
2 minggu kemudian, El dan Heny sudah tinggal di rumah megah keluarga Al Musthofa,
Ya 2 hari setelah menikah El memboyong Heny untuk tinggal di rumah keluarga Zain
Dan Kini keluarga Zain makin rame dengan bertambahnya 1 anggota keluarga lagi
Heny kini baru saja pulang dari Rumah sakit bersama El, mereka tidak ambil cuti, cuman 3 hari saja cutinya, rencana cuti lama saat bulan madu nanti
Setelah mandi bersama ganti baju, Heny bergegas menghampiri baby tampan yang sedang di kamar sebelah tepatnya bersama dengan baby Alwi
Ya aktifitas baru baby Bibi bermain dengan baby Alwi yang sudah mulai ngoceh
" Assalamualaikum..." Ucap Heny paling seneng dengan baby
" Watum talam..." Jawab Baby Bibi menoleh
" Waalaikumsalam.." jawab Aliza mewakili anaknya
" Ante udah pulang?" tanya Aliza lagi
" Udah dong.... " jawab Heny sambil memangku baby Bibi
Dan sesekali Heny sangat gemas dengan ketampanan baby Bibi sehingga membuat dirinya makin gemas dan terus mencium pipi baby Bibi
" Udah mandi belum?" tanya Heny pada baby Bibi
" Udah" jawab Baby Bibi singkat
" Yang mandiin siapa sayang?" tanya Heny lagi
" Mimi.." jawab Baby Bibi sambil memaikan mainannya
" Hem... Pantesan udah wangi, seger, " jawab Heny kembali mencium baby Bibi
" Dek gak mau liburan apa bulan madu?" tanya Aliza tiba tiba
" Kemaren sih bang El ngajak mbak, tapi katanya masih ngurus pasport dan juga Visanya mbak, " jawab Heny polos
" Hem... Mbak dulu bulan madu juga?" tanya Heny berbisik
" Heem... 2 hari setelah menikah langsung ke Jerman, dan di sana bulan madu sekaligus jalan jalan" jawab Aliza sambil senyam senyum
" Terus rencana kalian kemana?" tanya Al tiba tiba nongol dari ruang kerjanya yang ada di dalam kamarnya juga
" Kemana kemana, mana visa dan pasport Heny, lama kali jadinya" saut Ek yang ternyata menyusul istrinya
" Lama lah, loe sih maunya gratisan" bantah Al santai dan duduk di shofa kamarnya
El pun menyusulnya duduk di shofa kamar Al sambil melihat para wanita yang sedang momong
" Renacana mau kemana?" tanya Al lagi
" Enaknya kemana sih?" tanya El balik
__ADS_1
" Di rumah aja" jawab Zula yang juga nyusul ke sana
Sontak semua pada noleh padanya begitu juga dengan para bocil
" Ulaa....." Panggil baby Bibi yang sudah dekat dengan kakak perrmpuannya itu
" Assalamualaikum...." Ucap Zula menghampiri baby Bibi
" Watum talam" jawab Baby Bibi yang seolah mau turun dan menghampiri Zula
Zula mengerti dan Zula duduk di sebelah El, baby Bibi langsung menyusulnya
Ya kini ke 4 bersaudara duduk di satu sofa dan rukun anteng damai, jaih dari kata iri dengki dan bermusuhan
" Baru pulang?" tanya El dan Zula mengangguk sambil memangku baby Bibi
" Gimana menurut elo, gue bulan madu kemana?" tanya El sambil merangkul pundak Zula
" Bulan madu aja terus, loe gak nengok nih, yang di tanya masih jomblo akut" Jawab Zula kesal dengan pertanyaan Abangnya
Justru membuat mereka langsung tertawa ngakak mendengar jawaban dari Zula
" Kalau gak ayo bareng bareng, seru deh, " saut Aliza pada mereka
" Mau bulan madu lagi Ma?" tanya Al pada Aliza
" Ya gak apa apa dong,... Sesekali" jawab Aliza santai
" Boleh, " jawab El makin santai dan gak melihat gimana muka adeknya
" Ya liburan bareng bareng kan gak apa apa sih La, " jawab Al
Heny masih sangat kalem karena dia orang baru di sana
" Iya Ambil cuti aja dulu dek, udah lama lho hak cuti" sambung Aliza
" Gue gak mau ambil cuti cuti dulu deh, " jawab Zula
" Tumben, kenapa sih ? " heran Al
" Iya, biasanya kalau lagi males udah gak berangkat, kok.sampe gak mau ambil cuti segala" tambah Aliza lagi
" Kalian ini, dia tuh merasa berhutang budi sama Abah " Ucap El yang faham
" Kok sama Abah?" bantah Zula cepat
" Oh... Karena membeli asetnya Ryan untuk bayar pinalty toh?" ucap Al faham
" Kalau sama Abah gue santai kali, dari dulu Abah juga sudah mau lepas perusahaan itu, dan tau sendiri dong gimana abah kalau sama gue, " jawab Zula justru songong dan langsung di pwluk dan di cium oleh El
Heny sudah melihat sedari tadi dan malah terus melihatnya
El tiba tiba tertawa melihat wajah dan pandangan Heny pada dirinya dan juga Zula
__ADS_1
" Hahahaha.... Ini adekku sayang, jangan gitu lah, " tawa El langsung peka
" Gak kenapa napa kok" jawab Heny gelagapan makin membuat El tertawa
" Heny trauma El, gara gara Elo kenal dan suka sama Zula, elo putusin dia dulu" ucap Al ingat dengan curhatan El yang memutuskan Heny demi Zula
" Alah... Kayak elo enggak juga" bantah El ikut meledek
" Gak ya sayang ya .. Sekarang kan udah bersama, ini adekku kok, tenang aja, cintaku hanya untukmu istriku" ucap El mulai gombal blak blakan
" Huuueeeekk....." Ucap Zula seketika karena mendengar gombalan El
Mereka lanjut ngobrol kesana kemari, dan membahas serta bernostalgia jaman dulu sampai waktu magrib tiba
Tak terasa 1 tahun sudah usia baby Bibi saat ini, dimana setahun yang lalu ada umi yang berjuang melahirkannya
Kini genal satu tahun baby Bibi dan di rayakan di aula pesantren, dengan sama sama makan tumpeng bersama para santri
Baby tampan dan makin menggemaskan ini membuat para gadis dan santri putri berebut ingin penggendong dan menciumnya
Acara sudah selesai dan baby Bibi paling risih dengan teriakan dari para santri jadinya membuat baby Bibi jarang ke pondok takut buat rebutan
" Gitu kok pada rebutan, mbok rebutan aku aja, " ucap El saat kembali ke kamarnya
" Coba ulang" Ucap Heny singkat dan El menoleh kepadanga dengan ceringar yang pasif
" Hehe... Kita bikin baby aja yuk" Ucap El mengalihkan tatapan tajam Heny
Dari pada makin lama di tatap, El langsung menggendong Heny dan rasanya ingin lagi dan absen kembali
Bahkan El sangat agresif dari pada Al, kalau sehari enggak 2 kali rasanya kurang dan kurang banget
El gak memandang pandangan santri apa abah uminya dan kakaknya, dengan santai menggendong Heny menuju kamarnya
" Lihat tuh... " Ucap Jihan saat duduk di sofa ruang tengah
" Kenapa?" tanya Zain dan mengikuti arah pandangan istrinya
" Mau juga?" goda Zain pada Jihan
Bruk..... Bantal sofa langsung melayang ke Zain
" Sikap bapaknya di tiru" jawab Jihan
" Kalau seperti itu bukan sikap sayang.. Tapi bawaan, secara dong semua lelaki pasti seperti itu" jawab Zain gak terima
" Apa iya bah ? Kayak abah gitu?" kepo Jihan
" Kayak abah, mancing mancing deh rasanya" ucap Zain dan Jihan mulai geli sendiri
Tau apa yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya
" Gas yuk kamar..." ajak Zain pada Jihan
__ADS_1
" Bah.. Mi.." Panggil baby Bibj yang barusan sampai di lantau dua dengan Zula
" Good job baby" ucap Jihan lirih dan tersenyum