
Setelah Aliza selesai makan, Al dan yang lain nyusul untuk makan sarapan pagi, dan Aliza ikut makan juga agar Al tidak curiga,
" Sarapan sayang yuk... Gak sabar kan makan sambal pete jengkol" ucap Al pada Aliza dan menggandeng pundak Aliza
" Wah iya.... Udah ada tente?" tanya Aliza ber ekspresi meyakinkan
" Itu lah Al yang mau Om omongkan tadi" jawab Rizqy sudah di brafing dulu sama Luna
" Jengkol di pasar kosong kemaren, jadi sepertinya kita harus ke kebun dulu deh" jawab Ucap Rizqy ikut berdrama
" Yah... Om... " keluh Al paling males kalau ke Kebun
" Kenapa sayang, kamu gak mau ambilin Adek jengkol?" tanya Aliza pada Al yang masih terdiam
Al kalau ke kebun paling gak krasan alesannya banyak nyamuk becek dan lain lainnya
Tapi gimana lagi gak mungkin dia menolak apa lagi istrinya yang minta, nangis lagi bahaya malah
" Kebun mana? Kebun yang sebelah sana situ toh yang ada jengkolnya?" tanya Al pada Rizqy
" Ya iya di mana lagi? Mau di lain kecamatan sana? Adanya manggis sama duku" jawab Rizqy sambil duduk di meja makan
" Di mana Om, ada manggis sama Duku?" tanya Aliza penasaran
" Ada di lain daerah, kamu mau ke sana? Sedang berbuah lho, besok kalau mau pulang ke sana dulu, untuk oleh oleh, lagi panen raya ini" jawab Ulfa yang tau
Dan itu adalah tanah Jihan yang dulu Jihan beli pas masih ada masalah dengan Zain, setelah penumbangan, dan penanaman Ulang, Jihan bukan hanya menanam sawit saja, tapi beberapa buah buahan yang tumbuh subur di sana
" Apa buah toh buk?" tanya Rizqy yang lama gak kesana
" Buah.. Ibuk kemaren ke sana sama bapak sebentar nanti tinggal petik aja, soalnya pas kesana masih belum siap panen" jawab Ulfa lagi
" Kalau Al di sini seminggu ya pas siap panen" tambah Ulfa lagi
" Udah dang sarapan Al, nanti ikut Om ambil jengkol pete, biar keturutan ngidamnya istrimu" ucap Hamdan dan Al nurut walaupun menggerutu
Mereka sarapan bersama dengab menu yang sudah tersedia, selesai sarapan Al memasukkan semua barang dan oleh oleh dari Jihan yang dia bawa semalam, dan di bantu oleh Omnya
__ADS_1
" Apa semua di bawakan ini" ucap Ulfa saat melihat buanyaknya barang bawaan Al
" Umi yang nyuruh, ada ikan asin juga kayaknya, sama mangga entah apa, ini hijab semuanya, model barunya Zula ini Tan, baru loancing kemaren, sebelum Umi lahiran" jawab Al sambil memberikan paper bag berisi baju dan stelan untuk nenek dan tantenya
" Buanyak banget.. Hijabnya kok sampe segini banyaknya untuk apa?" tanya Luna melihat sekoper berisi hijab aja
" Cuci gudang kasih aja ke teman Tante atau siapa lah" jawab Al santai dan kembali memasukkan kopernya ke kamarnya
Aliza mengikuti Al ke dalam kamarnya untuk membereskan kopernya
" Ini kamar Mas kalau di sini?" tanya Aliza saat duduk di bet kamar Al
" Iya dapat kamar semuanya di sini, sebelah kamar Om sama tante, depan kamar El, dan sampingnya kamar Uti, sebelahnya kamar Ula, biar gak kayak ikan pindang tidurnya, berjejeran jadi punya kamar sendiri" jawab Al santai sambil merebahkan tubuhnya di sebelah Aliza
Entah mengapa Aliza suka gagal fokus saat melihat bagian otong walau Al pake celana
Dan... Cek....Lusss lusss
Aliza mengelus lembut si otong dan Al langsung tersenyum dan tangannya meraih pinggal Aliza
" Kesayangan ya.." ucap Al dan Aliza tersenyum tanpa melepas elusannya
Al makin merem melek dan Aliza makin memanjakan dan memberi kenikmatan serta kepuasan pada Al
Tapi karena kurang puas, Aliza bangkit dan mengunci pintu kamar dan melepas celana Al separo
Aliza menjadikan si otong seperti es cream, dan makin membuat Al makin tidak berdaya lagi dengan perlakuan Aliza
Saat sedang enak enaknya terdengar suara panggilan dari Rizqy di luar
" Ayo Al... Keburu siang panas" ucap Rizqy dan seketika langsung lepas dan meleleh es creamnya
Aliza dan Al saling gugup padahal tidak terlihat oleh Rizqy maupun siapapun
" Makasih baby sebab kehadiranmu membuat Umi makin agresif" ucap Al mencium perut Aliza yang masih rata
Al berganti pakaian dengan bajunya yang masih tertinggal di sana, begitu juga dengan Aliza yang sudah berganti denga daster milik Luna
__ADS_1
Setelah ganti baju, Al dan Rizqy berangkat ke kebun dengan menggunakan motor
Di jalan yang berliku penuh batu Al dan Rizqy menelusuri, yang biasa menjadi wisatanya Zula saat berkunjung ke sana
Zula dan El lebih semangat dan seneng berpetualang, apa lagi Zula, anak hutan dan gunung hobinya ngebolah, berpetualang gak mau nganggur di rumah aja
Omnya ke ladang harus ikut mau panen apapun harus ikut, dia serasa menemukan tempat petualangan baru, padahal dia anak pembisnis yang kerjanya di kantor tapi senengnya hidup di pedalaman dan main kotor kotoran
Tadinya si Aliza penasaran mau ikut, cuman memgingat jalan yang tidak bagus , di tambah Aliza sedang hamil Muda Al melarangnya
Setelah melewati jalan penuh terjang, Al kini sampai di kebun milik kakeknya, yang di sana ternyata banyak banget jengkolnya yang sedang berbuah
Bukan hanya jengkol petai juga, dan Sebenarnya kemaren Rizqy jiga ambjl dari situ bukan beli di pasar
" Tapi tinggi banget Om pohonnya" ucap Al masih khawatir
" Gak apa apa, tapi rantjngnya dekat dekat tuh, enak ngambilinnya" jawab Rizqy lagi agar Al berani manjat dan semangat
" Ada semutnya gak Om?" tanya Al lagi
" Elo paan lah Al, masak kalah sama Zula, Zula cewek lho tangguh, cowok kok lemah" jawab Rizqy lagi
Karena mendapat cibiran dari Rizqy Al gak mau tinggal diam dan langsung gas naik ke atas untuk memanen jengkol tersebut
Sesampainya di atas Al gak mau melihat kebawah, karena ngeri juga saking tingginya, kalau di rumahnya aman ada pegernya dan tempat tinggal memang tapi kalau di atas pohon salah injak ranting langsung kolu... Inna
Al justru makin semangat karena buahnya yang begitu lebat dan cukup tua karena sebagian udah pasa melekah
" Haduh... Al pelan pelan dong" protes Rizqy yang ke jatuhan buah Jengkol
Karena takut ke jatuhan lagi akhirnya Rizqy menghindar dan mengecek beberapa Pohon sawitnya, dan pengerjaan kulinya yang kemaren selesai di panen buah sawitnya
Hingga tak terasa buah jengkol tersebut sudah terkumpul banyak dan di atas sudah hampir habis karena di panen oleh Al
Jengkol tersebut tidak pernah di jual, bahkan di kasihkan ke tetangga saja siapa yang mau
Al turun dan mengibat ngibatkan semut yang pada nempel di baju dan tangan serta kakinya
__ADS_1
" Huh... gak semut gak nyamuk nempel semua" ucap Al sambil memukul tangannya sendiri untuk mengusir nyamuknya