
Febiyan kini kembali ke teman temannya yang nenunggunya, karena dari jauh mereka melihat kalau Zula memang sangat care dan tidak cuek seperti saat menghadapi Teman teman lainnya
" Weh sepetinya berhasil nih" ucap Adit pada Febiyan
" Bagi dong nomer ponselnya" saut Kenzy lagi
" Berhasil apanya, zonk sama kayak kalian" jawab Febiyan jutek
" Ah.. Masak, loe jangan pelit Biyan, orang sedari tadi ramah banget sama Elo nampak lho dari sini" jawab Akbar gak percaya
" Iya.. Karena mungkin dia tau gue yang terakhir, loe tau gue jadi finis dari kalian semua" jawabnga kesal
" Maksudnya?" tanya mereka kompak
" Okey dia memperkenalkan sendiri, dengan nama Jumsaryem" ucap Febiyan membiat mereka melongo
" Maksudnya?" tanya mereka lagi masih loding
" Singkatan dari Juminten Sumarni Sadiyem," jawab Febiyan sontak membuat mereka ngakakak
" Wkwkwkwkwkwkwkw" tawa ngakak mereka meledak
" Kocak ya.." ucap Adit yang gak berhenti tertawa
Cukup lama mereka tertawa dmhingg terhenti dengan sendirinya
" Terus terus nomer ponselnya? Masak iya gak dapat juga?" tanya Akbar lagi
" Ya iya... Tau dia jawab apa?" tanya Febiyan balik
" Apa?" tanya mereka kompak
" Sebelumnya nomer ponsel saya gak di jual belikan mas, tapi kemaren saya masukkan undian berhadiah, dan kemudian saya titipkan deh ke penjual cilok keliling, maaf mas saya gak hafal nomernya" jawab Febiyan menirukan gaya Zula dan membuat mereka makin tertawa ngakak karena ternyata cowok cowok tampan seperti mereka bisa di kerjain oleh Zula
Mereka juga sebenarnya karyawan dari Perusahaan Perbankan milik Zain, cuman mereka di bagian dalam, dalam arti seperti admin dll,
Kalau Ryan kerjanya di bagian atas sama sepeti Zula, dan mereka tidak tau atau mengenal Zula karena mereka kerjanya di kantor pusat yaitu di Jakarta, kalau Zain, tentu mereka mengenal dan gak tau apa jadinya kalau mereka tau Zula adalah putri dari pemilik perusahaan tempat mereka berkerja
Bukan hanya itu saja, karena Zula nanti akan menjadi pewaris perusahaan itu, juga
Sebelumnya tidak ada wanita yang berani mendekati cowok tampan seperti mereka, apa lagi mengerjai cuman Zula saja yang bisa habis habisan membiat mereka garuk kepala yang gak gatal
__ADS_1
" Heh..... Emang enak, " ucap Zula tersenyum kecut saat mereka tertawa ngakak karena kedekatan mereka yang gagal mendapat apa yang mereka inginkan
Di Musholla, Ryan dan Ucup sudah selesai sholat, bahkan tadi Ucup ikut berjamaah juga dengan Ryan yang sebagai imamnya
Dzikir dan doa mereka ucapkan dan panjatkan untuk kebaikan dan keselamatan mereka juga
Hidup bukan cukup untuk kerja cari makan saja ibadah adalah hal yang paling utama
Tanpa sang kholik Allah SWT, kita tidak ada di sini,
Menyembah dan memujinya adalah kewajiban kira sebagai makhluknya
Berdoa adalah salah satu lantaran untuk kita menganukan proposal Pada Allah SWT
" Ud'uni fastajob lakum" Firman Allah SWT
Berdoalah kepadaku, makan Aku akan mengabulkan doamu
Memintalah hanya kepada Allah, meminta pertolongan juga hanya ke pada Allah, dan orang lain itu adalah lantaran di mana Allah mengabulkan permintaan kalian
Seusai sholat dzikir dan berdoa, mereka juga bersalaman
" Iya... Maaf mas siapa ya? Apanya Zula kok kenal?" tanya balik Ryan karena tadi gak tamat wajah Ucup saat memisahkan Zula dengan Ryan
" Maaf ya mas, kalau Zula salah, saya minta maaf banget" ucap Ucup merasa gak enak
Karena menurut Ucup Ryan terlihat santai aja, dan tau kalau Zula kalau sudah sensi sama seseorang sudah pasti akan mengingat dan jengkel padanya
Apa lagi kalau kebiasaannya cek cok debat dan eker, berjumpa aja rasanya pengen ngomel dan ngajak berantem
Itu Zula, dan Ucup faham betul tentang itu, jadi kalau melihat Zula pergi Ucup sebenarnya mau cari tempat yang aman yang tanpa musuh atau orang yang paling di benci sama Zula
Lha bagai manapun, Ucup juga gak tau siapa saja musuh bebuyutan Zula, apa lagi sudah hampir 4 tahin jarang bertemu dan gak tau siapa orang baru di antara Zula juga
" Gak apa apa Mas, saya sudah terbiasa di omeli dan di ajak berantem sama dia" jawab Ryan santai karena sudah menjadi kebiasaan mereka yang hampir setahun
" Oh ya Mas siapanya Zula, ?" tanya Ryan lagi
" Kok sepertinya dekat banget ya, Maaf sebelumnya soalnya setahu saya Zula sudah punya tunangan, tapi dekat sama Masnya, dan kalau kakaknya gak mungkin juga kan, soalnya gak ada mirip miripnya" tambah Ryan santai dan membuat Ucup tertawa
" Hahaha.. Bener mas jauh kalau saya sama Zula lah mas, dia berkelas kok " jawab Ucup sadar diri sambil tertawa
__ADS_1
" Maaf mas, saya gak bermaksud begitu ya mas" ucap Ryan merasa gak enak
" Santai aja mas, gak apa apa kok, slow aja, " jawab Ucup dan Ryan mengangguk
" Saya ini sahabatnya Zula Mas, dan sudah seperti sodara, dan kakaknya sendiri, ya.. Dia justru lebih dekat sama saya dari pada sodara kandungnya," jawab Ucup berterus terang
" Beneran? " kaget Ryan kurang percaya
" Iya mas, kenapa memangnya mas?" tanya balik Ucup
" Enggak sih, cuman saya heran aja Mas, kok sabar banget ngadepin tuh anak, Masyaallah saya aja nganggapnya bocil aneh" jawab Ryan sudah gak kevayang betapa sabarnya Menghadapi Zula
" Ya mungkin saya sudah mengerti dan memahami karakter Zula Mas" jawab Ucup santai
" Nah nah... Ini nih, saya belum sepenuhnya bisa memahami dan mengerti apa mau dia lho mas, " ucap Ryan mulai tertarik
" Saya jadi tertarik nih, minta nomer ponselnya mas" ucap Ryan seolah akan konsultasi pada Ucup tentang Zula
" Buat?" tanya Ucup kaget
" Minta dulu mas, nih masukkan ke sini" jawab Ryan sambil memberikan ponselnya
Dan Ucup menerima kemudian memasukkan nomer ponselnya ke ponsel Ryan, dengan di kasih nama Yusuf
" Bang Yusuf ya" ucap Ryan dan Ucup mengangguk
" Okey trimakasih, saya Ryan, nanti saya kontek, saya tertarik sama mas Ucup, untuk konsultasi tentang sikap bocil aneh yang kadang suka berubah di detik berikutnya" jawab Ryan yang merasahan hal itu
" Dan anehnya saya gak faham apa maunya dia, dan itu yang membuat saya jengkel dan sering berantem sama dia mas, " jawab Ryan justru bercerita
" Kadang saya berfikir, ini saya yang salah, apa dia yang eror, apa saya yang gak faham, jadi berakhir dengan perdebatan dan musik rock and roll di kantor lantai paling atas" jawab Ryan seolah curhat san Ucup hanya tertawa karena tau gimana nasib Ryan
" Banyak yang seperti ini Mas, bahkan calon suaminya saja dulu juga konsultasi sama saya, sebelum nembak Zula, ya untuk mengetahui gimana Zula, dan bagaimana sikap serta yang lainnya, dan akhirnya sudah tunangan sekarang" jawab Ucup terus terang dan Ryan mengangguk
" Bukan hanya tunangannya, pak Zain sama Al dan El juga sama, dulu bertanya gimana gimananya Zula" jawab Ucup mulai keceplosan dan terlupa akan posisi Zula
" Maaf Pak Zain dan Al El, mas kenal beliau?" tanya Ryan cukup ngeh dan sadar
" Kenal, mereka kan...." ucap Ucup ......
Lanjut gak ya..... Keceplosan bahaya
__ADS_1