
" Bang El" panggil Ryan dan El menoleh
" Sarangee" tambah Ryan dengan mengkode tangannya pada El
" Huueek..." Ucap El dan Ryan tertawa saat El keluar kamar
" Tutup kunci La" Ucap El dan Zula langsung bangkit
Ryan sudah mulai siap siap jungkir balik karena kesempatan langka dengan kebaikan abang tercinta
" Apaan sih?" ucap Zula saat selesai mengunci pintunya
Ryan terhenti dan langsung meloncat dan ke arah Zula , dan memeluk Zula dari belakang
" Abang..." Ucap Zula kaget
Cuman Ryan gek berhenti dengan posisi masih berdiri, Ryan terus memeluk Zula dari belakang, tangan dan bibirnya aktif banget
Mulai menggrayangi tempat tempat tertentu sehingga membuat Zula kembali di landa kegerahan dan ke nikmatan
Melihat Zula sudah mulai bersuara, Ryan langsung menggendongnya tanpa melepas pugatan bibirnya di Bibir Zula
Zula sudah pandai di ajari Ryan sedari malam, bangun tidur dan sekarang sudah makin mahir
Sampai tak terasa semua sudah seperti toples sendiri sendiri tanpa mereka sadari
Berbeda dengan Aliza yang sangat agresif sekali, Zula masih ada malu malunya, mungkin belum kalau sudah ngalahin Uminya pasti
Pertempuran sudah di mulai, karena beberapa kali keluar kali ini cukup lama, dan keduanya sampai menggunakan beberapa gaya hingga sampai akhir puncaknya membuat Zula lemas tak berdaya
Di kamar El Baby Bibi juga baru saja bangun dan tersadar dia berada di kamar El mulai kembali rewel
" Napa Bibi kamar bang El, kakak Ula mana?" tanya Bibi saat bangun
Sontak El dan Heny yang di pinggirnya juga kaget dan baru mau tidur langsung kebangun
" Kakak Ula mana? Bibi mau kakak Ula" Ucap Bibi Mulai rewel
" Bahaya ini sayang" ucap El pada Heny
" Kakak Ulanya kerja sayang, tadi pesawatnya jemput" jawab Heny spontan ngikut Jihan
" Enggak kakak Ula di kamar" jawab Bibi marah dan langsung turun dari tempar tidur El
" Bibi mau kakak Ula, Bibi gak Mau Abang El" Ucapnya sambil berjalan kesal ke pintu
El dan Heny segera mengejar Bibi yang mulai mau keluar
" Eh.... Mau kemana Bibi" tanya El lagi
" Ke kakak Ula, gak mau sama bang El" jawab Bibi lagi makin kesal tapi pinter dia gak nangis
" Kakak Ula kan kerja sayang, kita ke Alfimin yok, " ajak Heny mulai merayu
" Gak mau, Mau sama Ula" jawab Bibi makin ngotot
" Sama Alwi aja yuk, main nanti" Ucap El masih berusaha
" Ula... Gak mau lain" jawabnya dan makin marah
" Buka pintunya" Ucap Bibi meminta tolong
" Buka sendiri lah " jawab El sengaja
" Bang.." Ucap Heny dan El sengaja ngerjain Bibi
" Abang El nakal, kakak Heny tolong" ucapnya Polos
__ADS_1
Dan El makin tertawa melihat cara adeknya minta tolong
" Dasar bocil bocil, " Ucap El membuka kunci kamarnya
Dan Bibi langsung pindah ke pintu kamar sebelah dan membangunkan Ryan dan Zula
" Ula... Ula.... Ula..." ucap Bibi sambil mengetuk pintu kamar Zula
Untung saja di kunci, kalau gam bahaya, dan Bibi Bisa melihat kepolosan Kedua kakaknya
Zula sudah tertidur kembali, karena capek banget, sedangkan Ryan langsung bangun dan kaget segera melompat
Di luar Al dan Aliza juga ikut keluar karena suara Bibi yang gak bisa di bujuk sama kakak dan Abangnya
" Ada apa El?" tanya Al dan El hanya tersenyum
" Kenapa dek?" giliran Aliza yang bertanya
Heny cekikikan masih melihat Bibi yang berusaha membuka pintu
" Tidur di kamar Zula, kami pindah bangun tidur marah minta pulang ke kamar Zula lagi" jawab Heny dan Aliza kaget
" Ya Allah ya robbi" ucap Aliza geleng geleng
" Bibi bobok lagi yuk sama Alwi, Alwi aja masih bobok" ucap Aliza merayu lagi
" Gak mau, mau sama Ula" jawabnya ngegas dan tak lama
Ceklek... Pintu terbuka dengan Ryan yang hanya pake celana pendek saja tanpa baju
" Astagfirullah" Ucap Ryan menutup kembali pintunya karena ada Aliza dan Heny juga
" Abang Iyan..." Panggil Bibi sambil memukul pintu kamarnya
Ryan spontan memakai kaos dan meminta Zula untuk pake baju atau kimono dengan segera dan mengabaikan Sebentar Bibi
" Ula Jangan pindah pindah Bibi gak mau" Ucap Zula marah
Zula yang baru bagun gelagapan dan gak faham apa yang terjadi
" Abang sih" jawab Zula pada El denga lesu
" Ayo mau bobok lagi sama Ula?" tanya Zula sambil berjongkok menyeimbangkan tingginya
" Gak mau, mau main sama Ula" jawab Bibi makin rewel
" Ya udah ayo main sama Ula" jawab Zula dan Bibi ikut masuk
Dan sampai akhirnya mereka bubar dan kembali ke kamar masing masing
Sudah beberapa hari Zula dan Ryan tidak ke kantor,
Mereka bingung mah honey moon kemana, bahkan Zain sudah menawarkan sekalian berangkat bareng juga boleh
Cuman Zula dan Ryan belum menjawab masih bingung karena ya itu itu aja sih, dan mereka sudah pernah ke sana semua
Ya walaupun untuk bisnis tapi masih belum minat untuk pergi bulan mafu kayaknya enak di rumah aja
Hari ini mereka pergi ke kantor, untuk pertama kalinya setelah menikah
Serta yang lain seperti El dan Heny juga mulai kerja lagi
" Kerja La?" tanya Jihan saat kumpul di meja makan
" Iya Mi, suntuk di rumah mau ngapain" jawab Zula sambil menuangkan nasi pada piringnya
" Tapi nanti Zula boleh gak nginep di rumah Abang? Emak hari ini mau pulang ke Aceh, dan terbangnya malem jadi dari pada bolek balik jauh Mi" Ucap Zula berniat minta izin
__ADS_1
Zain sudah mulai gimana gitu, dan agak parno nanti kalau anaknya tinggal di sana terus
Jihan melihat mimik yang lain di wajah suaminya, dan langsung menyenggolnya
" Ya gak apa apa, kan itu di rumah kalian kan artinya, " jawab Zain langsung spontan
Bukan karena takut sama Jihan cuman memang benar dia harus sadar
" Jadi Kalau El pindah ke rumah SRG boleh kan Bah?" tanya El lirih ada rasa takutnya juga
" Maksudnya kamu mau nempati rumah SRG El?" tanya Zain lembut
" Ya kalau boleh sih, masalahnya El kasian Heny jauh, karena kami juga kan masih program kan Bah, sebenarnya gak boleh capek capek" jawab El buka suara
Kini Al dan Aliza juga mulai bergabung dalam pembahasan ini
" Ya udah gak apa apa, lagian kasian kalau lama lama kosong" jawab Zain berusaha legowo walaupun cukup berat
" Alhamdulillah.... Beberan ACC kan ini Bah" Ucap El girang dan Zain tersenyum dan mengangguk
" Terus Ula tetep Jauh? Rumah Abang kosong lagi dong Bah" Saut Zula nyerempet nyerempet
Zain tidak menjawab, dan menoleh ke arah Ryan, yang langsung peka
" Begini Abah, Sebelunya Ryan minta maaf, mungkin kurang tepat ya, tapi karena Dek Zula sudah nyerempet nyerempet sekalian ya Bah, kalau memang di izinkan saya membawa Istri saya, kembali ke rumah Ryan bah, Ryan minta izin" Ucap Ryan lagi sekalian minta izin
Zain hanya tersenyum menahan haru dan sesak di dadanya, satu persatu anaknya memilih pindah
" Itu hakmu nak, itu kewajibanmu, benar Zula putri Abah, tapi sekarang dia istrimu, Abah sama Umi insyaallah Ridho, dengan keputusan kalian masing masing, kalian sudah punya keluarga sendiri sendiri, Abah hanya bisa mendoakan" jawab Zain dengan tenang walau hatinya cukup gundah
" Terimakasih Abah" Ucap Ryan bersalaman pada Zain dan Jihan
Mereka lanjut makan dan sambil ngobrol juga bahas tentang itu semua
" Al jangan pindah ya, kalau mau pindah Alwi biar di sini" ucap Zain pada Al
" Pindah ke mana Bah?" tanya balik Al yang kadang kadang
" Barang kali mau mandiri juga, ke rumah mana kan, tapi Alwi biar di sini, kasian Bibi gak ada temannya," jawab Zain lagi
" Kami di sini aja Abah, temani Abah sama Umi, lagian mas Al kerjanya dekat di sini" jawab Aliza sopan
Jihan dan Zain mengangguk
" Pindahnya nanti kapan, kita persiapkan, dan nanti Abah siapkan juga Mbak di rumah, biar bantu, gak boleh capek cepek anak anak Abah, " ucap Zain sangat memprioritaskan anak dan menantunya
" Apa lagi ini nih... Nih, putri kesayangan Abah Nih, masak aja gak bisa, " Ucap Zain merangkul Zula yanh ada di sebelahnya
Zula pun membalas pelukan hangat abahnya
" Jangan di marah ya Nak Ryan, kalau Ula gak bisa masak, beli, kalau gak sanggup beli, datang ke resto Abah, minta makan aja ke sana, " Ucap Zain dan Ryan mengangguk
Bukan berarti Zain memanja dan gak memperbolehkan anaknya masak atau gimana, dan mengajari jelek, cuman posisi anaknya bukan sama dengan posisi anak orang lain
" Jangan di marah marah anak abah kalau gak bisa masak, gak bisa buatkan makanan untuk Ryan ya, kalau dia mau berusaha belajar gak apa apa, tapi jangan di paksa untuk buatkan makanan atau sajian untuk Ryan, kalau putri Abah menangis karena Ryan, Ryan berurusan sama Abah" ucap Zain dan Ryan mengerti
" Maafkan Abah ya Nak Ryan, kadang suka berlebihan kalau sama putri satu satunya itu" Saut Jihan gak enak
" Gak apa apa Umi, sekarang semua ada kok Umi, gak perlu repot repot" jawab Ryan dan di betulkan Zain
" Tapi boleh tinggal di SRG, asalkan setiap jum'at Sore kalian harus sudah di sini, kan kerjanya cuman sampe jum'at, sore pulang kerja sini, nanti malam senin baru pulang kerumah, kecuali pas lagi di luar kota ataupun di luar negri, " tambah Zain memberi syarat
" Kasih jadwal ngaji aja Bah" ucap Al pada kompor
" Ya harus, penerus Abah kalian semua, harus ada jadwalnya" jawab Zain dan semua mengangguk
" Kalau sampai ketahuan gak kemana mana, gak bertugas kok gak ke sini , Setelah itu gak boleh pulang ke SRG lagi" ucap Zain menegaskan
__ADS_1
Ya gak ribet sih, tapi cukup sulit kalau lengah,