Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ulah Zula


__ADS_3

Muka Aliza langsung memerah, karena malu, tak jarang mereka juga sering membicarakan soal ini


Apa lagi Aliza sering kali kalau ngobrol dan cuman berdua saja sama Umi Jihan, sering kali konsultasi tentang kesehatan


" Entah Mas Al tuh Mi, malah telfon" jawab Aliza malu malu


" Maafkan anak Umi ya Nak, udah gak usah merah gitu pipinya, kayak sama siapa aja" jawab Jihan santai dan Aliza tersenyum dan mengangguk


" Iya Umi" jawab Aliza ramah


" Krucuk.... Krucuk.... Krucuk.." Bunyi suara perut Aliza yang sudah laper


Jihan tersenyum saat mendengar dan melihat wajah nyengir Aliza


" Udah sarapan dulu gih, nanti lagi bantunya, lagi hamil juga, sarapan dulu, suaminya aja sarapan sekalian, ambilkan bawa ke kamar" ucap Jihan pada Aliza dan menarik pelan menantunya itu agar segera sarapan


" Mas Al masih mandi Umi" ucap Aliza lembut


" Iya di ambilkan sekalian, makan bareng " ucap Jihan dan Aliza akhirnya menurut


Aliza kini masih di temani Umi mertuanya untuk ambil sarapan untuk suaminya, dan sesekali Jihan menawarkan banyak lauk pada Aliza


Saat mau di bawa naik, Al ternyata sudah menyusulnya ke bawah, karena gak tahan lapar


" Tuh... Udah turun dia, ya udah makan sekalian sini" ucap Jihan pada Al yang mendekat dan merangkut pinggang istrinya


Aliza terlihat malu malu cuman gak berani nolak


" Laper Al?" tanya Jihan pada Al


" Iya Mi, belum sarapan Al Mi" jawab Al dan melepas pelukannya

__ADS_1


Jihan hanya tersenyum melihat kemesraan anak dan menantunya, dulu Zain juga seperti itu bahkan lebih posesif dari pada Al


" Ya udah makan dulu sarapan dulu, habis olah raga kan, capek pasti laper lagi" ucap Jihan pada Al yang menghentikan geralannya yang mau menyomot salah satu lauk


" Hahaha . Adek adek gak ada akhlak sih, main gedor aja, lagi sit up juga" jawab Al yang faham


" Kepekaanmu meningkat Mas?" tanya Aliza kaget dan menatap Al


" Kalau masalah seperti ini Mas sangat peka sayang" jawab Al dan langsung di toyor sama Jihan kepala Al


El menggaruk kepalanya dan nyengir menatap Uminya yang tiba tiba menonyor kepalanya


" Ya udah lanjut lagi kak, Umi mau tengok Bibi dulu, tadi cuman sama Zula aja, El udah turun takutnya beneran jadiin boneka tuh anak pada adeknya" pamit Jihan khawatir pada Zula


Ya walaupun Zula sudah dewasa, tapi Jihan gak lepas tangan gitu aja pada Zula, apa lagi tentang Bibi


Beberapa waktu lalu, Sempet di rumah gak ada orang sama sekali, dan sedang pergi sendiri sendiri, hanya ada Zula yang sedang di rumah


Jihan minta Zula agar menemani adeknya yang sedang terlelap karena Jihan mau mandi


Takutnya kali ini di pakein kostum badut Jihan sudah gak rela, karena beberapa waktu lalu Zula sudah beli banyak kostum untuk baby Bibi


Kembali ke pencucian ikan...


Di sana para santri masih sibuk masing masing, dan tak luput mereka jiga sambil bercerita dan gjibah, kebaikanz ghibah syar'i


" Mbak Fatim, mbak Liza deket banget ya sama Umi Jihanz walaupun Umi mertua" ucap Salah satu santri yang ikut bantu bantu


" Umi Jihan tuh ya, mulai saat pertama jadi istri Abah Zain, sudah biasa ornagnyaz gak pernah neko neko sama siapa saja ramah banget, kalia tau Gus El, itu foto copiannya Sikap Umi Jihan sangat ramah, tapi terkadang sok cuek kalau sama orang orang yang macem macem sama mereka" jawab Fatim yang mengenal jauh Jihan


" Umi Jihan wajahnya kok masih muda banget ya, padahal sudah punya menantu, lho, mau punya cucu tapi tak mengurangi mudanya, bahkan punya baby Bibi juga masih pantes" ucap lainnya memuji Jihan

__ADS_1


" Umi Jihan dulu sama Abah Zain nikahnya muda banget, Umi Jihan bahkan masih sekolah dan Mondok, terpaut jauh usianya, tapi dia sosok yang berfikiran dewasa sabat dan pemaaf, " jawab Fatim gak kebayang gimana siksaan Jihan masa dulu


" Masak? apa santri sini juga dulu Umi Jihan mbak?" tanya lainnya lagi


" Bukan, Santri pondok YQ, Dan anak BNT juga , makanya pak Zain terpincut, tapi ketemunya pas Umi Jihan pindah pondok" jawab Fatim membuka cerita masa lalu


" Dulu Umi Jihan pertama di sini, sama sekali gak di terima oleh Keluarga Abah Baha' dan Juga Umi Fani, " ucap Fatim mengundang kehobohan


Secara Fatim yang sudah jadi mbah mbah kompek mulutnya makin sering ghibah,


" Kok bisa, Umi baik banget lho, mereka justru malah gak pernah nengok dapur pondok apa lagi santri, selama di sini taunya makan, tidur, ngaji, orang baju Bu Aisyah aja suruh kami yang cuci" tanggap salah satu santri yang cukup ceriwis


Santri bukan berarti gak suka ngomong, kalem dan hanya ngaji ngaji dan ngaji ya, ada kalanya setan mau mendekat ingin menguji kekuatan iman mereka


Jadi jangan kalian beri penilaian yang sama untuk semua santri harus gini gini dan gita gitu, karena setiap manusia tiu berbeda beda, manusia tempat salah dan lupa


Lanjut....


" Coba Umi, kalau kita gak ngambil paling udah di londriin, gak pernah yang namanya nyuruh, mbak tolong bersihkan mbak tolong cucikan, kecuali minta tolong jagain Baby Bibi" lanjut lainnya menyambung


Jihan masih sama dengan yang dulu gak mau merepotkan banyak orang, sekalipun dia santrinya


" Iya kalau enggak kepasar untuk belanja bulanan, gitu aja kami udah di anter sopir, dapat makan, dapat sangu sekalian, " tambah Lainnya


" Terus kalau beres beres kamar kamar mereka?" tanya Fatim lagi


" Ya itu ini siatif petugas piket saja, kan ada piketnya yang bersihin kamar atas kamar gus nengnya, Umi juga, anak anaknya gak pernah menyuruh sama sekali, bahkan minta tolong pun enggak, karena gak enak mungkin ya, jadi kalau ada baju kotor ya di ambil, itupun kalau di luar, karena sekarang mereka pake prifasi, untuk kamar masing masing, dan hanya boleh masuk satu orang kang santi tukang galon" tambah lainnya lagi


" Hem... Tiba kedatangan tamu dari Arab tuh, mbak Aisyah beserta keluarga ya Ampun... Yang piket di buat dobel 3 kali, " ucap santri lagi


Ya karena banyak yang perlu di bereskan juga karena banyak orang, pasti tidak rapi dan tetap bersih seperti hari hari sebelumnya lagi

__ADS_1


Di kamar Zula sedang bermain dengan baby Bibi dan sangat asyik sekali karena baby Bibi sama sekali tidak nangis


" Assalamualaikum..." ucap Jihan saat masuk dan betapa kagetnya dirinya


__ADS_2