Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Akan Siuman


__ADS_3

Al hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Aliza yang cukup lucu itu


" Ya enggak sayang.. Justru bertambah, gak ada yang namanya Shodaqoh itu membuat bangkrut, " jawab Al manis banget


" Apa lagi Abah bisa seperti ini juga atas kerja keras mereka semua, yang setia bekerja dan membantu Abah, jadi gak ada salahnya jatah lebaran dapat hampres sama gaji ke 13 kan, " tambah Al cukup tenang dan dewasa menyikapinya


Mereka kini ngobrol dan menikmati sajian dari butik, sambil menunggu baju baju mereka siap di kemas


" Emang kalau kerja di perusahaan Abah gajinya besar ya Mas?" tanya Aliza lagi


" Ta tergantung jabatannya juga sayang, kerjanya di mana? Di bagian Apa" jawab Al lagi sambil mengelus kepala Aliza


Karena Saat ini Aliza bwrsandar di dada bidangnya


" Kalau seperti Zula gitu?" tanya Aliza lagi


" Zula itu asisten direktur, gajinya di bawah direktur tentunya, tapi lumayan sampai puluhan juta lah" jawab Al dan Aliza kaget


" Masyaallah.... Boleh gak Mas , Adek pindah Unive terus pindah fakulkas bisnis managemant,?" Kaget Aliza spontanitas minta pindah Fakultas


" Kenapa? Mau kerja juga sama kayak Zula?" tanya Al sambil tersenyum


" Ya iya nanti kalau Zula udah jadi direktur utama Adek yang jadi Asistennya, biar dapat gaji puluhan juta" jawab Aliza semangat sekali


" Uang Adek di rekening kosong ya,?" tanya Al menyelidik


Aliza hanya nyengir kuda tidak menjawab, gimana mau habis, orang setiap bulan terisi otomatis dari Al


Dia yang jarang keluar, apa lagi kalau keluar jalan jalan, Al yang mangcover semuanya, kalau sama Zula aapa lagi sama Abah Umi, sepeserpun gak boleh keluar uang dan bisa di katakan uangnya masih utuh di rekening


Di tambah Aliza yang sama sekali tidak neko neko, cukup sederhana dan apa adanya jadi makin utuh saja, dan cuman nengkreng di rekening


Tak lama terdengar suara adzan magrib dari ponsel Al, Ql dan Aliza menunggu dan menjawab adzan tersebut


" Udah magrib Sholat dulu yuk, sebelum pulang" ajak Al dan Aliza mengangguk


Mereka berjalan keluar dab menuju musholla Butik untuk sholat berjamaah


Di jam 8 malam, Al dan Heny kembali masuk ke ruangan Abah Hasan, sebelunya tadi jam setengah 5 mereka sudah memeriksa dan ada perubahan dari Abah Hasan


Dan sekarang mereka kembali memeriksa keadaan Abah Hasan lagi


Al menggunakan beberapa alatnya untuk memeriksa Abah Ahsan sedangkan Heny membantu dan menyiapkan semuanya


Tak lama ada gerakan jari dari abah Hasan, El tersenyum di balik maskernya lalu menatap Heny yang mengangguk Faham

__ADS_1


" Alhamdulullahirobbil Alamin..." Ucap mereka berdua penuh rasa syukur


Saat ini Baha' yang menunggu Abah Hasan bersama Cirana, sedang melaksanakan sholat isya' di ruangan sebelah


" Loe sini dulu ya, gue kabari keluarga semua" ucap El pamit keluar dan Heny mengangguk


Seperginya El Heny membereska beberapa alat medis El yang di gunaka untuk memeriksa Abah Hasan


Di luar El mecoba menghubung Uminya dan tak lama panggilan terhububg dengan sosok wanita yang melahirkannya


" Assalamualaikum Mi.." Ucap El pada Jihan


" Waalaikumsalam El, gimana Ada apa?" tanya Jihan langsung panik


Secara kalau dengar kabar dari rumah sakit hawanya langsung sangat panik banget


Perasaannya berfikir antara kabar baik dan buruk, tapi selalu berharap kabar vaik, apa lagi tadi Jihan seharian menunggu juga keadaan Abah hasan yang makin membaik


" Mbah Abah sepertinya akan segera sadar kalian semuanya ke sini aja" jawab El dengan Harapan kalau mereka semua berkumpul akan menambah semangat Abah Hasan untuk sembuh


" Alhamdulillah... Ya udah Umi segera ke sana" jawab Jihan langsung mematikan tanpa pamit


" orang tua gak ada akhlak" kesal El dan memasukkan kembali ponselnya ke kantongnya, dan berjalan ke ruanga kembali


Ceklek.... El spontan membuka pintu yang tidak tertutup itu


Betapa kagetnya El saat melihat Pakde dan Budenyansedang ki$$$ing romantis


Spontan mereka melepas pugatannya dan El menutup mukanya


" Haduh pakde bude, di sensor dong" ucap El sambil menutup mukanya dengan jari yang di renggang renggangkan


Baha' dan Cirana jadi salah tingkah, bukan Baha' namanya yang urat malunya sudah terputus


" Ada Apa El, gimana mbah Abah" tany Baha' seolah tidak pernah terjadi apa apa


" Udah membaik, sepertinya sebentar lagi siuman, dan El udah menghubungi orang rumah untuk segera datang, " jawab El masih menutup mukanya dengan muka


Baha' yang melihat seolah kesal karena di ledek El dengan cara tertentu


Bruk.... Baha' melempar sajadah ke arah El yang justru tertawa dan membuka tangannya


" Cuuupppp Muuach.." justru Baha' mengulang kembali di hadapan El yang kembali melotot


" Makanya jangan kelamaan jomblo" jawab Baha' dan El akhirnya kembali keluar

__ADS_1


" Abah Ih... " Kesal Cirana


" Mau lanjut?" tanya Baha' menggoda


" Enggak..." Kesal Cirana langsung bangkit dan melepas mukenanya


Karena mereka tadi sehabis dzikir doa dan sholat sunah, bersalaman dan berakhir Ki$$$ing seperti yang El lihat


Tak lama Al dan Aliza sampai di sana, karena sehabis makan dan sholat isya' mereka berniat mampir untuk menjenguk Abah Hasan, karena melewati rumah sakit juga


Dan ternyata saat masuk dan mengucapkan salam, Heny dan El seang duduk berdua di pojok ruangan


" Waalaikumsalam.. " Jawab mereka kaget dengan kedatangan Al dan Aliza


" Hem... Kerja kerja jangan mojok berdua" sindir Al mendekat pada merek


Baha' belum selesai di ruang sebelah, karena makan dulu laper katanya


" Apaan sih" kesal El dan Heny tersenyum malu dan menundukkan kepalanya


Aliza berada di belakang Al bertanya tanya tentang siapa wanita itu, karena mereka belum saling kenal sama sekali


" Gimana Mbah Abah El?" tanya Al mendekat pada bangkar Abah Hasan


" Loe radi dari mana?" tanya El balik sama sekali tidak bangkit dari duduknya


" Dari butik mampir gue" jawab Al lagi dan Aliza kini meletakkan beberpaa makanan yang di bawakan untuk keluarga yang berjaga


" Ya udah di sini Aja, nanti pada ke Sini kok, Mbah sepertinya bentar lagi sadar, sekalian kumpul di sini" jawab El lagi


" Alhamdulillah.. " Ucap Al dan Aliza kompak


Al dan Aliza menatap melas Abah Hasan yang sudah 2 hari tidak bangun dari tidurnya


" Lama ya Mas, tidurnya Mbah Abah" ucap Aliza dan Al tersenyum tidak menjawab


Bayangan masa kecilnya yang justru Abahnya lebib lama lagi kembali melintas, betapa rindunya dia dengan Abah Uminya, yang kala itu Abahnya koma, Uminya kerja, dia hanya di rawat sama Halimah saja


Seketika Al mengalihkan pandangan itu, dan kembali ke arah El dan Heny yang masih ngobrol berdua


" Oh ya sayang.. Belum kenal kan siapa yang menemani El?" tanya Al pada Aliza yang langsung menggelengkan kepalanya


" Itu yang kemaren El ceritakan di rumah maupun di kapal, Heny" ucap Al menggandneg Aliza untuk mendekat pada Heny dan El yang duduk di sofa


" Apa kabar Hen? Sehat? Lama gak ketemu ini" ucap Al menyapa Heny tapi tidaj bersalaman tentunya berbeda dengan Aliza yang langsung mengajak jabat tangan pada Heny

__ADS_1


__ADS_2