
Pertengahan puasa sudah berlalu, dan bahkan sudah menginjak tanggal 24 Romadhon, yang artinya sebentar lagi sudah mau lebaran
Para santri sebagian sudah pamit pulang ke rumah masing masing, mulai tanggal 20 Romadhon
Dan malam ini El sudah janjian sama Heny untuk berangkat bareng ke pondok seperti yang Abah Tasim katakan waktu itu
Kini setelah berbuka puasa El bukan langsung pulang, melainkan langsung mengajak Heny untuk kepondok, kebetulan Heny juga masih di kosannya jadi gak usah muter lagi nanti langsung lewat jalur lain agar cepet sampai
Jebret...
Pintu mobil sudah di tutup oleh Heny setelah El menjemputnya
" Udah nunggu dari tadi?" tanya El saat Heny sudah masuk
" Enggak sih baru beberapa menit saja kok" jawab Heny sambil mwmbenahkan hijabnya
" Udah buka puasa belum?" tanya El kembali fokus ke jalanan di depannya
Heny Hanya nyengir kuda dan El tau apa jawabannya
" Lagi gak puasa?" tanya El dan Heny mengangguk
" Sama Zula, lagi gak puasa juga, tapi tih anak jan memang" Ucap El bercerita
" Kenapa Memangnya?" tanya Heny belum faham
" Tuh anak kalau lagi gak puasa ya udah santai aja, mau makan bodoh amat, kadang sengaja di depan Aku sama Bang Al, apa lagi sekarang nih kak Liza puasa, Semua puasa, sesantai mungkin, mau pulang kerja waktu mbak mbak masak, ya udah minum ya minum, terlalu santai tuh anak" Ucap El malah ghibahin adeknya
" Hahahaha... Kalau kayak gitu jadi inget waktu di pondok dulu, kalau sedang halangan berubah jadi setan, pagi pagi tetap sarapan, walaupun makan nasi sisa sahur semalam" jawab Heny malah nostalgia dan terus tertawa
" Jadi santri Putri tuh memang gitu ya" Ucap El dan Heny mengangguk sambil tertawa
" Memang dasar ya..." Ucap El dan Zula masih tertawa
Mereka lanjut ngobrol ngobrol, karena perjalanan sangat lama banget, kurang lebih 1.5 jam, mungkin habis santri sholat tarawih mereka juga baru sampe di Pondok
" Nanti mau pulang ke rumah langsung apa gimana?" tanya El pada Heny
" Enggak lah nginep aja, masak mau langsung pulang, tengah malam lho " Jawab Heny lagi
__ADS_1
Karena Heny tadi juga sekalian bawa baju bajunya untuk pulang, mengingat tinggal 5 hari lagi lebaran tugasnya juga udah selesai jadi sekalian karena ajakan El
" Kamu mau langsung pulang?" tanya Heny balik
" Kalau kamu nginep ya sekalian ikut nginep nanti pagi baru pulang habis subuh" jawab El dan Heny mengangguk
" Okey..." jawab Heny santai
" Tapi ada jadwal oprasi gak? Nanti pagi ada jadwal praktek juga repot lho, kalau mau pulang gak apa apa" jawabnya lagi masih mikirkan El dengan kepadatan jadwal paginya
" Ada sih.. Mau nemenin sekalian?" tanya El dan melirik pada Heny
" Jadwal magangku udah Habis sayang.." jawab Heny dan membuat El langsung tersenyum ke arahnya
" Gak apa apa, nanti ada kok bayarannya, tenang aja" jawab El santai
" Iya mentang mentang pemilik Rumah sakit ya, hem... Enaknya" jawab Heny sambil menggoda El
" Makanya ayo nikah, biar sekalian jadi nyonya pemilik rumah sakit" jawab El dan Heny tersipu malu
" Enggak... Nanti aja, masih nyusun ini, lagi pusing pusingnya" jawab Heny lagi dan El menoleh kearahnya sesekali
" Boleh , bantuin bayar wisudanya aja" jawab Heny santai dan mengetes El masih royal gak
" Boleh, mau tak sewakan gedungnya sekalian?" tanya El malah menawarkan
" Hahahaha Enggak Enggak bercanda, ya udah kalau ada jadwal oprasi pagi, nanti pulang aja dulu, aku bisa pesan ojek online kok, aman itu" jawab Heny santai
" Berat sayang barangnya gimana?" tanya El gak tega
" Udah aman itu, taruh pondok aja, besok reuni akbar di ambil kan bisa, cuman 10 hari doang" jawab Heny santai
" Enggak nanti aku anter aja, sekalian jumpa sama Ayah sama Bunda" jawab El dan..
" Enggak... Gak boleh, gue gak mau pokoknya kalau buru buru seperti itu" jawab Heny dan seolah takut banget kalau El jumpa dengan Ayah dan Bundanya
Tapi El belum sadar dan tetap positif tingking aja dengan alasan Heny yang mau menyelesaikan kuliahnya
" Kalau nginep beli makanan untuk sahur dulu ya, payah nanti kalau udah di kampung, masak mau minta makan ndalem gak enak lah" Ucap El gak enak kalau mau minta makan sama temannya
__ADS_1
Dan seingatnya waktu mondok di sana juga sepi gak ada yang jual waktu puasa apa lagi pas sahur
Ada juga dia gak begitu selera, apa lagi sekarang sudah makan bareng dengan keluarga yang terjamin higenisnya dia juga petugas medis yang pastinya mementingkan kesterilannya juga
" Ya gak apa apa, tapi ih... Kamu ih.." Ucap Heny sambil memukul El pelan
" Kenapa?" tanya El Bingung
" Tongkrongan kantinmu juga lho jual, ngapain harus makan makanan dingin, tempat mbahmu kan juga deket sayang, gak salah minta makan ke sana kan? Ih... " jawab Heny dan El baru sadar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Iya ya.. Kok gak kepikiran ke situ ya tadi" jawab El baru sadar
" Ya udah lanjut aja nanti kita ketinggalan lagi" jawab Heny dan El mengangguk
Sesampainya di pondok, masih keadaan sepi banget, dan para santri masih berdzikir sehabis sholat tarawih
" Baru selesai sholatnya sayang, mau langsung masuk aja? Nanti ketahuan ribet lho, jadi tanda tanya" Ucap Heny masih suka khawatir
" Biar lah, bukan santri sini juga kok, gak bakal dapat takziran" jawab El santai
" Kamu Ih.. Nakalnya mbok di kurangi ngapa sih yang, udah ayo turun cepet langsung sholat, aku juga mau segera masuk" jawab Heny dan akhirnya El menurut
Kini Heny sudah berada di kamar solmetnya dulu, yang sekarang masih di sana dan jadi pengurus,
Kedatangan dirinya menjadi kejutan bagi solmetnya itu, pasalnya dia juga gak tau kalau Heny akan hadir karena jarang komunikasi juga
" Jangan nangis gitu dong... Kan gue udah datang" Ucap Heny karena temannya terharu
" Gue tuh kangen banget tau gak sama Elo, sangat kangen banget, samle berkali kali kebawa mimpi" tambahnya dengan kembali memeluk Heny
Heny tersenyum mendengar ucapan sahabat nya yang kini tinggal satu satunya di sana,
Dulu ber 5, tapi saru persatu sudah pada pergi jadi tinggal dia sendiri, yang masih bertahan
Karena dia selain jadi pengurus juga ngabdi di ndalem juga, dan cita citanya sampe bertemu dengan sang kekasih yang menerimanya apa adanya
" Ngomong ngomong ke sini sama siapa?" tanya temannya pada Heny
" Hm... Siapa ya..? Hayo tebak, gue ke sini sama siapa?" ucap Heny yang belum memberi tahu tentang dirinya yang balikan sama El
__ADS_1
" Di anter ayah? Gak mungkin ayah nganter malam malam seperti ini, terus bawa motor apa mobil sendiri juga gak mungkin, Elo gak berani bawa kendaraan jauh, sama siapa sih? Gak mungkin kan sama El, dia udah mau nikah kabar terakhir dari elo" jawab Temannya sambil menebak nebak