Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Risih


__ADS_3

Perasaan Yasmin susah kalang baut di buat sama temannya Aliza,


Ginana tidak, secara dia masih sayang dan belum move on dari Al malah ada temannya yang menanyakan tentang kerampanan Al padanya


" Iya tampan " jawab Yasmin singkat dan kembali menatap Al yang masih asyik menyapa semua mahasiswanya


" Dulu kamu dingin, dingin banget, dan gak sehumor dan seasyik sekarang, kamu banyak berubah setelah pisah dariku dan bersama dengan pasangan barumu" batin Zula sambil menatap Al lekat


Banyangan indah masalalu dengan Al terus melintas di pikirannya


" Bu Yasmin melamun aja" sapat salah satu dosen yang naksir padanya


Ya dia Ilyas, salah satu dosen yang sama mengajar di sana, dan terkesima pada Yasmin serta kelembutannya saat pandangan pertama


" Eh.. Enggak pak, itu pak Pemilik yayasan, seru banget dan hamble banget sama mahasiswanya" jawab Yasmin sambil menoleh ke arah Al


" Oh Pak Al?" tanya Ilyas lagi


" Iya, Pak Al awalnya dingin dulu, yang hamble mas El, adeknya, tapi semenjak pak Al mendekati anak MA, semua berubah, dan seolah ada warna dalam hidup beliau" jawab Ilyas bercerita


Tentu Ilyas tau, saat itu Ilyas masih nyantri di pondok Al Musthofa, dan bahkan sampai saat ini Ilyas juga masih ngabdi di sana, walaupun sering kali pulang karena orang tuanya sedang sakit jadi gak bisa full di tinggal di pesantren


" Oh masak iya, pak Kepala yayasan suka sama anak MA" Heran Aliza menyaut


" Ya namanya juga cinta, mana orangnya cantik, cerdas, tapi jutek, makanya Pak Al suka, dan berusaha bikin anak itu ceria, " jawab Ilyas malah menggibah


" Jadi terus terbawa ceria sama anak anak?" tanya Aliza dan Ilyas mengangguk


Yasmin mengangguk dan Faham, dia berfikir setelah putus darinya Al menemukan yang baru dan bisa merubah dirinya seperti saat ini


" Anaknya masih sekolah dan kuliah di sini gak?" tanya Aliza makin kepo


Secara siapa sih yang bisa menakhlukan cowok seganteng Al,


" Idih... Loe naksir Za?" tanya Ilyas


" Haduh siapa sih yang tidak mengharapkan bintang sepertinya, iya Gak Min?" tanya Aliza Dan Yasmin hanya tersenyum

__ADS_1


" Bintang itu dulu milikku Za, tapi aku bodoh yang sudah melepaskannya begitu aja" batin Yasmin seolah menjawab pertanyaan Aliza


" Sepertinya udah enggak deh, terakhir gue denger kabar 3 tahun yang lalu, dia tiba tiba keluar, tapi sebelumnya hubungan mereka semakin erat sih, soalnya pak Al sering pulang dan berangkat bareng dengan dia, dan akhirnya sama sama pergi dalam jangka waktu lama, dan Pak Al kembali dengan gelar barunya saat ini" jawab Ilyas mamin membuat mereka penasaran


Yasmin yang sangat penasaran langsung merogoh ponselnya dan mengotak ngatik kemudian memperlihatkan postingan Al kala itu


" Ini anaknya?" tanya Yasmin memperlihatkan Al dan Zula yang sedang berpose mesra


" Kamu dalat dari mana?" tanya Ilyas kaget


" Dari postingan pak Al, kalian gak tau instagram pak Al?" tanya Yasmin balik


" Oh ya, aq belum pernah buka sih, tapi mana coba, iya sih bener ini si Zula" jawab Ilyas mengenal jelas wajah Zula


" Wah cantik ya, gagal dong harapan gue, insecure gue sama nih anak" ucap Aliza sambil memerhatikan foto Zula dengan seksama


" Tapi juteknya minta ampun" ucap Ilyas yang tentu tau dong


" Pak Ilyas kenal juga?" tanya Zula


" Ya kenal waktu saya masih mengajar di MA, kalau saat ini saya di pindah ke sini" jawab Ilyas menjelaskan


Sesaat kemudian Al melewati mereka yang terlupa waktu sudah menggibahkan Al


" Pak Ilyas" sapa Al membuat mereka gelagapan


" Gantengnya" salah fokus Aliza membuat Al mengerutkan dahinya


" Saya duluan mari pak buk" sapa Al lagi tanpa memerhatikan Zula lebih


Sati sangat sakit, perasaan Yasmin cukup sakit seolah Al tidak pernah kenal pada Yasmin,


_______________


Sudah seminggu Zula dan Ryan sering bekerja sama, tak jarang berdebatan pertengkaran mereka terjadi, bahkan hampir setiap hari dan bahkan setiap jam


Irfan yang di sana semakin terhibur, karena di lantai paling atas itu tak sepi lagi karena hanya di huni beberapa orang saja,

__ADS_1


Zain yang sudah jarang aktif bekerja tentu tidak mengetahui itu, soalnya Zula juga tidak pernah cerita padanya


Dan beberapa hari yang lalu mereka semua sudah pindah ke KDS, jadi Jarak Zula yang jauh selalu berangkat dengan abang kesayangannya siapa lagi yang searah kalau bukan bang El


" Eh pak wakdir Oon, semua ini gara gara bapak tau gak, nambah nambah pekerjaan aja" ucap Zula kesal karena sampai saat ini dia juga belum istirahat, gara gara kerjaan Ryan yang harus di ulangnya


Padahal waktu istirahat kantor sudah berjalan 10 menit yang lalu, dan itu membuat Zula jengkel karena sudah di potong jatah telfonan dengan Maulana yabg ada di jauh sana


" Biar loe gak telfonan mulu" jawab Ryan santai


" Heh, itu telfon punya gue, pulsa dan kouta juga punya gue sendiri, loe gak pernah belikan juga, sirik loe ya?" ucap Zula makin kesal


" Tarik sis..... Lanjut" saut Irfan yang baru saja dari bawah untuk ambil makanan


Keduanya langsung melirik tajam dan kesal pada Irfan yang selalu menjadi kompor bagi mereka berdua


" Lama lama jatuh cinta" ucap Irfan sebelum masuk ke Lift, karena mereka bertengkar saat di luar ruangan


"GAK SUDI" jawab mereka konpak dan Irfan tertawa


" Apa loe, kakek tua, amit amin jabang bayi kalau gue nemu pasangan tua gak laku kayak loe" ucap Zula tajam


" Idih.. Apa lagi gue, ogah banget punya istri bocil pecicilan kayak loe" tambah Ryan cepat


Zula yang mendengar justru mengerutkan keningnya kembali dan terlintas ide jahil pada Zula untuk menggoda Ryan


" Ah... Yang bener aja loe, gak mau sama cewek cantik imut manis dan cerdas sama gue?" goda Zula yang mood dan hatinya itu berbeda beda dan bisa berubah seketika


Zula memang enggan dengan sikap gengsi, dan bahkan dia sudah terlepas dari urat malu dan gengsinya kalau soal gombal dan menggoda tapi cuman niatan bercanda


" Hih.... Risih gue, sama elo" jawab Ryan sok Ilfil


" Ah Yang bener, kalau risih kenapa sedari tadi nelen ludah, matanya gak kedip lagi" jawab Zula semakin membuat Ryan grogi


" Loe memang cantik tapi sikap loe bikin gue kesal tau gak" batin Ryan menjerit


Ryan makin gelagapan mendengar ucapan Zula yang semuanya benar, dia gak bisa nahan melihat kecantikan Zula tapi sikap Zula membuatnya ingin emosi dan nenambah ras gengsinya

__ADS_1


" Hahahahaha..... Gelagapan, Iyuhh.... Gue makin risih sama Elo" Tawa Zula dan justru membuat Ryan kembali merasakan sambaran petir


__ADS_2