
" Saya memilih di skores buk" ucap Queen cepet
" Gue bukan ibuk loe" ucap Zula lagi makin tegas
" Maaf" jawabnya sambil menundukkan kepalanya
" Okey kalau gitu anda di sekores selama 1 bulan bu Queen," ucap Zula santai dan
" Silahkan tinggalkan ruangan ini" tambah Zula dan Queen mundur dan pergi dari ruangan tersebut
Pandangan Zulq beralih ke Yasmin yang masih berdiri di hadapannya
" Silahkan duduk kak Yasmin, gue kasian anda sedang hamil, takut mrojol duluan" ucap Zula dan Yasmin akhirnya duduk di hadapan Zula
Yasmin terus menunduk, dia sangat takut apa lagi tadi banyak rekan kerjanya yang menyalahkan dirinya, kalah langsung sama Al mungkin berani membantah, tapi kalau sendirian apa lagi berhadapan dengan Zula dia pasti sudah sangat ketakutan, wajah Zula sangat menyeramkan di matanya kali ini
" Ibuk Yasmin.... Kenapa anda melakukan hal seperti ini? " tanya Zula dengan nada formal
Yasmin masih terdiam, dan tidak berani menjawab sama sekali
" Anda ini seorang dosen lho, panutan bagi mahasiswa, sekarang kenapa justru membuat huru hara? Anda itu polos wajahnya tapi busuk jeroannya" tambah Zula makin pedas kata katanya
" Sekarang saya tanya, dan tolong jawab jujur seperti bu Queen tadi" tambah Zula lagi bermaksud mengintrogasi
" Kenapa anda lakukan hal seperti itu?" tanya Zula lagi
__ADS_1
" Jawab" ucap Zula lagi
" Ayo Jawab" bentak Zula
" Gue belum Move On" jawab Yasmin gugup pas kebetulan Ilyas masuk ke ruangannya
Ilyas yang mau mengasihkan laporan pada Al, eh ternyata di sana hanya ada Zula dan Yasmin
Ilyas berdiri dan tidak melanjutkan langkahnya, karena gak mau mengganggu niat awalnya, kedatangan Ilyas tidak ada yang mengetahui bahkan Zula pun tidak menyadari
" Kenapa belum move on?" tanya Zula lagi
" Gak ada lelaki yang sebaik dan selembut Al, gak ada duanya" jawab Yasmin mengakui
" Dengan itu loe terus memfitnah menjatuhkan dan memepermalukan Kak Liza di depan umum?" bantah Zula Yasmin tidak menjawab
" Saya dan kedua abang saya datang di acara pernikahan mbak, saya yang dulu menyamar menjadi istri bang Al, saya mencoba menyadarkan dan menjalin silaturrahim, bukan ada benci dan perasaan buruk lainnya, tapi mbak tau sendiri saya merangkul dan mengajak untuk tetap baik baik saja, dan itu yang kami harapkan, " Tambah Zula lagi makin membuat Ilyas di belakangnya seolah mendapat teka teki baru
" Emang mbak gak malu? Datang melabarak, mengkoar koarkan tentang mbak Liza, sedangkan hal itu gak ada hubungannya dengan mbak lho," tambah Zula Yasmin justru menundukkan kepalanya
" Mantan terindah memang sulit di lupakan, tapo bukan seperti ini, mbak menjadikan sahabat dekat mbak sebagai kambing hitam itu namanya" tambah Zula lagi
" Gue di sini mewakili bang Al mbak, beliau sudah gedek bahkan risih untuk bertemu dengan mbak, karena sikap mbak yang sudah berputar arah yang tidak menentu, kalau waktunya kerja seharusnya profesional, bukan untuk membalas kesengitan pribadi" tambah Zula terus berceramah
" Sebebarnya mau Bang Al itu menikah dengan siapapun, selingkuh ataupun berhubungan dengan siapapun itu bukan hak mbak untuk ikut campur, mbak berfikir gak dengan adanya mbak Belum Move on sampai saat ini, 5 tahun lho kalian tuh udah putus, dan mbak yang memutuskan Bang Al sendiri, mbak gak mikir perasaan suami mbak kalau tau tentang mbak yang belum move on?" tanya Zula lagi dan sangat membuar Syok Ilyas yang ada di belakangnya
__ADS_1
Ilyas baru menyadari dan faham tentang apa yang istrinya dan Zula bahas
" Kalau belum move on, terus gimana perut bisa melendung segede itu? Hamil kan mbak ini? Terus atas dasar apa dan gimana menjalaninya mbak dengan suami kalau belum sepenuhnya punya rasa cinta pada suami sendiri" ucap Zula kembali bertanya dan berniat introgasi
" Manding mbak jawab jujur, dan apa adanya, biar gue cari solusinya gimana, agar mbak bisa tetap bertahan di sini, bekerja, " ucap Zula yang gak tau nantinya Yasmin mau di keluarkan apa gimana, soalnya kasian kalau di keluarkan gaji suaminya saja gak mencukupi
Tapi tiba tiba Yasmin menangis, meratapi kesalahan dan juga meratapi mantan yang sekarang jadi milik orang lain
" Selama ini mbak tuh gimana gitu? Menjalani hidup rumah tangga yang belum sepenuhnya cinta? Bisa? Berjalan?" tanya Zula lagi dengan pelan gak tega melihat bumil menangis
" Hiks hiks.... Jujur saja, gue menyesal mutusin Abang Elo sepihak dulu, gue gak bisa move on sampe saat ini, berkali kali gue ganti pacar tapi gak ada yang seperti abang elo, bahkan sampai menikah saat ini gak ada yang bisa beri kenyamanan yang seperti Abang Elo berika dulu, gue gak terima, kenyamanan bang elo sekarang jadi milik orang lain, sedangkan gue?? Sudah kehilangan itu semua" jawab Yasmin akhirnya buka suara
" Mbak..... Mbak mikir gak? Kok bisa pernikahan mbak cuman buat pelampiasan saja? Mbak mikir gimana perasaan suami mbak kalau tau semua ini? Gue dan bang Al membuat sekenario untuk berpura pura jadi istri bang Al itu agar mbak bisa move on, dan mbak tidak terus kepikiran, bisa move on, dan sadar kalau kalian tidak berjodoh, " tambah Zula lagi
" Tapi kenapa? Al gak mau mengakui kalau dia masih jomblo? Dan justru bersekenario seperti itu?" tanya Yasmin sambil menangis sejadi jadinya
" Karena Abang bukan lelaki bodoh yang bisa menerima kembali mantannya yang sama sekali tidak setia padanya" jawab Zula tegas
" Abangku bukan orang yang polos seperti yang mbak ketahui, 2 minggu setrlah putus mbak sudah punya gandengan dan sampai saat ini sudah bersuami, dan abang itu mencari sosok pendamping yang bisa menerima dan mengerti keadaannya, bukan sosok wanita yang minta di prioritaskan nomer wahid seperti mbak" tambah Zula lagi mengeluarkan alasan yang sebenarnya
" Yang sama sama mau di ajak berjuang, siap kesepian di saat sedang pergi, bukan maunya di keloni aja terus" tambah Zula makin geram
Yasmin terdiam dan masih menangis, gak tau entah menyadari apa masih iri dalam benak Yasmin yang sekarang ini
" Mbak Aliza adalag sahabatku sendiri, gue tau siapa dia, dan gue tau itu yang terbaik untuk abang Al" tambah Zula dengan mendekatkan wajahnya pada Yasmin
__ADS_1
" Gue jadi penasaran deh mbak, gimana mbak bisa menjalani rumah tangga dan hubungan ranjang dengan suami kalau tidak ada rasa cinta, jangan jangan mbak kalau lagi begituan sambil bayangin abang gue lagi, iya kan?" tanya Zula menyelidik
" Iya" jawab Yasmin singkat dan mengakuinya, Ilyas spontan menjatuhkan mapnya yang dia bawa setelah mendengar pengakuan Yasmin