Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Penghianat


__ADS_3

Akhirnya Zula dan Ryan sampai juga di gedung pertemuannya dengan patner kerja lainnya


Kini Zula dan Ryan sudah duduk di salah satu bangku untuk pertemuan para patnernya


Yang mana di sana juga sudah banyak para rekan kerja dari perusahaan lain dari berbagai negara


Sampai akhirnya kursi yang di sediakan semua penuh dan acara segera di mulai


Pertemuan hari ini jadwalnya lama banget, karena semua peserta harus persentase, dan semua harus memerhatikan, tidak boleh lengah kalau mau menang, dan mendapat kerja sama yang saling menguntungkan


Perdebatan usulan dan revisi itu pasti dan harus segera di perbarui


Ini baru kali pertama Zula mengikuti sesi ini, ada rasa bosen apa lagi ngantuk, itu selalu menyerangnya, tapi harus dia tahan,


Dan sesekali akan hilang di saat ada persentase dari rekan kerjanya yang cukup menarik


Dia belum kebagian persentase, tapi sudah beberapa kali melakukan pengajuan


Terkadang dia kena marah sama Ryan, dan di suruh diem aja untuk mendengarkan


Tapi bukan Zula namanya kalau sedang greget langsung gas poll


" Huh.... Giliran gue kapan?" gemes Zula yang belum ada panggilan


" Masih besok Zula, ini udah jam 5 sore, bentar lagi pulang" jawab Ryan yang sudah faham


" Bosen" jawab Zula pas saat MC nya, berdiri dan mengakhiri acara pertemuan pada hari ini


_____________


Tak terasa sudah 3 hari Zula di Turky, dan kerjaannya sudah selesai dan pagi ini adalah penutupan,


Pagi sekali, dan untuk kerjaan hari ini, kontrak kerja samanya sudah di tanda tangani, apa lagi dengan perusahaan Maulana yang makin panjang waktunya,


Zula mengiyakan dengan mudah karena dia tau itu perusahaan Ayah dari Maulana, dan mungkin setelah dia menikah sama Maulana dia yang akan menjadi penerusnya


Setelah selesai, mereka keluar dan istirahat di lobi

__ADS_1


" Pak Ryan, mau langsung pulang ke Indonesia?" tanya Zula karena merasa kerjaannya selesai


" Lha mau kemana lagi?" tanya Balik Ryan


" Jalan jalan lah, oh ya... Hari ini tuh ulang tahun Maulana, habis ini temani gue beli hadiah ya, gue mau kasih kejutan pada Maulana" ucap Zula sangat semangat


Zula berencana mau memberi kejutan di hari ulang tahun Maulana, dengan memberikan hadiah termahal,


Karena Apa, selama dia pacaran sama Maulana, gak pernah Maulana memberikan hadiah yang murah , dan pastinya barang brand semua,


Apa lagi kemaren pas Ulang tahun Zula, Maulana dan keluarga memberi kado yang luar biasa, dengan melamar dan memberi cincin yang simple tapi mahal


Dan Gantian sesuai yang Zula harapkan, walaupun Zula belum berkata sama Zain maupun Jihan, tapi Zula sudah ada rencana untuk bilang sama Maulana, kalau dia siap di nikahi dalam tahun tahun ini


" Emang loe tahu di mana dia? Nanti gue cek di mana lokasi dia, ponsel gue terhubung, aman, " jawab Zula santai


" Ogah lah kalau gue cuman jadi obat nyamuk, " jawab Ryan sengaja


Ryan tentu akan menjaga dan menemani Zula kemanapun dia pergi sekalipun jadi obat nyamuk,


" Ya udah kalau gak mau, gue bisa pergi sendiri kok" jawab Zula santai


" Eh.... Iya gue temeni, ilang lagi gue di gorok sama bapak Elo" jawab Ryan tentu tanggung jawab


Di salah satu gedung yang sudah di sewa oleh keluarga Maulana dan Juga Aufi, untuk melangsungkan acara ijab qobul dan resepsi


Dan Sedari semalam bahkan 3 hari ini Mulana sama sekali gak ada harapan hidup, dia sangat lemah, makan aja gak nafsu


Dan saat ini dia sudah bersanding dengan teman kecilnya yang akan menjadi istrinya


Ancaman 1 hari sebelum hari H, Kakek dan Nenek Maulana sudah hendak terjun dari lantai 32 , karena Maulana yang selalu melawan dan ingin mempertahankan hubungannya dengan Zula


Tapi semua itu nihil, karena Bagaimanapun, sebagai Anak, ayah Maulana juga gak sanggup dan pasti lebih memilih orang tuanya, yaitu kakek dan neneknya Maulana


Dan ini detik terakhir Maulana resmi akan melepas masa lajangnya, dan aka menorehkan luka pada hati calon istri yang sudah di lamarnya


3 hari di rumah, bahkan tidak di beri kesempatan untuk keluar rumah, ponsel di minta, kunci motor maupun mobil juga di sita, sampai gak bisa kemana mana, bukan hanya Maulana saja, tapijuga kedua orang tuanya juga

__ADS_1


Dengan hati sakit dan air mata yang mengalir Maulana akhirnya menjawab ijab qobul dari ayah Aufi


Sampai akhirnya terdengar kata " SAH" dari lisan para saksi


Maulana seolah gak punya daya, lemes banget badannya kayak tak bertulang , bayangan tangisan Zula ada di pelupuk mata, karena dia merasa sudah menghianati cinta Zula, dan justru punya tanggung jawab pada wanita lain yang tidak di harapkan sama sekali


Di salah satu pusat perbelanjaan Zula, sedang memilihkan salah satu jam tangan yang harganya seharga mobil Juzz


Ya jatah bulanan dan gaji bulanan Zula cukup lah, untuk belikan hadiah untuk calon suaminya itu


Setelah mendapatkan hadiah, Zula dan Ryan mampir ke salah satu trmpat makan untuk makan siang


" Terus mau loe anter kapan?" tanya Ryan


" Nanti malam dong, bentar gue cek dulu ya posisi dia di mana" Ucap Zula lagi


Dan Zula sudah mendeteksi di mana posisi Maulana saat ini, yaitu di salah satu hotel XZ, tempat Maulana resepsi dan akad nikah pagi tadi


" Nah.. Ni di hotel XZ, ini pasti sedang pre pare perayaan ulang tahunnya, dia kan anak tunggal, seneng kali kalau lagi bikin syukuran" ucap Zula mala bercerita


Karena kebetulan, ponsel Maulana masih aktif dan di bawa oleh asisten kakeknya yang ada di sana juga


Tentu Zula dengan mudab bisa mengecek di mana keberadaan Maulana saat ini


" Loe selain beri Maulana jam mau kasih kejutan apa lagi?" tanya Ryan kepo


" Gue rencana mau kasih dia jawaban, Gue siap nikah, soalnya pas tunangan gue belum siap, jadi rencana itu kejutan san jawaban yang di tanyakan setiap hari" jawab Zula sangat gembira sekali


" Loe kalau sudah nikah mau tinggal di mana La?" tanya Ryan lagi


" Ya belum tau, bisa jadi ikut suami, bisa jadi di Indonesia aja" jawab Zula seolah tanpa ada rasa apapub dan tanda tanda apapun


" Gue kalah dong sama Elo la, Gue juga mau cari lah" jawab Ryan dan Zula justru tertawa


Di malam harinya, Zula dan Ryan sudah sewa mobil, secara Ryan kan juga kenal Maulana, dia mau ikut menghadiri ulang tahun Maulana juga


Mereka hendak bertolak ke hotel XZ, di mana tempat Maulana melangsungkan resepsi pernikahannya dengan Aufi

__ADS_1


__ADS_2