Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Dompleng


__ADS_3

" Huh...... " Ucap Zain menghembus nafas kasar


" Abah entah apa ya La, Mi, dari dulu Umi gak mau menganggap Abah sebagai suami saat di luar, sekarang gantian Ula yang gak mau menganggap Abah" ucap Zain seolah tersakiti karena gak di anaggap ayah maupun suami


" Ya.. Resiko punya nama besar" jawab Jihan santai


" Betul tuh Bah, kami tuh wanita yang paling banyak haters, jadi dengan Bawa nama Abah makin tambah Banyak hatersnya" jawab Zula dan membuat mereka semua tertawa dan lanjut ngobrol


Setelah lama ngobrol dan bermain, satu persatu pada pamit dan kembali ke aktifitas masing masing,


Seperti saat ini El sudah siap hendak berangkat ke Rumah sakit


Dan Kali ini El bukan berngkat sendiri, melainkan dia sudah janji akan menjemput Heny ke Kos kosannya


Ya Heny ngekos di salah satu kos kosan khusus putri, dulunya di mondok tapo semenjak koas dia gak bisa bebas keluar kalau sift malam dan jadinga ngekos lagi


Kini mobil El sudah menunggu Di gang yang Heny bertahukan sebelumnya, dan tak lama Heny keluar setelah El mengirim pesan untuknya


Tapi sebelum berangkat ke Rumah sakit, El tidak langsung berangkat dan justru mengajak Heny untuk makan terlebih dahulu


" Kita makan dulu ya" ucap El sambil fokus pada setir mobilnya yang sedang mengantri dan berada di tengah kemacetan itu


" Makan di mana?" tanya Heny yang memang belum sempat makan sama sekali


Bahkan yang biasanya bawa bekal kali ini tidak bawa karena dia bangunnya ke siangan, di tambah dirinya yang sedang berhalangan tidak sholat


" Maunya di mana? Gak bawa bekal kan?" tanya El balik


" Enggak... Gue bangunnya baru aja pas loe telfon tadi" jawab Heny terkikik santai


Semenjak kejadian semalam, mereka makin santai dan akrab, El mengikyti permintaan Heny yang tidak bertingkah kaku padanya dan makin santai seperti saat ini


" Masak? Dari pagi tadi?" tanya El dan Heny mengangguk


" Betah ya.... Gue aja gak bisa tidur di rumah" jawab El yang hanya tidur dari jam 6 sampai jam 8 pagi dan lanjut jam 11 sampai setengah 2 siang, gak sepanjang Tidurnya Heny


" Ya sendirian kan, anak kos lain pada sekolah, kuliah, jadi sepi nyenyak dong" jawab Heny santai


" Pasti dirumah Elo rame banget kan? Secara keluarga besar" jawab Heny dan El hanya tersenyum karen sedang fokus mau markirkan mobilnya di salah satu tempat makan lesehan


Ya El sengaja belok bukan ke rumah makannya sendiri, melainkan ke rumah makan saung bakaran, dengan tempat lesehan


" Turun dulu yuk" ajak El sambil membuka seat beltnya

__ADS_1


Heny tersenyum dan ikut membuka seat beltnya dan membuka pintu bareng dengan El


Mereka turun dan berjalan beriringan untuk masuk ke rumah makan tersebut


Sesampainya di sana, El memilih tempat duduk paling belakang dan pojok


Setelah melihat menu dan El memesan salah satu menu bebek bekar kesuakaannya, dan Heny pun ikut memesak dengan menu yang sama


Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka lanjut ngobrol dan bercanda bersama


" Loe gak keberatan kan, kalau selalu gue sering ngajak loe ngobrol apa jalan bareng seperti ini, ?" tanya El tiba tiba pada Heny


" Emang loe mau jalan dan sering ngajak jalan sama gue?" tanya Heny balik


" Kalau loe gak keberatan gimana?" tanya El lagi


" Tujuannya?" tany Heny membuat El salah tingkah


Tapi bukan El namanya yang hidupnya penuh gengsi, dan tidak terus terang apa adanya


Memang berbeda banget dengan Al, yang hidupnya terkadang penuh gengsi demi image


" Seorang pimpinan di runah sakit besar lho, masak mau jalan sama mahasiswi seperti gue" tambah Heny lagi


" Enggak pantes di lihat bawahan lainnya" jawab Heny merendah


" Katamu suruh melupakan Mantan, biar cepet lupa mantan harus jalan dan akrab gak sama mantan?" tanya El dan Heny tertawa


" Ya udah... Okey lah, santai aja, sesekali dapat makan gratis, loe kan yang traktir makan" ucap Heny santai dan bukan berarti memanfaatkan karena dia buka tiper cewek matre, tapi untuk gurauan santai aja


" Boleh, setiap hari juga gak ngurangi uang gue kok" jawab El santai


" Kamu gak lupa kan gue atasan dan juga Sultan" jawab El dan membuat Heny tertawa


" Terakhir gue bilang gitu loe marah, " Elak Heny setelah selesai tertawa


" Gue udah menerima kenyataan Hen,kalau gue memang anak sultan" jawab El dan Heny tertawa lagi


Tak lama pesanan mereka datang dan mereka berdoa kemudian lanjut makan sambil ngobrol sana sani


" Oh ya, udah lihat kabar tentang haflah di pondok belum?" tanya Heny dalam obrolannya


" Haflah pondok? Kapan? kangen gue" jawab El

__ADS_1


" Iya... Tapi bulan depan, belum tau kabarnya?" tanya Heny lagi dan El menggeleng


" Gak ada yang masukin gue ke Grub, gak ada juga yang punya nomer gue sepertinya" jawab El lagi karena selama dia pindah dan kuliah di Swiss nomer ganti semua tidak ada yang bisa menghubunginya


" Haduh kasian, seoarang artis dan idola santri, sepertinya tidak di anggap sebagai alumni" jawab Heny meledek dan El tersenyum dengan mulutnya yang ada makanannya


" Artis dan mantan lurah yang gak di anggap" saut El setelah menelan makanan dalam mulutnya


" Mau hadir gak?" tanya El lagi


" Gue gak dapat undangan bestie... Malu jadi tamu tak di undang" jawab El santai


" Idih.. Sok sokan jadi orang penting aja, nunggu undangan datang" jawab Heny dan El kembali tertawa


" Tapi coba Umi sama Abah dapat gak, nanti kalau dapat gue dompleng mereka deh" jawab El yang sok sokan ngikut abah uminya


" Terus loe berangkat gak?" tanya El balik pada Heny


" Lihat nanti lah, gue bulan depan masih lanjut bimbingan juga, ada beberapa yang perlu di selesaikan juga, " jawab Heny belum bisa memastikan.


" Gue bantu mau?" ucap El menawatkan diri


" Boleh... Dengan senang hati" jawab Heny ceria


" Okey siap, kabari aja nanti, " jawab El sambil menyerutup Es jeruknya


" Bantu semuanya ya" ucap Heny lagi dan El mengangguk santai


" Kalau udah siap berangkat ke Haflah kan?" tanya El lagi


" Gak tau juga, kan gue bingung berangkat sama siapa, mau motoran juga gak berani El, dari sini kalau pulang aja ngangkot" jawab Heny apa adanya


" Masyaallah... Kenapa loe makin robet aja Sih Hen" kesal El malahan


" Lha... Jadi? "


" Ya gue jemput nanti, gitu aja repot, " jawab El lagi


" Tapi katanya mau dompleng undangan Umi sama Abah" jawab Heny gak ada salah ngomong perasaan


" Iya kalau gitu gue dompleng undanganmu aja lah, Abah Umi biar berangkat sendiri" jawab El dengan sigap sat set


El gak mau melewatkan moment apapun dengan Heny, dia harus berusaha ngambil kembali perasaan Heny

__ADS_1


__ADS_2