
Kini Zula dan Ryan dudah berada salah satu tempat yang cukup sepi mungkin sekitar beberapa jam lagi akan rame orang bagi para pengunjing yang hendak naik balon udara
Zula turun dan terduduk di tana sambil menatap bintang
Kejadian hari ini sangat memukulnya dan melempar hatinya jauh dari permukaan bumi
Sakit sangat sakit... Zula hendak teriak tami suaranya sangat berat akibat kelamaan menangis
Ryan turun dan duduk di sebelah Zula yang mana Zula kini justru menundukkan kepalanya di lututnya yang sudah di tekuk
" Gue yakin loe bisa Ula, elo kuat, loe mampu untuk ini, loe sanggup , dia bukan jodoh elo, dan Allah sudah menyiapkan jodoh terbaik untukmu" Ucap Ryan sambil menepuk punggung Zula
Zula tidak menjawab dan terdengar tangisannya kembali
Ryan ingin memeluk dan menenengkannya tapi dia takut Zula akan makin marah dan dia di kira mengambil kesempatan
" Ya Allah... Cewek yang hebat sepertinya juga bisa rapuh, yang sering membentak dan marah ternyata serapuh jni saat di sakiti hatinya" batin Ryan gak tega dengan keadaan Zula saat ini
Ryan terus mengelus punggung Zula agar Zula agak lebih tenang, di sini hanya ada dirinya dan Zula saja dan tau siapa yang menemani Zula kalau bukan dirinya
Jarum jam terus berputar dan kini menunjukkan pukul 2 malam, Zula masih menangis sesenggukan di beberapa jam saat pertama dia melihat kalau Maulana menikah sampai detik ini dan perlahan lirih tanpa suara
" Pak Ryan,.. " panggil Zula dengan suara seraknya
" Iya.." jawab Ryan sambil menahan rasa kantuknya
Ya sengantuk apapun dia tetap gak bisa tidur kalau melihat rekan kerjanya sedang tidak baik baik saja
" Saya minta bapak jangan kabari siapa siapa tentang kejadian malam ini, saya mau bapak cukup diam dan hanya tau saja" Ucap Zula meminta sesuatu
" Saya minta tolong di rahasiakan ya pak, saya gak mau kalau sampai keluarga pak Zain tau juga" tambah Zula lagi
__ADS_1
" Kenapa?" tanya balik Ryan
" Kan Elo udah di anggap sebagai keluarga mereka kalau ada apa apa cerita dong" jawab Ryan meminra alasan
" Benar... Tapi gue gak mau menambah beban pikiran mereka, bapak tau sendiri, Bang El juga gagal nikah, di tambah Abah Hasan dan Umi Zahra yang meninggalkan mereka, plis jangan kasih tau siapa siapa" jawab Zula terus memohon
" Okey... Asal loe baik baik saja, jangan kayak gini terus, elo harus bangkit la, percaya jalan Allah dan rencana Allah akan lebih indah" jawab Ryan menyemangati Zula
Zula mengangguk dan tersenyum singkat pada Ryan
Dia gak tau kalau pergi tidak sama Ryan, dia gak tau apa yang akan terjadi padanya
" Kalau loe mau liburan ayo gue temani, biar gue yang mengajukan cuti dulu, agar loe tetap tenang" Ucap Ryan sangat perhatian
Zula tidak berkata banyak dan hanya mengangguk sebagai jawaban
" Pak Ryan tau gak, tempat ini sebenarnya akan menjadi tempat terindah 3 bulan yang akan datang" Ucap Zula kembali buka suara
" Rencana Gue, mau nikah sama Maul, di Unniversery gue sama Maul yang ke 4, dan dari awal impian gue sama dia mau bulan madu di sini, dan menikmati indahnya balon udara yang berterbangan, " tambah Zula kembali meneteskan air mata
" Tapi sayang... Itu hanya sebuah rencana, dan gue gak nyangka, cowok yang geu cinta bukan jadi milik gue, dia sekarang milik orang lain, dan selama ino gue hanya menyayangi jodoh orang lain" tambah Zula lagi dan Ryan kembali mengelus punggung Zula
" Loe harus kuat, Allah sudah siapkan jodoh terbaik untuk mu, dan juga untukku" jawab Ryan lagi
" Gue pernah merasakan hal seperti ini La, sangat sakit, Gue juga di tinggal menikah sama sosok wanita yang sangat gue cintai ketika gue masih di pondok dulu, mungkin rasanya sama dengan apa yang loe rasakan saat ini" tambah Ryan juga curhat akhirnya
Zula kini gantian menoleh ke arah Ryan ,dan menatap wajah Ryan yang berpandangan luris ke depan
" Tapi masih beruntung elo La, cinta gue bertepuk sebelah tangan, hanya gue yang selalu berharap hanya gue yang mencintai dia, dia sama sekalu tidak cinta sama gue, cinta gue tidak terbalas dan di tinggal nikah dengan laki laki lain, dan Elo masih saling mencintai dan saling menyayangi" tambah Ryan lagi mengingat masa lalu yang membuatnya trauma jatuh cinta sampai saat ini
" Entah.. Gue juga gak tau, dia benar venar cinta sama gue apa enggak, dia masih sayang sama gue apa enggak, buktinya dia tinggalin gue begitu aja, menikah dnegan wanita lain tanpa kabar sama sekali, gue gak tau perasaan dia sekarang bagaimana sama gue" jawab Zula makin gak yakin dengan rasa cinta Maulana kepadanya gara gara di tinggal nikah sama Maulana
__ADS_1
Ryan tidak bisa menjawab lagi takut salah mengucapkan lagi dan malah menambah kebencian satu sama lain
Tapi Ryan yakin Maulana ada unsur keterpaksaan dengan pernikahannya tadi
" Kalau dia di jodohkan kenapa dia gak bisa nolak? Kan Abi sama bundanya juga tau kalau kita udah bertunangan, " Ucap Zula lagi yang masih menjadi pertanyaan dalam hatinya
" Mungkin karena gue kelamaan kasih jawaban dan menggantung perasaan dia kali ya pak," Ucap Zula berasumsi sendiri
Ryan hanya tersenyum dan terus menyemangati Zula
Mereka saling terdiam dan saling menatap indahnya langit yang penuh bintang sampai tidak terasa waktu subuh datang dan mereka berniat untuk segera sholat subuh ke musholla yang rak jauh dsri sana, karena di sana mayoritas orang islam juga
Setelah sholat subuh mereka tidak langsung pulang dan hendak melihat terbangnya balon udara
Awalnya Ryan mengajak Zula, tapi Zula menolak karena sudah terlalu sering dan ingin melihatnya dari bawah aja
Kini Ryan mengajak Zula di salah satu kafe pagi yang menyediakan kopi dan beberapa makanan ringan
" Habis ini mau liburan kemana? Saya siap antarkan kalaunitu bisa menghapus sedikit demi sedikit luka di hatimu" tanya Ryan cukup perhatian sama musuh bebuyutannya itu
" Gue bosen kalau jalan jalan ke sini mulu, gue mau pulang ke Indonesia, tapi tidak langsung ke rumah" jawab Zula yang sudah sering jalan jalan keluar negri
" Kemana? Labuan bajo, raja ampat, Bali, Toraja, kemana?" tawar Ryan yang mana itu sudah sering dia kunjungi
" Salah satu tempat yang belum gue kunjungi, Aceh, gue tuh anaknya pecicilan pak, jado jangan heran kalau gue anak bolang, gue belum pernah ke Aceh, dari sabang sampai merauke mungkin ke Sabang gue mau ke sana, " jawab Zula yang pengen rasanya berkunjung ke sana
Kalau ke Padang Medan dan tempat wisata atau petualangan di seluruh Indonesia sudah dia jelajahi
" Gue antar, gue ampirkan Loe nanti ke rumah gue" jawab Ryan siap
" Emang loe orang mana?" tanya Zula yang belum tau asal usul Ryan
__ADS_1