Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Tidak lagi percaya


__ADS_3

Kini Ryan sudah di salah satu tempat yang Ryan janjikan pada Maul,


Setelah semua selesai Ryan mengabari Maul kalau mau berjumpa dan ada yang di obrolkan mereka


Ryan langsung masuk dan berjalan menghampiri Maul yang sudah menunggunya di sana


" Assalamualaikum..." ucap Ryan pada Maul


" Waalaikumsalam.." jawab Ryan dan bersalaman dengan Maul


Ryan duduk di hadapan Maul yang sendirian di sana, tanpa membawa istri maupun keluarganya


" Mau pesen minum dulu?" tanya Maul basa basi


" Boleh" jawab Ryan dan Maul memanggil pelayan


Kini mereka mulai ngobrol basa basi dan sampai akhirnya di obrolan yang penting


" Zula gimana?" tanya Maul pada Ryan


" Ya seperti yang elo lihat tadi pagi" jawab Ryan santai


" Dia belum menemukan pengganti?" tanya Maul lagi dan Ryan tersenyum sinis


Ryan memajukan tubuhnya labih dekat dengan Maul


" Mudah sepertinya ya kata seperti itu, melihat Elo aja dia sudah hilang kendali, apa lagi untuk mendapatkan ganti, " jawab Ryan sinis


Maul terdiam, tanpa menjawab apapun, mendengar jawaban Ryan sepertinya dia salah bertanya


Maul gak tau tadi mau mulai ngomong dari mana, karena dia menghadapi Ryan cukup Gugup, karena bukan hanya kedua abangnya dan Abahnya yang garang sekarang ada sosok Ryan yang selalu menjadi tameng untuk Zula juga

__ADS_1


" Gue bingung mau tanya dari mana, sorry kalau pwrtanyaan gue salah" Ucap Maul mulai menutup mukanya dengan kedua tangannya


Ryan melihat Maul juga kasian, dan bahkan gak tega, dia juga tau cerita tentang terjadinya perjodohan Maul, tapi dia tetap menyalahkan Maul yang sama sekali gak bisa berkorban demi Zula


" Gue gak tau harus gimana, gue sebenarnya sudah hilang akal gimana gue bisa minta maaf sama Zula, gue bisa di maafkan Zula, gue tau gue salah, gue sadar bukan cowok yang rela berkorban demi wanita yang gue cintai," Ucap Maul kembali dengan tangisannya


" Nah tuh sadar, kenapa Loe gak nekat dulu kalau memang Elo sayang sama Zula? " tanya Ryan pada Maul


" Keluarga" Ucap Maul singkat


" Okey.. Logis, cuman sayang bukan itu yang di mau Zula" jawab Ryan dan Maul kembali terdiam


" Loe bisa menjawab ijab qobul dengan lancar, tanpa ada bayangan wanita yang loe cintai, loe selalu memberikan Zula yang terbaik, dan bahkan seperti yang Zula ceritakan, Elo gak pernah berantem dengan Zula, dan itu yang membuat Zula makin sakit karena dia merasa di PHPin" ungkap Ryan


" Zula seolah sakit banget dan bahkan kesakitan, Elo tau apa yang di alaminya saat dia bertemu elo, ataupun terbayang Elo? Hanya tangisan rasa sakit karena ingat penghianatan Elo" Tambah Ryan lagi


" Sekarang dia berfikir kalau Elo dengan mudah melupakan Zula, bahkan dengan mudah lupa kenangan 4 tahun lamanya setelah mengganti buku baru" ucap Ryan lagi


" Gue masih sayang sama dia, gue juga susah melupakan dia" Bantah Maul


" Kalau Loe berkata 1 juta kali seperti itu sekalipun pada Zula, dia juga gak akan percaya, " tambah Ryan sambil menyerutup kopinya


" Kata cinta dan sayang itu dari hati, bukan hanya lisan saja, itu mudah, dan cepet luntur, " tambah Ryan makin santai


" Kalau Elo sayang dan cinta sama Zula, apa kabar dengan hubungan Elo sama istri Elo? " tanya Ryan lagi dan Maul masih bungkam


" Fine apa zonk?? Apa mau dua duanya? Serakah banget sih loe " Ucap Ryan lagi sambil memandang sinis Maul


" Melihat Elo yang bersujud dan meminta maaf pada Zula saat di Australi, dengan Elo yang tidak melepas sama sekali tangan istri Elo, itu sudah membuat Zula sama sekali tidak percaya sama elo,, karena Elo bohong besar, dan apa kabar Zula saat melihat istri elo yang sudah hamil? " tambah Ryan lagi


" Denger baik baik Maul, Gue sebelumnya kagum sama Elo, saat Nama Elo selalu di bangga banggakan sama sosok Nazula, " Ucap Ryan lagi

__ADS_1


" Siapa sih yang gak kagum dengan seorang Nazula, siapa sih yang gak bangga dengan seorang Nazula, dan sosok cantik, manis, cerdas, cekatan, alamah, pokoknya luar biasa, dan sosok Elo yang selalu di banggakan olehnya, cuman Gue tau Zula itu sulit kalau suruh romantis, dia anaknya simple dan gak suka alay, walaupun dia sosok bar bar, " tambah Ryan lagi dan Maul mendengarkan dengan seksama


" Tapi begitu mudah elo menyakitinya dan menghianatinya, kalau Elo tau, Zula itu seperti orang depresi saat melihat Elo, tangisannya sulit untuk berhenti, dan sampai saat ini seperti yang loe lihat pagi tadi, dan Elo dengan Mudah menaburkan benih di istri Elo yang ngakunya Elo gak cinta?? Omong kosong!!" ungkap Ryan seolah memberi skak pada Maul


Maul makin menangis mendengar itu semua dan gak bisa kembali berkata kata lagi


" Saya kira ucapanku sudah jelas, pergi jauh dari kehidupan Zula, dan putusan kerja sama adalah solusinya, gue permisi dulu, " Ucap Ryan yang enggan lama lama


" Assalamualaikum.." ucap Maul sambil menaruh uang di bawah gelas kopinya


" Waalaikumsalam..." jawab Maul masih termenung sendiri


Maulana masih merenungi dirinya sendiri yang memang begitu jahat pada Zula, dia sendiri yang menyakiti hati Zula, dia sendiri yang menghancurkan perasaan Zula


Dia sadar dia bohong, tapi dua sendiri bingung ada apa dengan dirinya, kenapa dia? dan dengan mudah bisa jatuh cinta dengan sosok Aufi hingga terdapat jabang bayi di dalam rahim istrinya


" Gue terlalu terpengaruh oleh n*****u" lirihnya dan lanjut meminum dan mulai frustasi


Ryan kini sudah kembali ke hotelnya, untuk beristirahat, karena mau ke kamar Zula takutnya mengganggu Zula yang sudah beristirahat, padahal Zula masih mengerjakan proposalnya


Dan Zula sudah menghubungi Abahnya untuk segera menelfon temannya yang siap di ajak kerjasama dengan Perusahaannya


Ya karena semua yang Ryan korbankan untuk Zula, Zula juga akan membalas dengan kebaikan juga


Seminggu lebih akhirnya kemudian....


Dan mereka menambah jadwalnya karena harus ngurus kontrak kerjasama dengan PT baru sebagai pengganti dengan PT Lana


Kini mereka sudah waktunya pulang H-1 di hari pernikahan El, ya genap Sebulan mereka di Turky


Dengan colega baru Zula tak lagi mikirin Maul, dan mencoba Move on sampe tuntas

__ADS_1


Dan pesawat mereka kini mendarat di bandar udara setempat, dan Zula pulang di antar Ryan dengan mobil yang mungkin hari ini dan besok adalah hari terakhir Ryan bawa, karena sesuai perjanjiannya dengan Irfan kalau mobil Ryan akan di kasihkan yang beli setelah acara dari El


Ya semua aset Ryan tentu ada di tangan Abah Zain, dan saat ini Ryan sama sekali tidak punya apa apa, bahkan masih berhutang dengan uang perusahaan, yang akan di potong dari gajinya perbulan serta bonusnya untuk menyicilnya


__ADS_2