Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Siap


__ADS_3

Kejutan mobil impian dan mewah sudah Zula terima, beserta uang tabungan yang begitu fantastis dari Umi tercinta


Hari semakin malam, Aliza hendak pamit pulang ke rumah, karena besok dia juga harus kerja


Karena yang bawa tadi Al, maka pulangnya juga di antar oleh Al, kini mereka berdua berada di mobil yang sama dalam keheningan


Al tidak begitu kepikiran tentang nasib hubungannya dengan Helend, yang mungkin nanti setelah mengantar Aliza Dia akan langsung menghubungi Helend seperti biasa


Aliza tinggal di salah satu kos kosan yang gak jauh dari kampus Al


" Sebelah mana?" tanya Al singkat saat memasuki kawasan kos kosan


" Eh.. Iya belok sana pak" jawab Aliza menunjukkan arah gang kosnya


Hingga akhirnya Aliza turun tepat di depan pintu gerbang kos kosannya


" Terimaksih banyak pak" ucap Aliza saat mobil Al sudah terhenti


Al tersenyum tipis dan menganguk, tapi justru melihat Aliza yang kesusahan melepas seat belt yang masih terkait


" Kenapa susah?" tanya Al dan Aliza nyengir


Al kemudian mendekat untuk membantu melepas seat belt yang Aliza


Hati Aliza sangat deg degan di kala Al mendekat padanya, gugup pasti apa lagi di tambah semerbak harumnya parfur yang Al gunakan menambah syahdunya hati Aliza yang ada di depan Al


Begitu juga dengan Al yang sempat menatap wajah Aliza yang begitu polos dan manis


" Okey .. Udah" ucap Al membuyarkan lamunan Aliza


" Oh.. Sekali lagi makasih ya pak" ucap Aliza pada Al


Saking gugupnya hingga Aliza melupakan paperbagnya yang di bawakan oleh Umi Jihan tadi


" Eh.. Ini di bawa Za" ucap Al pada Aliza


Aliza masih bingung karena gugup dan balik badan pada Al yang masih di dalam


" Gimana pak?" tanya Aliza lagi


" Ini papegbagnya, bawa" ucap Al sambil mengulurkan paperbag pada Aliza


" Oh.. Iya, makasih pak" jawab Aliza dan Al tersenyum

__ADS_1


Al kemudian melajukan mobilnya dan tak lupa mengklakson Aliza saat berjalan


Di rumah keluarga Al Musthofa, Zula dan Maulana masih ngobrol berdua di ruang tengah, di mana setelah Maulana mengantar kedua orang tuanya untuk menginap di Hotel,


Karena tidak mungkin bagi Maulana kalau harus menginap di sana juga, dan nanti setelah selesai ngobrol dan lepas kangen dengan Zula Maulana juga akan kembali ke Hotel


" Kamu kenapa bisa gak ada kabar dulu sih, ini bukan hal sepele dan main main lho" ucap Zula kembali membahas tentang pertunangan mereka yang terkesan tiba tiba


" Ya Sorry... Dari dulu aku selalu menawarkan mengajak kamu untuk segera bertunangan tapi kamu selalu menolak, dan sorry kalau aku akhirnya pake cara ini, " jawab Maulana yang selalu mengalah pada Zula


Karena Maulana tau gimana sifat dan karakter Zula, dan tau apa ke inginan dan kemauan wanita yang selalu pengen di mengerti dan di sayangi di manja manja


" Ya karena aku sendiri belum siap lho bang, aku gak mau kamu kecewa, aku gak mau kamu menunggu terlalu lama" jawab Zula lagi


" Aku tau, dan aku juga siap menungumu sampai kapanpun, aku cuman butuh kepastian, bukan berarti aku gak percaya sama kamu di saat kita sedang LDR sayang, justru itu karena kita LDR, makanya aku segera ikat kamu, biar komitmen kita itu semakin kuat, dan saling menguatkan" jawab Maulana memberi alasan


" Okey Aku minta maaf, kalau kedatangan ku dan juga keluarga ke sini menggangu atau" ucap Maulana terpotong Zula


" Bukan mengganggu, kami seneng dapat berjumpa dan bersilaturrahim, " protes Zula lagi


" Okey okey Iya maaf ya.... Lain kali gak lagi deh, yang penting aku siap menunggu sampai kapan kamu siap, sampai kapan kamu mengajak aku nikah" ucap Maulana mengalihkan semuanya


" Sekarang ayo" ucap Zula kesal


" Langsung lanjut malam pertama, syahdu dong hahaha" tambah Maulana dengan tertawa


Bruk..... satu lemparan mengenai Maulan dari Zula


" Syahdu Syahdu.." kesal Zula sambil ngomel


" Ya bener kan sayang, nikah hanya butuh mempelai laki laki dan perempuan, 2 saksi, sama wali, penghulu bisa wali kamu sendiri, udah dong, gimana siap?" tanya Maulana menggoda


" Anak orang masih bocil sayang, enggak.... Aku juga gak mau nanti punya anak bareng dengan Umi" jawab Zula dan membuat Maulana tertawa


Mereka lanjut ngobrol hingga tak terasa sudah jam 11 malam


" Kamu gak mau pulang?" tanya Zula pada Maulana


" Kamu udah ngantuk?" tanya Maulana lagi


" Iya capek lagi," jawab Zula apa adanya


" Ya udah, kamu istirahat ya, aku pulang dulu, besok pagi harus kembali ke Swiss" jawab Maulana lagi

__ADS_1


" Kok cepet kali?" kaget Zula


" Ya kan urusannya sudah, besok lagi kalau liburan, ayo dong liburan ke Swiss, " ucap Maulana lagi


" Nanti kalau lamaran bang El, ke German, ikut ya" ajak Zula dan Maulana dengan sigap menjawab Okey


" Ya udah pulang dulu ya, Istirahat"ucap Maulana sambil berdiri


" Abah Umi" ucap Maulana lagi mau pamitan


" Abah Umi udah istirahat kamu langsung aja gak apa apa, besok ke sini juga kan sebelum ke bandara" ucap Zula dan Maulana mengangguk dan tersenyum


Zula mengantar Maulana sampai di teras rumahnya, maulana di pinjami mobil oleh El, dan sekarang juga kembali ke hotel dengan mobil El


" Udah masuk, istirahat" ucap Maulana dan akhirnya Zula masuk dan mobil Maulana pergi meninggalkan halaman


Di kamar Al masih telfonan dengan Helend seperti biasa, Al masih memancing mancing siapa Helend, dan sedang ngapain dirinya apa benar apa yang di katakan Maulana


" Kamu gak khawatir dengan hubungan kita yang LDR?" tanya Al pada Helend,


" Udah hampir 3 bulan lho kita LDR, apa ada yang kamu takutkan dariku?" tanya balik Helend pada Al


" Ada dong" jawab Al to the poin


Memang keduanya itu kalau ngomomg gak bisa slow dan terkesan kaku seperti saat ini


" Kenapa? kamu takut apa? takut aku gimana?" tanya Helend lagi


Helend saat ini sudah dandan cantik pake baju seksi, tapi Al tidak tau, karena Helend sering tidak mau di ajak Video call, dan biasanya kalau udah malam gini hanya pake telfon suara saja


" Takut kamu di ambil orang" jawab Al lagi


" Makanya ayok nikah yuk" ajak Helend santai


" Kamu beneran udah siap?" tanya Al memancing


" Kenapa tidak,?"


" Kamu tau kan aku sekarang sebagai apa, dan profesiku gimana? udah siap menjadi istri ustadz?" tanya Al lagi karena itu jauh dari karakter Helend


Helend terdiam dan di sana dia mengkomat kamitkan bibirnya seoleh ngedumel tentang Al


" Akh... Iya sabar sebentar" ucap Helend tak sengaja saat ada cowok masuk menghampirinya dan membelai lembut pundaknya di saar masih terhubung dengan Al penggilannya

__ADS_1


__ADS_2