
Tak terasa Puasa Sudah terlewat dan moment lebaran yang cukup haru untuk keluarga Zain juga sudah terlewatkan..
Skip aja ya momentnya.. Ya seperti di Season 1 dulu, saling silaturrahim dan saling maaf memaafkan..
Di moment lebaran saat ini di hari ke dua, El baru akan keluar dan baru mau berkunjung kerumah calon istri
Siapa lagi kalau Bukan Heny, ya El diam diam tanpa janjian, karena setiap mau main bilang ke Heny, Heny selalu mencegahnya
Makanya Ini El sengaja main secara diam diam, biar gak di cegah, El pun gak menaruh curiga sama sekali dan selalu percaya aja sama Heny kalau dia memang sosok wanita yang setia padanya
" Mau kemana?" tanya Zula saat melihat El turun dari tangga
Dan berpapasan dengan Zula yang akan naik ke tangga sambil menggendong baby Bibi
" Calon mertua" jawab El sambil berbisik
" Cielah... Sipp... Nanti jemput ajak ke sini kak Henynya" ucap Zula santai
Zula sama sekali gak kemana mana, apa lagi Abah Uminya juga kan gak kemana mana, jadi dia stay di rumah aja
" Siap kalau di izinkan orang tuanya" jawab El santai dan semua keluarganya tau kalau El kembali ke cinta pertamanya
Sedangkan Al saat ini sedang berada di rumah kakaknya, dan berkunjung ke rumah saudara saudaranya
" Abang jalan dulu ya" Ucap El pamit
" Okey siap, hati hati salam buat keluarga besar kak Heny" Jawab Zula sambil kembali naik ke atas
El lanjut menuruni tangga dan tak lupa berpamitan kepada Abah Uminya
" Bah.. Mi..." Panggil El di saat Abah Uminya masih ngobrol dengan tamunya
Jihan menoleh, tapi tidak pada Zain yang mungkin gak kedengaran
" Udah rapi? Mau kemana?" tanya Jihan yang akhirnya membuat Zain ikut menoleh juga
Zain terdiam sambil menatap El, begitu juga pada para tamunya yang ikut menoleh pada El
" Kerumah Heny" jawab El sedikit berbisik
" Sendirian?" tanya Jihan lagi
" Umi ini.. Masak bawa temen gak asyik lah" jawab Zain dan Jihan tersenyum
" Ya udah, hati hati, tapi tunggu" ucap Jihan langsung berdiri
" Tunggu apa lagi Mi?" tanya El dan Jihan terus berjalan tanpa menjawab
Keluarga Zain maupun Jihan itu sama sekali gak pernah berkunjung tanpa membawa apa apa,
Begitu juga dengan El maupun Al dan anak anaknya yang lain, selalu di ajarkan untuk membawa buah tangan
Ya Jihan tau kalau El nanti mampir untuk membeli buah tangan, cuman kalau hanya sekedar jajan ya banyak juga di rumah
Sekalian ini masih ada sisa hampres lebaran dari kantor yang di anter ke rumah dan memenuhi gudang, Jihan ambilkan untuk calon besannya agar El bawa ke sana
" Ini nanti kasihkan pada Ayah Bundanya ya, Umi titip salam juga untuk mereka" ucap Jihan sambil memberikan parsel hampres lebaran
" Okey siap dari calon besan gitu?" gurau El dan mendapat pukulan kecil dari Umi Jihan
__ADS_1
" Ya udah El berangkat dulu ya.. Assalamualaikum.." Ucap El pamit
" Waalaikumsalam.. Hati hati" Ucap Zain dan El mengangguk dan keluar dari rumahnya
Di kamar... Zula sedang bermain dengan Baby Bibi sambil Video call Maulana
" Kok sepi sayang?" tanya Maulana di seberang sana
" Iya sayang... Kalau rumahnya kebakaran baru rame" jawab Zula bercanda
" Hus gak boleh gitu sayang, bener rame tapi akunya khawatir" jawab Maulana dan Zula hanya tersenyum
" Ya Kalau baik baik saja jangan khawatir sayang," Ucap Zula dan Maulana juag tersenyum
" Abang kemana?" tanya Maulana lagi
" Pada Healing ke rumah mertuanya, Bang El tempat pacarnya" Ucap Zula lagi dan Maulana hanya mengangguk
" Sayang gak kerumah mertuanya?" tanya Maulana Ramah
" Wani piro?" jawab Zula menantang dengan bahasa Jawa
" Wani Piro? Apa itu?" tanya Maulana Bingung
" Kakaka....Berani berapa sayang artinya" jawab Zula menjelaskan
" Wah siap dong.. Kalau mau, tiket Aman nanti Saya jemput" jawab Maulana gercep
" Males... Kamu aja lah yang ke sini" jawab Zula meminta balik
" Kalau hari cuti di sini sama seperti di Indonesia Aku udah berangkat sekarang sayang, tau sendiri aku sekarang juga sambil kerja, haduh kapan ini bisa apel ke rumah calon, " jawab Maulana memang sedang merintis jadi kerjaannya gak ada liburnya
Zula menahannya memang karena dia mau kasih kejutan sama Maulana saat ada kunjungan ke Turky
" Kemana? Tu mana?" tanya Maulana lmebut
Maulana gak bernah sama sekali berkata kasar pada Zula, bahkan membentak dan hanya sekedar ngagetin aja gak sanggup karena saking begitu cintanya sama Zula
" Kok Tu sih... Tangerang ayang" jawab Zula memberi alesan
" Oh... Ya udah hati hati ya, " jawab Maulana halus banget
" Siap.. Kamu kalau kerja jangan capek capek dong, istirahat" ucap Zula ikut khawatir juga
" Iya makanya ayo nikah dong, jangan lama lama, biar nanti kalau aku capek bisa lihat kamu, kan capeknya hilang" jawab Maulana ngegombal
" Wkwkwkwkwkw.... Gombal woy..., " tawa Zula meledak untung adeknya gak kaget dan nangis asyik mainan sendiri
" Nanti kalau aku udah siap tak jemput ya, tenang aja, giliran aku yang melamar kamu" jawab Zula kembali menggombali Maulana
Kini El sudah sampai di daerah Heny, dan hendak masuk kepelataran rumah Heny, dan di sana banyak mobil dan kendaraan yang parkir di sana,
El berfikir itu mungkin tamunya atau keluarganya karena masih di moment lebaran
El sudah memarkirkan mobilnya di mana yang tidak mengganggu nanti keluarnya kendaraan lainnya
Karena akan lama nantinya sampe menunggu moment yang tepat saat dia mau menyampaikan langsung sama Ayah dan Bundanya Heny tentang kelanjutan hubungan mereka
El turun dengan membawa titipan Uminya, dan lanjut menutup pintunya dan berjalan ke arah rumah Hany yang cukup rame
__ADS_1
" Assalamualaikum..." ucap El saat masuk dan menyalamj satu persatu di sana
" Ayah.." Ucap El ramah pada Ayahnya Heny
" Lho masyaallah.. Duduk nak" jawab Ayah El ramah karena bagaimanapun El dulu pernah dekat
Ya setahu Ayahnya El juga baik pada Heny, walaupun mantan cuman pertemanan cukup baik, karena Heny belum bercerita tentang hubungannya dengan El saat ini
" Bunda" ucap El menyalami Bundanya Heny
" Iya nak El, masyaallah... Apaan ini?" tanya Bundanya saat El memberikan titipan Uminya
" Titipan Umi Bund" jawab El ramah
" Ya Allah.. Makasih banyak ayo silahkan duduk nak" ucap bundanya ramah karena berfikir kedatangan El cuman bersilaturrahmi
Karena beberapa kali Zula juga pernah mengantarkan Heny, dan bersikap sopan seperti layaknya teman, ya Alhamdulillah kalau rukun tanpa pandang mantan lagi
El celingak celonguk mencari Heny yang belum ada turun dan keluar sama sekali,
El udah mengirim pesan tapi cuman di baca dan Heny gak bales sama sekali
" Saya lanjut lagi ya Mas " Ucap salah satu tamunya karena sempat kepotong dengan kedatangan El
" Iya mas silahkan" jawab Ayahnya Heny
" Jadi Kesepakatan kita kemaren, jadi lamaran barusan sudah bapak terima, kita langsung perencanaan pernikahan ya" Ucap salah satu temannya
Deg...... El Cukup kaget dan belum faham betul lamaran siapa kali ini
" Oh... Iya ya... Tapi masalah pernikahan, nanti saja setelah Heny lulus, soalnya ini masih nyusun sekripsi jadi kalau langsung nikah kan nanti takutnya ganggu konsentrasinya" jawab Ayah Heny sopan
Dan seolah petir menyambar El di siang bolong
Lemes banget rasanya badan El saat ini, ungkapan minta restu belum sempat dia katakan eh sudah di lamar duluan sama orang lain
" Gak apa apa kan Mas Lurah" ucap Ayahnya Heny pada calon mantunya
Jadi ceritanya Heny karena sudah berumur dan sama sekali belum ketemu jodoh yang cocok, kedua orang tuanya memilih untuk menjodohkan Heny pada kepala desa baru di desanya
Kebetulan kepala desa tersebut masih bujang, dan kenal dekat dan baik dengan Ayah Heny
Heny gak mau keluar karena dia sendiri gak mencintai Lurah tersebut
" Iya gak apa apa pak" jawab Lurah mudanya ramah
" Gak lama kok, biasanya kalau sekripsi kedokteran berapa lama ya nak El?" tanya Bunda Heny polos
" Hem.. Tergantung juga buk, kalau langsung di ACC, dan di trima ya, sebentar, sekitar 4 bulan langsung sidang, kalau sidang Sah, bisa langsung lulus, dan menunggu jadwal wisuda yang di jadwalkan" jawab El ramah dan mau gak mau dia harus terima apa yang terjadi saat ini
Seperti dulu Heny menerimanya saat punya pasangan baru, itu bukan hak dia melarang apa lagi membikin kacau acara ini
" Jujur gue pengen nangis" batin El menahan dongkol hatinya
" Masnya dosen? Apa gimana?" tanya ibunya lurah tersebut
" saya kebetulan dokter juga, " jawab El sopan
" Oh.... Pak dokter, nanti bantu sekripsinya ya, biar cepet lulus" ucap Ibunya Lurah tanpa basa basi
__ADS_1