Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Musik Rock


__ADS_3

Alif kini duduk di sebelah Ayahnya dan mengotak ngatik ponselnya untuk mencari nomer Jihan


Mereka sering kali kontekan, walau tak sesering dulu, karena kesibukan masing masing dari mereka juga


Sesaat kemudian sambungan Video call terhubung di Jihan yang masih di rumah sakit, dengan Zula yang sudah terlelap di sebelahnya


" Assalamualaikum...." ucap Alif saat melihat wajah Jihan


" Waalaikumsalam wr wb" jawab Jihan lirih


" Weh tidur, enak kali, " ucap Alif biasa asal nyeplos


" Enak lah, hidup kan di nikmati" jawab Jihan sama kalau udah sama Alif juga ya asal nyeplos


Karena Jihan menyesuaikan gimana lawan bicaranya juga


" Enak sih enak, loe lohat juga kali mbak, Lihat tuh, pak bos besar, Sultan KH Zain Musthofa, masak suruh marut kelapa" ucap Alif sambil memperlihatkan Zain yang sedang marut kelapa


Jihan terbengong melihat suaminya yang sudah puluhan tahun biasanya menunggu dirinya yang sedang masak, kini duduk di dingklik kayu sambil marut kelapa


" Masyaallah... Suami idaman, emang kayak loe, istri berjuang mati matian, hidup mati loe cuman sama ponsel ML aja" jawab Jihan mencibir balik


Sebenarnya Jihan juga gak tega melihat Zain, yang jauh dari besik dan wibawanya, karena kebetulan yang ngomong Alif, jadi Jihan sengaja mencibir balik Alif agar dia gak dapat cibiran


" Lho istriku kan baik gak laknat kayak loe, enak enakan tidur suaminya yang suruh masak, masyaallah.... istri sholehot" cibir Alif sok alim


" Gak apa apa dong, Abah seneng kan bah?" ucap Jihan pada Zain


Alif menghadapkan ponselnya ke arah Zain, dan mendengar jawaban Jihan


" Gimana sayang, udah enakan badannya?" tanya Zain pada Jihan yang ada di rumah sakit


" Alhamdulillah... Abah masak beneran?" tanya Jihan lagi


" Beneran dong sayang, Udah Umi istirahat dulu ya, biar cepet siap, Abah cepet balik dan Umi cepet bisa makan" ucap Zain pada Jihan penuh perhatian


" Ngelunjak mas, ngelunjak" ucap Alif kembali mencibir dan Jihan melet dengan Zain yang hanya tersenyum


" Ula belum balik Mi?" tanya Zain melihat Zula

__ADS_1


" Males sama Ryan katanya, ngantuk ikut tidur di sini" jawab Jihan lagi


" Oalah... Ya Udah, biar istirahat dulu, Abah lanjut lagi ya, Umi Juga istirahat ya" ucap Zain lagi dan Jihan tersenyum kemudian mengakhiri panggilan dari Alif


Jihan kemudian meletakkan ponselnya kembali ke Nakas, dan langsung kembali istirahat karena hawa ngantuk kembali menyerang matanya


Sedangkan Al sudah tertidur sedari tadi di sofa ruangan Uminya, Dan El kembali bertugas pada Pasien pasiennya, dan Zain lanjut masak dengan para saudara Jihan


Di kantor Ryan sudah uring uringan, pasalnya banyak berkas yang masuk yang segera di teliti, dan Zula tak kunjung untuk datang kembali ke kantor


Lebih parahnya pesan yang barusan dia terima dari Zula membuatnya makin marah, karena baru berangkat dan meeting sekali dengan seenak jidatnya Zula sudah menghilang tanpa tanggung jawab pekerjaan


" Awas ya loe bocil, besok berangkat udag tak jadikan mendoan " umpat Ryan kesal dengan Zula


Ada leganya juga sebenarnya, kalau ada Zula yang ada mereka sekarang berdebat untuk membenahi berkas yang masuk


Dan kalau tidak ada kerjaan semakin menumpuk dan tidak ada yang membantunya, ya mungkin karena selama hampir 2 bulan Ryan biasa di bantu Zula, dan kerjaan cepet selesai, dia sering kali tinggal ACC dan tanda tangan, kini melihat tumpukan berkas rasanya pusing


Jadi intinya tumpukan bwrkas lebih memusingkan di banding omelan pedas Zula yang gak ada jedanya


Ceklek....


Irfan yang tau akan kembalinya Ryan dari meeting selalu menanti alunan musyik Rock alami dari ruangan Ryan, apa lagi kalau bukan perdebatan Ryan dan Zula


" Assalamualaikum..." ucap Irfan saat masuk


" Waalaikumsalam.." jawab Ryan sambil fokus pada laptopnya


" Tumben sepi gak ada musyik Rock and Roll" ucap Irfan sambil mendekat pada Ryan


" JD nya kabur" jawab Ryan santai


" Kemana?" tanya Irfan


" Entah tuh, di gondol Pacarnya paling, tadi setelah meeting katanya izin nganter pacarnya ke bandara, tapi sampai sekarang gak ada berangkat" jawab Ryan santai kembali ngotak ngatik laptopnya


Irfan yang merasa sekantor dengan Zula otomatis syok dong, kaget , ya walaupun dia sendiri tau siapa pacar Zula, soalnya kemaren sempet kenalan, cuman kata kata Ryan yang bilang di gondol membuat dia panik juga


Irfan segera mengambil ponselnya yang ada di sakunya, dan segera menghubungi Zain, tapi sayang beberapa kali tidak ada jawaban,karena ponsel Zain ketinggalan di mobilnya, sedangkan Zain berada di dapur

__ADS_1


Setelah itu Irfan mencoba menghubungi Jihan, dan Jihan yang hendak tidur gagal karena kebangun panggilan dari Irfan


" Assalamualaikum pak Irfan" ucap Jihan lirih


" Waalaikumsalam mbak Jihan, sekarang di mana?" tanya Irfan tergesa gesa dan segera keluar


Ryan yang melihat sempet heran dengan sikap Irfan yang panik, apa lagi memanggil nama Jihan, tapi dia kesampingkan karena kerjaan yang numpuk di hadapannya


" Kenapa pak Irfan ? Ada apa emangnya?" tanya Jihan balik


" Zula gak ada di kantor mbak, kata Ryan sehabis meeting dia langsung pergi sama Calonnya, " ucap Irfan masih panik


" Dan sampai sekarang gak ada balik lagi ke kantor" imbuhnya lagi


" Oh.. Iya, dia ngantuk dan ini tidur sama saya di Rumah sakit" jawab Jihan santai


" Astagfirullahal adzim.... Eh.. alhamdulillah maksud saya mbak" jawab Irfan dan Jihan yang di seberang hanya tersenyum


" Saya kira beneran di bawa sama calonnya, habis si Ryan bilangnya kabur" tambah Irfan cengengesan


" Enggak pak Irfan, tadi abahnya ngabari kalau saya kembali di bawa ke Rumah sakit, makanya pada nyusul ke sini, eh malah gak mau balik" jawab Jihan menjelaskan


" Lho mbak Jihan kenapa lagi?" tanya Irfan kaget


" Biasa pak Irfan, minta di kasih suntikan aja, bawaan bayi dari kemaren" jawab Jihan santai, dan Irfan tentu tau itu,


Apa lagi dulu Irfan juga pernah menemani Jihan saat hamil El, yang terkadang lesu lemes dan minta di kasih masukan obat juga


Ya Irfan tentu sudah faham, apa lagi dulu pas Zain ikut ngidam, betapa repotnya dirinya, sudah menghadapi Zain yang depresi, di tambah ngidam yang gak pernah masuk akal


Untung dulu se parah parahnya ngidamnya Jihan, masih sanggup kerja


" Ya udah istirahat mbak, lekas sehat kembali" ucap Irfan dan tak lupa salam untuk mengakhiri panggilannya


Setelah menelfon Jihan Irfan tentu lanjut menelfon Istrinya si Ismi, sahabat Jihan, agar segera ke Rumah sakit untuk menjenguk Jihan, karena menurut Irfan keluarga Jihan juga keluarganya


Setelah panggilan terputus Jihan kembali meletakkan ponselnya dan hendak istirahat


Tapi tidak jadi, karena ketukan pintu terdengar dari luar, dan masuklah Heny ke ruangan Jihan, dengan beberapa perawat, tentu atas utusan dari pimpinan rumah sakit

__ADS_1


" Assalamualaikum..." ucap Heny saat masuk dan melihat pemandangan romantis antara Jihan dan Zula, yang Heny kenal sebagai istri El


__ADS_2