Perjalanan Cinta 3 Saudara

Perjalanan Cinta 3 Saudara
Cukup


__ADS_3

Zula tercengang mendengar ajakan Maulana, cukup mengagetkan, karena baru pertama kalinya Maulana mengajaknya menikah selama pacaran


Ya secara bukannya Maulana, menunda dan tidak mau serius, karena maulana sadar diri saja Zula yang masih sangat muda, dan gak mungkin Maulana mengajaknya menikah, yang ada nanti bisa di minta untuk putus saja oleh abah Zain


Berbeda dengan sekarang nanti dia bisa kasih alesan pada Abah Zain karena tisak mau di pisahkan dengan Zula


Kali ini author pake Bahasa Indo aja ya, walau mereka pasangannya orang luar, dari pada harus translate kelamaan ya, karena author juga gak jaog bahasa asing 😆😆🙏 tapi biar keren aja sih 😁


Zula membalas tatapan Maulana lebih Instens lagi, yang mana biasanya dia bisa salah tingkah dan sekarang memberanikan diri untuk mencari celah keseriusan dalam tatapan Maulana


" Sayang....." ucap Maulana di sela tatapan serius Zula


" Kamu serius?" tanya Zula data


" Serius dong, Aku gak bisa jauh dari kamu, aku gak bisa sehati tanpa melihat wajahmu, dan aku gak bisa sehari tanpa di dekatmu" jawab Maulana meyakinkan


" Kamu kenapa keberatan? takut? mau Aku ngomong langsung sama Abah?" tambah Maulana kalau memang Zula keberatan


" Aku masih labil sayang... Aku belum siap untuk menikah, aku masih mau cari banyak pengalaman lagi, aku gak mau nikah muda" jawab Zula mengakui semuanya atas ketidak siapannya


" Banyak di luar sana yang nikah muda, bahkan Umi juga pernah cerita kan kalau dulu nikah muda, itu bisa jadi motifasi untuk kita" bantah Maulana


" Enggak... pernikahan Umi sama Abah, gak bisa jadi motifasi buat kita, okey setia, itu intisari yang jadi motifasi, dan juga kesabaran Umi" jawab Zula keceplosan tentang masalalu kedua orang tuanya


" Maksudnya?" kaget Maulana dengan mengernyitkan keningnya


" Udah gak usah di bahas" jawab Zula cuek


Dan di saat Zula sudah mode cuek, itu tandanya dia harus berhenti, dan gak boleh memaksa Zula lagi, kalau gak mau rasa cuek itu semakin memanas dan panjang sehingga membuatnya frustasi dan pusing sensiri


Pasalnya Dulu pernah Sekali Maulana memaksa Zula yang sudah di mode hilang mood, atau cuek karene jengkel

__ADS_1


Dan setelah itu, Maulana sendiri yang pusing bahkan setres sendiri, karema sama sekali gak ada tanggapan dari Zula selama berhari hari, dan membuat dia menahan rindu dan rasa bersalah


10 menit saling diam, akhirnya Zula angkat bicara


" Aku tau apa yang kamu rasakan sayang, perasaanku dan perasaanmu juga sama, sama sama gak mau jauh, sama sama gak mau LDR, " ucap Zula terhenti dan Maulana mulai kembali menatapnya lekat


" Di Usiaku yang masih 19 tahun ini, aku hanya gak mau, kamu sebagai suamiku gak bisa dapat hakmu" tambah Zula masih menyadari kekurangannya


" Kalau kamu gak siap tentang hakku, gak apa apa aku siap menunggu sampai kamu siap, aku janji gak akan minta dulu sampai kamu siap" jawab Maulana meyakinkan


Bukannya Zula menanggapi dengan serius, justru sebaliknya dia tertawa ngakak dan malah menepuk Jidatnya berkali kali


" Hahahahhaa...... Sayang kamu apaan sih, ahahahaha" tawa Zula meledak karena pikiran Maulana langsung ke sana


Maulana mengernyitkan keningnya masih gak faham dengan tawa kekasihnya yang membuatnya makin gemas itu


" Maksud aku bukan gitu sayang, bukan hak pribadi dan prifasi Hahaha" tawa Zula masih berlanjut


" Hahahah... Haduh Haduh sakit sayang perutku" ucap Zula perlahan berhenti tertawa


" Ya Allah... mana mana, " Panik Maulana lebay


" Gak maksud aku sakit karena kebanyakan tawa" jawab Zula santai


" Ck.. Kirain" jawab Maulana berdecak santai


" Haduh... ya Allah, Gitu ya kalau cowok tuh mikirnya pasti kesana, mentang mentang cuman itu yang dia mau, maksud aku tuh bukan gitu sayang" jawab Zula lagi


" Terus gimana?" tanya Maulana sosok paling sabar sedunia menghadapi Zula


Terkadang Maulana suka di goblok goblokin sama Al dan El, karena masih mau bertahan saja dengan Zula yang sangat menyebalkan dan bawel lagi

__ADS_1


Tapi namanya juga cinta apapun itu yok tetapk sayang dan gak mah lepas seperti saat ini contohnya, malah ngajak nikah 😆


" Aku cuman takut gak bisa memenihi kewajibanku, kamu tau sendiri kalau aku anaknya ambisius, dan tekatku semakin kuat bila sedang mengerjakan sesuatu, dan aku takut kamu sebagai suamiku justru gak keurus" ucap Zula menjelaskan maksudnya kenapa gak mau menikah karena alasan dan ketakutannya menghadapi kodrat sebagai wanita


Gender dalam hidup itu ada, dalam arti jender adalah perihal yang bisa di lakukan cowok maupun cewek sesuai sikon, tapi kodrat wanita masih sama, harus dan wajib menjalankan kewajibannya


" Aku gak perlu itu sayang, kita bisa sewa Asisten rumah tangga, kita menjalani hidup kita masing masing, ayo lah gak gak nuntut lebih kok dari kamu" jawab Maulana seolah tidak akan pernah membebani Zula


" Aku tau kamu sayang dan cinta sama Aku, terus apa gunanya istri kalau semua keperluan suami justru orang lain yang menyiapkan" bantah Zula membuat Maulana tidak bisa menjawab lagi


" Cukup aku gak mau debat lagi, cukup sampai sini, kita jalani dulu hubungan LDR saat ini, kita masih punya ponsel untuk saling berkomunikasi, pesawat masih terbang, kalau mau bertemu, stoknya masih banyak, sekolah penerbangan juga masih buka" jawab zula panjang dan ternyeleneh nyeleneh juga


" Huh....." nafas Berat Maulana hembuskan berlahan, dan memang dia harus siap, siap menjalani hubungan LDRan dengan Zula


Dan mau gimana lagi, kalau Zula sudah bilang cukup ya udah cukup dia gak mau di perpanjang lagi dari pada makin panjang kali lebar


" Okeh.. " jawab Maulana pasrah


" Saling percaya ya sayang" ucap Zula dan Maulana mengangguk pasrah


" Jaga diri jaga hati" ucap Maulana dan Zula tersenyum


" Siap...." jawab Zula sambil menampilkan senyum termanisnya hingga membuat Maulana makin gemes dan ingin rasanya membawanya kedalam pelukannya


" I Love You, ukhibbuka" ucap Maulana menahan tangisnya


" Too..... Senyum dong" jawab Zula dan Maulana langsung tersenyum lebar


" Nanti kabari aku ya kalau udah sampai di Indonesia, nanti kalau udah liburan, aku mau nyusul kesana, " ucap Maulana dan Zula mengangguk mengiyakan dan gak akan keberatan dengan kunjungan Maulana di Indonesia nanti


Di sisi lain, Al dan El melakukan hal yang sama dengan Zula, mereka sama sama di moment perpisahan, dan hal yang sama mereka tawarkan untuk menjalin hubungan lebih lanjut,

__ADS_1


Dan El menjanjikan pada Amira, kekasihnya untuk segera datang ke germant di saat Amira liburan semester nanti, dan akan melamarnya untuk di jadikan pasangan hidupnya


__ADS_2