Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Berjuang sama sama


__ADS_3

El kanget mendengar jawaban Heny yang sangat putus asa salekali menurutnya


" Heh.... Kok gitu ngomongnya?" tegus El lembut


El kembali berdiri dan duduk di bangku dengan menghadap dan mendekat ke Heny tanpa melepas genggaman tangannya


" Gue gak mau sekripsi, gue gak mau lulus, gua gak mau nikah sama tuh pak Lurah" jawab Heny kekeh dan malah males


El terdiam, pasti semua wanita akan bersikap seperti itu, dan gak peduli dengan apa yang telah dia korbankan kalau sedang sakit hati


Berbeda dengan Umi Jihan yang sejak dulu punya prinsip sendiri dalam hidupnya, gak ada yang namanya hilang mood, justru dia malah berambisi pembuktian, pelampiasannya hanya di makanan, walaupun di sakiti berkali kali, yang penting dia hidup untuk mencapai impiannya sendiri


" Udah gak usah bahas sekripsi lagi, gue gak akan kerjakan itu, biar aja gue jadi gadis terus, biar sampe ubanan dia nunggu gue" jawab Heny sudah males mendengar soal sekripsi


Kalau mendengar hal itu artinya dia juga harus siap menikah dengan pak Lurah dan itu rasanya ingin bunuh diri


El mencoba tersenyum dan mengelus tangan Heny lembut, dia sebenarnya bimbang, memberi keromantisan pada calon orang lain, takut dosa tapi namanya manusia setan selalu ada di dekatnya


" Gak boleh gitu, coba ingat perjuangan kamu selama 6 tahun, gak ada gunanya saat sekripsi itu belum jadi, karena ketentuannya berada di Sekripsi sayang" Ucap El sangat lembut dan memberi perhatian pada Heny


Dia gak sungkan panggil sayang, karena memang dia masih sayang sama Heny


" Kalau gagal sekripsi otomatis harus ngulan lagi, kamu pasti tau biaya di fakultas kedokteran itu gak murah kan?? Dan pasti tau apa yang Ayah sama Bunda korbankan untuk membiayahi kuliahmu selama ini" Tambah El lagi dan Heny terdiam berfikir


Karena memang benar apa yang El katakan, dari kalangan keluarga Heny itu perlu banyak pengorbanan untuk menyelesaikan kuliahnya


Beberapa tahan sudah di gadaikan, dan beberapa sawah sudah di kontrakkan untuk membayar biaya kuliah persemester


" Tapi gue gak mau nikah sama tuh Lurah, gue hanya sayang sama Elo El" jawab Heny masih gak mau lepas dari El


" Gue tau itu, tapi kita sama sama pasrah sama Allah, dan yakin kita akan sama sama kembali, loe harus selesaikan sekripsi senggaknya untuk membahagiakan Ayah bunda, " Ucap El lagi


" Buktikan kalau perjuangan dan pengorbanan Ayah sama bunda itu gak sia sia, " tambah El lagi dan Heny hanya bisa terdiam


" Jadwal tetakhir pengajuannya kapan?" tanya El pada Heny


" 2 bulan lagi," jawab Heny singkat

__ADS_1


" Pengajuan judul sudah di ACC?" tanya El dan Heny mengangguk


" Gue bantu" ucap El cepat dan siap membantu Heny


" Loe seneng ya kalau gue nikah sama Tuh lurah?" tanya Heny kembali menangis


" Gue sakit Hen.. Bukan seneng, tapi gue gak mau pengorbanan Elo sia sia, " jawab El sambil menatap Heny serius


" Gue bantu kerjakan semua sekripsi, "tanbah El lagi


" Gue akan berusaha mempertahankan elo jadi istri gue, gue akan berusaha dapatkan elo lagi" ucap El meyakinkan Heny


Kedatangan Heny di sini cukup membuat hikmah El kalau dia harus berusaha dapatkan Heny kembali, apapupun caranya


" Maksudnya?" tanya Heny belum faham


El mengeratkan genggamannya pada tangan Heny


" Gue sayang dan cinta sama Elo Hen, gue gak bisa lupakan wanita terbaik gue, kedatangan Elo kesini, membuka hati gue kalau gue gak boleh tinggal diam, elo wanita yang gue cinta sedang tidak baik baik saja, dan gimana elo tetap bahagia bersama gue, gue akan lakukan apapun itu, agar kita bisa bersama selama lamanya" Ucap El meyakinkan Heny


El menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala


" Gue akan selalu ada buat Elo, pegang omongan dan janji gue" ucap El dan refleks Heny memeluk El sambil menangis


Pikiran El sekarang berubah, yang awalnya takut mengganggu hubungan orang lain, kini menjadi siap nikung selagi janur kuning belum melengkung


" Udah jangan menangis, harus semangat, " Ucap El mengusap air mata di pipi Heny


" Terus gimana nanti caranya?" tanya Heny lagi masih khawatir


" Elo tenang, tugasnya cukup selesaikan tugas sekripsi, dan 1. Lagi jangan bilang ke siapa siapa, hubungan kita backstreet, Jangan sampai ada yang tau, bahkan sampai kamu selesi sekripsi dan lulus sidang, tetap diam jangan beritahu siapa siapa, hingga gue bisa rebut elo dari tuh lurah, dan begitu juga harus elo rahasiakan dari ayah dan bunda, setelah itu ambil jadwal wisuda nanti saja setelah kita bisa membuka kembali hubungan kita" Ucap El sudah menyusun rencana


Heny akhirnya mengangguk dan menyetujui, dia siap mengikuti apa yang jadi rencana El


" Kita berjuang sama sama" Ucap El dan Heny mengangguk


Malam harinya El, Al dan Zula berkumpul di Kafe yang seperti mereka janjikan

__ADS_1


Karena mereka sedang di SRG dan kebetulan sekalian ngumpul bertiga yang sudah jarang mereka lakukan


Ya selain sibuk sendiri sendiri, Zula yang paling berambisi untuk menyibukkan diri


" Jadi gimana jadi ke Australia?" tanya El tiba tiba


" Jadi, gimana? Mau temani gue? Bisa gak? Gue sendirian nih" jawab Zula minta di temani


" Gue kerja La, " jawab El


" Kerja di rumah sakit sendiri juga, cuti ngapa" jawab Zula meminta di temani


" Gimana ini, mau gue tolak kok gue berdosa banget jadi Abang, tapi kerjaan gue juga penting, gue ada pertemuan Juga Lho La, di Jakarta " jawab El lagi


" Jadi gue sama siapa dong?" tanya Zula lagi dan gak mau maksa


" Sama Ryan" jawab El dan Al kompak


" Kan Elo bestie sekarang sama Dia, gak musuhan lagi kan? Ya udah pergi aja berdua siapa tahu jodoh" ucap Al santai


" Enak ya pak ngomongnya, sedih gue dengarnya, mantan musuh jadi jodoh" jawab Zula memelas dan membuat mereka tertawa ngakak


" Tapi rmang loe gak mau cari gantinya Maul La?" tanya El


" Jangan sebut nama dia di hadapa gue" Ucap Zula datar


" Okey okey sorry" jawab El meminta maaf


" Jadi gimana? Kamu gak mau mengakhiri kejombloan Elo?" tanya Al lagi


" Rasanya masih sakit bang, gue mau menikmati masa bebas gue aja, gue takut, gue mendapat lelaki yang sama, yang akhirnya akan menyakiti hati gue juga" Ucap Zula lagi dengan pandangan datar ke kedua abangnya


El dan Al diam dan tau kalau adeknya ini trauma


Zula berdiri di kala makanan yang dia pesan masih begitu banyak di mejanya


" Gue pulang dulu" ucap Zula sambil menyaut tasnya dan berjalan meinggalkan kedua abangnya

__ADS_1


__ADS_2