
Semuanya bernafas lega setelah apa yang dokter katakan.
" Pasien sudah melewati masa kritis, dia akan sadar dalam 1 atau 2 hari kedepan . Kita bisa segera memindahkannya ke ruang perawatan. Agar pihak keluarga bisa menunggunya " Kata sang dokter lebih menjelaskan
" Segera siapkan ruangan terbaik dirumah sakit ini! "
" Baik tuan! "
" Bagaimana dengan Mili? "
Tanya Yudha kepada sang dokter
" Dia masih belum melewati masa kritis. Tapi perlahan kondisinya semakin membaik
" Lakukan yang terbaik untuk kesembuhannya! "
" Baik tuan. Kami akan memberikan yang terbaik untuk nona Mili! Kami permisi tuan! "
Dokter itu pergi meninggalkan Yudha bersama dengan suster. Tak berselang lama beberapa suster kembali ke ruang ICU untuk memindahkan Biru ke ruang perawatan VIP rumah sakit itu..
" Hendri. Tugaskan orang untuk berjaga di depan ruang ICU. Aku dan Gina akan mengikuti mereka keruangan Biru! "
" Baik tuan! "
Yudha berjalan dengan tangan yang dilingkarkan di bahu Gina..
" Sayang, apa kamu sudah tahu pelakunya? "
Tanya Gina pada Yudha dengan lembut
" Kurasa,, Ji akan segera mengetahuinya, Dia sudah bergerak lebih dulu sebelum aku memberi perintah "
Jawab Yudha disertai senyum tipis khasnya
" Benarkah? "
" Bobi telah mendapatkan perintah dari Jingga sebelum aku memerintahkan untuk mencarinya. Dia telah mendapatkan petunjuk dan bukti rekaman CCTV sebelum kejadian. sekarang dia pasti sedang melacak keberadaannya.
Benar saja apa yang dikatakan Yudha. Tak lama setelah tiba di ruang rawat Biru, terlihat Jingga sedang menghubungi pak Bobi
" Halo, bagaimana pak Bobi?
Apa sudah ada hasilnya? "
Tanya Jingga begitu dia mengangkat telepon
" Sudah non, saya sudah memeriksanya. Pemilik mobil itu namanya Bayu Indrayasa, Perusahaannya baru saja gulung tikar. Dan penyegelan perusahaan dilakukan tepat sebelum tuan muda mengalami kecelakaan. Sepertinya tuan muda pergi kesana untuk melihat langsung penyegelan perusahaannya " Jingga mengernyitkan dahi mendengar informasi yang disampaikan pak Bobi
" Ada hubungan apa antara Biru dan orang itu? "Alis Ji hampir saja menyatu saat itu
" Yang saya dengar Bayu itu memiliki hubungan baik dengan bu Sandra. Ibunya non Mili. Katanya mereka berniat menjodohkan non Mili dengan Bayu. Dan sebelumnya Bayu berusaha menyabotase perusahaan tuan muda. Tetapi gagal dan tuan muda berhasil membalikkan keadaan dengan membuat perusahaannya gulung tikar "
Pak Bobi menjelaskan dengan sangat rinci
" Owh, jadi itu alasan dia mencelakai Biru? "
Jingga menampilkan senyum liciknya
__ADS_1
" Apa pak Bobi sudah menemukan lokasi dia sekarang? " Tanya Jingga sambil memicingkan mata
" Sudah non, saya sudah melacak mobil yang dia gunakan. Dan menurut informasi mobilnya bergerak ke arah ujung perkotaan. Disana ada sebuah kawasan vila non "
" Kalau begitu bapa cari kesana, awasi dulu orangnya. Jika benar dia ada disana, amankan dia! Aku harus membicarakan urusan mengenai Biru. Itu akan jadi urusanku dengannya. Sebelum dia berurusan dengan polisi! "
Jingga berkata dengan nada yang dingin dan juga senyuman licik.
Yudha tersenyum melihat perubahan putrinya
" Sepertinya dia cukup belajar banyak dari semua yang telah mereka lalui selama ini? Sudah saatnya kita harus membawa mereka kembali pulang kerumah! "
Kata Yudha dengan nada dingin yang sangat tenang
" Kamu benar, mereka sudah sangat siap untuk jadi bagian dari kerajaan bisnis keluarga Kusuma "
Gina menanggapi dengan senyum penuh makna
" Setelah semua membaik kita akan menggelar pesta penyambutan sekaligus pengenalan mereka sebagai penerus kita. Sudah cukup mereka belajar cara menangani masalah dalam berbisnis! "
Kata Yudha dengan nada yang lembut. Gina menganggukkan kepala disertai senyum sebagai tanda setuju.
Ji baru saja selesai melakukan panggilan telepon dengan pak Bobi, ketika dia menyadari kalau papi dan maminya berdiri tidak jauh darinya
" Pih, pak Bobi baru saja menghubungi ku. Katanya dia telah mengetahui identitas orang yang menyebabkan Biru dan Mili kecelakaan. Aku memintanya untuk membawa pria itu menemui kita. Aku harus membuat perhitungan sendiri dengannya! "
Kata Jingga dipenuhi dengan kemarahan
" Tenanglah! papi sudah bilang padamu untuk tetap menjaga emosimu agar pihak lawan tidak mudah membaca apa yang akan terjadi selanjutnya! "
" Jika kamu dengan mudah menunjukkan emosimu. maka pihak lawan akan dengan mudah mengambil tindakan untuk menjatuhkan kita! "
" Kita tunggu saja kabar dari Bobi. Dia pasti akan segera mendapatkan orang itu! "
Gina memperhatikan pasangan ayah dan anak itu dengan menggelengkan kepala sambil bergumam
Buah jatuh tidak akan jauh dari pohon
Terbukti, dari sifat dan juga kebiasaan mereka sungguh sama, bahkan sekarang ini mereka berdua sedang menyilangkan tangan di dada sambil tersenyum licik
\=\=\=\=\=\=\=\=
Sedangkan di tempat lain Bayu sedang berada di vila keluarga bersama orang tuanya karena rumah mereka ikut disita. Hanya vila sederhana dan mobil yang tersisa saat ini
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan dari arah pintu, sehingga satu keluarga yang sedang bercengkrama mengenai masalah yang menimpa mereka saat ini itu seketika menoleh ke arah pintu secara bersamaan
" Bayu, bukalah pintunya! Lihat siapa yang datang disaat seperti ini! "
" Baik pah! "
Bayu bangun dari duduknya dan berjalan kearah pintu
Ceklek.. krieett,,,
terlihat beberapa orang dengan setelan jas hitam rapih lengkap dengan dasi sedang berdiri di depan pintu ketika Bayu membukanya. Mereka terlihat seperti pengawal profesional dengan tinggi badan dan bentuk tubuh yang hampir sama
__ADS_1
" Apa ada yang bisa saya bantu? "
Tanya Bayu dengan nada sombongnya
" Bisakah anda ikut dengan kami? "
Tanya pak Bobi dengan tegas
" Siapa kalian? Aku tidak mengenal kalian! "
Tanya Bayu sambil tetap bersikap sombong
" Kami mengenal anda dan anda tentu mengenal atasan kami. Anda akan langsung mengenalinya ketika bertemu secara langsung! Silahkan ikut kami! "
Bobi mendekat padanya perlahan
" Aku tidak mau!
Bobi menoleh pada semua rekannya agar tidak membiarkannya lari untuk mencari bantuan
" Anda tidak dapat menolak. Mau tidak mau anda harus bertemu dengan bos saya "
Kata Bobi dengan penuh ketegasan
Mereka akhirnya membawa Bayu secara paksa menuju gedung D.
" Lepaskan! lepaskan aku! ayah, ibu. tolong aku! "
Bayu terus saja berteriak berusaha mengerahkan semua tenaganya untuk bisa melepaskan diri dari 2 orang yang membawanya itu. tapi tidak berhasil. Bahkan ibu juga ayahnya Bayu di bawa bersama
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya, pak Bobi sudah menghubungi Jingga ketika dia masih tidur di disamping Biru, dengan posisi duduk diatas kursi roda dan kepala diatas tempat tidur.
Ponselnya dia letakkan di atas meja samping tempat tidur Biru
Drrrrtt drrrttt drrrt
Jingga bangun perlahan dan mengusap kedua matanya, lalu dia meraih ponsel yang berada di depannya.. Setelah kesadarannya mulai terkumpul barulah dia melihat nama dilayar ponselnya bertuliskan pak Bobi. Kemudian menekan tombol terima untuk menghubhngkan panggilannya
" Halo pak Bobi! Bagaimana hasilnya? "
Kata Jingga yang suaranya masih terdengar sedikit serak
" Kami sudah menemukannya. Kami membawanya ke gedung tua di jalan D "
Ji tersenyum puas mendengarnya
" Kirimkan alamatnya padaku? Aku akan mengajak papi kesana! "
" Baik nona! "
Mereka mengakhiri panggilan teleponnya. Yudha yang duduk di sofa bersama Gina dan Vio melihat senyum diwajah Jingga
" Ada berita apa sampai kak Ji tersenyum seperti itu? "
Kata Vio dengan wajah penasarannya
__ADS_1
" Orang itu sudah kita dapatkan pih. Pak Bobi baru saja menghubungi ku dan dia sekarang sudah ada di gedung jalan D. Pak Bobi akan segera mengirimkan alamat lengkapnya! "
" Bagus kita akan segera menemui mereka. Dan sedikit saja bermain "