
Aliza makin deg degan mendengar ucapan Al, tidak seperti biasanya Al seperti itu, biasanya bahas paling maslaah pekerjaan yang ada ,dan ini justru terlihat begitu serius
" Iya gimana pak Al?" tanya Aliza balik dengan jantung yang makin berdetak kencang
" Hem... Maaf sebelumnya, saya boleh tanya hal pribadimu?, Maaf banget sebelumnya!" ucap Al untuk memastikan
" Maksud bapak? Hal pribadi saya yang bagai mana?" tanya Aliza masih belum ngeh
" Ya masalah pribadi kamu, boleh gak?" jawab Al bertanya lagi dan Aliza mengangguk
" Kamu sudah punya pasangan belum? pacar atau kekasih? Maaf banget sebelumnya" ucap Al lagi dengan hati dan perasaan yang sudah tidak menentu
" Hem... Hehe, belum pak saya jomblo" jawab Aliza polos dan Al sangat lega
" Maaf ya pak, Orang kayak saya mana ada yang mau pak" tambah Aliza bergurau untuk menetralkan perasaannya
Al tersenyum dan justru malah gemes lihat jawaban polos Aliza
" Umur kamu sekarang berapa?" tanya Al lagi
" Saya berapa ya pak, Udah lama sih van ada yang ngerayain jadi saya lupa, dan gak pernah ngitung, tapi saya kelahiran tahun sekian, jadi berapa umur saya ya pak" jawab Aliza makin polos aja
Ya mana tau Al cuman pengen tau dan ingin mencarikan jodoh untuknya , batin Aliza
" Kalau tahun segitu berarti umurmu, 23 ya, " tanya Al lagi dan Aliza asal ngangguk aja
" Udah waktunya nikah Za" ucap Al lagi dan Aliza nyengir
" Iya pak, belum ketemu jodohnya, apa bapak mau jadi jodoh saya?" jawab Aliza asal nyeplos tanpa sadar dan segera menutup mulutnya
" Haduh.. mulut kenapa nyeplos gini sih, loe lagi sama atasan loe, bukan sama Adeknya Si Zula" batin Aliza karena kalau lagi bercanda dengan Zula kadang suka nyeplos
Al tersenyum menanggapi ucapan Aliza yang asal nyeplos barusan
" Maaf pak... haduh kebiasaan lisan saya, " jawab Aliza nyengir paksa
__ADS_1
" Gak apa apa, kalau kamu mau jadi jodoh saya, saya siap sedia, " ucap Al terus terang
Aliza tentu sangat kaget dengan ucapan Al yang barusan Al ucapkan, dia gak tau itu bercanda apa bukan, dan hatinya makin berdebar debar
" Maaf pak, saya tidak bermaksud" ucap Aliza terpotong oleh Al
" Saya yang bermaksud, " saut Al cepat dan membuat Aliza harus loding dulu
" Aliza Qumaira Putri, saya Muhammad Haidar Al Musthofa, mau melamarmu dan apakah kamu siap menjadi pendamping hidupku, menjadi istri dariku, dan menjalin rumah tangga denganku" Ucap Al lagi dengan serius
Aliza masih melongo di hadapan Al kali ini, apa lagi suasana semakin sore dan semakin redup karena lampu ruangan Al yang belum di hidupkan
Jantung Aliza serasa ingin copot, dan entah mimpi apa semalam tiba tiba di lamar pangeran tampan di hadapannya
" Aliza" panggil Al lembut
Aliza seketika menunduk, dia gak tau harus langsung jawab Iya, apa yang lainnya,
Aliza sadar dia di sini bukan siapa siapa, dan bukan apa apa, apa lagi level yang jauh dari keluarga Zain Musthofa
" Enggak... saya sengaja, mengunci ruangan ini, hanya untuk menyampaikan maksud saya ke kamu" jawab Al makin serius, Dan Aliza makin kaget
" Maaf pak Al, maaf banget, saya gak tau harus jawab gimana kalau ini memang betulan, dan bukan candaan, " ucap Aliza terhenti untuk ambil nafas
" Saya ini bukan siapa siapa, dan mungkin gak pantas kalau menjadi pendamping pak Al, " jawab Aliza sambil menundukkan kepalanya
" Saya sudah tidak punya orang tua, dan keluarga saya jauh dari level keluarga bapak, saya ini remekan cengkaruk pak" jawab Aliza yang rendah hati
" Remekan cengkaruk?" tanya Al dan Aliza seketika mengangkat kepalanya
" Iya pak, saya orang rendahan dan gak pantas bisa menjadi pendamping pak Al" jawab Aliza menjelaskan
" Saya yang mau kamu jadi istri saya, saya yang menjadi perantara untuk menaikkan levelmu dan juga drajat martabatmu" Jawab Al cepat karena Al memang sangat menginginkan Aliza
Sosok wanita cantik manis dan polos ini, bisa memikat hatinya selama 5 bulan lebih menjadi sekertarisnya
__ADS_1
Sosoknya yang cekatan, sederhana, aopan santun rendah hati, baik walau kadang suka nyeplos seperti barusan, tapi Al kagum, apa lagi mendengar cerita dari Zula kalau Aliza adalah satu satunya orang yang gak pernah memandangnya sebelah mata
Tentu Al makin tertarik dan terpikat pada sosok Aliza, yang apa adanya banget, gak pernah bergaya wah ataupun mewah, walaupun Al beri gaji dia besar, dan bahkan sering beri bonus juga, tapi Aliza terlihat sosok wanita yang primpen dan bisa menghandel keuangannya
" Beri kesempatan dan Izinkan aku untuk memiliki dan meminangmu Aliza, " ucap Al lagi
" Kalau kamu tidak mencintai dan menyayangiku, aku siap menunggu dan beri aku kesempatan untuk bisa membuat kamu jatuh hati padaku" tambah Al makin serius
Aliza justru makin terharu dengan ucapan Al, apa lagi Al yang begitu serius mencintainya,
" Kalau boleh jujur pak, Aku berharap bisa menikah dan menemukan laki laki yang aku cintai, " Ucap Aliza dan membuat Al mematung
Karena Al merasa kalau Aliza sudah memiliki perasaan pada laki laki lain
" Tapi jujur, saat ini aku bersyukur banget, ternyata laki laki yang saya cintai dan bahkan saya idolakan selama ini, ternyata mencintai saya juga" jawab Aliza seketika membuat Al menatapnya tajam
Al makin menatap Aliza bahkan pikirannya sudah makin mantep dan melayang, untuk segera memiliki Aliza
" Jadi,?" tanya Al gugup
Baru segugup ini Al menghadapi wanita, jauh dari rasa gugupnya pada Yasmin dulu, karena Niat Al kali ini untuk langsung menikah dan beribadah
" Ya Pak, jujur saja, saya adalah salah satu kaum hawa yang mengidolakan bapak, tapi saya hanya berfikir bahwa semua ini mustahil, saya bukan siapa siapa pak, dan tidak punya apa apa, dan apa kata dunia nanti saya kalau jadi pendamping bapak, saya tidak pantas pak" jawab Aliza mengungkapkan perasaannya
" Aliza, Kamu tau kan Umi saya, Umi Jihan, beliau bukan berasal dari keluarga yang priayi, mbah kakung kami, hanya seorang pentani dan seorang marbot masjid, bukan sosok kyai besar, tapi Abah mencintai Umi setulus hati, dan sampai sekarang Umi menjadi wanita yang hebat, yang luar biasa" jawab Al mencontohkan Uminya sebagai pandangan Aliza saat ini
Aliza terdiam dan masih ada rasa takut, tapi dia pengen di miliki juga oleh seorang Al
" Sekali lagi saya tanya ya Aliza, apakah kamu mau menjadi pendampingku, dan menjadi istriku?" tanya Al lagi untuk memastikan
Dan Aliza kemudian menarik nafasnya perlahan, untuk siap menjawab ucapan Al
" Bismillahirrohmanirrohim.. Insyaallah saya siap, dan bimbing saya untuk ikut bisa mendampingimu sampai ke surga ya pak" jawab Aliza mantap menerima Al
Al tersenyum lebar dengan jawaban yang Aliza berikan,
__ADS_1