
" Jangan gitu Bang... Besok giliran Elo puasa kapok, Imingin aja Bah, suruh momong Bibi tinggal produksi lagi" saut El yang tentunya faham akan hal itu
" Oh tidak bisa.... Gue momong anak sendiri dong.." jawab Al ngasal dan kaum perempuan sama sekali tidak ikut mendengarkan
Apa lagi Zula yang masih belum faham dan gak mau dengar cerita tentang hal itu
" Beby Yuk kita kebawah, geli telinga kakak, nanti kena Virus" ucap Zula mengalihkan suasana dengan mengajak baby Bibi ke bawah
" Oh... Iya.. belum mandi lho Baby dek.. Yuk mandi sama kakak" jawab Aliza yang malu sendiri kalay suaminya sudah bahas tentang bab Ranjang
" Kakaknya siaga banget ya.... Tumben Amat kakak Ula" goda El sengaja
" Gue kalau lama lama di sini, yang ada telinga dan pikiran gue gak singkron, oleng sebelah" jawab Zula dan menggendong baby Bibi turun untuk di bawa ke kamarnya
Aliza pun gak banyak koment, apa lagi mukanya sudah mulai memeeah karena malu
Al lihat itu, dan siap menggoda dan menggarap Aliza nanti saat di kamar
Tak lupa sebelum turun Aliza juga pamit pada Abah dan Umi mertuanya yang masih lanjut nyemil sambil menikmati sunset
" Tapi masak iya Abah sama Umi dulu LDR?" Tanya Al masih gak percaya.
" Gak percaya dia Mi... LDR 2 tahun, jadi malam pertamanya 2 tahun setelah ijab qobul" jawab Zain meyakinkan
" Laki laki paling gak betah lho Bah Mi, sulit untuk menahan itu, El tau lah, El juga belajar hal itu, dan laki laki punya faktor tertentu untuk hal itu kenapa gan bisa di tahan lagi" ucap El yang sebagai dokter tentu faham hal itu
" Kenapa? Gara gara Gue loe sampe kebawa mimpi kan?" tanya Al yang sebelumnya di ceritain oleh El
" Kebawa mimpi apa?" tanya Jihan kepo
Al kemudian menjawab dan bercerita membuat Zain dan Jihan tertawa ngakak, apa lagi ceritanya tentang mimpi basah
" Beneran El?" tanya Jihan dan El dengan santainya mengangguk
__ADS_1
" Udah minta di nikahkan Nih Bah" ucap Jihan pada Zain
" Ya tinggal anaknya mau gak?" tanya Zain lagi
" Rasa kayak gitu tuh cepet hilang bagi yang belum merasakan sebenarnya seperti saya, ilusi mimpi mungkin gak se nikmat rasa yang sebenarnya" ucap El lag dan di acungi jempol oleh Al yang sedang menyerutup kopinya
" Betul bengeet.. Jauh lebih nikmat" Tambah Al lagi tanpa menurunkan acungan jempolnya
" Tapi gue masih bertanya tanya soal Abah sama Umi, kita slow aja ya, bukan gak sopan, tapi ngobrol santai seperti ini itu bisa jadi motivasi dan pengalaman untuk El kedepannya nanti, Abah Umi slow kan?" ucap El permisi dulu sebelum bertanya yang lebih intim
" Kami tuh Slow El, mau cerita masalah prifasi kalau sama Anak sendiri okey, lagian kalian juga udah dewasa, umi paling benci kalau bahas cendol dawet lagi" jawab Jihan tetap santai
" Cendol cendol dawett" saut Al yang ada di sebelahnya
" Udah mati mi, gak usah di bahas lagi, kasian, kebanyakan dosa lagi menerima siksaan saat ini" tambah Al lagi sambil menyomot kentang goreng Uminya
" Gue tuh penasaran banget rasanya jadi abah, " ucap El yang pengen bertanya tapi segen
" Abah Umi kan dulu sudah menikah, okeh udah halal, dan apapun boleh di lakukan dong, beda kayak El sama yang sebelumnya karena belum halal, El juga gak berani pegang pegang dan takut kebablasan, dulu masak Abah sama Umi pas di saat ketemuan juga sama kayak orang pacaran, maksudnya jaim jaiman gitu" ucap El yang pikirannya sempat terganggu tentang hal itu
" Pertanyaan cakep, gue sempet lho mau bertanya tapi takut dosa" sambung Al yang sama sama penasaran
Jihan sama Zain saling pandang sebelum menjawab pertanyaan dan rasa penasaran kedua anak laki lakinya itu
" Gimana Mi?" tanya Zain meminta pendapat
" Ya kan Abah yang merasakan, Umi mah dulu polos hahahaha" jawab Jihan malah tertawa
" Hahahaha... Umi jadi ingat drama kapal pesiar kwkwkwkw" ucap Jihan kembali teringat saat dirinya pertama kali berlayar dengan kapal dan pertama kali liburan jauh sama Zain di labuan bajo
" Aduh sakit banget Abah Mii" ucap Zain malah bernostalgia sendiri
" kalian tau, pertama kali Abah Umi liburan jauh, dan pertama kali, mau kebablasan dan akhirnya gagal, di kapal pesiar ini, haduh... Memang Allah belum menghendaki" ucap Zain sambil menepuk jidat
__ADS_1
" Kenapa?" tanya Al belum loding
" Palang merah datang di saat detik detik masuk kandang" jawab Zain langsung membuat Jihan dan kedua anaknya tertawa ngakak sampe terpingkal pingkal
" Jadi Umi ataupun Abah sudah saling melihat dan mengetahui aslinya?" tanya El makin penasaran dong
" Jelas" jawab Zain tanpa sensor
" Terus kalau LDR gak kebayang bayang?" tanya El lagi
" Profesional," ucap Zain dan Jihan kompak
" Bayangannya pas mau tidur dan kangen aja dong... Kan belum tau rasanya, jadi gak begitu ketagihan" jawab Jihan tetap santai
" Makanya El gas poll lah, jangan lama lama, gue tau lihat wajah loe sebenarnya tidak bisa nahan deh" saut Al mengojok ngojoki El
" Gue tau... Semua lelaki juga gitu, makanya gue tuh menghindari yang namanya oprase kuret, takut makin penasaran, mau lihat punya istriku sendiri aja nanti" jawab El yang memang sama sekali gak pernah melihat keistimewaan wanita
" Ya ayo dong sat set, lamar biar tidak penasaran" jawab Al lagi
" Gue takut lho Bang, Bah Mi, takut nantinya tuh bocah cuman jadi pelampiasan gue aja, apa lagi sampe pelampiasan n********u doang, kasian, gue mau cari yang benar benar gue cintai dhohir batin, " jawab El yang gak mau gegabah
" Tapi bener loe sama sekali udah gak ada rasa dengannya?" tanya Al serius
" Gak... Saat ini sama sekali enggak, sulit lah, 4 tahun lho, bukan hal mudah untuj melupakan kenangan indah" jawab El lagi masih belum move on
" Ya sudah terserah kamu lah El, mana yang terbaik aja untukmu, kamu udah besar udah bisa mikir dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan pasti sudah bisa menentukan mana yang terbaik untukmu" Jawab Jihan yang gak bisa memaksa dan mengatur pilihan anak anaknya
Jihan dan Zain bukan tipe orang tua yang selalu mengatur apa lagi sampai menentukan pilihan dan mengekang anak anaknya dalam urusan cinta ataupun asmara
Karena mereka juga perlu kebebasan, dan mereka percaya pada mereka yang bisa memilih sendiri
Sebagai orang tua, Jihan dan Zain hanya bisa mendoakan semoga Allah selalu memberi jalan yan
__ADS_1