Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Kena Bully


__ADS_3

" Cup cup cup sayang...." Ucap El menenangkan baby Bibi


Jihan langsung melotot melihat Zula yang masih tertawa dan membawa satu cup makanan


" Ck.... Gak jelas memang Zula nih, tengok Adeknya nangis kaget kayak gitu" ucap Jihan kesal dan berdiri menghampiri baby Bibi yang menangis


" Sayang sayang...." Ucap Jihan memgambil baby Bibi dari El


" Huuuu..... " Kesal Jihan sambil menonyor kepala El


" Kaget lho Mi" ucap El membela diri


" Ya kaget orang elo tertawa gitu" ucap Jihan menyalahkan El yang masih menahan tawa


" Dapat dari mana makanannya, Umi laper nih" ucap Jihan lagi dan membuat El dan Zula kompak tertawa


" Ada yang kelaperan juga" bisik El membuat Zula cekikikan


" Ck.... Di tanya juga, dari mana?" kesal Jihan yang hanya bisa melihat kedua anaknya cekikikan


" Iya tuh... Kalian udah dapat aja jatah makan, gak ajak ajak lagi" ucap Al yang ikut nimbrung dari belakang


Seketika Zula menoleh ke atas karena muka abangnya udah berada tepat di atasnya


" Makanya jangan molor mulu, kelewatan pas kebagian makan" jawab Zula justru malah lanjut makan dengan sengaja pamer pada Umi dan Abangnya


" Enak ya bang ya..... Hem..... "ucap Zula lagi dan membuat Jihan dan Al hanya dapat mengecapkan mulutnya


" Iya,.. Haduh sepertinya kurang nih kalau cuman satu" ucap El makin sengaja


Tuing tuing.... Kesal Al langsung menonyor keduanya dari belakang


Jihan juga ikut kesal dan kembali duduk ke bangkunya


Zain menggelengkan kepalanya dan tanpa sepengetahuan Jihan Zain memencet tombol pemanggilan pramugari


Dan benar sesat kemudian pramugari datang dan Zain memesan makanan sama seperti El dan Zula ,dan tak lupa menambah porsi untuk El dan Zula juga


El dan Zula juga memerhatikan apa yang Abahnya pesankan untuk mereka

__ADS_1


" Makasih Abah, " ucap Zula sambil membentuk sarangeo untuk Abahnya


Dan tak perlu nunggu lama pesanan mereka datang dan langsung Di bagikan pada anak dan juga istrinya


Dan El serta Zula bisa nambah lagi, karena cukup laper


Zain membayarnya dengan uang cash, dan lanjut menikmati makan pagi menjelang siang di pesawat


" Umi makan dulu gih, biar Abah gendong dulu Babynya" Ucap Zain perhatian


Harus dong, itu kan janji Zain sebagai Abah untuk antusias dan siap siaga untuk anak dan istrinya


" Okey... Umi laper banget bah, udah gemeteran banget rasanya" jawab Jihan langsung memberikan baby Bibi pada Zain


Tapi saat mau di berikan baby Bibi kembali menangis dan seolah tidak mau lepas dar nenennya


" Haduh sayang... Umi kan mau makan dulu" ucap Jihan dan celingukan mencari botol susu baby Bibi


" Mana La, botolnya?" tanya Jihan lagi dan Zula memberikan botol susunya


Tapi baby Bibi justru tidak mau menggunakan botol susu, dan masih mau minum badan Uminya


" Udah nen dulu Mi, Abah suapin Umi" ucap Zain dan akhirnya Jihan menyusui dan Zain menyuapi makanan Untuk Jihan


Tak lama setelah makanan mereka habis, jatah dari pesawat hadir lagi dan makan lagi sampe kenyang


" Haduh gendut deh Uminya nanti, makan lagi, " ucap Jihan saat kembali melahap makanan dari jatah pesawat


" Kapan sih Uminya gemuk, gak pernah deh" jawab Zain yang ikut menyantap karena baby Bibi bisa di sambi makan


" Gak pernah ya Bah?" tanya Jihan lagi


" Gak pernah, dan lagian mana bisa gemuk juga lho, orang makan sebanyak apapun juga gak gemuk gemuk" jawab Zain dan Jihan hanya tersenyum


Mereka semua sibuk dengan makanan yang di hidangkan, dan tidak banyak ngobrol juga antara El dan Zula maupun Al dan Aliza, sampai makanan merek semua habis dan sampahnya sudah di ambil oleh petugas awak kabin


" Udah kenyang semua? dapat jatah doble, sekarang kembali tidur semua nanti turun pas laper lagi makan lagi" ucap Zain dan di acungi jempol oleh Zula yang sudah mulai siap siap untuk tidur


Dan satu persatu dari mereka mulai merem dan kembali ke alam mimpi dengan baby Bibi yang sekarang ada di pangkuan Umi Jihan yang ikut kembali bobok cantik

__ADS_1


Tak terasa bentar lagi pesawat akan landing, dan Zain sudah terbangun di kala ada pengumuman akan landing


Hingga akhirnya sudah landing dengan mulus di bandara Komodo dan Zain yang sebagai penggugah, atau tukang bangunin anak anaknya dan juga istrinya


Kini baby Bibi berada di gendongan Abah Zain dan Umi Jihan masih lesu karena bangun tidur


Al menggandeng Aliza, dan El menggandeng Zula


" Gimana? Mau makan lagi?" tanya Zain lagi


" Boleh tapi di luar aja ya, jangan di bandara masakannya gak enak" celetuk Zula paling gak senang kalau tidak darurat


" Laa mulutmu lho" ucap El kesal pada Zula yang langsung menutup mulutnya


" Wokey.... Nanti sekalian aja di hotel, Abah udah booking juga makanannya" ucap Zain yang sudah menyiapkan semuanya


" Tumben gak kalian? Kalau Abah menyiapkan semuanya? Baru kali ini lho, hanya karena El Musthofa saja" saut Jihan yang masih berjalan dan menggandeng Zain


" Biasanya semua Umi kan?" ucap Al membela Uminya


" Ya apa sih yang enggak untuk anak, Yang selama ini Abah cari kan juga untuk anak, untuk siapa lagi coba" jawab Zain santai masih dengan berjalan santai


" Berarti Loe harus galau terus El, biar kita bisa menikmati fasilitas dari Abah" celetuk Al lagi


" Ngawur Mas Ih..." ucap Aliza menyenggol Al yang nyengir


" Entah tuh mbak, gak waras tuh suamimu mbak, memanfaatkan saudara yang depresi untuk senang senang, kayak orang susah aja gak pernah pergi liburan" jawab El kesal dengan Al


" Slow El slow.... Gurau jee" jawab Al sambil menaik turunkan alisnya


" Ya habisnya, Loe tuh bersyukur Bang, dapat ganti mbak Aliza, dari deretan mantan seperti Yasmin dan Helend yang gak jelas itu" omel El karena kesal dengan Abangnya


" Ajak mbak Liza jalan jalan, di senengin jangan di tinggal kerja mulu, biar happy, lagi hamil lho, istri terbaik dan bisa menerima loe apa adanya, jangan di sia siakan" tambahnya makin ngomel


" Wah jelas dong... Ini juga di ajak jalan jalan" jawab Al sambil merangkul Aliza


" Jalan jalan dompleng aja bangga, sesekali bulan madu ke Bali atau kemana kek sendiri, jangan dompleng mulu, uang banyak untuk apa coba, jadi penghuni berangkas doang, apa cuman menjadi pajangan di dompet doang" jawab El makin ngomel pada Abangnya yang setau dia jarang jalan jalan berdua dengan Aliza


" Abah dulu juga gitu" bantah Al yang sok tau

__ADS_1


" Mana, Abah sering dong buat kejutan Umi, tau tau bangun ajak pergi jalan, livur atau kosong 2 hari aja langsung terbang ke Bali, Abah loyal Al, gak pelit" bantah Zain membela dirinya sendiri


Al terdiam karena merasa kena Bully


__ADS_2