Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Ngidam sambal


__ADS_3

Zula kembali ke kamarmha danalah leyeh leyeh setelah menjalankam sholat, sedangkan di kantor Ryan Murka karena Belum selesai Zula mengerjakan justru malah di matikan dan di telfon beberapa kali justru di rijek


" Ck... Nih bocah ya , kok gitu amat, makin gak jelas" ucap Ryan menggerutu


Saat seperti itu Irfan masuk keruangan Ryan soalnya gak ada musik pengantar kerjanya, biasanya cek cek selalu terdengar di antara kedua ruangan itu


" Tumben sepi, " ucap Irfan saat masuk


" Assalamualaikumpak Irfan" ucap Ryan mengingatkan Irfan


" Hehehe Waalaikumsalam..." jawab Irfan nyengir


" Lupa gue RYan, apa perlu gue keluar dulu salah baru masuk?" ucap Irfan dan di cueki sama Ryan


" Gak usah capek capek pak," jawab Ryan masih dengan nada kesal


" Kenapa loe? Kesal gitu, habis di ajak debat sama Si Zula? Itu kan hal..." ucap Irfan terpotong


" Gak berangkat dia pak" jawab Ryan masih ngutak ngutek laptopnya


" Wah pantesan sepi, kenapa rupanya gak berangkat?" tanya Irfan lagi


" Entah memang anak gak jelas ya begitu, gak punya alasan, " jawab Ryan masih fokus ke laptopnya


Melihat Ryan yang seperti itu Irfan lanjut keluar dan bermaksud nelfon Zula yang masih rebahan di tempat tidur sambil main hp


Dan tiba tiba ada pangilan masuk dari Irfan


" Assalamualaikum..." ucap Zula saat terhubung


" Waalaikumsalam... Di mana cah ayu?" tanya Irfan basa basi


" Di rumah om, gimana?" jawab Zula masih santai


" Kok gak masuk kerja ada apa? Sepi nih" jawab Ryan bertanya lagi


" Ajak debat tuh Ryan 99 Om, biar rame, gantiin Zula" jawab Zula malah bercanda


" Hahaha.. Gak selera debat sama dia La, kamu gak berangkat ada apa?" tanya Irfan lagi


" Oh.. Umi lahiran Om, ada dedek Gemes jadi males ketemu sama Om, apa lagi Ryan" jawab Zula malah mengece


" Kapan?" Tanya Irfan kaget


" Semalam, " jawab Zula singkat

__ADS_1


" Sekarang masih di rumah sakit?" tanya Irfan lagi karena maerasa sudah seperti keluarga bagi Zain dan Jihan


" Di rumah lah, orang lahirannya aja di rumah, " jawab Zula santai


" Udah om, ngomongin baby Ula, kebawah dulu ya, " tambah Zula yang sempat terlupa akan adanya baby Bibi di bawah


" Assalamualaikum..." ucap Zula menutup dan tidak mendengar jawaban dari Irfan


Zula keburu ke bawah karena kangen dengan baby Bibi,


Saat keluar kamar berpapasan dengan Aliza yang mambawa makanan untuknya dan juga Al


" Lho mau kemana? Ayo makan dulu, mbak bawain ini lho" ucap Aliza melihat keburu buruan Zula


" Kok repot repot di bawakan sih mbak," jawab Zula merasa gak enak sama Aliza


" Gak apa apa, sekalian, Abang tadi yang minta biar kamu gak lupa makan" jawab Aliza karena memang Al yang meminta agar sekalian Zula di ambilkan, soalnya kadang kalau udah kerja lupa yang namanya makan


Al dan El memang sangat perhatian buanget sama Zula, walaupun mereka punya adek baru dan masih bayi, adek perempuan satu satunya mereka hanyalah Zula,


Perempuan yang nantinya akan jadi milik orang lain


" Ayo makan dulu, Mas.... Mas Al" panggil Aliza dan sambil meletakkan piring dan nampannya di atas karpet yang sebelumnya dia gelar


" Beneran Mbak? Gak ganggu keromantisan kalian?" tanya Zula mengikut Aliza


" Bentar mbak panggil Abangmu dulu" tambahnya dan kembali berdiri untuk memanggil Al


Di dalam nampan Aliza hanya bawa 2 piring, 1 mangkok nasi dan beberapa lauk lainnya,


Untuk Minum sudah tersedia di kamar mereka masing masing, dan karena makannya keringan tanpa kuah jadi Aliza tidak membawakan sendok untuk mereka


" Mas... Mas Al, ayo makan" ucap Aliza memanggil Al


Dan Akhirnya Al keluar dari kamar, dan menggunakan sarung serta kaos pendek


Al dan Aliza berjalan menghampiri Zula yang sudah mencentong nasi di piringnya,


" Makan Bang" ucap Zula sambil menaruh lauknya


" Ayo makan sekalian" jawab Al yang kemudian duduk


" Bentar Zula ambilkan minum dulu" ucap Zula berdiri dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil minuman dari kamarnya


Kini mereka semua sedang menikmati makan siang, dengan Al yang sepiring berdua dengan Aliza dan Zula yang makan sendiri,

__ADS_1


Ya sambil santai ngobrol dan berbincang,


" Gue kangen masakan jengkol sama sambel petainya Uti lho" ucap Zula yang tiba tiba pengen makan makanan dari neneknya di Riau


" Tante Luna " jawab Al karena yang sering masak memang Luna


" Iya , mereka kesini lagi kapan ya, Umi lahiran ke sini gak ya?" tanya Zula lagi


" Tante Luna bukannya hamil besar juga ya dek? Enggak lah paling, orang sama Umi selisih sebulan, kalau ke sini paling repot, Uti juga kan harus jagain anak anaknya Om Rizqy" jawab Aliza yang teringat obrolannya ke 3 bu Mil waktu itu


" Iya juga sih, wah panen cucu dan cicit nih Uti sama kakung, sini lahiran bentar lagi tante Luna, terus mbak, habis itu bang El nikah, hamil lagi kak Ailza, panen dong" ucap Zula dan membuat tawa mereka


" Beneran enak dek memang masakan tante Luna itu?" tanya Aliza justru penasaran


" Itu lho Sayang, yang pernah kita makan, dulu sebelum ke lamaran El, sambal pete dan jengkol yang ada terinya, itu masakan Tante Luna" jawab Al mengingatkan


Pasalnya pas Luna dan Rizqu datang ke Jawa, saat mau pergi lamaran Ailza dan El, Zula minta di bawakan dan Aliza ikut mencicipi


" Oh itu.. Enak sih" jawab Aliza sudah teringat


" Hayo ngidam itu mbak, biar suamimu yang datang ke Riau, nanti gue ikut ngicipin " ucap Zula kompor


" Eh jangan ya sayang... Repot jauh" jawab Al cepat


" Nanti Mas bikinkan sendiri" jawab Al lagi agar Aliza gak meminta itu


" Beda dong rasanya, tangannya aja beda" jawab Zula sengaja biar makin kompor pada Aliza


Setelah makan, Aliza dan Zula memberesi itu semua dan Zula yang membawanya turun ke bawah,


Sesampainya di lantai 2, berpapasan dengan mbak santri yang sedang mengantar makanan ke Kamar Jihan dan Zain


" Eh mbak mbak... Nitip dong, bawakan ya" ucap Zula pada santri tersebut


Mau gak mau santri tersebut menerimanya dan membawanya ke bawah, walaupun sempat sebel juga, karena mereka gak tau jelasnya tentang siapa Zula sebenarnya


Karena Zain dan Jihan di minta Zula agar tetap membiarkan dan jadi teka teki oleh semua santri


Karena santri di sana ada juga yang pernah nyinyir sama Zula semasa sekolah di BNT,


Di atas Al masih istirahat dan malam balik ke sekolah dan justru ngantuk habis makan,


" Mas.... " Ucap Aliza lirih


" Kenapa sayang?" jawab Al menoleh dan memeluknya

__ADS_1


" Kok Adek tiba tiba pengen yang di omongkan Zula ya, sambal petai sama jengkol yang ada terinya" ucap Aliza kebayang sambal buatan Luna


" Apa??" kaget Al dan langsung bangun


__ADS_2