
Mereka saling ngobrol ngalor ngidul dan tersenyum serta tertawa ngomongin mantan,
Bukan mantan Jihan sih, tapi idola Jihan, bahkam sang idola yang membuat perkara dan pertengkaran hebat Jihan dan Zain juga sekarang bekerja di rumah sakit, siapa lagi kalau bukan si Veri suami dari Si Mia adek ipar Ismi
" Masak iya si Veri adek ipar gue masak dulu itu mantan loe say?" tanya Ismi saat Jihan menyebutkan Veri
" Iya Veri, suaminya si Mia, haduh gue pernah ribut besar sama Bang Zain gara gara dia Say, " jawab Jihan lagi bernostalgia
" Kok bisa pak Zain cemburu?" tanya Ismi lagi
" Loe tau sendiri gimana bang Zain bucinnya sama gue, gara gara Veri nembak gue di kampus, habis gue sampai rumah" jawab Jihan makin asyik ber nostalgia
" Kok bisa sih dia nembak elo, emang dia gak tau kalau Elo istrinya pak Zain?" tanya Ismi belum pernah dengar cerita dari Jihan
Tapi semenjak Ismi menjadi Istri Irfan, Ismi akhirnya tau gimana masalah Jihan, gimana sikap Zain dulu pada Jihan, gimana kehidupan dan bahtera rumah tangga Jihan dulu,
Dan Jihan juga sudah terbuka semua dengan Ismi, selain dia sahabatnya dia juga istri dari Irfan, dan pastinya cuman hanya pada Ismi saja, dan juga Ilma tentunya karena Ilma tau semua dari Tasim yang tau masalah Jihan dulu
" Geger besar gimana? sama yang kemaren lama itu?" tanya Ismi penasaran
" Ya dari itu lah say, Dulu gue yang selalu di maki di salahkan terus, tau sendiri kan kalau lagi emosi gimana, tau ceritanya sendiri kan loe, padahal gue gak tau apa apa, gilaran dia yang salah gue juga yang di maki, gue juga yang di salahkan, emang hidup gue cuman untuk pelampiasan kesalahan, ogah lah, gue juga punya harga diri kali, ogah kalau di salah salahkan terus" jawab Jihan dan Ismi mengangguk
El? Dia faham gimana Uminya dan dia Faham gimana Abahnya, Jihan sudah terbuka semuanya dengan anak anaknya, bukam untuk membuka aib abahnya sendiri, tapi untuk pegangan dan pelajaran kalau mereka jangan sampai seperti abahnya dulu, dan harus jaga lisan, jangan sampai trauma yang berlebihan
Apa lagi pada Zula, yang sangat penasaran sekali dengan kisah hidup kedua orang tuanya hingga mencapai hampir seribu episode kisahnya, di novel ini
" Dulu itu lah, waktu itu gue tau pertama gue hamil Al, geger geden pokoke, kalau bisa gue mending di gorok aja, dari pada di salah salahin terus, pokoke amit amit jabang bayi ya nak, jangan ketemu lagi, pokoknya kamu harus selalu bahagia, hidup harus dalam kebahagiaan, cukup abang dan kakak aja yang ikut merasakan perjuangan Umi" ucap Jihan sambil mengelus perutnya sendiri
" Terus terus Veri sampai sekarang kira kira udah move on belum ya Saya sama Elo?" ucap Ismi ngomongin suami orang
__ADS_1
" Hus... Udah itu laki orang, dia udah punya pasangan juga, gue juga heran sama mereka mereka tuh, sebenarnya dia dulu pernah gue marah, gue diem aja gak nyapa dia, gak kasih kesempatan dia untuk menyapa gue juga, jahat gue, padahal gue susah dia juga yang nolong gue, dia juga yang bantu gue" jawab Jihan justru merasa bersalah banget udah marah sama orang yang pernah suka sama gue
Di tengah obrolan mereka di masa lalu tentang mantan, pintu kebuka bahkan mereka sampai tidak dengar Zain masuk dengan mengucapkan salam
" Astagfirullahaladzim.. Sebenernya pada ngobrolin apa sih? sampe abah masuk aja gak pada dengar" ucap Zain yang mendengar obrolan mereka
Zain faham apa yang mereka bahas, apa lagi soal Jodoh dalam istikharoh, tentang kerjaran Fahri dan juga Tasim yang membuat mereka tertawa riang , dan Zain denger semuanya juga tadi
" Maaf maaf, Ya Allah... Waalaikumsalam" jawab Jihan baru sadar kalau Zain datang
" Mana sayang?" tanya Jihan lagi
Dan melihat Zain yang di belakangnya di ikuti beberapa petugas rumah sakit yang membantunya membawa makanannya
" Dari mana pak Zain?" tanya Ismi membantu Zain dengan menerima kotak dari petugas yang membantu Zain
" Makasih pak" ucap Jihan saat petugas tersebut pamit
" Haa... Abah cemburu ya" ucap El tepat dengan wajah Zain yang berbeda
" Iya.. sok silahkan lanjut bahas mantannya, apa sekalian ngidam mantan juga mau di bikin reunian" jawab Zain langsung nyeplos membuat Jihan langsung tertawa ngakak
Begitu juga dengan Ismi yang ikut ngakak dengan sikap Zain yang cemburu, sering kali dengar ceritanya tapi baru kali ini Ismi lihat langsung
" Gak Usah tertawa Is, loe tau, loe juga saingan dia, mungkin dulu kalau Irfan bisa rebut dia dari gue, Irfan gak jadi suami loe" ucap Zain kesal karena Ismi ikut nertawakan dia
Ismi sudah terbiasa juga sama Zain, karena dulu juga sering bantu Jihan saat di rumah, dan tak jarak mereka serjng pergi bareng dan liburan bareng juga
" Ah... Yang bener pak Zain, tapi saya yakin Tipe Jihan juga bukan cowok seperti Mas Irfan pak" jawab Ismi masih membela Jihan
__ADS_1
" Lho mana tau, sering pergi bareng ngawal keluar negri, " jawab Zain nyindir Jihan
" Iya dong, semua demi anda ya Pak Zain" ucap Jihan lagi dan Zain terdiam kemudian mendekat pada Jihan, setelah memakai handsenitezer
" Terus gimana sayang, mau reunian sama Mantan?" tanya Zain lagi sambil mencium kening Jihan
" Hem..... Sepertinya saya gak pernah punya mantan deh Bah, jadi gak perlu sebut mantan kalau nanti akhirnya jadi geger geden" jawab Jihan santai dan Zain tersenyum
" Udah ah, Udah mau ngences Umi, mana mana nasi jagungnya" ucap Jihan pada tujuan utamanya
" Ini tadi nasi jagung?" tanya Ismi sambil berdiri membuka nasi jagung yang Zain bawa
" Injeh ibu Ismi, tau gak Is, itu tadi masakan gue lho, pokoknya penuh perjuangan loe harus ikut coba" ucap Zain membanggakan dirinya sendiri
" Percaya gak ya..." ucap Ismi santai
" Weh ngeremehin gue loe Is, semua demi anak, demi Istri Is, jangan remeh, gak pernah kan loe ngidam di carikan dan di masakkan Irfan" ucap Zain lagi
" Saya kalau ngidam mah, males deket sama Mas Irfan pak, mukanya aja nyebelin jadi ogah" jawab Ismi santai sambil menyiapkan nasi jagung untuk Jihan
Ya Ismi tau apa yang harus di siapkan dan gak perlu di minta maupun di suruh, apa lagi sama Jihan dan juga Zain serta anak dan keluarganya, udah sepeeti sodara sendiri walaupun suaminya adalah bawahan atau karyawan mereka
" Udah cukup say, jangan banyak banyak, ayo ikut nyobain masakan pak su" ucap Jihan pada Ismi
" Jadi beneran masakan pak Bos?" tanya Ismi lagi.
" Ya bener dong.." jawab Zain santai
dan Di saat Ismi sudah mengambilkan untuk Jihan, Ismi juga mengambilkan untuk El juga, Tapi sikap jahil El kumat, dan membawa piringnya yang sudah berisi nasi jagung lengkap dengan beberapa lauknya ke arah Zula
__ADS_1
Dan parahnya di dekatkan tepat di hidung Zula juga
" Hem... Hem... Mau dong, " ucap zula seketika bangun karena mencium aroma makanan yang lezat