Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ghibahan santai


__ADS_3

Pagi Harinya, di rumah Zain dan Jihan kini makin rame, karena sudah banyak para ponakan Zain sufah bangun dan memenuhi rumah gedung mereka


Baby Bibi sudah selesai mandi sama Umi Jihan, dan kini ada di pangkuan kakak Aliza,


Sedangkan Al sudah pamit setelah sarapan karena ada panggilan untuk ke Kampus temlat Jihan bekerja dulu


Jihan sudah ke Rumah sakit sejak jam 6 pagi tadi untuk gantian dengan El yang sudah pulang dan tidur di kamarnya


Di jam 8 pagi ini, semua petugas kebersiahan sudah mulai beres beres rumah Jihan, ya Jihan selalu meminta mereka datang lwbih pagi di saat semua keluarga kumpul


Dan kini baby Bibi sedang melihat para anak dati sepupunya berenang di kolam renang belakang rumah


Saat pagi Aliza sangat kagum dengan fadilitas dan pemandangan rumah dari Jihan dan Zain sekarang,


" Dek... Barangnya pindah aja ke kamar, maaf semalam mbak asal nidurin anak anak, jadi lupa kalau ada pengantin di sini" Ucap Aisyah gak enak sama Aliza


" Gak apa apa mbak... Santai aja" jawab Aliza sopan masih sambil memangku baby Bibi yang seolah ikut senang lihat semuanya


" Om baby... Ayo ikut main sini" ucap salah satu cucu dari Fani


Mereka memanggilnya Om baby, karena bagaimanapun ayahnya adalag sepupu dari baby Bibi


Bahkan anak Aisyah juga manggilnya begitu, apa lagi sekarang Aisyah juga sudah punya cucu, yang selisih beberapa bulan dengan Baby Bibi, yang mana manggilnya pada Zain bisa di katakan uyut


Haduh udah tua, ya... Jihan aja yabg telat punya baby, dan anaknya udah di panggil mbah sama cucu Aisyah


" Hallo Mbah kecil" ucap anak Aisyah yang mendekat pada Aliza

__ADS_1


" Hallo juga" jawab Aliza mewakili baby bibi


" Tapi masak manggilnya mbah,? Protes Aliza


" Ya iya.. Ini cucuku lho Za, manggil aku mbah, sama dong manggil kamu mbah, lah Bibi adekmu kan sama manggilnya Mbah" jawab Aisyah menjelaskan dan Aliza terkikik


" Haduh Dek... Masih bayi di panggil mbah" ucap Aliza sambil mengelus pipi baby Bibi


" Ya nanti kan kalau Anak tante Udah lahir manggilnya Om sama Bibi, aq aja manggilnya Om Bibi" jawab Anak Aisyah


" Iya ya... kok bisa gitu ya Mbak?" tanya Aliza yang sudah faham kalau manggil Aisyah mbak


" Ya gimana ya Za, ini yang salah antara Umimu apa Umiku ini?" jawab Aisyah bingung sendiri


" Kok salah?" tanya Aliza bingung


" Ya udah Abahmu aja yang di salahkan, Umi kita cewek, gak mau kalah" jawab Aisyah dan mereka tertawa


" Oh ya ya... Berarti berawal dari awal perkaranya nikah muda, Abah yang nikahi Umi yang masih muda, " jawab Aliza dan Aisyah mengangguk


" Jadi Halwa sekarang masih kuliah juga?" tanya Aliza pada Halwa


" Ya begitu mbak, kan Ada Omanya yang jagain" jawab Halwa santai


" Oh ya sekarang tinggalnya di Indonesia semua mbak Aisy?" tanya Aliza lagi


" Iya, kami semua pindah ke Indonesia" jawab Aisyah lagi

__ADS_1


Karena Saat terakhir sebelum kakek neneknya Aisyah, atau orang tua dari Hamzah meninggal semua aset di arab di pegang Aisyah, tapi sekarang di pegang orang lain dan dia sebagai ownernya


Jadi tinggal menerima bersih saja, begitu juga dengan Suami Aisyah yang sekarang di amanati Hamzah untuk pegang perusahannya


Jadi ya semua pindah ke Indonesia dan gak ada yang di arab lagi, tapi mereka sesekali ke Arab untuk ngecek dan survai saja


" Iya lah, lagian kalah mbahnya sibuk masih banyak mbak santri" jawab Aliza ramah


" Jadi tante masih kuliah juga sekarang?" tanya Halwa ramah


" Iya masih... Tapi lebih ke Online aja kuliahanya, karena tau sendiri lah, Mas Al sekarang gak boleh kalau aku datang ke kampus, terakhir kasus dulu itu sebelum resepsi, " jawab Aliza dan mereka mengangguk


Mereka tentu faham, denga kejadian Aliz dan Yasmin secara itu sudah menjadi cerita umum bagi keluarga mereka


" Gue tuh seumuran Zula, cuman Zula dulu ambil jalan cepat untuk bisa cepat kuliah, dan sekarang dia udah kerja, gue yang masih kuliah" ucap Halwa bercerita


" Mana, emang dasarnya anaknya yang pinter, kalau gak pinter gak mungkin 3 tahun lulus S2," Bela Aisyah pada Zula, dan Halwa nyengir


" Keturunannya yang cerdas, Umi mu Za, itu seumuran Mbak, mbak Kuliah belum siap dia udah kerja udah ngerawat anak sendiri, gue sempet salah dan di maki sama pakde Baha' , ya di situ gue sadar, memang otak orang itu punya takeran sendiri sendiri" jawab Aisyah sambil tertawa


" Betuk mbak Aisy, Liza sendiri nih, tugas kuliah sering di bantu sama Zula, Mas Al gak mau bantu dong, secara dia dosen dan rektornya harus profesional, katanya kalau mau bantu sekalian tak luluskan, gak usah kuliah malah gitu, jadi yang sering bantu justru Zula, padahal tuh anak lain jurusan, tapi yang namanya anak cerdas ya mbak, gak bisa di pungkiri, sat set dianya " jawab Aliza yang bercerita tentang Zula


" Kami tuh sebenarnya belum mengenal jauh tentang Zula ya Tan, cuman sepertinya tuh anak jauh lebih cerdas dari pada Bang Al sama Bang El" ucap Halwa yang sudah melihat gelagat Zula


" Iya... Dia memang cerdas, masih MTs aja sudah khatam Sab'ah, bahkan Alfiah, haduh semuanya, hadist hadist hafal dia, " jawab Aliza justru menggibahin Zula, tapi ghibah baik ya bukan sebaliknya


" Oh.. Iya, Bang Al pernah cerita tuh, kalau Zula tuh cuek banget terkesan angkuh wajahnya, pertama kenal dan minat mendekati karena Dia duduk paling pojok, malah seenaknya sendiri, bahkan sama Guru aja angkuh banget, sadis tatapannya, kalau Bukan pinter mungkin udah di keluarkan dari BNT katanya" Ucap Halwa yang pernah mendengar cerita dari Al

__ADS_1


" Sebenarnya gak angkuh juga sih, cuman kebawa suasana aja dia dulu, kenyataannya kan ramah banget kayak Umi Jihan, ramah banget, intinya kalau Zula tuh ya, jangan berani ganggu kalau gak mau salah, ya mungkin karena kebawa perasaannya dulu yang sering kena bully jadi, intinya dia melihat semua orang itu sama, " jawab Aliza yang faham tentang siapa Zula sebenarnya


" Ya semua karena keegoisan Umimu lah Za, kalau Umimy gak Egois, dia gak bakalan gitu" jawab Aisyah kembali menyalahkan Jihan


__ADS_2