Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Melamar


__ADS_3

Maulana tersenyum mendengar ucapan Zula yang lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri


" Kebiasaan" ucap Maulana mengelus kepala Zula


Ryan dari jauh heran melihat keduanya, karena Ryan tadi sengaja berhenti sejenak, dan mau tau seperti apa perlakuan Pacar Zula, kepada Zula yang sifatnya keras kepala sepertj saat menghadapinya


" Lagi sibuk kan? makanya lupa" ucap Maulana dan Zula tersenyum memandangnya dengan mendongakkan kepalanya, karena Maulana jauh lebih tinggi dari pada Zula


" Kok gak bilang sih mau nyamperin ke sini?" tanya Zula lagi


" Kan mau ngasih kejutan " jawab Maulana lembut


" Makasih ya..." ucap Zula lembut dan membuat Ryan dari jauh pengen muntah, karena jauh perlakuan Zula kepadanya dan aslinya


Sebenarnya Zula hanya bertengkar dan cuek kadang jutek, dan kasar cuman dengan Ryan aja, dab tidak dengan yang lainnya


" Sama sama.. Mau langsung pulang?" tanya Maulana dan Zula mengangguk


" Ayok...." ajak Zula dan mereka berjalan beriringan tanpa pegangan tangan karena komitmen mereka sebelum ada hubungan halal


Ryan juga heran, yang katanya pacaran kok gak ada mesre mesranya sama sekali, dan bahkan Ryan mencurigai kalau sifat galak Zula pasti berpengaruh dalam hal itu, bahkan Ryan sampe mengikuti mereka sampai di parkiran


Zula dan Maulana sekarang sudah berada di parkiran dan dekat mobil Zula yang akhirnya pake mobil abah Hasan aja, pasalnya kalau pake mobil Umi Jihan lagi di ketahui, dan mobil abah Zain juga nanti di curigai lagi,


" Udah pinter nyetir?" tanya Maulana Zula mengangguk


" Huum.... Aktifitas sudah berbeda, pada punya kesibukan dan profesi masing masing, jadi gak ada yang nganter lagi, dan mengharuskan harus bisa ini" jawab Zula lagi sambil membuka pintu mobilnya


" Kamu yang nyetir ya" ucap Zula sambil memberikan kunci mobil pada Maulana


Maulana menerima dan masuk kedalam mobil Zula, kemudian melajukan mobilnya keluar dari kawasan perusahaan


" Kok gak pake supir aja, Aku khawatir kalau kamu bawa mobil sendirian terus seperti ini" ucap Maulana yang selalu memanjakan dan kepikiran dengan Zula


Secara kebucinan Maulana pada Zula mengalahkan, kebucinan kusut dan bucin, yang tak bisa di pisahkan


" Apaan sih,.. Santai aja lho sayang, aku baik baik aja, gak akan kenapa kenapa, " jawab Zula lagi menenangkan Maulana


" Ya kita jauh sayang, aku hanya khawatir aja, kamu udah kerja, capek harus nyetir juga, " jawab Maulana yang terus bimbang dengan kekhawatirannya

__ADS_1


" Udah lah... santai aja, Allah akan selalu melindungi hambanya yang beriman dan bertakwa kepadanya" jawab Zula dan Maulana hanya menjawab dengan senyuman


" Aku kangen banget sama kamu lho sayang, rasanya pengen peluk lamaa" ucap Maulana lagi


" Sama.. Tapi, kita tidak boleh pelukan dulu, belum halal" jawab Zula dan Maulana tau itu


" Oh ya, ini tadi dari Swiss apa dari Turky?" tanya Zula mengalihkan takut Maulana kebablasan


Walaupun Zula juga tau maulana orangnya pasti bisa menjaga komitmen, dan bisa menjaga dirinya juga, buktinya selama bertahun tahun pacaran, Sama sekali Zula dan Maulana belum bersentuhan kulit, dan paling kalau Maulana saking gemesnya hanya mengelus kepala Zula yang di tutupi dengan hijab


" Dari Turky dong, jemput Abi Umi dulu" jawab Maulana santai


" Ha.. Yang bener? Abi Umi ikut ke sini juga?" tanya Zula kaget , dan Maulana mengangguk dan tersenyum


" Terus sekarang di mana?" tanya Zula lagi


" Sekarang Abi Umi udah ke rumah Abah Umi bareng sama bang El, tadi kami di jemput di hotel, dan aku turun di kantor kamu, kata bang El kamu bawa mobil jadi nanti suruh bareng kamu aja" jawab Maulana bercerita


" Kamu ih... Ngasih kejutan gini amat, mana muka lecek pasti nih, mana mau jumpa Abi Umi lagi" ucap Zula sambil melihat wajahnya dari balik kaca sepion


Zula memang sudah mengenal keluarga Maulana, karena keseriusan hubungan mereka memang gak perlu di ragukan lagi,


Keluarga Maulana juga bukan keluarga biasa, mereka keluarga berbisnis juga, dan menjalin kerja sama dengan Zain jauh sebelum Zain mengenal Zula malah


" Masih cantik, dan akan tetap cantik" jawab Maulana memuji Zula


" Tau ah... Kamu gak bilang bilang" ucap Zula cemberut dan memperbaiki wajahnya


" Ya Allah.... Maafkan hambamu ini yang membuat kecewa calon istriku, aku kangen banget tapi malah membuat dia cemberut" ucap Maulana menggoda Zula dengan sebuah doa


" Apaan sih..." ucap Zula tersenyum karena itu memang kebiasaan Maulana kalau dirinya sedang ngambek


Selama bertahun tahun mereka menjalin hubungan Maulana sama sekali tidak pernah menyakiti hati Zula, bahkan sama sekali mereka tidak pernah ada poblem, dan Maulana selalu memberi yang terbaik untuk Zula, dan selalu membahagiakan Zula, karena Maulana gak pernah tega melihat Zula meneteskan air mata sedikitpun


" Tau jalan rumah kami?" tanya Zula lagi


" Tau dong, tadi udah di share lok sama bang Al" jawab Maulana dan Zula tersenyum


Tak lama kemudian mereka yang sedari tadi ngobrol dan bercerita selama mereka LDR, dan tak terasa sudah memasuki gerbang pondok pesantren Al Musthofa

__ADS_1


Zula Dan Maulana berjalan masuk ke rumah pintu rumah selalu terbuka lebar di sore hari apa lagi saat ini ada banyak tamu di sana


" Assalamualaikum...." ucap Zula dan Maulana bareng


" Waalaikumsalam..." jawab semuanya dan Zula bersalaman pada semua yang ada di sana, kecuali Maulana dan Abinya karena belum makhromnya


" Subhanallah.... Apa kabar sayang?" tanya Umi Maulana


" Alhamdulillah sehat Umi" jawab Zula dan duduk di sebelah Uminya Maulana


Mereka ngobrol dan saling basa basi hingga akhirnya ada sesuatu yang tadi udah di sampaikan oleh orang tua Maulana kepada Jihan dan Zain dan juga yang lainnya


" Zula, Sayang..." ucap Zain lembut


" Iya Abah, " jawab Zula lembut


Mungkin kalau Ryan ada di sana, sudah pasti dia muntah mendengar ucapan lembut Zula yang begitu sopan dan santun


" Abi Dan Uminya Maulana ke sini ada maksud tertentu, yaitu selain bersilaturrahim ke sini, beliau mau mengikat kamu " ucap Zain terpotong dengan ucapan Zula yang polos


" Kok Zula di ikat Bah, emang Zula salah apa?" tanya Zula lagi membuat kedua abangnya menepuk Jidatnya kompak, dan Aliza yang ada di sana hanya geleng geleng kepala


Umi Jihan kalau gak lemas dan gak ada calon besannya sudah pasti ngomel dengan sikap dan ucapan polos Zula kali ini


" Maksud Abah, Maulana dan keluarganya ke sini untuk melamarmu, untuk menjadikan kamu sebagai calon pendampingnya, dan di ikat dengan sebuah cincin tunangan sayang" jawab Zain lagi dan Zula langsung menoleh pada Maulana yang menunggu jawaban darinya pastinya


Maulana tersenyum dan menganggik, ada rasa takut di hatinya kalau Zula makin marah padanya, karena tanpa ada yang di bicarakan sebelumnya


" Iya sayang... Aku mau hari ulang tahunmu ini juga menjadi hari bahagia kita, untuk saling memberi ikatan cinta" ucap Maulana lagi dan Zula tersenyum getir


" Gimana sayang? Abah semua serahkan pada kamu, kamu mau gak?" tanya Zain lagi


" Hem.... Bismillah bilmillah.. Bismillah.. Allahumma sholli ala sayyidinaa Muhammad" ucap Zula sebelum menjawab,


Karena kali ini dia sangar deg degan sekali, tiba tiba Maulana datang untuk melamarnya


" Zula menerimanya Abah, Zula menerima ikatan Cinta dari Bang Maul, " ucap Zula lagi dan mendapat ucapan Hamdalah dari siapapun yang ada di sana


" Tapi, apa bang Maul siap menunggu Zula ? sampe Zula benar benar siap untuk menikah?, yang sampai sekarang Zula belum tau sampai kapan batas waktunya " tambah Zula justru memberi syarat

__ADS_1


__ADS_2