
El sontak kaget dengan kedatangan heny yang tiba tiba, apa lagi datangnya sambil menangis seperti itu
El selama ini berusaha melupakan Heny, dan berusaha menjauh dari Heny,
Sudah hampir 4 Bulan, dan dia sudah tenang walaupun hatinya masih gelisah memikirkan Heny yang terlihat jelas menolak perjodohan
Dan kini Ke khawatirannya terlihat jelas di depan Mata Heny yang datang dengan tangis air matanya
Heny gak menunggu di persilahkan dulu oleh El dan langsug duduk di lursi di hadapan El dan langsung menaruh kepalanya di meja kerja El dengan Tangisan yang makin terdengar jelas
Jantung El makin berebar kencang, dia gak tau apa yang harus di lakukan , dan pelan pelan dia berdiri dan pindah ke kursi sebelah Zula
El bingung mau mendekat tapi sudah punya orang lain, kalau tidak mendekat dan memegang dia makin gak enak juga
Karena ini di ruangan El sendiri, perlahan El mengelus pundak Heny dengan begitu lembut dan Hati hati
" Kenapa? Ada Apa?" tanya El pelan
" Hiks... Hiks... Huuu.... Huuu" Tangisan Heny makin terdengar jelas banget
Tapi Heny mengangkat kepalanya perlahan
Tangisa Heny makin membuat El gak tega saat El langsung menatap wajah cantik gadis yang dia sayangi, bahkan sampai saat ini dia gak memungkiri dia masih sayang sama Heny dan sangat sayang
Dengan adanya perjodohan Heny dengan pak Lurah bukan membuat dirinya ingin segera mencari pengganti Heny, tapi justru membuat dia makin Khawatir dengan keadaan Heny yang belum menerima perjodohannya
Heny masih menatap El dengan tangisannya
" Kenapa?" tanya El lembut dengan meraih tangan Heny lembut
__ADS_1
Sama sekali Heny tidak langsung menjawab dan masih sesenggukan dengan berusaha untuk menghentikan tangisannya
" Aku... Hiks.. Hiks.. Tau, Hiks.. Hiks... Kalau aku salah, " Ucap Heny dengan sesenggukan
" Aku Gak pernah Hiks... Hiks.. Mau ini terjadi..Hiks.. Hiks.." tambah Heny terlihat kalau sudah menangis lama
El makin gak tega, El mengambil air di merjanya dan meminta Heny untuk segera meminumnya
Heny menerima dan meminumnya dengan pelan pelan
" Tenangkan dulu, pelan pelan, aku di sini gak kemana mana" Ucap El menenangkan Heny dan Heny menurut dengan baik
Setelah agak longgar dan lega serta hilang sesenggukan yang tinggal kecil Heny kembali menatap El lagi dan kini dia yang nekat menggenggam tangan El dengan kuat
El terus menatapnya dengan lekat, dia tau Heny saat ini sangat terpukul dan ada seseuatu yang sangat mengganggu hidupnya
" Aku tau, aku salah, tapi aku gak mau seperti ini El" ucap Heny dengan tetesan air mata
" Aku tau El, aku sudah menyakiti hatimu, aku tau kamu sudah memutuskan hubungan kita, dan kita tidak ada hubungan apa apa saat ini, tapi gak seharusnya kamu lepas El, kamu blok nomerku, dan kamu tidak pernah chat aku sama sekali" Tambah Heny seolah protes pada El yang mana dia sendiri dulu tau kalau El punya tuangan tapi dia tetap slow
" Ini Bukan kemauan gue El, ini bukan keinginan gue menyakiti hati Elo, tapi gue yang sebagai mantan Elo, gue masih sayang sama Elo, gue gak bisa elo giniin, " tambah Heny sudah mulai berubah dan Emosi
Secara El yang selama ini mengabaikan Heny, ya bukan berarti mengabaikan, melainkan El menjaga aja, agar tidak di pikir oleh orange menganggu hubungan orang lain
Dia takut di kira sebagai perusuh dan dan melah menghancurkan hubungan orang lain
" Gue terpukul El, Gue sakit dengan perlakuan Elo ke gue, gue tau Gue mantan, gue faham itu El, tapi Mantan apa sehina itu, mantan gak boleh lanjut persaudaraan, Gue butuh suport dari Elo El, gue butuh dukungan dan semangat dari Elo, tapi karena Gue mantan dan hanya bisa di buang pada tempatnya" Tambah Heny mengungkapkan rasa hatinya
Heny melupakan perasaannya yang sangat sakit banget yang sangat sesak, saat El sama sekali tidak menghubunginya, dan akhirnya di blokir nomernya
__ADS_1
Awalny Heny tetap sabar dan bertahan, tapi lama kelamaan dia gak ada semangat hidup dan mau tau penjelasannya langsung pada El
Dengan ucapan Heny barusan El tau, dia salah, Dia makin merasa gak enak dengan Heny, mungkin dengan sikapnya yang menghilang Bukan membuat Heny bisa melupakan dirinya, tapi justru sebaliknya
El menutup pintu ruangannya secara otomatis, dan menguncinya kemudian berdiri di samping Heny dan memeluknya
" Maaf... Gue minta maaf, Gue gak tau kalau sikap gue justru membuat Elo sepeeti ini, " Ucap El sambil mengelus kepala Heny
" Gue setiap hari seperti orang gila, yang hanya menangisi sosok lekaki yang udah menjadi Mantan gue" jawab Heny lagi menekankan kata mantan
El langsung berpindah posisi dan berjongkok di hadapan Heny
" Gue begitu bukan berarti gue nganggap loe mantan, yang di tempatkan di tempat sampah Hen, Percaya, sampai saat ini gue sangat khawatir sama Elo, Gue mau menghubungi loe, gue takut kehadiran gue dalam diri elo, membuat hubungan elo sama tunangan elo berantakan, bukan hanya tunangan elo, tapi keluarga elo, gue berusaha meyakinkan diri gue sendiri kalau elo itu baik baik saja Hen, gue sangat khawatir sebenarnya" Ucap El tenang dan serius untuk menyakinkan Heny
" Selain itu gue tau, loe sedang sibuk nyusun skripsi, gue ingin banget, mendapat chat, dan pengen mengirim chat langsung, tapi gue sadar, gue masih berfikir apa ini nanti akan mengganggu gak? Beresiko gak?" tambah El lagi dengan begitu lembut
" Gue meyakinkan diri gue sendiri, kalau loe jodohku Allah Akan mempertemukan kembali, gue hanya bisa pasrah Heny" Ucap El lagi dan tak terasa air
" Gue sayang sama Elo, Hen, gue masih cinta sama Elo, gue sakit hati kalau loe bilang kita ini mantan, gak elo bukan mantan gue, kalau memang kita gak berjodoh, Elo akan jadi adek gue, bukan mantan gue" Ucap El menundukkan kepalanya
Seorang pimpinan rhmah sakit besar menangis di hadapan seorang wanita yang di cintainya
Mungkin saat di hadapan banyak karyawannya akan menjadi hal yang sangat menurunkan wibawanya
Untung Heny langsung ke ruangan El, dan untung tadi dia gak ada yang melihat, jadi keberadaan mereka masih aman dari kata malu apa lagi turun drajat
" Semangat... Ayo bangkit, jangan seperti ini, gue gak bisa," Ucap El lagi menyemangati Heny
" Ada Dosen pembimbing yang menunggu hasil skripsimu" Ucap El lagi menyemangati Heny
__ADS_1
" Gue gak peduli masalah skripsi" jawab Heny cepat dan El sangat kaget