergi
__ADS_1
" Ya bapak besok tinggal ajukan aja semua proposal yang sama buat dan bapak buat, kenapa repot banget sih, takut kalau gak di respon idenya?" jawab Zula santai tapi menahan emosi
" Gila ya, udah di pakein bahasa non formal dan formal masih aja kayak ngajak perang" umpat Zula makin emosi di buat Ryan
" Iyq okey puas?" ucap Ryan sambil berdiri dan mendekatkan wajahnya pada Zula dengan muka kesalnya
" Dari tadi kek, buang buang waktu aja, kasian yang nunggu gue di bawah sampe jamuran tuh" jawab Zula melenggang pergi
" Terhitung lembur ya gue kali ini, lembut setengah jam, 1 juta" ucap Zula lagi sambi menunjukkan jari telunjuknya
" Assalamualaikum..." ucap Zula dan keluar
" Waalaikumsalam... Brak" jawab Ryan sambil menggebrak mejanya
" Sebenarnya ini dia yang egois apa gue yang terlalu ngalah sih" umpat Ryan seperginya Zula tadi
" Ah... Tau lah, lama lama rontok rambut gue kalau tiap hari berdebat dengan dia
Zula sudah bergegas dan berjalan keluar, karena El memang sudah menunggunya di parkiran paling pojok sesuai instruksi Zula
Sering kali pikiran gak jelas melinras di otak Ryan, tapi sekejap hilang terbawa api emosi yang membara gara gara Zula
" Sore pak, sudah selesai semuanya?" tanya Nadia penjaga resepsionis,
Karena dia juga tidak boleh pulang sebelum atasannya pulang juga
Ryan tidak menjawab dan malah mendekat padanya
" Kamu tau siapa Zula sebenarnya? di CV nya dia lulusan apa?" tanya Ryan karena penasaran banget
Berkali kali tender menang dengan ide yang Zula luncurkan, tapu baru kali ini dia kepikiran
" Kalau Di CV dia lulusan MA BNT pak, tapi menurut pengakuan beliau, beliau lulusan S2 Managemant bisnis di Swiss" jawab Nadia sesuai apa yang pernah Zula ceritakan kepadanya
" Terus mana ijazahnya yang itu kenapa pake ijazah MA" tanya Ryan lagi
" Karena ijazah beliau ketinggalan di Rumah Swiss pak" jawab Nadia lagi
__ADS_1
" Okey terimakasih" jawab Ryan dan Nadia mengangguk
Ryan kemudian Berjalan keluar dan mobilnya sudah terparkir di luar, dan dia melihat Zula yang masih berjalan jauh hingga masuk ke salah satu mobil mewah
" Apa dia anak orang berada ya, dan benar lulusan Swiss?" batin Ryan sambil melihat mobil yang Zula naiki keluar dari gerbang perusahaan
Untungnya Ryan tidak mengenali mobil itu adalah mobil El, dan langsung masuk ke mobilnya sendiri untuk segera pulang berendam biar fres pikirannya
Di dalam mobil Zula sudah kembali ceria karena ke marahannya hanya ada untuk Ryan, dan kali ini mereka mau ke rumah lama mereka yang ada tempat untuk belajar mobil yaitu di halaman lapangan komplek perumahan mereka
Kini Zula belajar dengan El dan dengan mudah Zula memahami trik triknya dan sudah lumayan bisa
" Nanti pulang loe yang bawa" ucap El
Karena yang mereka bawa mobil metik, dan cukup mudah di fahami bagi Zula
Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, mereka lanjut pulang tapi sebelumnya mereka mampir untuk sholat magrib di rumah ya dulu yang pastinya ada penjaganya juga di sana
"Tapi gue gak mau langsung minta belikan mobil deh bang" ucap zula sambil mengendarai mobilnya perlahan
" kenapa? abang aja langsung minta" jawab El santai
" Kan dirumah masih banyak mobil bang, untuk apa coba" ucap Zula sambil memerhatikan jalanan yang sudah cukup gelap
" Tapi kira kira loe pengen mobil apa?" tanya El lagi
" Gue seneng yang merk BMW, sport itu lho asyik kalau jalan sendirian " jawab Zula santai
" Iya lah, tapi kalau cewek tuh pantesnya yang honda lho," jawab El lagi
" kayak mana?" kepo Zula masih konsen dengan mobilnya
" Nih yang kayak gini" ucap El sambil menyodorkan ponselnya
Zula sampe terlupa, kalau sedang mengemudi ,
" Zula awas la..." ucap El mengagetkan Zula dan....
__ADS_1