Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Berubah Manja


__ADS_3

Hari demi hari sudah di lalui, Zula masih dengan kondisi yang sama lemah lemas letih tak berdaya


Beberapa kali Zain menjemputnya untuk di ajak pulang kerumahnya tapi Zula menolak, sudah terlanjur nyaman di sana


Zain dan Jihan sengaja mengajak Zula pulang kembali agar mereka bisa memantau, karena gak mungkin kalau mereka tinggal sama Zula, sedangkan di rumah banyak santri yang menjadi tanggung jawabnya


Dan Ryan juga biar tenang kalau kerja, tapi apa boleh buat kalau Zula memang gak bisa di paksa, dan Zain serta Jihan yang akhirnya bolak balik ke SRG


Apa lagi Zula nih jauh berbeda dengan kehamilan Jihan waktu itu, cenderung lebih manja, bukan lebih lagi sangat manja sekali, dan sering berubah rubah moodnya


Hal itu yang memicu kekhawatiran Zain dan Jihan, apa lagi Zain setiap saat selalh menghubungi Zula dan Ryan


Terkadang Ryan selalu absen karena mood Zula yang tiba tiba berubah, dan dia memilih di rumah saja , El saja setiap mau berangkat kerja atau pulang kerja juga nyempetin untuk menyambangi adeknya dan itu setiap hari


Sudah 2 bulanan Zula sama sekali tidak pergi ke kantor, karena lesu lemas muntah masih sering dia rasakan, di simetri perramanya


Padahal saat ini sudah mau jalan di usia kehamilan 4 bulan, hal itu gak segera pergi bahkan Aliza sudah tanda tanda mau melahirkan yang mana tanpa beban


“ Boleh gak sih Adek ke butik bang” ucap Zula yang lama gak ngecek butik


“ Gak usah sayang... Udah duduk anteng tiduran di rumah aja, nanti adek sampe sana bau ini itu bau pengunjung dan baju baru repot sayang, muntah lagi” jawab Ryan lembut dan..


“ Cuman ke butik aja gak boleh” Ucap Zula sambil menangis


“ Ya Allah ya Robbana.... Bukan gak boleh sayang, tapi kondisi adek kayak gini” jawab Ryan harus ekstra sabar menghadapi Zula


“ Bilang aja gak boleh” bantah Zula kembali ngambek seperti biasanya


Ya begitulah selama 2 bulan lebih seorang Ryan menghadapi sosok Nazula, yang mood moodtan dan kadang sampe setres sendiri


Ryan hanya bisa pasrah dan membujuk kembali istrinya, dan itu setiap hari


Tak lama seperti biasa, mobil Zain masuk pelataran rumahnya, untuk melihat kondisi anak perempuannya


Zula sudah kembali masuk ke kamarnya karena ngambek tadi, dan Ryan masih di ruang tengah mendengar mobil masuk langsung faham dan bangkit dari duduknya untuk menyambut mertuanya


“ Assalamualaikum...” Ucap Zain dan Jihan saat masuk kerumahnya


“ Waalaikumsalam Abah Umi, silahkan masuk” jawab Ryan


“ Zula kemana? Yan?” tanya Zain lembut


“ Dikamar Bah” jawab Ryan sopan

__ADS_1


“ Tumben, muntah lagi apa ngambek lagi ini?” tanya Jihan dan Ryan hanya nyengir


“ Sepertinya minta di ajak jalan jalan itu Yan” ucap Zain yang gak kaget dengan sikap anaknya saat hamil


“ Silahkan duduk Mi Bah” Ucap Ryan saat mereka sampai di ruang keluarga


Zain dan Jihan kemudian duduk dan Ryan berjalan ke arah kulkas untuk ngambilkan suguhan untuk kedua mertuanya


" Mbak minta tolong buatkan minum ya" Ucap Ryan pada mbak Yem


" Baik Mas" jawab mbak Yem ramah yang sedang masak


Zain dan Jihan cuman ke sini berdua Bibi, tidak ikut karena Alwi gak mau ikut, jadi milih di rumah


" Nanti Umi bisa cari sendiri lho nak Ryan" Ucap Jihan saat melihat Ryan bawa beberapa suguhan


Ryan hanya tersenyum dan duduk kembali di sofa sebelah Zain


" Sepertinya minta jalan jalan itu, suntuk biasanya kecacalan kemana mana, aktif sana sini, udah 2 bulan di rumah setres mungkin" Ucap Zain menepuk punggung Ryan


" Repotnya itu Bah, Dek Zula kalau bau ini itu langsung muntah, sedangkan kondisinya juga belum begitu setabil, Ryan sendiri gak tega melihatnya Bah kalau lemes muntah gitu, ya biar di rumah, dari pada keluar lihat ini itu akhirnya lemes juga" jawab Ryan selalu berfikir akibat dari kondisi Zula


" Iya juga sih, gek Ryan kan juga harus kerja lho bah, gak ada yang bantuin juga" Ucap Jihan tau sendiri kondisi anak dan menantunya seperti apa


" Gitu Yan.. Gantiin Ryan kerja bah, Ryan tak ajak Zula jalan jalan" ucap Jihan dan Ryan kembali meringis


Zain tidak langsung menjawab, dan hanya diam tersenyum tipis


" La... Zula..." Panggil Zain pada anak perempuannya


Di kamar Zula yang bawah, ya Zula memang pindah ke bawah, dan di atas jarang di tempati


Zula masih ngambek karena penolakan dan larang dari Ryan padanya yang mau kebutik tadi


" Nazula.." panggil Jihan gantian


Ryan gak enak, dan langsung berdiri untuk menghampiri istrinya yang ada di kamar


" Sayang... Ada Abah sama Umi, yuk temui dulu" Ucap Ryan lembut dan mendekat pada Zula yang memeluk guling


Zula tidak menjawab karena ngambek, dan masih diam,, kemudian Ryan mendekat dan mengelus pundaknya


" Sayang... Yuk.. Abang gendong ya" ucap Ryan tetap lembut

__ADS_1


Memang Zula tidak nyidam aneh aneh, apa jangan jangan belum, tapi tingkah Zula yang lebih manja cengeng agresif, dan ngambekan membuatnya cukup harus menggali kesabaran yang makin dalam lagi


" Ya sayang ya.." ucap Ryan dan Zula menghadap padanya


" Habis ini kebutik " jawabnya ketus


" Siap sayang... " jawab Ryan mengalah karena gak mau debat sama sekali


Zula bangun dan mulai turun dari tempat tidurnya tapi gak mau di gandeng sama Ryan dan milih jalan sendiri


" Bah Mi.." Ucap Zula sambil bersalaman dengan Abah Uminya


" Masyaallah.... Putri Abah, " Ucap Zain dan Zula duduk di antara Zain dan Jihan


" Mau jadi ibuk tapi tingkahnya anak TK" ucap Jihan meledek


" Bawaan bayi ada gak sih yang seperti ini, Ula juga sadar Mi, kalau Ula ini aneh dan lebay , tapi gak tau aja hawanya pengen kayak gitu " jawab Zula tersadar akan perubahannya


" Setres lagi di rumah mulu, keluar cuman jemur diri doang, itupun di balekang, makan ini gak enak, bau itu gak enak, semua hambar semua gak enak, ini itu bikin muntah, setres Ula Mi, Bah" jawab Zula yang mana sudah sering kali di katakan sama Ryan


Ryan juga gak kaget dengan ucapan Zula yang seperti itu, amarah dan omelan Zula sering kali dia terima, tapi gimana memang benar itu bawaan bayi juga


" Ya udah nanti jalan jalan ya, mau kemana?" jawab Zain menawarkan pada Zula


" Abang kerja, Abah mau gantiin emangnya, atau Umi? Biar kami jalan jalan" jawab Zula bertanya balik


" Jalan jalan sama Abah lah, " jawab Zain bergurau


" Gak mau lah, suami Ula kan Bang Ryan, bukan Abah, Ula maunya sama Abang aja, tapi gak mau ada kerjaan, special pergi jalan jalan, " jawab Zula yang sebenarnya gak mau lepas dari suaminya


" Gak mau jauh kan, gak mau lepas kan? Jangan di marah marah mulu suaminya, " ucap Jihan mengelus Zula yang banyak perubahan hormonnya


Ryan mendengar hanya tersenyum dan menatap wajah imut istrinya


" Pindah sini Yan.... Gak mau sama Abah dia, maunya sama kamu" ucap Zain dan menggeser agar Ryan mendekat


Ryan lagi lagi hanya menampilkan senyumnya dan pindah tempat di sebelah Zula


Ryan spontanitas memeluk Zula, karena setiap kali di dekat Zula bawaannya pengeneluk dan nempel, begitu juga dengan Zula seolah Ryan adalah magrnet yang menariknya


" Iya... Kita pergi liburan ya, kemana?" tanya Ryan mengelus kepala Zula


" Paris" jawab Zula cepat dan Ryan mengangguk dan mencium kening Zula

__ADS_1


" Abah gantiin Abang kerja, sama Umi" Ucap Zula pada Abah dan Uminya membuat mereka ngakak


__ADS_2