Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Berbagi Suami


__ADS_3

" Jangan dong sayang, " ucap Zain gak mau lepas dari Zula dan kembali memeluknya


"ya Allah... Anak perempuan memang gini Ya Mi?" Ucap Zain pada Jihan


" Baru sadar ya Bah?" tanya Jihan dan Zain mengangguk


" Coba kalau Kumpulnya waktu Zula masih kecil Abah pasti udah faham" jawab Zain sambil mencubit pili gembul Zula


" Baby Girl, Baby Girl" ucap Al sembari mengelus kepala Zula.


" Dulu kalian pernah meminta sendirj lho sama Umi, pas di pesantren, katanya gak mau pulang kerumah sebelum punya baby Girl" ucap Zain teringat masa lalu perjuangannya untuk meminta Jihan pulang


" Tapi bener kan, Mereka pulang dan menetap di rumah sama sama, setelah punya Baby Girl" jawab Jihan dan benar adanya


Soalnya dari kecil Al dan El memang pergi terus, dan menetap di ruamh bersama keluarga setelah Zula di temukan sebagai keluarganya


" Ucapan Adalah doa, maka berhati hatikan saat berucap" jawab Jihan membuat anak dan suaminya tersenyum


" Kapan sih kami minta kok lupa?" tanya El lagi


" Dulu waktu kalian di pondok, El masih umur 2,5 tahun hampir 3 tahun ya Mi, Al udah SD, " jawab Zain teringat jelas


" Iya padahal waktu itu udah ada baby girl di dalam perut Umi, tapi Umi rahasiakan" jawab Jihan bercerita


" Iya sampai besar dan dewasa di rahasiakannya" jawab Zula


" Sampai di temukan kedua abang nya, " sambung Zula lagi


" Cukup di kenang ya, jangan di ungkit kejahatan Umi, Umi pergi lho" ucap Jihan mengancam


" Siapa bilang Umi jahat, Umi tuh Hebat, bukan jahat" jawab Al Dan El memeluk Uminya


Mereka kompak memeluk dan mencium Uminya, seperti sedia kala mereka waktu masih kecil


" Tong... Baik baik ya Tong, jangan Bikin Umi mewek lagi" ucap El mengelus perut Uminya


" Apa lagi kakak ceweknya tuh Tong, cengeng" tambah Al menyindir Zula membuat mereka tertawa


" Udah dong, Yuk, gue belum sarapan bener, ayo keluar gue mau makan" ucap Al yang sebenarnya menahan laper


" Salah siapa keenakan di kamar sampe lupa makan" cibir Zula dan mereka berjalan bersama menuju restoran lagi


Hingga menjelang sekaligus makan siang mereka yang kembali Jihan pesan karena sudah lapar lagi


Mereka duduk menunggu pesenan makan siang mereka,


Sebenarnya mereka sudah selsai sarapan sedari tadi, cuman Jihan dan yang sangat kalap apa lagi ada Luna sebagai temannya, tak henti hentinya memesan makanan untuk mengisi perutnya yang sudah semakuin membesar itu

__ADS_1


" Setengah Hari kita semua di sini, hanya menuruti dan menunggu Ibu ibu Hamil yang makannya kalap" Sindir Rizqy tak di pedulikan oleh Jihan dan luna


Ulfa dan Hamdan sudah kembali ke kamarnya, karena pengen istirahat, jadi mereka juga gak tau apa yang sebenarnya terjadi antara Jihan dan anak anaknya tadi


Al sudah makan dengan pesanan makanan yang Aliza dan dirinya pesan tadi


" Geser sayang" ucap Al pada Aliza yang padahal masih muat di sebelahnya


Aliza Geser tanpa tanya apapun, yang penting perutnya keisi karena kehabisan energi yang di kuras bersama Al tadi di kamar


" Baby Girl.. Sini Baby girl" ucap Al sambil melambaikan tangannya pada Zula yang gak jauh darinya


Zula mengerutkan keningnya dan berdiri mendekat pada Al dan Aliza


" Ada apa?" tanya Zula sembari merebut cendok Abangnya dan ikut makan makanan Al juga


Zula duduk di sebelah Al, yang tadi di tepukkan untuknya


" Nanti nangis lagi Abangnya makan gak ajak ajak" goda Al membuat Zula melotot


" Nangis tadi sayang, cemburu lihat Adek sama Abang" ucap Al bergurau dan mengadu pada Aliza


" Ya gak masalah dong, wajar kalau cemburu, namanya perhatiannya di bagi, Adek dulu juga gitu sama mas Farhan danas Furqon" jawab Aliza yang ternyata sudah pernah merasakannya


Zula menghentikan sendoknya yang sebenarnha tinggal Hap saja


" Serius Mbak?" tanya Zula pada Aliza


" Gue kesel mbak, tadi di cueki, loe tau sendiri kan hidup gue dulu gimana" jawab Zula blak blakan


" Faham jelas, udah sekarang santai aja, kalau abangmu ini cuek padamu, bilang sama Mbak, biar tak jewer kupingnya sampe lepas" jawab Aliza seolah mengancam Al.


" Mbak Liza, sadar gak kalau dia atasan mbak, horok bahaya lho mbak" saut El lagi


" Atasan kalau di sekolah dong El, kalau di sini ya, gak ada kata atasan lagi," Jawab Aliza santai


" Mantaap...." ucap El membela Aliza


" Berarti semua cewek itu sama ya, gak mau di duakan" ucap Al tiba tiba


" Duakan dalam hal apa dulu Al, suami? Langsung kena racun nanti suaminya" jawab Luna ikut nyaut


" Ya dalam hal apapun, suami kan boleh nikah 4, tapi Istri selalu gak akan pernah trima" Ucap Al lagi


" Yan gundulmu bocor itu... Sedangkan Istri, Loe aja kemaren di tinggal selingkuh Si Helend sakit hati gak?" bantah Zula cepat


" Bilang gak, nih air membasahi muka loe lho bang, " Ancem Zula gak terima

__ADS_1


Al terdiam karena dapat grudukan dari para wanita, Aliza masih terdiam dan tidak membantah, karena gak enak sama Abah Uminya, jadi memilihbterdiam dan tersenyum saja menanggapi gurauan suaminya


" Kenapa Al mau nikah lagi? Satu aja gak keluar keluar dari kamar kok" ucap Rizqi pada ponakannya


" Entah tuh.... " saut Zula


" Kalau sampe Al nikah lagi, Umi yang ada di garda terdepan untuk kak Liza, siap menyunatnya kembali" ucap Jihan membela Aliza karena dia tau gimana sakitnya di duakan


Zain mengelus pundak Jihan, dengan maksud minta maaf


" Cewek nih ya, walaupun kita di prioritaskan, tapi ada orang ke 3 dalam hubungan rumah tangga, seolah suami gak akan ada benernya, dan cukup kata jahat aja untuk suami" ungkap Jihan lagi membuat Zain memeluk pinggangnya dan berbisik kata maaf


" Cuman bercanda Lho Mi, orang Al tadi cuman mau ngomongin Ula, dia belum siap di duakan sama kamu sayang, " ucap Al menyampaikan maksudnya pada Aliza


" Tau dong.... Kita babon tuh maunya cuman satu ya dek" jawab Aliza yang sudah maksud


" Betul tuh.... Jadi jangan macem macem, Ada Abah siap menghantam" ucap Zula dan membuat mereka kembali tertawa


Setelah makan siang, mereka kembali ke kamar masing masing, dengan Al yang sudah bersama dengan Aliza di kamar dan saling ngobrol dengan situasi romantis


" Jadi tadi pada pergi karena ngikuti Ula Mas?" tanya Aliza di sela obrolan Mereka


" Iya sayang.... Zula nangis, gara gara sikap datar Mas tadi" jawab Al bercerita


" Mas sih, sama adeknya juga begitu" jawab Aliza lagi menyalahkan Al


" Lagi gak fokus sayang, cuman ada kamu di hati mas saat ini"


" Iya tau, tapi perubahan seperti itu pasti membuat Zula juga merasa kalau abangnya cuman sayang sama istrinya aja, lupa sama adeknya" jawab Aliza dan Al mengangguk


" Adek tau Zula gimana mas, mas mungkin juga hafal, sebenarnya Zula tuh anaknya cengeng banget, sangat cengeng, waktu masih kecil TK dan SD, Dia kan sering dapat bullyan, ngadunya sama Adek, nangis sama Adek, dan adek sebagai kakak ya gimana caranya biar dia tetap bahagia, kalau adek sempet melihat bapak, tapi dulu Zula kan sama sekali gak tau abah, itu yang membuatnya terhina, dan hanya percaya cuman sama Adek saja" ucap Aliza bernostalgia dengan cerita masa lalu Zula


" Setauku dia dulu cuek banget sayang, waktu pertama Mas kenal lho ya, Mas sempet naksir sama dia, karena gak tau dia siapanya mas" jawab Al menanggapi


" Ya itu mas, karena seringnya di bully, bahkan banyaknya haters Zula jadi gak percaya, dan menanggap semuanya sama, karena mereka gak tau apa yang Zula rasakan saat itu, " jawab Aliza yang tau tentang Zula


" Yang membuatku ikut down, saat Adek harus meninggalkan Zula sendiri di pondok, dan mungkin itu juga sebagai penyebab Zula tuh gak sopan dengan para guru yang pernah guru guru ceritakan, dulu adek gak faham siapa Zula yang di ceritakan, tapi setelah mengerti adek langsung faham, dan tau itu juga kesalahan adek yang membuat Zula seolah gak punya etika" jawab Aliza setelah tau semuanya


" Tapi perubahan begitu drastis saat dia bertemi dengan keluarga dan ke dua abangnya, jadi jangan lah di cueki lagi adeknya, kasian, tadi dia pasti cemburu, dan merasa sepi lagi" ucap Aliza lagi dan Al membenarkan hal itu


" Iya, dia merasa nanti hidupnya akan sepi kembali seperti dulu, Mas, terasa ikut sakit saat dia bilang seperti itu, Dia tuh adek yang mungkin jauh lebih kuat dari pada Abang Abangnya" jawab Al membanggakan Zula


" Sudah lah, Mas malu kalau harus nangis di depan adek" jawab Al mengalihkan ceritanya dan Aliza tersenyum dengan mengelus wajah suaminya yang ada di pangkuannya


" Jadi gimana? gak apa apa nanti kalau Mas kasih perhatian yang sama dan bagi waktu dengan Zula juga?" tanya Al pada Aliza


" Ya gak apa apa, harus dong, Adek juga gak mau di prioritaskan sepenuhnya Mas, Mas ada keluarga yang gak boleh di lupakan setelah punya istri" jawab Aliza yang profesional banget dan sadar diri

__ADS_1


" Istri siapa sih ini? Baik banget" ucap Al menggoda Aliza


" Istrinya Mas Al" jawab Aliza dan langsung mendapat serangan hangat dari Al


__ADS_2