
Tak lama kemudian Setelah Jihan menonyor kepala Al, Zain keluar karena istrinya belum ada di sampingnya juga
" Bah nih bah... Lihat Al bah" ucap Jihan muali mengadu pada Zain
" Kenapa Mi?" tanya Zain sambil menguap
" Udah tau kamarnya di tempati orang, bukannya cari kamar kosong istrinya di biarkan tidur dan malah di ajak tidur di sofa, gak jelas ini" ucap Jihan mengadu apa yang sebenarnya terjadi
" Emang kamar penuh?" tanya Zain balik dan semakin mendekat pada Al dan Aliza
Aliza kembali bangkit dari tidurnya karena gak enak sama mertuanya
" Bener Al?" tanya Zain lagi dan Al terdiam
" Diam aja? " tanya Zain melihat Jihan
" Ya diam, karena memang benar" jawab Jihan kembali ngomel
" Kamu gak punya uang apa gimana Al? Apq gak tau cara membahagiakan istri?" tanya Zain mulai memancing Al
" Apaan sih bah?" tanya Al mengelak
" Apaan apaan, istrimu hamil Al" jawab Zain ikut emosi
" Iya tau, lagian Kami yang gak kebagian kamar kalian yang marah sih, Al seharusnya yang marah, malam ini libur jatah" bantah Al heran sama orang tuanya
" Jatah mulu di pikiranmu" kesal Zain dan mengelus kepala Putranya
Kalau Zain gak sekasar Jihan, gak pernah Zain sampe menonyor apa lagi memukul anak anaknya
Seperti saat ini justru di dekati dan di elus lembut
Kalau Jihan kadung kesal ya Jiwa mak maknya keluar seperti singa yang pengen nelen anaknya
" Uang dari sekolahan belum cair?" tanya Zain lembut
" Udah, tapi apa hubungannya" tanya Al lagi masih belum peka
" Sayang ya di pake nyenengin Istri?" tanya Zain lagi bahkan dengan ebut dan menyindir
Jihan cekikikan, dan geleng geleng kepala sama tingkah anaknya yang sama seperti dirinya dan abahnya dulu waktu masih muda, kurang peka
__ADS_1
Jihan waktu sekolah dulu gak peka saat Zain mulai suka padanya, karena berlebihan rasa cueknya
Bahkan Jihan sampe lupa akan perutnya yang lapar dan niatnya yang mau cari makanan
" Apaan sih, ya enggak dong Bah, istri patut di bahagiakan" jawab Al masih belum peka
Akiza dan Jihan kompak tepuk Jidat karena kenapa Al saat ini, terlihat oleng banget di mata mereka
Padahal kalau masalah kerjaan di kampus di sekolah dan beberapa kampus gabungan yang mengajak Zain kerja sama dulu, yang kini di teruskan oleh nya, dia baik baik saja bahkan sat set, dan soal perasaan haduh lola banget
" Kalau punya uang, gak dapat tempat untuk tidur dan dapat jatah, bilang sama Aliza kayak gini, Abah ajarin " Ucap Zain sengaja membuat Al yang lagi oleng makin oleng
" Sayang... Yuk ke hotel aja, biar nyenyak boboknya, dan nyaman jatah Mas" ucap Zain mengajari Al dan Jihan tawanya makin meledak
Al langsung menoleh pada Aliza yang tersenyum malu, karena ucapan Abah mertuanya
"Begitu maunya sayang?" ucap Al masih bertanya
" Haduh Capek deh... Sabar ya kak" ucap Jihan yang memilih untuk berdiri dan meninggalkan mereka
Begitu juga dengan Zain yang mengikuti Jihan sambil tertawa ngakak
" Tauh Ah bang.. Terserah adek nguantuk dan capek poll" jawab Aliza dan membaringkan lagi tubuhnya di sofa dan berselimut serta merangkul guling yang di ambilkan oleh mbaknya
Kembali ke rumah sakit....
Kalau sudah sift malam, itu artinya semua petugas tidak boleh tidur dong, kan waktunya bekerja,
Seperti Heny saat ini, dia masih di tempat yang sama dan sendirian tentunya, karena El masih di dalam ruangan Abah Hasan ngobrol dengan Fani dan juga Hamzah
Waktu menunjukkan jam 11 malam, dan mereka mulai ngantuk, Hamzah dan Fani di persilahkan El untuk ber istirahat, dan El kembali keluar
Iya aja dia di dalam melek sendiri sambil nungguin pakde dan budenya tidur
Dia yang berjaga gantian dengan Uminya juga tidak boleh tidur ya gaes, harus menahan kantuk, secara mereka menjadi contoh dan teladan untuk karyawan lainnya
" Lho udah kembali?" tanya El saat meluhat Heny sedang duduk sendiri dan memainkan ponselnya
" Eh .. Iya "jawab Heny kaget dan kembali memasukkan ponselnya ke sakunya
" Maaf dok" ucap Heny gak enak main hp tapi ketahuan bosnya
__ADS_1
" Gak apa apa, santai aja kali," jawab El lagi dan kini mengambil bangku dan duduk di depan Heny
Heny makin salah tingkah dong, El yang lebih dari 5 tahun, yang lalu, terakhir duduk di hadapannya dan akhirnya di putuskan
Dulu pas di sekolah Nu, El selalu di sebelah tapi sambil memandangi Heny, dan jarnag banget di hadapannya
Sekali di hadapannya langsung di putuskan gara gara lagi dekat dengan Zula dulu
" Maaf dokter, hem..." ucap Heny ragu
Heny mau mengatakan yang sebenarnya juga gak enak, mengingat dia bukan siapa siapanya El lagi, dan walaupun trauma apa gan nyaman mau protes juga gak enak, apa lagi sekarang mereka bukan siapa siapa lagi
" Kenapa?" tanya El lagi
" Hem... Gak jadi" jawab Heny nyengir
" okey.." jawab El singkat dan Heny rasanya gak nyaman banget
" Hem... Kapan terakhir koas?" tanya El lagi
" Kapan ya, kan 2 tahun ya, berarti eh.. Masyaallah... Gak terasa" jawab Heny sambil melihat kalender di ponselnya yang sudah di tandai berakhirnya koas
" Kenapa? Kok kaget gitu?" tanya El lagi
" Gue kurang 2 minggu lagi dokter, udah selesai kontrak koas gue di sini" jawab El lagi
" Cepet banget.." keluh El
" Lama kali, orang udah 2 tahun, apa lagi coba, dulu elo koas berapa lama?" tanya Heny cerewet untuk menetralkan rasa gak nyamannya El duduk di hadapannya
" Gue gak pake koas" jawab El santai
" Kok gitu, ambil jurusannya paket yang langsung praktek yaz materi sekali semester?" tanya Heny lagi dan El mengangguk
" Cepet gitu kali, kok loe gak mau ambil begitu aja, kan bisa langsung kerja" jawab El bertanya balik
" Haduh... Gimana ya, jelasinnya, mana alasannya tentang dia lagi, kan gue gak bisa mikir berat selama di putusin dia, kalau alannya lain bohong lagi" batin Heny yang gak bisa mengungkapkan, terlihat kalau belum move on nantinya
" Hay... Diem aja, kenapa?" tanya El lembut mengingatkan saat masih bersama dulu, dengan cara bicara El yang lembut dan perhatian serta gombal mukio
" Haduh kan... Gue makin sulit nih mau jawab, Plis pak dokter tampan, jangan buat gue makin gak bisa move on sama elo," batin Heny lagi malah makin gagal fokus
__ADS_1
" Mana deket kali lagi mukanya, tambah brewok, makin ganteng lagi, haduh bunda.... Anakmu gak bisa tidur nanti pagi" batin Heny makin lupa dengan Pertanyaan El
" Hem.... Gimana gimana?" tanya Heny tersadar dari lamunannya