
Aliza terhenti tangisannya, tapi isakannya masih terdengar jelas
" Maksudnya?" tanya Aliza bingung
" Adek sekarang udah hamil" jawab Al sambil tersenyum dan memeluk Aliza
Aliza syok dan berhenti sejenak untuk mencerna, dia gak menyangka kalau secepat dan sesingkat ini dia akan menjadi seorang ibu, dan di amanahi momongan
Aliza justru makin menjadi tangisannya, dan makin sesenggukan, karena haru,
" Maaf.... Maafin Adek Mas" ucap Aliza justru merasa bersalah, karena tadi sempat meminta untuk pisah
" Udah.. Gak apa apa, jangan bilang itu lagi ya, gak boleh ngomong kayak gitu lagi" ucap Al dan Aliza mengangguk
Kemudian Al keluar untuk menyelesaikan semuanya, adminitrasinya dan lain lain, dan segera membawa Aliza pulang untuk kembali ke rumah
Tapi Setelah membayar adminitrasi Al menemui dokter specialis kandungan agar Aliza bisa di priksa kembali, dan setelah memeriksa Al di jelaskan menganai kondisi dan usia kehamilan
Pas genap 5 minggu, sesuai hari pertama Aliza terakhir Haid, yaitu sebelum ijab qobul, karena perhitungan usia kehamilan memang begitu
Al sempet kaget karena itu selisih dengan usia pernikahannya, tapi Al mencova untuk tetap percaya dan husnudzon pada Aliza , walau hatinya bertanya tanya toh dia sendiri yang merasakan keperawanan Aliza, dan gak mau menyingung atau menyakiti hati Aliza lagi, seperti yang selalu di wanti wanti Uminya selama ini
" Nanti gue tanyakan sama Umi dulu lah" batin Al dan keluar dari ruangan dokter
Kini Aliza di bopong sama Al masuk ke dalam mobil Zula, untuk menuju kembali ke rumah
" Mobil Abang masih di Kampus,?" tanya Zula lagi
Zula belum mengetahui tentang kabar kehamilan kakak iparnya, karena sedari awal dia cuman menunggu di ruang tunggu saja
" Iya gimana?" tanya Al balik dengan Zula yang sedang menyetir
" Gue bawa mobil loe aja deh, loe bawa mobil gue pulang aja dulu, " ucap Zula
" Jadi loe turun di kampus aja?"
" Iya lah, gue masih mau lanjut ngurus tuh mantan" ucap Zula mau menyelesaikan masalah dengan Yasmin
" Kenapa?" tanya Aliza lesu
" Udah loe tenang aja mbak, tuh orang setengah waras urusan gue, " ucap Zula yang senggaknya sekalian mau tau gimana ekspresi orang orang yang dulu membulinya
" Okey lah, terserah" jawab Al santai dan tiba mereka di depan gerbang kampus, Zula turun Al dan Aliza pindah belakang
__ADS_1
Zula berjalan santai dengan membawa tas slempangnya yang masih nengkreng di pundaknya
Dengan stailist dia yang begitu mempesona, dengan Bawahan Celana jeans kulot, dan kaos dalam warna putih, dengan blazer yang senada dengan celananya
Semenjak Aliza menjadi pembisnis, penamilannya tentu berbeda, apa lagi dia seorang seleb yang selalu menjadi pandangan dengan OOTD yang di gunakan,
Di tambah kaca mata hitam dan juga sepatu brandet yang sama dengan OOTD yang semua iya kenakan
Nampak gagah dan berwibawa, tak jarang pada mahasiswa melongo memandangnya
Bahkan segerombolan Cowok yang tak kedipun terum memandangi dia di setiap langkahnya, sampai Zula mendekat dengan orang tersebut makin membuat mereka mematung tak menyangka
" Assalamualaikum selamat siang?" tanya Zula membuat mereka masih ngences melihat kecantikan Zula dari dekat
" Hallo... Bang.... Woy" teriak Zula pada mereka yang langsung gelagapan
" Eh... Iya gimana bu Zula ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu dari mereka
" Ketua kampus di sini siapa? Presidennya?" tanya Zula tanpa basa basi
" Yang tadi bersuara saat demo?" tanya Zula lagi langsung das des
" Oh... Mas Soni" jawab mereka kompak
" Dia sekarang di mana?" tanya Zula lagi
" Makasih" ucapnya singkat
Zula berjalan ke sekertariat pengurus kampus, dia mau tau usut punya usut terjadinya demo di kampus abangnya tadi
Setibanya di kantor sekertariat Zula masuk dan tak lupa mengucapkan salam, tanpa basa basi dia langsung mendekat ke arah President kampus dan
Brak...... Brak....
Membuat President kampus bernama Rahman itu kaget dan langsung berdiri dari tempat duduknya
" Loe president kampusnya?" ucap Zula dengan Nada seperti akan mengajak berantem sama Ryan
Rahman masih belum fokus dan sangat kaget, secara yang mwndatanginya adalah cewek yang barusan tadi di kenal sebagai adek perempuan sang pemilik kampus
" Iy....iya buk" ucap Rahman gugup
" Bak buk bak buk... Gue bukan ibuk loe" ucap Zula makin kesal
__ADS_1
Rahman terdiam dan masih mematung dan membisu, serta menundukkan kepala
" President macam apa itu, angkat kepalamu, president kampus sebesar ini merem aja, lembek, " ucap Zula makin murka
Akhirnya Rahman mengangkat kepalanya dan mau gak mau harus siap menghadap Zula yang mukanya sangat menyeramkan tapi sejuk di pandang
" Siapa yang nyuruh loe untuk demo?" tanya Zula ketus
" Anak Fakultas Tafsir buk" ucap Rahman gugup
" Gue bukan ibuk loe" bantah Zula lagi
" Maaf" jawab Rahman masih sangat gugup bahkan gemeteran
" Panggil dia kesini suruh menghadap saya" ucap Zula tegas dan Rahman mengangguk langsung berlari keluar mencari orang yang menyuruhnya untuk demo tadi
Seperginya Rahman, Zula duduk di salah satu bangku sekertariat di sana, ambil memaikan ponselnya sampai orang yang di tunggu datang
" Assalamualaikum..." ucap teman Aliza yang datang dengan Rahman
" Waalaikumsalam" jawab Zula datang dan menatap orang tersebut
" Loe yang bikin huru hara?" tanya Zula to the poin
" Maaf Mbak Zula, saya sebenarnya gak tau apa apa, saya mengenal Aliza juga baik, tapi kami di suruh sama bu Yasmin, saya gak tau masalahnya gimana," ucap Teman Aliza sudah ketakutan sendiri
" Kronologinya gimana?" tanya Zula datar, kemudian teman Aliza menjelaskan semuanya dari awal Aliza membagikan undangan sampe Aliza pergi ke ruangan Al
" Panggil bu Yasmin, dan dalangnya, saya tunggu di ruangan Bang Al" ucap Zula berdiri dan meninggalkan mereka berdua
10 Menit kemudian Zula yang sudah berada di ruangan Al, kini Yasmin dan Queen serta kedua mahasiswa dan siswi itu berada di ruangan Al
Pandangan Zula sedari tadi masih sama menatap semua yang ada di sana, penampikan dan tatapan Zula sangat tajam, jauh lebih tajam dari pada keluarga lainnya
Zula gak ada sama sekali yang di takuti, pandangannya saat masih duduk di bangku sekolah sekarang sama, dan tidak ada yang berani berkutik
Zula sudah mengintrogasi Kedua mahasiswa tersebut, dan juga Queen, alasan Queen yang di katakan apa adanya, bahkan Queen sempet mengungkapkan semuanya tentang ke tidak adilan Aliza yang langsung di angkat sebagai sekertarisnya, Dan Zula juga menjawab kalau itu dia yang minta, Zula juga menjawab Aliza itu teman baiknya dan dekatnya,
" Faham kan? Ini Yayasan milik keluarga, di bawah naungan negara, dan mentri pendidikan, mau gue dan keluarga gue atur seperti apapun karyawan itu urusan kami, bukan urusan elo, Loe iri boleh, tapi loe gak perlu capek capek sebar fitnah" tambah Zula menanggapi ucapan Queen,
" Ini semua milik keluarga Al Musthofa, gue adalah bagian keluarga Al Musthofa, " tambahnya lagi bukan bermaksud angkuh, tapi mereka harus tau siapa Zula, Al dan Aliza saat ini
" Kalian tuh lucu tau gak, kayak kurang 1 ons otaknya, yang kalian fitnah itu teman dan rekan kalian sendiri, istri dari pimpinan yayasan, dan kalian fitnah dengan pimpinan yayasan sendiri, seolah mau menjatuhkan pimpinan kalian sendiri, dan mana baik yayasan juga" tambah Zula yang jauh lebih mida dari mereka justru bisa berfikir dewasa
__ADS_1
" Itu udah pencemaran nama baik, sekarang langsung aja deh gue buat pilihan untuk elo ibuk Queen yang terhormat" ucap Zula lagi makin mendebarkan
" Ini mau gue kasuskan ke pengadilan, dengan ketegasan pencemaran nama baik, surat pengunduran diri, atau surat peringatan dan skores?" tambah Zula gak tega menungkapkan kata pecat